NovelToon NovelToon
Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:438.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aura Dwi

Kakak angkat ini bertemu setelah 10 tahun berpisah dengan adik angkatnya, bagaimana jadinya setelah pertemuan mereka tumbuh benih - benih cinta.
Lama kelamaan mereka menjalin hubungan backstreet sebagai kekasih bukan hubungan sebagai saudara tanpa diketahui oleh siapapun.

"Ini tidak benar Fer, apa yang kita lakukan salah...dan tidak seharusnya kita melakukan hal sejauh ini...."ucap Alya Putri Pratiwi dengan isak tangis dalam pelukan sang kekasih.

"Ststst....Cinta tidak pernah salah....dan apa yang kita lakukan atas dasar cinta tanpa adanya paksaan....i love you..." hibur Ferdi sang adik sekaligus kekasih Alya.

Hingga hubungan mereka terbongkar oleh orang tuanya. Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka harus berpisah atau cinta mereka semakin kuat tak terpisahkan?

Ayo baca terus agar tidak penasaran dengan kelanjutan hubungan mereka.

Ini karya pertamaku semoga dapat menghibur para pembaca dan dukung terus dengan like dan votenya ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penasaran

Adi dan Sandra sampai rumah sudah malam hampir jam 11 malam. Adi langsung memarkirkan mobilnya di depan rumah, begitu mobil berhenti Sandra masuk kedalam rumah dan dilihatnya beberapa lampu rumah sudah dimatikan menandakan bahwa semuanya sudah tidur.

Sandra berjalan keatas untuk melihat putra semata wayangnya, dibuka kamar Ferdi dengan pelan lalu masuk kedalam dan dilihat Ferdi sudah tidur dibalik selimutnya.

" Rupanya dia sudah tidur.." ujar Sandra pelan agar tidak membangunkan Ferdi.

Setelah melihat putranya sudah tidur Sandra keluar kamar dan turun menuju kamarnya sendiri. Didalam kamar dia melihat suaminya sudah berganti baju dan berbaring di kasur.

Dia langsung menuju kamar mandi dan berganti baju lalu ikut suaminya dan tidur sambil memeluk Adi.

Pagi harinya suasana begitu cerah Sandra sudah mempersiapkan sarapan untuk keluarganya, setelah itu dia pergi menuju ke kamar Ferdi untuk membangunkannya karna hari ini adalah ujian pertama untuknya agar tidak tergesa gesa berangkat ke sekolahnya.

" Sayang.... bangun..." Sandra membangunkan Ferdi dengan menggoyangkan tubuhnya agar cepat bangun karna terlihat Ferdi yang masih tidur dengan lelap.

" Hem...." Ferdi langsung terbangun dengan menggeliatkan tubuhnya.

" Cepet bangun dan siap siap hari ini ujian pertama kamu..." kata Sandra yang masih duduk dipinggir kasur.

" Iya mah.." jawab Ferdi dengan membuka matanya.

" Cepetan siap siap mama tunggu di meja makan!" perintah Sandra dan langsung berdiri dan keluar dari kamar Ferdi.

Biasanya Ferdi akan malas malasan untuk bersiap dan berangkat ke sekolah. Tapi tidak untuk sekarang dia langsung beranjak untuk bersiap siap, setelah selesai dan rapi dia langsung turun kebawah.

Dimeja makan sudah ada Sandra dan Adi tapi tidak dengan aAya karna memang Alya menginap dirumah orang tua Sandra. Dan Ferdi tidak tau menahu tentang itu semua, langsung duduk dikursi biasanya. Dan mereka langsung memulai sarapannya.

" Loh...tangan kamu kenapa sayang...!" terkejut melihat tangan Ferdi yang dibungkus sedikit perban dan langsung duduk disebelah Ferdi dan memegang tangan kanan Ferdi yang terluka akibat pecahan gelas. Adi hanya melihat tanpa banyak bertanya.

" Gak pa pa mah....cuma luka gores sedikit...kemarin terkena pecahan kaca..." manarik tangannya.

" Sudah diganti perbannya...?" tanya Sandra masih penasaran.

" Sudah mah...tadi sudah aku ganti sendiri habis mandi..." jawabnya.

Sandra berpindah lagi ketempat duduknya semula dan mereka melanjutkan makannya.

" Dia dimana mah..? kok gak ikut sarapan..?" tanya Ferdi yang tidak melihat Alya.

" Dia siapa..?" Sandra balik bertanya.

" Alya mah.....!" Ferdi menjawab dengan malas mamanya masih aja belum mengerti.

" Oh kakak kamu, dia menginap dirumah oma selama kuliahnya belum masuk..."

" Uhuk.... uhuk...." Ferdi tersedak terkejut mendengar ucapan mamanya yang mengatakan kalo Alya menginap dirumah oma selama liburan.

" Kamu kenapa sayang..." langsung menyodorkan air putih untuk Ferdi dan langsung meminumnya.

" Gak pa pa mah..." lalu melanjutkan makannya.

Selesai sarapan Ferdi berangkat duluan agar dijalanan tidak macet dan tidak terlambat sampai di sekolahan.

" Ferdi berangkat dulu pa.. ma..." pamornya.

" Hati hati dijalan, kerjakan yang bener jangan sampai kamu tinggal kelas..." mama menasehati.

" Hemmm..." Ferdi menggnagukkan kepalanya mengerti.

Dia langsung beranjak keluar rumah dan berangkat sekolah.

" Kenapa dia tiba tiba menginap dirumah oma.." bertanya dan bingung berbicara sendiri sambil menyetir.

" Ah...sudahlah bagus dia tidak tinggal dirumah dalam waktu lama..." sudut bibir sebelahnya terangkat tersenyum senang.

Setelah perjalanan selama setengah jam Ferdi sudah sampai di sekolah dan langsung memarkirkan mobilnya, dan terlihat sahabatnya juga sudah datang semua. Dia langsung turun dan langsung ditodong banyak pertanyaan sama mereka.

" Kemaren lo kemana...?" tanya Roni begitu dilihatnya Ferdi berjalan kearah mereka.

" Lo pasti check in ya sama Alya...?" Bian menimpali pertanyaan Roni dengan cengiran dibibirnya.

" Kalo mau pulang atau check in bilang dong..! kita kebingungan nyariin lo...apalagi Clara dia sampek marah sama kita...!!" kata Beni yang sedikit kesal dengan sikap sahabatnya yang satu itu.

" Bukan urusan kalian...!" jawab Ferdi setelah mengetahui kegelisahan sahabatnya, dengan sedikit berteriak karna dia sendiri juga kesal.

" Apa iya Alya cewek yang mau diajak check in juga...?" Roni penasaran dengan Alya.

" Jaga bicara lo...!! dia bukan cewek kayak gitu...!! emosinya meluap dengan mata menatap tajam begitu mendengar ucapan Roni.

" Tenang broo... gue kan cuman tanya..?" Roni berusaha meredam amarah Ferdi.

" Sudah...yuk kita masuk ntar kita telat lagi masuk kelas.." ajak Beni.

" Nanti sepulang sekolah kita ngobrol lagi.... hari ini pertama kita ujian jadi kalian harus fokus dulu mengerjakan..." kata Beni menasehati sahabatnya karna diantara keempat cowok itu Beni yang memiliki otak encer dan bersikap dewasa diantara mereka.

Mereka mengiyakan dan berjalan menuju kelasnya. Lalu mereka masuk ke kelas dan langsung mencari tempat duduknya masing masing sesuai dengan nomer ujiannya.

Ujian pertama hari itu berjalan dengan lancar, Ferdi bisa mengerjakan semua meskipun ada sedikit kendala yang dia tidak mengerti.

Setelah ujian selesai semua siswa berhamburan keluar kelas untuk pulang, begitu juga keempat cowok terpopuler di sekolahan tersebut juga pulang setelah dirasa semua siswa sudah pulang semua.

Mereka berjalan menuju parkiran sambil berbincang.

" Gue masih penasaran... beneran lo gak ngajakin Alya check in di hotel..?" Roni masih saja penasaran.

" Huuuh..." menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil menggelengkan kepalanya.

" Iya... kita kan penasaran, lo sama Alya pergi gak pamitan..." kata Bian.

" Biasanya kalo lo pergi tanpa pamit pasti check in ke hotel..." lanjutnya.

" Beneran lo sama Alya gak check in...?" Beni berusaha bertanya dengan suara pekannya.

" Kagak...gue nganterin Alya pulang, dia takut dimarahin kalo pulang terlalu malam...." memberikan alasan yang tepat agar mereka tidak banyak bertanya lagi.

" Syukur deh... kalo sampek iya...heh kasian Alya..." Bian mengelus dadanya lega.

" Ceh... kalo gue ajak Alya check in apa salahnya..?" berdecih dan bertanya balik dengan mengerutkan alisnya bingung

" Ya karna kita lihat Alya itu cewek baik baik, jadi kita takutnya lo manfaatin dia..." jawab Roni.

" Ck..Lo kira gue cowok apaan...?" berdecak kesal.

" Semua orang juga tau kali kalo kita itu... bad boy...hahaha..." timpal Bian denga tertawa hingga semua temannya ikut tertawa mendengar ucapannya.

Memang mereka berempat termasuk cowok yang bad boy, bahkan mereka sudah sering juga melakukan one night stand dengan cewek cewek yang mereka mau. Dan pastinya semua cewek bersedia menjadi teman semalam mereka dengan senang hati karna selain mereka tampan, duitny juga akan mengalir begitu saja jika mau berkencan dengan mereka.

" Tangan lo kenapa diperban...?" tanya Beni yang sedari tadi banyak diamnya.

" Gak pa pa cuma kena pecahan gelas.."

Mereka telah sampai diparkiran dan masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah mereka masing masing.

1
Atoen Bumz Bums
knapa aq gak nampak fotonya
Yuskar XI RPL A
buset dah 1 chapter isinya saling peluk pelukan, cuman ditinggal keluar negeri bukan meningggal asw
Suharti Ristie: ini juga komen pake urat
total 1 replies
Novie Louretta
mampir...awalnya karena tertarik dengan judulnya☺
imafe
tuh kan bener ,papa adi cmn ngeprank para readers biar pada dag dig dug😁
eh tunggu2 kok ada nama tiara yg sllu disebut oleh author🤔
imafe
jeng jeng jeng
imafe
mereka yg ngungkapin perasaannya aku yg senyum2 sendiri 🙊🙈
imafe
😭😭😭😭😭😭
imafe
dilraba dilmurat emang the best
bunda azgha
penasaran kenapa alya punya orang tua angkat.
💝💝Nana💝💝
meluncur tho
💝💝Nana💝💝
kok udah tamat aja Thor, ditunggu novel kelanjutannya ya Thor terus semangat
lindafuja
yah kok tamat thor
Riagibran
lanjut thor
💝💝Nana💝💝
akhirnya yang ditunggu-tunggu up juga
Yanuaries kaifer
semoga gak ada pelakor dan pebinor thor aku paling gak suka yang namanya pealor
lindafuja
sehat sll y thor semangat
Pertiwi Tiwi
Perry lm km bucin akut
Pertiwi Tiwi
biar klenger tu si Adi di tinggal istri sama anakya
Pertiwi Tiwi
wah jahat km papa adi
Pertiwi Tiwi
dosa org tua kalau sampe mereka di pisahkan.apalagi mereka sudah bobok bareng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!