NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 25 - Berangkat sekolah bersama

...Chapter 25...

...----------------...

Tora memutar kunci mobilnya beberapa kali. Nola dan Claudia sudah pulang mengantar Nadia, Kini hanya sisa ia sendiri. Ia tahu jelas, Bahwa seseorang sudah menyabotase rencananya untuk merusak citra adik tirinya.

Tora menatap seseorang yang tak asing berada beberapa meter dari mobilnya, Clarissa, Gadis itu Ber-tos riang bersama pria lain yang tak lain adalah Axion. Keduanya terlihat keluar dari dalam bar nya. Mereka hendak menaiki mobilnya.

"Clarissa, Dan Axion?!" Batinnya.

Kedua orang itu memasuki mobil dan langsung pergi dari sana, Tora tersenyum. Ia yakin kejadian hari ini ada hubungannya dengan kedua orang itu. Tetapi...

Clarissa mencintai Robert...

Axion mencintai Nadia...

Tora terkekeh, Ia tertawa semakin dalam...

"Aku tahu sekarang, Kalian ternyata juga terlahir kembali." Gumamnya tersenyum penuh arti, Setelah itu mulai mengendarai mobilnya keluar area Bar.

...--------------------------------...

Robert sudah sampai di kediaman keluarga bellen, Para pelayan melihatnya dengan tanda tanya besar, Biasanya Robert selalu tersenyum. Tetapi hari ini terlihat murung.

Pemuda itu duduk di halaman belakang rumah besar itu, Ia masih mengingat kejadian yang baru saja ia alami, Ia menatap kedua telapak tangannya. Terlihat lecet bahkan mengeluarkan darah, Ia pikir hubungannya dengan Nadia akan membaik setelah ia menolong gadis itu, Nyatanya Nadia sama sekali tak mempercayainya.

"Ada apa, Robert?"

Robert menoleh, Menatap Clarissa yang datang menggunakan piyama tidurnya, Begitu fresh dan cantik, Rasanya ia bisa merusaknya jika berada di sebelah gadis itu.

"Kau sudah bangun?" Tanyanya terkejut, Bukankah Clarissa sudah tidur? Mengapa masih berjaga dan sepertinya ia habis mandi.

"Huh!...aku terbangun." Ucap gadis itu duduk di sebelah Robert, Gadis itu meletakan sebuah minuman di tengah-tengah mereka.

"Sera mengatakan kau pergi sebentar, Tapi...wajahmu terlihat muram, Apa ada masalah?" Tanya Clarissa, Memberikan sekaleng Coco cola pada Robert.

"Tidak ada apa-apa, Aku hanya menahan kantuk."Ucap pemuda itu berbohong, Ia meminum coco cola itu, Rasa segar memenuhi tenggorokannya. Rasanya ia kembali menjadi lebih baik.

"Kau bisa membohongi semua orang, Tetapi tidak denganku Robert, Karna aku orang yang paling memahami-mu." Ucap Clarissa membelai wajah Robert sambil menatap lurus mata pemuda itu.

Deg!

Robert memalingkan wajahnya, Jantungnya berdebar tak karuan, Ia belum pernah mendapatkan perlakuan seperti ini, Biasanya ia hanya terus memberikan kata-kata indah dan menenangkan, Tetapi kali ini, Justru ia menerima kata-kata yang ingin sekali ia dengar dari Nadia. Kata-kata yang mampu membuatnya merasa di cintai.

"Aku mengantuk."Ucap Robert, Ia bangkit dan berjalan cepat menuju rumahnya. Clarissa tersenyum menatap kepergian Robert.

"Ternyata benar, Pria sangat suka wanita yang pengertian." Batin Clarissa.

...--------------------------------...

Nadia Masuk ke dalam kediaman keluarga William, Ia datang dalam keadaan mabuk. Hanya Claudia yang membawanya masuk, Sedangkan Nola menunggu di mobil.

"Ada apa dengannya?" Tanya Axion dengan wajah khawatir, Sama seperti Clarissa, Pemuda itu juga sudah memakai piyama tidur dan rambutnya basah seperti habis mandi.

Axion baru saja pulang beberapa menit, Mobilnya terparkir di belakang rumahnya. Syukurlah ia tiba lebih dulu atau bahkan sangat cepat dari mobil milik Nola.

"Dia...mabuk bersamaku, Dan Nola...sepertinya dia butuh istirahat."Ucap Claudia, Axion mengangguk.

"Kau pergi saja, Biar aku yang mengurusnya."Ucap Axion, Claudia menatapnya dengan ragu. Tetapi tetap membiarkan Axion membawa temannya.

Axion membawa Nadia menuju ruang tamu rumahnya, Nadia menatap Axion dengan pusing, Ia mulai menangis tidak jelas.

"Kak Axion, Robert berusaha melecehkan ku dengan membayar orang, Aku takut sekali." Ucap gadis itu memeluk Axion, Axion pun melepaskan pelukan gadis itu.

"Kau diam di situ, Aku akan ke dapur."Ucap Axion dengan dingin, Nadia menatap Axion dengan wajah sedih. Ternyata Axion masih bersikap dingin padanya. Apa kemarin hanya untuk memanas manasi nona Clarissa saja?

Tak lama, Axion membawa sebuah sup jahe. Nadia menutup hidungnya dengan cepat, Ia sangat tidak menyukai jahe. Bisa-bisa ia muntah jika meminum sup itu.

"Ayo minumlah, Agar kau cepat sadar."Ucap Axion.

"Tidak, Aku sangat tidak suka jahe!" Gadis itu menutup mulutnya rapat.

"Langsung minum saja, Aku sudah membuatkannya untukmu, Kau tidak mau minum?" Tanya Axion dengan dingin, Nadia yang sudah kehilangan Robert itu mana mungkin mau kehilangan Axion lagi.

"Baiklah." Gadis itu menarik nafasnya, Setelah itu langsung meminum sup itu dengan cepat dan...

HUEK!

Gadis itu memuntahkan semua isi perutnya, Ia memegang kepalanya, Ternyata meminum sup itu membuatnya ingin muntah dan mengeluarkan semua kandungan alkohol yang sudah ia minum, Kini ia kembali sadar 80 persen.

"Kau sudah baik-baik saja?" Tanya Axion dengan wajah datar, Nadia mengangguk.

Gadis itu menunduk malu, Ternyata Axion ingin mengembalikan kesadarannya. Tetapi ia malah berpikir lain tentang pemuda itu.

"Terima kasih kak Axion." Ucap Nadia tersenyum, Axion mengangguk dan mengusap lembut pucuk rambut gadis itu.

"Jangan berlebihan jika ingin mencoba menikmati hidup, Seseorang bisa memanfaatkan kelengahan mu."Ucap Axion dengan wajah khawatir.

Nadia mengangguk, Ia belum pernah di perhatikan dengan lembut seperti ini, Ia tahu bahwa Axion memang lebih baik dari Robert. Walaupun selama ini Nadia selalu membela Robert, Axion tetap peduli padanya.

"Kak Axion, Nadia sangat mencintai kakak."Ucap gadis itu memeluk Axion, Axion tersenyum sinis.

"Jatuh cinta lah lebih dalam lagi, Semakin dalam akan semakin menyakitkan bukan?" Batin axion terkekeh.

"Aku tau, Kau yang paling mencintaiku."Ucap Axion membalas pelukan Nadia.

...--------------------------------...

Pagi kembali datang, Sebelum berangkat pemuda itu duduk di halaman rumah. Entah mengapa, Ia ingin sekali menemui Clarissa. Biasanya, Ia hanya akan menemui Clarissa setelah pulang sekolah.

"Selamat pagi, Non Clarissa." Sapa pak Akbar, Sang sopir menatap Robert dengan ekor matanya.

"Pagi juga pak." Jawab Clarissa, Ia terkekeh dalam diam. Merasa paham dengan pandangan pak Akbar.

"Clarissa, Kau ingin berangkat!" Robert mendatanginya dengan wajah datar, Tetapi Clarissa tahu bahwa pemuda itu mulai tertarik padanya melebihi batas yang ia tentukan.

"Iya, Kau belum berangkat?" Tanya Clarissa tersenyum, Gadis itu memakai seragam sekolah yang lucu, Berwarna pink dengan bandana bergambar hello kitty.

"Belum, Aku ingin mengucapkan terima kasih soal yang tadi malam."Ucapnya tersenyum, Pemuda itu sekarang terus memalingkan wajahnya, Seolah melihat wajah Clarissa membuatnya tak bisa berdiri.

"Robert, Bagaimana jika kau berangkat bersamaku?" Tanya Clarissa tersenyum, Robert mendongak.

Sudah lama sekali Clarissa tak mengajaknya berangkat bersama, Itu karna perintah tuan Louis untuk menjaga jarak dengan putrinya, Tetapi jika Clarissa yang bersikeras, Apa yang bisa di lakukan pria tua itu?

"Aku jelas mau, Tapi bukankah aku tidak boleh berangkat bersama mu, Lagi pula sekolah kita tak searah."Ucap Robert menolak, Ia berharap Clarissa sendiri yang memaksanya.

"Baiklah, Kau benar...seharusnya aku tak memaksamu, Aku melupakan kenyamanan-mu hanya untuk kesenanganku. Maafkan aku ya."Ucap Clarissa menghela nafas sambil beranjak.

Robert menahan sebelah tangan Clarissa, Gadis itu tidak memaksanya. Hanya mengiyakan saja. Diam-diam Clarissa terkekeh.

"Ada apa?" Tanyanya.

"Aku sangat ingin berangkat bersama-mu. Tapi..."

"Daddy tidak akan melarang, Aku akan membujuknya...Kau mau?" Tanya Clarissa.

"Mau."Jawab Robert cepat,

"Yasudah, ayo kita berangkat."Ucap Clarissa masuk ke dalam mobil, Robert tersenyum senang.

TBC

like dan komen.

1
Saidatul Farisha
uish clarisa menjadi rebutan🤭
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Author hidup: Makasih kakak cantik
total 1 replies
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!