Dilarang Plagiat Karya Saya ‼️
Hidup sendirian berada di suatu pulau terpencil, kawasan tersebut sama sekali tidak pernah dikunjungi oleh manusia. Letaknya sangat jauh dan tidak diketahui, namun pada suatu hari seorang wanita cantik tersesat ketika dirinya healing sendirian.
"Merman? Bukannya merman itu hanya dalam mitos belaka? Hahaha, itu bukan merman!"
"Merman tidak mungkin ada dan mustahil jika muncul di dunia nyata! Mitos tetaplah mitos, dan tidak akan pernah menjadi nyata!"
"Hufh... aku salah melihat pasti!" Namun dugaannya salah, makhluk yang ia anggap mitos ternyata memang nyata.
"Ace..." Merman itu bergumam pelan.
"Hah? Kau mengatakan apa?" Dahi wanita itu mengernyit kebingungan.
"Ace... mm ngan igi!"
"....." Mengerjapkan mata dan terdiam membisu.
"Maksudnya?" Pikirnya wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xeynica_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saling Menyerang, Berdebat, Dan Belum Memaafkannya
"ARGH!" Seseorang berteriak keras, lalu memukul sesuatu di hadapannya.
PRANG
"Huh..huh..hah.." Nafasnya terengah-engah setelah kaca itu pecah, dari sela-selanya mengalir darah yang segar, dan menetes ke atas lantai.
Tes Tes Tes
"Aku memang saat dulu masih sekolah belum pernah mencintai pria manapun, tapi sekalinya sudah jatuh cinta! Maka aku tak akan membiarkan wanita lain merebut milikku!" Ujar Thienvra, sorot tatapan wanita itu tajam.
Dia tengah berada di ruang rahasia dimana disana terdapat kolam renang yang pernah digunakan oleh Chio, pria merman. Ya, memang kolam tersebut diposisikan di tempat tersembunyi, orang-orang tidak mengetahuinya selain ia sendiri, dan Chio.
Tangannya terangkat, tanpa sepengetahuannya muncul kekuatan lalu mengembalikan kaca yang tadinya pecah kini menjadi menyatu dengan utuh seperti semula.
"Aku akan membiarkan dia, kita lihat seberapa jauh batasannya!" Thienvra berkata.
Tangan yang berlumuran darah kian menghilang sendirinya.
***
Sedangkan di ruang tengah, Ryiemnthiuzt berjalan sambil membawa minuman kesana.
"Silakan diminum." Meletakkan minuman berbagai jus itu di karpet bulu.
Qierzaf melirik sekilas, merasa tenggorokannya haus, ia mengambil jus nanas.
"Kok rasanya? Huek..." Perutnya terasa mual setelah minum jus nanas, wanita itu beranjak lalu berlari tuk mencari kamar mandi.
Tersisa kekasihnya Thienvra, Chio, pria merman itu mengambil jus alpukat, yang telah dicampuri serbuk oleh Ryiemnthiuzt. Seketika wanita itu menyeringai tipis, batinnya bersorak gembira.
"Akhirnya, diminum juga!" Batin Ryiemnthiuzt.
Ia pun meminum jus apel, tatapannya tidak teralihkan dari pria merman itu.
"Ermm..." Chio bergumam sembari memegang kepalanya yang terasa pusing.
Pria merman itu bangkit, lalu Ryiemnthiuzt malah mengikutinya, dan langsung membawanya ke sebuah kamar.
Bruk
Ryiemnthiuzt mendorong Chio ke tempat tidur, pintu kamar dikunci dari dalam.
"Ahh..argh!" Chio menggeliat mirip cacing yang sedang kepanasan.
Saat Ryiemnthiuzt berusaha akan menyentuh Chio, tiba-tiba datangnya kehadiran Thienvra tanpa disadari olehnya, Thienvra berteleportasi.
Tinggal sedikit lagi, dengan segera Thienvra mencekik lehernya tanpa menyentuh.
"Aaagh..." Ryiemnthiuzt kesusahan bernafas.
Thienvra melangkah menuju ke arah mereka berdua, lalu menyingkirkan Ryiemnthiuzt dari atas tubuhnya Chio.
Bruk
Thienvra melempar jauh Ryiemnthiuzt, membalikkan badannya, dan kembali mencekiknya sampai kukunya menggores leher putih wanita itu.
"BERANINYA KAMU!" Cekikan dilepaskan, beralih menampar pipi Ryiemnthiuzt.
PLAK
Tamparannya begitu kencang, sehingga kepalanya menoleh ke samping.
"Berani katamu? Ya, aku harus berani lah! Kamu tidak berhak mempunyai pasangan seperti pria itu! Dia adalah milikku!" Ucap Ryiemnthiuzt.
Thienvra menyerang Ryiemnthiuzt, lawannya tidak terima, lantas menyerang balik.
Bruk
Thienvra terjatuh, namun ketika mau terbangun dari terbaringnya, Ryiemnthiuzt menginjak dadanya.
"KAMU HARUS MATI THIENVRA!" Ryiemnthiuzt berteriak.
Matanya dipejamkan lalu terbuka, sekuat tenaga Ryiemnthiuzt terpelanting keluar, pintu kamar itu bahkan sudah rusak karena serangan Thienvra.
Thienvra melakukan serangan bertubi-tubi terhadap Ryiemnthiuzt. Dari kejauhan Qierzaf yang habis dari kamar mandi, cepat berlari menuju keduanya.
"THIENVRA! BERHENTI!" Qierzaf menarik tubuh sahabatnya, namun dirinya terpental, dan terbatuk mengeluarkan darah sebab menubruk ke dinding batu.
Uhuk Uhuk
Thienvra melancarkan aksinya lagi.
Beberapa Menit Kemudian.....
Tampak Ryiemnthiuzt tidak sadarkan diri, dan perubahan Thienvra sangat tak dikenali, terlihat menyeramkan. Sedangkan Qierzaf, sahabatnya mendekatinya.
"Maafkan aku, Vra. Tad..." Perkataannya terhenti karena Thienvra mencekik lehernya.
Syet
"KAMU KENAPA TIDAK ADA DISISI CHIO, HAH? MEMBIARKAN DIA BERDUAAN BERSAMA DENGAN WANITA SIREN ITU!?" Teriak Thienvra.
Tanpa rasa kasihan Thienvra menjatuhkan Qierzaf, kesadaran wanita itu untungnya masih ada, dan bisa melihat kemarahan Thienvra.
"Maaf..." Qierzaf meminta maaf.
"Bawa wanita itu dari sini! CEPAT!" Titah tegasnya Thienvra.
"Ba...baik, Vra.." Qierzaf mematuhi perintahnya, perlahan bangkit, wanita itu membangunkan Ryiemnthiuzt, kemudian keduanya menghilang dari hadapannya.
"AARGHHHH!" Thienvra menjerit lantang sambil menjambak rambutnya.
Dari dalam kamar tadi, Chio keluar, dan menghampiri matenya.
"Sa...Sayang.." Panggil pria merman itu dengan suara lirih.
"....." Thienvra tidak berbicara, wanita itu menatap tajam Chio.
"Kamu mengapa bisa minum jus hijau itu?" Tapi sayangnya Chio terdiam.
"ERCHIAO ENMROCHA! JAWAB PERTANYAAKU! JANGAN DIAM SAJA!" Gertak Thienvra, seketika tubuhnya Chio menegang.
"Aku haus, Sayang, jadi aku meminumnya." Jawabnya pria merman itu.
"Tapi kamu bisa kan, tahan rasa haus!? Dan menungguku datang!" Balas Thienvra.
"Menunggumu lama sekali! Jadi aku minum minuman yang sudah wanita itu buatkan!" Bantahnya Chio.
"Oh, hahahahaha..." Thienvra tertawa.
"Intinya kamu lebih memilih minuman buatan wanita itu!? Dibandingkan minuman yang pernah aku buatkan untukmu! Oke, jika itu maumu. Aku tak kan lagi membuatkannya!" Dan Thienvra berbicara lagi.
"Mulai sekarang angkat kaki dari rumahku, dan silakan pergi!" Mendengar penuturan Thienvra, air mata menetes ke pipinya.
"Sayang...kumohon hiks jangan usir aku." Memeluk lututnya Thienvra, memohon supaya ia tak diusir dari rumah matenya.
"AKU TAK MEMBUTUHKANMU LAGI! ENYAHLAH DARI HADAPANKU!" Thienvra mendorong kasar pria merman itu.
Bruk
Chio terjatuh, lalu Thienvra berjalan menuju kamarnya, kemudian pria merman itu mengejarnya.
"Huh..." Thienvra duduk di tepi kasur.
Grep
Pelukan dari Chio mengejutkan dirinya, lantas ia meronta-ronta.
"Sayang..hiks maaf...maafkan Chio..hiks Chio salah..hiks tolong hiks...jangan buang Chio..hiks Chio nggak mau dibuang..." Thienvra menangis.
Tapi tidak memperdulikannya, Thienvra mendorong Chio, dan menampar pipinya sampai meninggalkan bekas.
PLAK
"JANGAN MEMELUKKU, SIALAN!" Thienvra berteriak di depan wajahnya Chio.
Wanita itu menjauhi Chio, tanpa diduga pria merman menerjang dirinya.
"APA YANG KAMU LAKUKAN, HAH!? MENYINGKIR DARI ATAS TUBUHKU SEKARANG JUGA!" Dan setelahnya terjadilah.
Menit Pun Telah Berlalu.....
"Hiks...hiks jangan buang Chio, Avy! Chio tidak ingin pergi dari sisi Avy! Chio pengen minuman buatan Avy! Hiks...Chio tidak akan lagi minum minuman dari wanita hiks lain selain Avy..." Pria merman itu terus menangis seraya memeluknya dari arah belakang, sementara Thienvra diam membisu namun air matanya mengalir tanpa menimbulkan suara.
"Hiks..Avy.." Lirihnya Chio.
"Chio tidak akan melepaskan pelukan ini sebelum Avy maafin hiks...Chio." Thienvra kembali bisa mendengarkan isi batinnya Chio.
***
Thienvra berhasil lepaskan diri dari pelukan eratnya Chio, saat ini Thienvra sedang merapikan kekacauan yang telah ia perbuat, dan Chio selalu membuntutinya kemana pun matenya pergi.
"Berhenti mengikutiku!" Kata Thienvra dengan tegas tanpa menatap Chio.
Lalu berjalan ke arah ruang rahasia, Chio tetap ikut kesana.
Sesampainya disana, langkahnya Thienvra berhenti lalu terjatuh tak sadarkan diri. Cepat berlari menuju matenya.
"Avy! BANGUN AVY!" Kondisinya Thienvra memprihatinkan, Cho melihat ada darah yang menetes dari kedua telapak tangan matenya.
Pria merman itu menggendong Thienvra, kemudian menceburkan diri ke kolam renang.
Byur
Air kolam berubah menjadi kemerahan, di dalam air Chio tetap memeluk matenya.