NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN CINTA

BERMAIN API DENGAN CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Obsesi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Bagi Cinta (24 tahun), moralitas tidak ada harganya jika dibandingkan dengan uang. Menggunakan paras cantik dan tubuh indahnya, penipu ulung ini selalu berhasil meloloskan diri setelah mengeruk harta korbannya.

Hingga suatu hari, sebuah tawaran senilai 10 Miliar Rupiah datang dari Nyonya Valen, seorang wanita kalangan elit. Misinya terdengar mudah: goda Tuan Maxim, jadilah selingkuhannya, dan buat pria itu setuju untuk bercerai.

Cinta mengira ini hanyalah pekerjaan biasa di mana dia yang memegang kendali penuh sebagai pemburu. Namun, dia keliru. Begitu terjebak di dalam mansion mewah Maxim, Cinta baru menyadari bahwa dia bukan sedang memburu, melainkan sedang masuk ke dalam sangkar emas. Nyonya Valen tidak sedang menyewanya, melainkan menumbalkannya untuk melepaskan diri dari jeratan seorang pria posesif yang sangat berbahaya.

Ketika semua jalan keluar telah tertutup, akankah Cinta berhasil meloloskan diri, atau justru terbakar oleh api permainan yang dia nyalakan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERMAIN API DENGAN CINTA Bab 27: Bayang-Bayang Sang Penguasa

BERMAIN API DENGAN CINTA

Bab 27: Bayang-Bayang Sang Penguasa

Brak!

Suara pintu kayu mahoni yang ditutup dengan ketukan jemawa oleh Cinta bergema keras, menyisakan keheningan yang teramat pekat di dalam ruangan CEO yang luas. Tuan Maxim masih duduk mematung di kursi eksekutif pualamnya. Napas pria berusia dua puluh enam tahun itu memburu hebat, dadanya naik-turun dengan cepat mencoba meredam gejolak panas yang membakar seluruh saraf di tubuhnya.

Kedua tangan kekarnya mencengkeram erat sandaran tangan kursi hingga buku-buku jarinya memutih dan urat-urat di lengannya menegang kencang. Sepasang mata hitam Maxim menggelap total, menatap nanar ke arah pintu yang kini sudah kosong. Siksaan manis dari jemari nakal Cinta yang mendadak ditarik rem di detik-detik krusial murni menghantam harga diri dan sisa kewarasannya hingga hancur berkeping-keping.

"Berani sekali kamu mempermainkanku sampai seperti ini, Cinta..." desis Maxim dengan suara bariton yang sangat rendah, berat, dan bergetar menahan amarah frustrasi yang luar biasa pekat.

Sifat gila kendali dan obsesi posesif Maxim yang sejak subuh kemarin dia tahan, kini melesat melampaui batas kewarasan. Kalimat Cinta yang menolak lembur karena 'sudah ada janji penting dengan seseorang malam ini' terus terngiang-ngiang mengejek di dalam kepalanya. Pikiran Maxim langsung berputar liar ke jalur yang berbahaya. Janji dengan siapa? Bajingan mana lagi yang berani menemuinya malam ini? Rudi? Atau ada pria lain di luar sana yang tidak kuketahui? Gumpalan rasa tidak rela yang amat pekat membakar habis sisa kesabaran sang penguasa bisnis.

Maxim meraih ponsel pribadi dari saku jasnya dengan sentakan emosi yang kasar. Dia mengetuk layar dengan cepat, menghubungi nomor komandan tim pengawal pribadinya yang selalu bersiaga di lantai bawah.

"Ikuti sekretaris pribadiku sekarang juga," perintah Maxim mutlak tanpa basa-basi, suaranya terdengar amat dingin, datar, dan mematikan. "Laporkan ke mana pun dia pergi, dengan siapa dia bertemu, dan apa saja yang dia lakukan malam ini. Jangan sampai kehilangan jejaknya satu detik pun."

Setelah memutus panggilan, Maxim bersandar pada kursinya, menyugar rambut hitamnya yang berantakan dengan frustrasi. Dia melirik ke arah tumpukan berkas di mejanya dengan pandangan muak. Malam ini, dia tidak akan bisa fokus mengerjakan dokumen apa pun sebelum dia tahu dengan pasti siapa pria yang dimaksud oleh Cinta.

Sementara itu, Cinta melangkah keluar dari lobi gedung Kencana Property Group dengan senyuman miring yang penuh kepuasan kemenangan tersungging di bibir merah menyalanya. Angin malam yang dingin berembus menerpa wajah cantiknya, perlahan meredakan desiran panas yang sempat membakar dadanya saat duduk di pangkuan Maxim tadi.

Janji penting dengan seseorang yang dia katakan pada Maxim murni hanyalah sebuah kebohongan besar yang dia karang secepat kilat untuk menghancurkan pertahanan mental sang bos. Cinta tahu betul, tidak ada cara yang lebih efektif untuk menjerat pria posesif gila kendali seperti Maxim selain dengan memberikan harapan palsu lalu menghempaskan egonya ke titik terendah.

Rasakan itu, Tuan Maxim yang terhormat, batin Cinta bersorak girang penuh intrik sembari melambaikan tangan memanggil taksi. Kamu sudah mendorongku di koridor dan menceramahiku tentang profesionalisme di pantri. Sekarang, giliranmu yang harus tersiksa menahan gairah sendirian di dalam ruanganmu yang dingin. Istrimu mengira aku hanya penipu rendahan, tapi sebentar lagi, akulah yang akan memegang tali kekang atas seluruh hidupmu.

Cinta memutuskan untuk tidak langsung pulang ke apartemennya. Kemenangan psikologis yang sangat telak malam ini harus dia nikmati dengan santai. Dia menyuruh sopir taksi untuk membawanya ke sebuah kafe lounge mewah bertema klasik di pusat kota, tempat yang tenang di mana dia bisa menyesap segelas anggur berkualitas sembari menyusun taktik berikutnya untuk mempercepat penyelesaian misi sepuluh miliar dari Valen.

Cinta duduk di sudut kafe yang temaram, menikmati lantunan musik jazz yang mengalir lambat. Namun, saat dia sedang duduk santai menikmati anggur merah yang baru saja dia pesan, sebuah bayangan mendadak berdiri di depan mejanya, memutus ketenangannya.

Byurr!

Cinta terpekik kaget saat sebuah cairan dingin beraroma manis mendadak menyiram kasar wajah, rambut, hingga kemeja sutra putih gadingnya. Anggur di dalam gelasnya berguncang, dan cairan dari luar kini membasahi tubuhnya hingga kemejanya menempel ketat di kulit.

Cinta menyugar rambutnya yang basah ke belakang dengan cepat, matanya berkilat murka saat mendongak untuk melihat siapa pelakunya. Di hadapannya, berdiri seorang wanita muda yang usianya tidak jauh berbeda darinya. Wajah wanita itu tampak merah padam dipenuhi kemarahan yang luar biasa, memegang gelas kosong yang baru saja dia gunakan untuk menyiram Cinta.

Wanita itu adalah salah satu korban Cinta di masa lalu. Dulu, Cinta pernah dibayar mahal oleh seorang pria kaya untuk menyamar menjadi pacar bayarannya. Tujuannya adalah agar pria itu memiliki alasan kuat untuk membatalkan pernikahan kontrak yang diatur sepihak dengan wanita di hadapannya ini. Dan hari ini, takdir mempertemukan mereka kembali.

"Dasar jalang! Akhirnya aku menemukanmu di sini!" maki wanita itu dengan suara lantang yang seketika memotong alunan musik jazz, menarik perhatian seluruh pengunjung kafe. Dia menunjuk wajah Cinta dengan jarinya yang bergetar. "Lihat wanita ini! Dia adalah wanita penggoda! Wanita murahan yang suka menghancurkan hubungan orang lain demi uang!"

Mendengar makian lantang itu, harga diri Cinta rasanya diinjak-injak di depan umum. Namun sebelum Cinta sempat bangkit berdiri untuk membalas, wanita itu ternyata tidak datang sendiri. Tiga orang teman wanitanya yang berbadan cukup besar langsung melangkah maju, mengepung meja sudut Cinta dan memberikan tatapan mengancam.

"Malam ini, kami akan memberikanmu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan, dasar pelacur rendahan!" seru wanita itu lagi, siap melayangkan tangannya untuk menyerang Cinta secara fisik.

Cinta mengepalkan tangannya kuat-kuat di bawah meja, tubuhnya menegang kencang dikepung oleh empat wanita yang siap mengeroyoknya.

Di saat yang sama, Cinta sama sekali tidak pernah menyadari bahwa di seberang jalan, dua pengawal pribadi kepercayaan Maxim yang sedang mengarahkan lensa kamera jarak jauh langsung panik setengah mati melihat sekretaris bos mereka diserang. Mereka dengan cepat menekan tombol kirim laporan visual darurat secara langsung dan real-time ke ponsel genggam milik sang CEO.

Di dalam ruangannya, begitu Maxim membuka foto-foto siaran langsung yang memperlihatkan tubuh Cinta basah kuyup disiram dan wajah cantiknya dikepung oleh sekelompok orang, gumpalan amarah iblis gila kendali di dalam dadanya langsung meledak hebat tanpa sisa. Rahang kokoh Maxim mengeras sempurna dengan urat-urat leher yang menegang kencang. Sifat posesif ekstrimnya tersulut ke titik paling berbahaya; miliknya baru saja dihina dan dilukai lagi di luar pengawasannya.

"Bajingan..." desis Maxim dengan suara bariton yang amat rendah, pekat, dan mengandung aura membunuh yang mengerikan.

Pria itu menyambar jas biru dongkernya, melangkah secepat kilat keluar dari ruangan CEO menuju lift eksekutif. Sang serigala kini telah benar-benar lepas dari talinya, siap meluncur membelah malam dengan kecepatan penuh untuk melumat siapa saja yang berani menyentuh seujung kuku dari wanita yang berada di dalam sangkar emasnya.

1
Lea
bagus GK ngebosenin ceritanya
Lea
lanjut
Lea
bagus..lanjut
Meysha Talitha Putri
bagus
Park ha: makasih 😍🙏🙏
total 1 replies
Fauzianurul 08
cepat² up yaaa
Park ha: 🤭🤭 aku usahain 2 bab sehari kak... gimnaa pendapat ceritanya? kalau berkenan kasih pendapat...
total 1 replies
the virtuso
izin mampir
Park ha: makasih udah mampir🙏🙏😍
total 1 replies
Abid Din
kak CPT update
Park ha: ok siap...tbw jangan lupa like kasih ulasan kritik saran... makasih😍🙏
total 1 replies
falea sezi
q kirim hadiah lanjut banyak thor
falea sezi
lanjutt
Park ha
moga suka wkkwkwk
falea sezi
nyimakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!