Ashalina putri memutuskan merantau ke Batam , karna orang tuanya tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan .Dengan mengandalkan Ijazah SMAnya , Ashalina melamar menjadi buruh PT yang memproduksi barang barang Elektronik di kota yang disebut dengan kota teh obeng tersebut , kota kecil yang padat penduduknya .
Lima Tahun Ashalina bekerja sebagai buruh di pulau kecil yang berbatasan langsung dengan lautan singapur dan malaysia itu . Ashalina memutuskan untuk mencari pekerjaan ke Negara tetangga sebagai Art . karna ia harus melunasi hutang biaya pengobatan Ayahnya , kepada rentenir yang memberikannya pinjaman .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Hari demi hari pun berlalu , meski masih menunggu dan merindukan Mr Ze , Ashalina sudah tidak terlalu memikirkannya lagi , ia sudah tidak mengharapkan Mr Ze datang menemuinya lagi . Ashalina tidak mau berlarut larut dalam kesedihan , karna masih banyak yang harus ia pikirkan , terutama keluarganya .
Masa kontrak kerja Ashalina selama 6 Bulan pun sudah habis , Selama itu juga ia tidak mendapatkan kabar dari Mr Ze . Dan kini Ashalina memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya , karna sudah lama ia tidak bertemu dengan keluarganya .
Karna sekarang kedua adiknya juga sudah besar , satu sudah lulus sekolah dan sudah bisa bekerja , jadi sudah ada yang menggantikannya membantu keuangan keluarganya .
Rosma sahabat Ashalina sebulan yang lalu sudah menikah dan memutuskan tinggal dikampung suaminya , sedangkan sahabatnya Tika dua Bulan lagi akan menyusul Rosma menikah dengan kekasihnya . Kalau Renti , dia sudah lama menikah , dia melanjutkan usaha rentenirnya . kalau si Yudhi , yang paling setia , sahabat sejati Ashalina , ia masih setia menunggu cinta Ashalina berpaling kepadanya .
" Sha ! , benaran kamu tidak mau balik lagi kesini ? " tanya Yudhi .
" Belum tau Yud ! , lihat nanti saja ! , tapi yang jelas aku akan lama dikampung " jawab Ashalina .
" Aku gak punya teman lagi disini Sha ! , aku pasti merindukanmu Sha ! " tangis Yudhi memeluk Ashalina .
Tiga tahun lebih mereka tinggal bertetangga , berteman seperti tom and jery , jarang akur dan sering ribut , tapi saling membantu dan saling peduli .
" Nanti pasti ada penghuni baru untuk menggantikanku disini " balas Ashalina , membalas pelukan Yudhi .
" Tapi aku maunya cantik seperti kamu " ucap Yudhi .
" Aku sudah merekomendasikan kepada tantemu , agar mengontrakkan kamar ini kepada cewek yang cantiknya di atas rata rata " balas Ashalina ikut menangis .
" Tapi aku maunya kamu Sha ! " ujar Yudhi getir .
" Sudah kubilang ! jangan mengharapkanku ! " balas Ashalina , mencubit perut Yudhi .
" Sakit Sha ! " keluh Yudhi .
" Ashalin ! , kamu sudah mau berangkat ? " tiba tiba Tika datang langsung menyingkirkan Yudhi dari pelukan Ashalina , dan langsung memeluk Ashalina dengan menangis tersedu sedu .
" Rosma sudah tidak disini ! , kamu juga mau pulkam ! , jadi aku tidak punya sahabat lagi disini ! " ucap Tika diselah selah tangisnya .
" Sebentar lagi kan kamu juga mau menikah ! " ujar Ashalina .
" Iya tapi kita tidak bisa bertemu lagi ! " Tangis Tika lagi .
" Sudah menjadi resikonya seperti itu Tik ! , kita berasal dari daerah yang berbeda beda , dan tidak bisa dipastikan kita akan menetap disini . walaupun kita berpisah , kita masih tetap sahabat , kita kan masih bisa tukar kabar ! " Balas Ashalina , sambil menangis meraung raung .
" Aku harap kamu kembali lagi kesini ! " ucap Tika lagi .
" Kalau aku punya banyak duit , aku akan berkunjung kesini Tik ! , Do'akan saja aku banyak rezeki " balas Ashalina .
" Kak Renti mana ? dia gak datang kesini ? " tanya tika setelah melepas pelukannya .
" Sudah tadi pagi ! , katanya dia dan suaminya mau ibadah siang ! " jawab Ashalina .
" Apa kamu tidak mau menunggu Mr Mu itu lagi ? " tanya Tika , ia sudah mengetahui kisah cinta sahabatnya itu .
" Aku masih tetap menunggunya ! " jawab Ashalina .
" Bagaimana kalau dia datang , kamu gak disini lagi ? " Tanya Tika .
" Kalau dia memang benar benar menginginkanku , berbagai cara pasti ia lakukan untuk menemukanku " jawab Ashalina .
" Bagaimana dengan si tengil ini ? " tanya Tika , melihat Yudhi diam duduk dilantai dengan mata sembab .
" Bagaimana lagi ! , dia lebih memilih ikut bodoh sepertiku " jawab Ashalina .
" Yuk ! kalian ikut antar aku kebandara ! , itu taxinya sudah datang " ajak Ashalina .
" Sha ! , kenapa kamu harus pulang ? " tangis Yudhi lagi , berdiri langsung memeluk Ashalina kembali .
" Mungkin dengan cara aku pulang ! , baru kamu bisa berhenti mengharapkan aku Yud ! " jawab Ashalina .
" Baiklah Sha ! , jika kamu bertemu jodoh di kampung , jangan lupa kabari aku , ku usahakan akan datang " balas Yudhi pasrah , melepas pelukannya .
" Aku tidak akan melupakanmu Yud ! " balas Ashalina .
selesai acara tangis menangisi , Tika dan Yudhi pun ikut mengantar Ashalina ke bandara . Sepanjang perjalanan di dalam taxi , Tika dan Ashalina pun tidak melepas pelukan mereka .
Kini Ashalina sudah berada di dalam pesawat menuju kota kelahirannya . Sudah lima Tahun lebih ia tidak menginjakkan kaki di tanah kelahirannya itu .
" Mr Ze ! , rindu ini masih milikmu ! , aku masih berharap takdir mempertemukan kita " batin Ashalina dengan mata yang terpejam , menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi pesawat .
Dengan perjalanan udara kurang lebih satu jam , dan perjalanan darat kurang lebih satu jam juga , Ashalina pun sudah tiba di kampung halamannya .
setelah mobil yang di ,membawanya berhenti tepat di depan rumahnya . Ashalina langsung turun dan berlari ke arah rumahnya .
" Amak... ! Ayah ...! Acha pulang... ! " serunya sambil mengetok ngetok pintu rumah yang sudah mulai terlihat usang itu .
" Uni Acha ! " kaget adik laki laki Ashalina paling bontot . " Amak !! Ayah !! , Uni Acha pulang !! " teriak adik Ashalina yang bernama Akmal .
" Akmal ! , badanmu gadang bana kini diak ! " ( badanmu besar sekali sekarang dek ! ) ucap Ashalina melihat adiknya yang paling kecil sudah lebih besar darinya dan langsung memeluknya , menangis .
Dulu saat Ashalina meninggalkan mereka merantau , kedua adiknya masih duduk di bangku SMP , badannya masih pendek dan kurus , sekarang tubuh adiknya yang paling kecil sudah tinggi dan berisi .
" Akmal ala gadang uni ! , uni ndak buliah pai marantau lai , Biar Akmal samo abang Rasyid yang cari piti " ( Akmal sudah besar uni ! , uni tidak boleh pergi merantau lagi , biar Akmal sama bang Rasyid yang cari duit ) ucap Akmal membalas pelukan kakaknya , ikut menangis .
" Ashalin ! putri Amak ! " Ibu Ashalina langsung memeluk putrinya , menangis , melihat Putri yang sudah lama dirindukannya sudah pulang . " Amak rindu bana samo kamu upiak ! " ucap Ibunya Ashalina
" Amak...! " Tangis Ashalina pecah , membalas pelukan sang Ibunda . " Acha juga rindu bana samo amak ! " (Acha juga rindu bangat sama Amak ) balas Ashalina .
" Ayah mana Mak ! " tanya Ashalina lagi, karna tidak melihat Ayahnya .
" Di kamar ! " jawab Ibunya .
" Ayah ! Acha pulang Yah ! " teriak Ashalina berlari ke dalam kamar orang tuanya , langsung memeluk Ayahnya yang duduk di atas tempat tidur .
" Ini benaran Acha Ayah ala pulang ? " tanya Ayah Ashalina , tidak percaya melihat putrinya sudah pulang . menangis memeluk putrinya .
" Iya Yah , ini benaran Acha ! " balas Acha .
" Maafin Ayah ya ! , gara gara Ayah , Acha ndak bisa pulang ! " ucap Ayah Ashalina . merasa bersalah karna sudah menjadikan putrinya menjadi tulang punggung keluarga .
" Ayah Ndak salah ! , Sudah kewajiban Acha membantu orang tua ! " jawab Ashalina .
" Rasyid mana Yah ? Mak ? " tanya Ashalina , tidak melihat adiknya yang paling besar .
" Rasyid pai ka masjid " ( Rasyid pergi ke masjid) jawab Ibunya Ashalina .
Ashalina dan Ibunya pun memindahkan Ayahnya ke kursi roda , lalu mendorongnya keruang tamu .
Kemudian Ashalina langsung membongkar isi koper dan box bawaannya dari Batam . tentunya mengeluarkan oleh oleh makanan khas pulau kecil tersebut .
" Mak ! , ini baju buat Amak ! , yang ini buat Ayah ! , ini buat Akmal , ini Buat Rasyid ! " ucap Ashalina mengeluarkan baju baju yang kusus di belinya untuk kedua orang tua dan ke dua adiknya dari dalam kopernya .
" Assalamu Alaikum.. ! "
" walaikum salam..! " balas Ashalina , Akmal dan kedua orang tuanya .
" Uni Acha ! " kaget Rasyid , melihat kakanya tiba tiba pulang . " Bilo tibo Uni ? " tanya Rasyid langsung mendekati kakanya dan memeluknya .
Ashalina terdiam mematung tidak menjawab sapaan adik sulungnya itu . Badannya kaku , matanya sudah langsung berkaca kaca , ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat yang datang bersama adiknya .
" Si..siapa dia ? " tanya Ashalina gugub , netranya tidak lepas dari sosok yang sangat ia kenal berada di rumah orang tuanya .
mana lanjutan nya ya