NovelToon NovelToon
Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Takdir Dan Cinta Waiters So Ceo

Status: tamat
Genre:Romantis / Mengubah Takdir / Masalah Pertumbuhan / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.4
Nama Author: anas seanor

Sean Arman seorang pemuda sederhana yang hidupnya di rubah oleh takdir hingga menjadikanya orang hebat yang mampu berdiri di atas kejayaannya

Dia yang memulai kehidupannya dari bawah menjadikanya sosok pria yang rendah hati, dan hidupnya sektika berubah saat Ibundanya (Kartina) yang seorang ratu bisnis menemukan dirinya yang sudah hilang selama puluhan tahun

Namun saat kehidupanya itu mulai berubah, ketenanganya pun di uji oleh masalah masalah yang mulai berdatangan menghampiri nya,

Bisakah Sean Arman menaklukan semua maslah masalah yang datang padanya? simak saja cerita selengkapnya


Cerita ini hanya fiktip belaka dan hanya karangan Author, jika ada kesamaan tokoh atau alur cerita dengan novel lain itu murni faktor ketidak sengajaan (karya pertama, jadi mohon di maklum jika banyak kekurangannya)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anas seanor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah Sewa Baru

Sean pun segera mengahiri panggilan telepon dari ibunya itu, dia pun segera melanjutkan pekerjaannya lagi

"Sean, apa perlu bantuan" tanya Sandri yang baru selesai berberes di mejanya

"Tidak perlu, aku bisa mengerjakannya sendiri,, kamu duluan saja, aku juga paling sebentar lagi" ucap Sean

"Oh ya sudah, kalau gitu aku duluan" ucap Sandri, dia pun segera bergegas keluar dari ruangan kantor

Sean pun kembali terfokus pada komputernya lagi, dia tidak terlalu menghiraukan keadaan kantor yang Sekarang sudah sepi, dia pun tidak sadar kalau ada langkah sepatu yang mendekat kepadanya sekarang,

"Duh yang lagi giat kerja fokus banget keliatannya, sampai telat pulang segala , apa karena ingin cepet naik gaji" ucap seseorang orang yang mendekat itu

Sean pun menoleh ke arahnya, "Rania, kenapa kamu kesini?" tanya Sean yang tidak menyangka kalau yang di belakangnya itu adalah Rania

"Ya untuk menemuimu lah, tidak mungkin menemui meja kan," ucap Rania

"Kok bisa tau aku masih di sini?"

"Barusan di lift aku tanya ke teman seruangan mu, dia bilang kalau kamu masih di sini" ucap Rania

"Oh, aku kena hukuman dari manajer Arda, karena tadi aku telat masuk kan" ucap Sean sambil tetap melanjutkan kerjanya

"Kasian" ucap Rania tersenyum

"Kak, kakak, aduuh, kenapa meninggalkan aku di lift sendirian sih, kenapa kamu ke sini" tanya Seli yang juga masuk keruangan dan menghampiri Rania, yang sedang bersandar di meja belakang Sean

Seli yang baru sadar kalau ada seorang pria di hadapan Rania pun sedikit kaget, karena tidak biasanya dia melihat Rania menghampiri seorang laki laki, dia pun menutup mulutnya yang membentuk huruf O itu dengan tanganya

"Ya Tuhan, apa dia pacarmu kak, kamu tidak pernah cerita padaku kalau kamu punya pacar" ucap Seli yang heran karena kakak sepupunya ini menghampiri seorang pria di luar jam kantor, yang Seli tau itu bukanlah keperibadian sepupunya yang dia kenal, 'Pasti dia orang yang spesial' untuk kak Rania " gumam hatinya

"Jangan bicara sembarangan, dia teman ku dari kota 'B'," ucap Rania,

Sean pun langsung menoleh ke arah Seli,

Seli pun merespon dengan ekspresi lebih kaget lagi "Kamu, kamu, direktur Arman kan?" tanya Seli yang masih ingat dengan wajah Sean itu, meskipun penampilanya sekarang berbeda, tapi Seli yakin kalau itu adalah wajah pak Arman yang pernah di lihatnya

"Apa yang kamu katakan?, dia adalah Sean temanku, kamu makin ngaco saja Sel, apa sebegitu ngefansnya kamu pada direktur baru itu, sampai semua pria yang kamu lihat itu mirip dia?" ucap Rania

Sean pun hanya tersenyum, dia tak berniat menjelaskannya

"Siapa dia Ran,? apa dia adikmu,? kalian sangat mirip" ucap Sean

"Iya,, dia Seli adik sepupu ku, dia suka aneh-aneh kalau bicara, jadi kamu tidak perlu mendengarkan omongannya" ucap Rania

Seli pun masih melihat ke arah Sean, dia yakin kalau wajah yang di depanya ini sangat mirip dengan yang di lihatnya waktu itu, tapi ada yang membuatnya ragu juga, 'I**ni bukan ruangan direktur, ah mungkin dia memang hanya mirip saja dengan nya,' gumam batin Seli

"Maaf maaf, sepertinya aku memang salah mengenali orang, tapi kak Sean ini tidak kalah tampannya dengan direktur Arman itu," ucap Seli tersenyum

Sean juga hanya tersenyum pada Seli, 'Sean dan Arman itu memang namaku kan, Apa Rania tidak sadar'

"O yah Sean, aku tunggu kamu bereskan pekerjaanmu di sini, nanti aku antar kamu pulang," ucap Rania

Sean memaksakan dirinya untuk tersenyum , bukanya tidak senang di antar seoarang gadis, tapi ini soal harga diri, idealnya pria yang mengantar wanita kan

"Tidak perlu, Rumahku dekat tidak perlu kamu antar," ucap Sean

"Ayolah kak Sean kita pulang bareng, ini sebuah keajaiban kakaku tidak pernah seakrab ini dengan seorang pria yang baru beberapa kali bertemu, pasti pertemuan kalian sangat sepesial kan? kalaupun Rumah mu dekat, kita muter-muter saja dulu biar jauh" ucap Seli

"Sel, mening kamu jangan bicara!, perkataanmu makin lama makin ngelantur kemana mana," ucap Rania, dia sudah terbiasa dengan sikap sepupunya ini jadi dia tidak merasa kesal "Sean, aku itung itung sekalian saja biar tau tempatmu juga kan, biar nanti gak nyari lagi," ucap Rania

Sean bingung karena agam belum memberinya alamat, dia pun mngirim pesan ke agam [Agam, apa sudah dapat apa yang ku suruh?]

tak lama agam membalas [Agam: Sudah, apa anda mau langsung kesana?] tanya Agam

[Sean: Tidak, aku pergi sendiri saja, nanti aku kabari untuk menjemput, sekarang kirim saja alamatnya]

[Agam: Baik]

Agam pun mngirim alamatnya,

"Oh, baiklah kalau gitu tunggu sebentar lagi beres" Sean melanjutkan kerjanya

Setelah beberapa waktu Sean pun selesai dan berberes,

"Sudah beres, maaf membuat kalian menunggu" ucap Sean melihat ke arah Rania dan Seli yang sedang bercanda sedari tadi

"Oh sudah ya, kalau begitu ayo turun " ucap Rania tersenyum

Mereka bertiga pun bergegas ke lift dan turun ke besment, mereka masuk mobil 'pink' kesayangan Rania, Sean naik di belakang, karna Seli duduk dengan Rania di depan

Mobil mereka pun keluar dari perusahaan

"Sean ke arah mana tempat tinggalmu,?" tanya Rania

"Aku lupa, tapi aku ada alamatnya" ucap Sean

"Hah, lupa?, masa rumah sendiri lupa, aneh" ucap Seli menyelah

"Dia baru di kota ini, jadi wajar kalo lupa, sini alamatnya biar pake maps saja" ucap Rania, Sean pun mnyebutkan alamat dan Rania menulisnya di ponsel

"Iya deket, di depan tinggal belok kiri," ucap Rania

Tidak lama merekapun tiba di daerah pemukiman warga posisinya tepat di belakang benteng perusahaan, mereka pun tiba di rumah yang berjajar dengan model yang sama, dengan tralis besi di bagian depanya, tiap rumah di sekat tembok yang tidak begitu tinggi, 'Lumayan nyaman sepertinya' gumam Sean, mobil pun berhenti

"Sudah sampai, kalian mau turun dulu" ucap Sean berlaga familiar dengan tempat ini

"Tidak usah, nanti saja, aku ngambil jaket mu dulu" ucap Rania

"Oh, baiklah, kalau gitu aku turun" ucap Sean merasa lega, karna dia juga bingung tidak tau yang mana yang akan dia tempati, akan sangat konyol jika mebawa mereka masuk ke Rumah yang salah

"Iya, aku kemari lagi nanti ya, dah" ucap Rania

"Iya terima kasih," ucap Sean, dan Rania pun pergi,

Di dalam mobil

"Kak rania, apa kamu menyukai pemuda ini, padahal banyak pemuda kaya yang mendekatimu kan, yang ini buat aku saja" ucap Seli menggoda Rania

"Huuuu,, dasar kamu lihat yang cakep dikit langsung embat aja, bukan kah kamu suka dengan direktur barumu itu" ucap Rania

"Jawab saja pertanyaan ku, jangan mengalihkan pembicara'an, suka apa tidak?" tanya Seli

"Tidak tau,, aku hanya merasa nyama saja, dia berbeda dari kebanyakan pria yang mendekatiku, tidak terlalu banyak merayu atau pun membual, " ucap Rania

"Jadi kesimpulanya kakak memang menyukainya kan?" ucap Seli

"Apaan sih, sudah lah janga di bahas" ucap Rania yang wajahnya mulai memerah

Setelah mobil Rania pergi, Sean memanggil Agam, dia pun dengan segera datang menyerahkan kunci dan menunjukan rumah yang sudah di sewanya, kebetulan berada paling pingir di deretan rumah itu, Agam juga tidak banyak bertanya mengapa menyewa rumah

Setelah mengontrol kedalam, tidak banyak perabotan yang ada di ruangan, hanya beralaskan karpet merah, dan meja kayu pendek, lemari TV tampa TVnya, di dalam kamar ada kasur dan lemari kecil , di bagian belakang ada dapur dan ada toilet kecil bersih,

"Lumayan lah tapi panas juga, sepertinya besok harus pasang AC" gumam Sean, dia pun keluar dan masuk kedalam mobil

"Agam, kita ke supermarket" ucap Sean

"Baik" Agam pun mulai mengemudi dan melaju ke jalanan, tidak sampai 5 mnit mereka pun masuk keparkiran supermarket

Sean membeli beberapa perabotan untuk di kirim besok, dan beberapa perabotan untuk sekarang, beberap sayur, ikan, dan perbumbuan untuk di bawa sekarang,

Sean pun kembali lagi kerumah itu

"Agam, aku akan di sini dulu, mungkin sampai malam, nanti aku kabari jika aku akan pulang" ucap Sean

"Baik" Agam pun pergi dengan mobilnya

Hari juga mulai gelap, Sean masuk mandi dan solat, setelah itu dia ke dapur, "Baru babarapa hari tidak masak lumayan kangen juga" gumam Sean dia mulai mengobati rasa kangennya itu untuk memasak beberapa sayur dan ikan besar, tak berapa lama ada yang mengetuk pintu depan

Sean pun bergegas membuka pintu, ternyata Rania yang di depan pintu, begitu pintu di buka Rania langsung mencium bau masakan yang sedap, seketika perutnya pun terasa lapar "Umhh wanginya sedap sekali, kamu lagi masak ya?, jadi penasaran dengan masakan kamu," ucap Rania

...~°~...

1
falea sezi
kasian rania
falea sezi
cwok plin plan kasih jodoh lain la buat rania cwok skg kaya jd sombong sok sok an milih dia cwek
then_must_nanang
ayo lanjuttt..... ceritanya..... gak masalah istri 2, yg penting disupport istri pertama.
then_must_nanang
lho kan sudah punya cincin kebal, kok tumbang juga
then_must_nanang
Luar biasa
then_must_nanang
suka dg ceritanya... menghibur, semoga kedepannya gak ada cerita sedih atau intrik - intrik...
herna 701
menarik,.....
Arsen
gk bahaya ta....gk bljr management perusahaan dlu. tau² langsung pimpin perusahaan..
Temu Riyadi
bagus
Daffa Bhayangkara
mau bgt punya istri kaya lena, knp lena ga buat aku aja sih:) beruntung bgt sean bisa dapet istri kaya lena
Ajis Mawansyah
pak Arman terlalu egois dan rakus ingin memiliki kedua nya sekali gus baru menikah mala ingin nikah lagi len pun sama juga tdk memikirkan perasaan sesama jenis nya
Ajis Mawansyah
terlalu rakus ingin memiliki kedua nya
Ardina L
ini novel kedua yg aq baca, pemerannya ada yg termakan omongan sendiri, ditmpat lain ada yg berlari disekitaran tempat parkir sambil buka baju, dan ini meamgkak dipelatarn parkir hehe, lanjut kak ceritanya bagus
Masri Sisri
sean,, 🤩
Herman Herman
mantap
Veronica Maria
noh bpknya rania ngeliat dr harta jg. kalau tau sean anak org kaya trs mepet2. hadehh
Veronica Maria
jiah rania2. blom apa2 dah ngelarang2 sean ktmu lena. gmn kalo lo tau dia anak yg punya perush ? dasar cewe aneh
Veronica Maria
kalau cmn mau di saat sdh senang ya keliru besar ei
Veronica Maria
tinggalin aja rania
Lisa Lisa
à
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!