NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Arumi

Jeritan Hati Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“ Hidup itu harus di jalani saja ”


Perkataan itu. Membekas di telingaku suara hangat nenek yang memberitahu ku bahwa hidup harus ku jalani dengan ikhlas


Namun waktu cepat berjalan, sehingga aku muak dengan perkataan seperti itu bagi mereka seorang gadis yang tidak berkecukupan harus di perilaku kan berbeda karena dia tidak mampu untuk apapun.



Terkadang kita lelah untuk menjadi orang yang baik, entahlah aku hanya letih menjadi seorang wanita yang baik dan di pandang sebelah mata sama semua orang.





— Jeritan Hati Arumi —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17 Sesak

" Kamu sedang apa disini? " Tanya Laila ia menaruh dupa yang masih menyala itu, ke meja yang dimana ada beberapa sesajen yang Arumi ketahui. Kalau itu adalah sesajen

" Mama kenapa mama lakukan ini?, kenapa mama menyembah yang bukan tuhan? " Cecar Arumi dadanya terasa sesak sekali kala melihat sang mama mertua yang ia percaya, kini berbeda Laila tersenyum miring mendengarnya

" Kamu mau tanya kenapa, saya melakukan ini semua Arumi? " Kata Laila tatapannya menggelap penuh kebencian menatap Arumi, gadis itu menggeleng kan kepalanya menatap Laila dengan mata tidak percaya.

" Ma, sadar ma ini musyrik! " Peringat Arumi

" Ini semua karena ibumu Arumi! " Pekik Laila memecahkan keheningan yang tercipta.

Arumi bergetar matanya memerah, tak kuasa menahan air mata yang menyiksa nya — tatapan matanya lurus ke Laila dahinya berkerut tajam. " Maksud mama apa? " Tanya Arumi terbata-bata

" Andai waktu itu, ibu mu tidak merebut — kebahagiaan kami.. Mungkin sekarang Adrian akan bahagia " Ungkap Laila ia tertawa sinis

" Maksud mama apa? " Tanya Arumi. Laila maju beberapa langkah membuat Arumi tidak kuasa bergetar kakinya, tangan Laila mengangkat dagu gadis itu tatapan keduanya bertemu — Arumi bisa melihat tatapan kebencian di manik sang mertua

" Ibu mu perusak rumah tanggaku! " Ungkap Laila dengan suara penuh kebencian ia menepis pipi Arumi hingga pipi itu mengarah ke arah lain.

" Maksud mama? " Tanya Arumi air mata mengalir di kedua matanya, ia tidak percaya apa yang ia alami saat ini.

" Saat aku mengandung Adrian, usia kandungan ku Lima bulan — ibu mu yang pel*cur itu hamil anak suami ku! " Ungkap Laila

Jleder!!

Hati Arumi retak mendengar perkataan Laila, yang sulit ia terima Arumi menggeleng kan kepalanya tangannya terangkat menutupi kedua telinganya. Tatapannya kosong

" Ibu mu adalah seorang penggoda, yang menggoda suamiku — di masa lalu saat suami ku sedang mengerjakan proyek di desanya. " Jelas Laila dengan suara serak

" Mama bohong! " Kilah Arumi

Laila menatap Arumi, tangannya mencengkram erat rahang Arumi hingga sebuah sayatan terlihat jelas di wajah tersebut karena kuku Laila yang tajam.

" Wajahmu itu seperti dia pelacur!, karena kamu — anakku harus tumbuh tanpa ayah!. Karena kehadiran mu ARUMI! " Hardik Laila

" Ma, aku benar-benar ngga tahu! "

𝘉𝘳𝘶𝘬!

Laila mendorong tubuh ringkih itu, hingga terjatuh di dinginnya lantai loteng — Laila menatap Arumi seolah dirinya adalah manusia yang begitu menjijikan.

" Ka-lau misalnya, aku anak yang mama benci kenapa mama merestukan aku dan abang Adrian? " Tanya Arumi dengan suara parau

" Karena kamu hanyalah tumbal kami Arumi, kamu akan kami tumbalkan kepada Jin yang membuat kami kaya! " Kata Laila Arumi menggeleng kan kepalanya. Ia bangkit tatapan nya menusuk ke Laila

" Aku tidak bersalah!, aku hanya anak yang ngga pernah minta di lahirkan dengan cara yang salah!. Apapun kesalahan orangtua ku hingga aku berakhir terlahir di dunia ini.. " Arumi menjeda perkataan nya, bibirnya bergetar hebat " Tidak ada sangkut pautnya dengan ku! " Lanjut Arumi ia berlalu begitu saja. Laila tertawa nyaring mengisi kesunyian di loteng tersebut

" Kamu ngga akan selamat! " Gumam Laila ia menatap meja yang berisi sesajen dan sebuah foto seorang gadis.

" Datangilah dia, mintalah dia untuk memuaskan dahaga mu. Rajaku " Kata tersebut terdengar nyaring di loteng itu — yang hanya di huni oleh Laila seorang.

1
Emily
lanjut thour
Emily
curiga samudra itu arwah
bidadari: 🙂🙂 baca terus ya ka
total 1 replies
Emily
laila pemuja syaiton
Emily
wah udah murtadkah keluarga adrian
Emily
Innalillahi wainnailaihi rojiun ya thour
Emily
kenapa obatnya gak disimpan di saku malah di tenteng tenteng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!