NovelToon NovelToon
Rahasia Perjodohan Anak SMA

Rahasia Perjodohan Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Teen
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

"Apa kita berdua dijodohkan!" Celia dan Alfian sama-sama terpeki kaget ketika orang tua mereka merencanakan Perjodohan di masa muda mereka.
"Benar sekali," sahut Darius.
"Ini tidak masuk akal. Pa, kami berdua masih sekolah dan bahkan kami tidak akrab," sahut Alfian.
"Tenanglah Alfian, justru perjodohan ini akan membuat kalian akrab dan belajar untuk menuju hidup di masa depan," aahhh Darius.

Alfian dan Celia benar-benar tidak menyangka bahwa mereka akan dijodohkan, mereka sudah mencoba untuk protes, tetapi para orang tua itu menginginkan hubungan mereka diikat dalam ikatan pertunangan.
Alfian dan Celia saling bertukar cincin sebagai ikatan diantara mereka berdua jika ada hubungan spesial yang tidak akan terpisahkan oleh apapun.

Raut wajah Alfian dan Celia terlihat murung, tidak memiliki pilihan selain menuruti permintaan orang-orang dewasa.
Celia terpaksa melakukannya agar memiliki akses lebih luas untuk bisa sekolah di luar negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6 Bertemu Dalam Kaget

"Di jodohin!" pekik Chika dan Chaca secara serentak dengan keduanya benar-benar kaget yang membuat Celia panik dan menutup mulut kedua temannya itu saat mereka berada di kantin sekolah.

"Shuttt!" Celia berusaha untuk mendiamkan temannya itu saat perhatian murid-murid di sekolah tertuju pada mereka.

"Kalian berdua jangan berisik!" tegas Celia.

"Benar kamu di jodohin?" tanya Chika dan Chaca secara serentak memastikan.

"Ya, kalian berdua tahu tidak aku dijodohkan dengan siapa," ucap Celia.

"Siapa?" tanya Chika.

"Dari SMA Bintang. Rafa," jawab Celia dengan percaya diri.

"Benarkah," sahut Chika dan Chaca serentak dan suara mereka kembali mencuri perhatian murid-murid SMA tersebut.

"Shutt!" sahut Celia kembali memperingati temannya itu.

"Oke-oke sorry, sorry, sekarang jelaskan ke kita berdua apa yang terjadi sebenarnya dan kenapa kamu tiba-tiba saja dijodohkan dengan anak SMA bintang dan terlebih lagi orang yang dijodohkan kepada kamu idolaku," sahut Chika.

Celia tampak serius menceritakan kepada teman-temannya apa yang telah terjadi dan bagaimana perjodohan itu dimulai. Chika dan Chaca terlihat mendengarkan sangat serius dengan kepala mereka saling mengangguk-anggukkan.

"What, jadi kesimpulannya kamu menerima Perjodohan ini karena kamu ingin mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri?" tebak Chika.

"Benar," sahut Celia.

"Dan kamu juga akan pindah sekolah?" tanya Chaca.

"Dengan terpaksa," jawab Celia.

"Ya, kita tidak akan ketemu lagi dong, kita berdua akan kesepian karena sudah tidak ada kamu," sahut Chaca dengan raut wajahnya yang tampak sedih.

"Ihhhh, jangan terlalu lebay Chaca, aku juga pindah ke sekolah yang hanya beberapa langkah dari sekolah kita, kita masih bisa ketemu masih bisa main dan bahkan pulang sekolah secara bersamaan, aku hanya pindah ke sekolah itu kita tidak akan ada yang berubah dalam persahabatan kita!" tegas Celia.

"Benarkah kamu tidak akan berubah meski sudah menjadi bagian dari mu SMA Bintang?" tanyanya.

"Tidak akan berubah, kalian berdua tetap sahabatku, kita akan terus main bersama dan ingat kita memiliki impian yang tinggi dan tetap istiqomah dalam belajar menjadi gadis remaja yang patuh dan taat pada agama," ucap Celia.

"Ya, kita bertiga akan selalu bersama dan saling bersama," sahut Chaca dan kemudian mereka bertiga saling berpelukan dengan hangat.

******

Hari Minggu Celia terlihat sudah cantik menggunakan blus berwarna biru dan dipadukan dengan rok berwarna pink, hijabnya juga senada dengan blouse yang dia kenakan.

"Aduh, anak bunda satu-satunya sudah cantik pagi-pagi seperti ini, sudah tidak sabar ya bertemu dengan calon suami!" goda Bunda.

"Isss, Bunda," sahut Celia malu-malu.

"Sudah sebaiknya sekarang kita langsung saja pergi, nanti keluarga Om Angga menunggu," sahut Darius.

"Baik Om," sahut Celia menggandeng lengan Ratih dengan keduanya akhirnya meninggalkan rumah.

Celia bersama dengan keluarganya sengaja dijemput menggunakan mobil mewah, tidak lama akhirnya mobil itu berhenti di depan rumah mewah berlantai dua dengan bangunan klasik Eropa layaknya seperti istana.

Celia keluar dari mobil dengan kepala berkeliling melihat luasnya pekarangan rumah tersebut dan belum lagi bangunan rumah itu benar-benar sangat mewah.

"Wau, rumah teman Om benar-benar besar, Om ternyata punya teman orang kaya," ucap Celia.

"Kamu ini bisa aja, ayo!" ajak Darius.

Ketiganya menaiki anak tangga menuju pintu utama dari rumah tersebut dan belum sempat mereka mengetuk pintu-pintu itu sudah dibuka terlihat pasangan suami istri Angga dan Mawar istrinya.

"Assalamualaikum!" sapa Darius.

"Walaikum salam," sahut Angga dan Mawar secara bersamaan dan terlihat Angga berpelukan dengan Darius dan begitu juga dengan Mawar dan Ratih.

Tampak terlihat basi-basi keempat orang dewasa tersebut dan Celia masih sibuk memperhatikan rumah tersebut.

"Celia ayo di salim!" titah Darius.

Celia menganggukkan kepala dan kemudian dengan cepat mencium punggung tangan Angga dan Ratih.

"Ini Celia, Masyallah kamu semakin cantik," puji Angga membuat Celia malu-malu.

"Ayo kita masuk. Mbak!" ajak Mawar membuat mereka menganggukkan kepala dan kemudian terlihat Darius bersama dengan Sekar memasuki rumah sembari mengobrol kecil menuju ruang tamu dan sementara Celia baru saja melangkah memasuki rumah tersebut.

"Gila rumahnya besar sekali, aku harus mengabadikan foto dan mengirim kepada Chaca dan Chika," Celia tiba-tiba saja punya ide mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.

Ketika layar kamera sudah hidup dan tiba-tiba saja Celia kaget saat yang terdapat dalam layer ponsel tersebut ternyata Alfian membuat matanya melotot, Celia menjauhkan ponselnya untuk memastikan apakah benar yang dia lihat.

"Ada undang-undangnya ketika seseorang dengan lancang memotret ke rumah pribadi seseorang," ucap Alfian.

"Ka_ kamu!" pekik Celia benar-benar kaget.

"Kenapa lo ada di sini?" tanya Celia

"Seharusnya gue yang nanya sama lo, kenapa lo ada di rumah gue," ucap Alfian.

"Hah rumah," sahut Celia dengan dahi mengkerut.

"Jadi kalian berdua sudah saling mengenal," keduanya menoleh ke arah orang yang berbicara tersebut yang tak lain adalah Angga.

"Alhamdulillah jika kalian berdua pada saling mengenal dan artinya akan mempermudah untuk melanjutkan Perjodohan kalian," sahut Mawar.

"Perjodohan!" pekik Celia benar-benar schok.

Sementara Alfian seperti biasa hanya memperlihatkan ekspresi datar dan mungkin saja dia sudah tahu wanita yang mana dijodohkan dengannya.

"Apa-apaan ini," Celia menjadi panik dan keduanya kembali saling melihat satu sama lain dan terlihat ada tatapan persaingan di antara mereka.

*****

Celia dan Alfian berjalan secara berdampingan dengan kedua tangan Alfian dimasukkan ke dalam saku celananya.

"Lo jangan kegeeran ya, gue menerima perjodohan ini, karena gue nggak punya pilihan lain, gue tidak ingin dikirim ke Luar Negeri!" tegas Alfian.

"Yang adanya elu yang jangan kepedean, gue juga kalau tahu orang yang dijodohi itu adalah elu, gue juga bakal nolak dan meski hanya itu cara satu-satunya agar gue bisa kuliah di luar negeri!" sahut Celia tidak mau kalah menekankan pada Alfian.

"Jadi lo terima Perjodohan ini karena ingin kuliah di luar negeri?" tanya Alfian.

"Ya," jawab Celia.

"Gue justru kebalikannya, menerima Perjodohan ini karena tidak ingin dikirim ke luar negeri," sahut Alfian menghentikan langkahnya dan Celia.

"Itu karena elu orang yang tidak tahu bersyukur," sahut Celia.

"Jangan sembarangan menjudge seseorang jika belum mengenalnya dengan baik!" tegas Alfian.

"Sayangnya gue tidak tertarik untuk mengenal lo lebih dalam lagi," jawab Celia.

"Hah!" Alfian mendengus kasar mendengarnya.

"Oke, kita berdua sama-sama mendapatkan keuntungan dari Perjodohan ini dan sudah pasti juga ada kerugian dalam perjodohan ini, tetapi ingat ini hanya kesepakatan dari orang tua kita, kita berdua tidak akan terjadi apapun dan tidak akan ada hubungan apa-apa dan ingat jangan sampai ada yang tahu tentang Perjodohan ini!" tegas Alfian.

"Nggak perlu mengingatkan tentang hal itu, gue juga tidak tertarik dan justru malu jika harus mengatakan kepada orang lain," sahut Celia.

"Awas saja jika sampai perjodohan ini bocor dan artinya lo yang harus bertanggung jawab!" tegas Alfian.

"Enak aja," sahut Celia.

"Kita pegang tanggung jawab masing-masing dan tidak ada saling suka diantara kita!" tegas Alfian.

"Heh Alfian, lo sejak tadi benar-benar sok kegantengan, nggak ada juga yang bakal naksir sama orang kayak elu, amit-amit!" tegas Celia sampai memukul-mukul kepalanya.

"Kita lihat aja nanti," sahut Alfian dengan menantang dan keduanya kembali saling menatap.

Bersambung ...

1
Alex
cie...
Japa Yipo
yang kelihatan sempurna blm tentu benar menurut orang yang jalanin🙃 ya memandang sesuatu Jang hanya satu cara saja
Emi Sudiarni
mantap kak
Emi Sudiarni
bgus, kak snang bca klw membuat novel. tentang. sma atau khidupan di kampus
Enz99
bagus
Oma Gavin
ortu egois yg ada valery gila
Herman Lim
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!