NovelToon NovelToon
Drummer Cantik, Istri Rahasia Ketos Tampan

Drummer Cantik, Istri Rahasia Ketos Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / Nikahmuda
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Moora Lunatia

"Kita butuh ground rules, Al," kata Akram
"Aturan apa?" Almeera bersedekap, memasang posisi bertahan.
Akram mengangkat satu jarinya. "Satu, nggak boleh ada satu orang pun di sekolah yang tahu soal ini. Temen band lo, temen geng gue, siapapun."
"Gue juga nggak sudi ngasih tahu orang-orang," potong Almeera cepat.
Akram mengangguk tipis, "Dua. Di sekolah, kita tetep musuh. Nggak ada tegur sapa manis, nggak ada perhatian. Lo urus urusan lo, gue urus urusan gue."
"Bagus,"
"Dan yang ketiga..." Akram memajukan wajahnya sedikit, "...jangan sampai jatuh cinta. Karena gue nggak mau ribet kalau nanti setelah lulus kita harus pisah."
"Tenang aja, Kram. Selera gue bukan cowok tukang perintah dan manipulatif kayak lo. Cukup lo bayangin aja muka gue jadi setan, dan lo bakal aman dari jatuh cinta."
Akram terkekeh sinis. "Oke. Deal."
"Deal."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moora Lunatia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Kilatan cahaya flash itu seolah membutakan mata Almeera untuk sesaat, namun efeknya pada jantungnya jauh lebih mematikan. Waktu di lorong remang-remang itu berhenti berdetak.

Di ujung lorong, Reyhan berdiri dengan santai, ponsel masih berada di tangannya, layar menyala menampilkan bukti digital paling berbahaya dalam sejarah SMA Bina Bangsa. Senyum sinis terukir di wajah alumni tampan itu, mengisyaratkan bahwa ia baru saja menangkap mangsa besarnya.

"Wah, wah. Jadi gini cara kerja seorang babysitter? Ngurung anak asuhnya di lorong gelap?" ulang Reyhan, nada suaranya mengalun penuh ejekan yang menusuk tepat ke ulu hati.

Darah di sekujur tubuh Almeera surut seketika. Tubuhnya membeku, masih bersandar pada dinding beton yang dingin. Kepanikannya meluap hingga tenggorokannya tercekat, tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Jika foto itu sampai ke grup angkatan atau mading sekolah, bukan hanya rahasia pernikahan mereka yang terancam, tapi reputasi Akram akan hancur lebur malam ini juga.

Namun, di depannya, reaksi Akram jauh dari kata panik.

Hawa dingin yang mencekam seketika menguar dari tubuh sang Ketua OSIS. Akram menegakkan tubuhnya, memutar badan sepenuhnya menghadap Reyhan. Rahangnya mengeras sekeras batu karang. Tidak ada lagi Akram yang tadi menatap Almeera dengan lembut. Yang ada kini hanyalah predator yang siap menerkam siapa saja yang mengusik wilayahnya.

Dengan langkah pelan namun memancarkan aura membunuh yang sangat kental, Akram berjalan mendekati Reyhan.

"Hapus fotonya, Bang," desis Akram dengan suara bariton yang terlampau rendah dan tenang. Ketenangan yang justru membuat bulu kuduk siapa pun merinding.

Reyhan tidak mundur, meski insting lelakinya menyadari bahaya yang mengancam. Ia memasukkan ponselnya ke dalam saku jaket denimnya sambil terkekeh pelan. "Santai, Kram. Gue cuma penasaran. Setahu gue, babysitter nggak punya kebiasaan nyentuh pipi anak asuhnya dan hampir nyium dia di tempat sepi. Kecuali... lo punya motif lain yang lebih dari sekadar 'jagain anak temen nyokap'."

Almeera yang akhirnya menemukan kembali kewarasannya, buru-buru berlari menyusul Akram. Ia menarik lengan jaket cowok itu, berusaha mencegah Akram melakukan hal bodoh seperti memukul alumni di tengah acara pensi.

"Kak Rey, please, jangan salah paham! Ini... ini nggak kayak yang Kakak lihat!" seru Almeera panik, suaranya bergetar. "Fotonya tolong dihapus ya, Kak? Kalau sampai anak-anak lihat, bisa jadi fitnah!"

"Fitnah dari mana, Al?" Reyhan menatap Almeera dengan sorot mata yang sulit diartikan. "Gue lihat pakai mata kepala gue sendiri. Ketua OSIS kebanggaan sekolah ini lagi mojok sama drummer band."

Reyhan kembali menatap Akram, menantang. "Gue cuma nggak suka gaya lo, Kram. Lo bertingkah seolah lo paling suci, paling taat aturan, ngelarang-ngelarang Almeera dekat sama cowok lain pakai dalih tugas dari nyokap lo. Tapi ternyata lo sendiri yang manfaatin situasi."

Akram melepaskan tangan Almeera dari lengannya dengan lembut, lalu menyembunyikan gadis itu di belakang punggung tegapnya, melindunginya dari tatapan Reyhan.

"Lo mau tahu kenapa gue ngelarang dia dekat sama lo?" Akram memiringkan kepalanya sedikit. Matanya berkilat tajam. "Karena dia cewek gue."

Almeera membelalak. Mulutnya terbuka lebar, napasnya kembali tertahan. Ceweknya?!

Reyhan terdiam selama dua detik, sebelum akhirnya ia tertawa pelan. Tawa yang kali ini terdengar lebih rileks dan memahami.

"Oh," Reyhan mengangguk-anggukkan kepalanya perlahan, seolah semua puzzle di kepalanya baru saja tersusun. "Jadi Ketos kaku ini akhirnya jatuh cinta sama anak band yang bar-bar? Pantesan lo posesifnya setengah mati. Terus kenapa harus pakai alibi babysitter segala? Takut reputasi lo yang sempurna itu tercoreng gara-gara pacaran diem-diem?"

"Gue nggak peduli sama reputasi gue," balas Akram dingin. "Gue cuma nggak mau urusan pribadi gue jadi konsumsi publik. Dan gue nggak suka barang milik gue disentuh apalagi digodain sama cowok yang nggak tahu batasan kayak lo."

Kata 'barang milik gue' yang meluncur dari mulut Akram membuat wajah Almeera memanas. Egonya memberontak ingin membantah bahwa ia bukan barang, namun dalam situasi hidup dan mati ini, ia memilih bungkam.

Reyhan menatap Akram lekat-lekat, menilai keseriusan di mata cowok itu. Ia melihat bagaimana bahu Akram menegang, siap melindungi Almeera apa pun yang terjadi. Sebagai sesama laki-laki, Reyhan bisa melihat ketulusan di balik sikap arogan sang Ketos.

Sambil menghela napas panjang, Reyhan merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan ponselnya kembali. Ia membuka galeri, menekan tombol delete, dan langsung mengosongkan folder sampah di depan mata Akram.

"Udah gue hapus," kata Reyhan santai sambil memutar ponselnya di tangan. "Gue bukan biang gosip, Kram. Gue nggak se-receh itu buat nyebarin foto orang pacaran. Tapi gue punya syarat."

Rahang Akram sedikit mengendur, namun matanya tetap waspada. "Apa?"

"Jangan pernah lagi pakai jabatan Ketos lo buat nyusahin anak-anak NOISE. Terutama Almeera," Reyhan tersenyum miring. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Almeera yang masih bersembunyi di balik punggung Akram. "Lo beruntung banget bisa dapetin dia, Kram. Jangan dikurung terlalu ketat, nanti dia kabur. Dan buat lo, Al..."

Reyhan mengedipkan sebelah matanya. "...pacar lo galak banget. Hati-hati digigit. Gue cabut dulu."

Tanpa menunggu balasan, Reyhan berbalik dan berjalan santai meninggalkan lorong remang itu, menghilang di balik kerumunan panitia di ujung jalan.

Hembusan napas kelegaan yang luar biasa panjang langsung meluncur dari bibir Almeera. Tubuhnya seketika lemas. Ia menyandarkan sebelah tangannya di dinding agar tidak terjatuh.

"Gila... sumpah, umur gue bener-bener berkurang drastis hari ini," gumam Almeera dengan suara serak, memegangi dadanya yang masih bergemuruh.

Akram memutar tubuhnya menghadap Almeera. Raut dinginnya perlahan memudar, berganti dengan ekspresi datar yang kembali rileks. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

"Pacar?" Almeera mendongak, mendelik garang ke arah Akram, berusaha menutupi rasa salah tingkahnya. "Sejak kapan gue jadi pacar lo?! Enak aja main klaim-klaim!"

"Terus lo mau gue bilang apa ke dia? Istri gue?" Akram menaikkan sebelah alisnya, senyum miring andalannya kembali terbit. "Kalau gue bilang lo istri gue, besok pagi sekolah kita bakal masuk berita nasional, Al."

Almeera membuang muka, pipinya memerah sempurna. "Y-ya setidaknya lo nggak usah bilang 'barang milik gue'! Gue bukan barang!"

Akram melangkah maju satu tindak, kembali mengikis jarak di antara mereka. Ia menunduk, mensejajarkan pandangannya dengan mata Almeera yang kini terlihat menghindar.

"Terus tadi kenapa merem?" goda Akram, suaranya kembali berubah menjadi bariton rendah yang mematikan.

Pertanyaan telak itu sukses membuat Almeera meledak. Telinganya merah hingga ke batas rambut.

"S-siapa yang merem?!" sangkal Almeera panik, mendorong dada Akram sekuat tenaga. "Gue... kelilipan! Iya, ada debu masuk ke mata gue! Jangan kepedean ya lo! Tiang listrik!"

Setelah memukul lengan Akram dengan brutal, Almeera membalikkan badan dan berlari keluar dari lorong itu dengan kecepatan kilat, meninggalkan Akram yang kini tertawa pelan. Tawanya menggema di lorong yang sepi, melepaskan segala ketegangan yang sempat mencekiknya tadi.

Tunggu aja, Al. Benteng lo udah mau roboh, batin Akram penuh kemenangan.

Pukul 23.30 WIB, Apartemen Kawasan Sudirman.

Acara Pensi SMA Bina Bangsa sukses besar dan berakhir dengan meriah. Setelah berjam-jam membantu membereskan peralatan, tubuh Almeera rasanya seperti habis digilas stoomwals.

Ia berjalan menyusuri lorong berkarpet tebal di lantai dua puluh lima, menyeret langkahnya dengan gontai. Di sebelahnya, Akram berjalan dengan santai, sebelah tangannya menenteng tas ransel Almeera yang berat berisi stik drum dan baju ganti, sementara tangannya yang lain memegang kunci kamar.

"Kram, sumpah kaki gue mau copot. Besok gue mau hibernasi 24 jam," keluh Almeera sambil memijat betisnya. Jaket kulit kebanggaannya sudah ia lepas dan ia sampirkan di lengan.

"Lo mainnya terlalu brutal tadi. Padahal tenaga lo kecil," komentar Akram, melirik gadis di sebelahnya. Meski lelah, wajah tanpa makeup Almeera malam ini justru terlihat sangat natural dan... cantik.

"Brutal itu seni, udik!" Almeera menjulurkan lidahnya. Lalu ia teringat sesuatu. "Eh, pokoknya lo utang penjelasan sama gue soal kejadian di lorong tadi! Gue belum selesai ngomel ya soal lo yang sembarangan klaim gue pacar lo!"

"Mau ngomel sampai besok pagi juga kenyataannya status lo lebih tinggi dari pacar," Akram memutar kunci di pintu unit 2507, suara klik terdengar halus. Ia mendorong pintu kayu elegan itu perlahan. "Atau lo beneran nyesel karena nggak jadi dicium tadi?"

"AKRAM SIALAN!" Almeera memekik kesal, mengangkat tangannya bersiap memukul lengan cowok itu lagi.

Namun, tangan Almeera terhenti di udara saat pintu apartemen terbuka lebar.

Lampu ruang tamu menyala terang benderang. Dan di tengah-tengah ruang tamu, tepat di atas sofa letter L milik Akram, duduklah seseorang yang sama sekali tidak mereka duga.

Gadis itu mengenakan sweater krem yang manis, rambut panjangnya dikepang rapi ke samping. Sebuah paper bag kecil berlogo toko kue ternama tergeletak di pangkuannya.

Itu Sophia.

Sophia menatap lurus ke arah pintu masuk, matanya membelalak tak percaya. Mulutnya terbuka membentuk huruf O yang nyaris menyentuh dada. Ia melihat Almeera yang sedang mengangkat tangan ingin memukul Akram, dan Akram yang sedang menenteng tas ransel milik Almeera. Keduanya berjalan bersisian, pulang ke apartemen yang sama, di tengah malam buta.

"Almeera...?" Suara Sophia melengking, bergetar memecah keheningan apartemen yang mewah itu. "Akram...?"

Jantung Almeera seketika berhenti berdetak. Darah di sekujur tubuhnya terasa menguap. Kakinya yang tadi pegal kini mati rasa.

Di sebelahnya, tubuh tegap Akram membeku sempurna. Tas ransel di tangannya nyaris terlepas. Ia menatap Sophia dengan sorot mata horor yang tak bisa disembunyikan.

"S-Sophia...?" cicit Almeera dengan suara yang lebih mirip bisikan hantu.

Sophia berdiri dari sofa perlahan, matanya menatap bergantian ke arah Almeera, Akram, dan password digital di balik pintu yang baru saja mereka buka dengan mulus. Hidung tajam sang ratu gosip sekolah itu kembang kempis menahan emosi dan rasa terkejut yang luar biasa.

"Kalian berdua..." Sophia menelan ludah, menunjuk mereka dengan jari telunjuk yang gemetar. "Ngapain kalian pulang ke apartemen yang sama?! Dan kenapa Almeera tahu password apartemen lo, Kram?!"

Bencana yang sesungguhnya... baru saja dimulai.

1
Aidil Kenzie Zie
kok Shopia tau tentang Riwayat Bluetooth di Apartemennya mereka 🤔🤔kan dia bukan anak Osis🤔🤔🤔
Enz99
bagus
Aidil Kenzie Zie
kok bisa Shopia masuk ke apartemen mereka 🤔🤔
Moora: Jawabannya ada di bab selanjutnya 🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Reyhan gangguin aja 🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
maaf tor Almeera sama Akram kelas berapa y
Aidil Kenzie Zie: oalah kirain kls 12 jadi kan nggak perlu lama backstreet nya 🤣🤣🥰🥰
total 2 replies
Aidil Kenzie Zie
ngaku nggak ya🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
akhirnya semua kupu-kupu 🦋🦋 terbang dari jantung 💓💓 mereka 🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
dig dig dig dig apa Akram akhirnya keceplosan bilang kalau Almeera istrinya 🤔🤔🤔🤔🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
si mbak mantan sok berkuasa 😏😏
Aidil Kenzie Zie
si Mama gimana sih 😡😡 pengen hub anaknya terbongkar apa nggak sadar kalo Akram udah nikah dan tinggal disana sama istrinya 🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
si Shopia udah dibilangin nyokap Al ganti parfum loundry masih aja kepo🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
si mama kok ember sich 🤭🤭🤭
Dara Sari
blm menarik banget alur cerita nya masih sedikit kaku dan kurang greget...maaf yaa Thor sedikit keritik semoga BS lbh baik kedepannya...
Moora: Makasiih tapi loh ya koreksiny... "gue suka gaya lo". Hehe jdi pelajaran kedepanny buat aku... 😊 makasiih
total 1 replies
Khusnul Khotimah
💪💪baru baca lihat bab terakhir dulu KLO menarik lanjut
Aidil Kenzie Zie
udah ngaku aja lagi PDKT 🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
jantung mereka langsung dig dug dig dig🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
siap -siap makin panas dingin Akram
Aidil Kenzie Zie
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!