NovelToon NovelToon
Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengacara

Han, apa kamu butuh pengacara? Jika kamu mau pengacara aku bisa mengenalkan kamu sama suami kakakku. Dia seorang pengacara yang sudah malang melintang."Tanya Aldo saat baru saja selesai meeting.

Aldo, Hana dan Vera baru saja selesai meeting dengan beberapa kepala devisi. Saat yang lainnya sudah keluar ruangan, Aldo memberanikan dirinya untuk menanyakan soal pengacara. Aldo tahu bagaimana licinya Dimas dan ibu Sundari, tentunya Aldo tahu semua itu dari Vera simulut ember. Biarpun mulut nya ember, dia juga tidak sembarangan mau bercerita dengan orang lain.

Untuk saat ini, Hana memang belum memikirkan soal pengacara. Dia beranggapan jika dia bisa menyelesaikan masalah perceraiannya tanpa memakai jasa pengacara. Bukan hanya Aldo, Farhan sang kakak pun menawarkan Hana untuk memakai pengacara. Sebab yang dihadapinya adalah benalu yang sudah tidak punya urat malu lagi.

" Apa perlu pakai pengacara, Do? Aku rasa tidak perlu deh."Jawab Hana seakan menggampangkan masalahnya.

" Hana, kamu ini jangan menganggap enteng Dimas dan keluarga benalunya itu. Bukannya selama ini kamu yang menafkahi mereka, dan mereka tahunya apa yang kamu miliki itu juga milik Dimas? Tidak menutup kemungkinan, mereka akan meminta harta itu dibagi dua, Han. Apa kamu mau harta kamu di bagi dua, kamu ingatkan ancaman mereka saat kamu usir mereka? Jika mereka akan menuntut harta gono‑gini."Ucap Vera mencoba menasehati Hana yang sedikit keras kepala.

Hana memang ingat jika Dimas memang akan meminta harta bagiannya. Tapi, harta mana yang hendak dia minta? Selama menikah dengan Dimas tidak ada yang namanya harta bersama.

Tapi apa yang dikatakan Vera dan Aldo ada benarnya juga, tidak ada salahnya dia memakai jasa pengacara. Sebab segala kemungkinan bisa terjadi, Hana tidak akan ikhlas Dimas dan keluarganya menikmati hartanya.

" Baiklah, aku akan memakai pengacara. Aldo, tolong bantu aku cari pengacara, kamu pasti banyak kenalan."Seru Hana akhirnya dia setuju memakai jasa pengacara.

" Nanti aku kenalkan sama mas Heru, dia itu suami dari kalakku."Jawab Aldo dengan yakin.

" Tiga hari lagi jadwal sidang pertamu mu kan? Nanti sore setelah pulang dari kantor kita langsung ke rumah kakakku."Ucap Aldo lagi.

Aldo berharap Hana segera resmi bercerai, agar Hana bisa bebas untuk dia dekati. Aldo menaruh hati kepada Hana, namun dia enggan mengatakannya jika status Hana masih istri orang lain.

" Iya Do, terima kasih kamu sudah mau membantuku." Ucap Hana mengucapkan rasa terima kasihnya.

Meskipun Aldo boss nya, namun saat seperti ini Aldo sahabatnya.

" Makan siang yuk, aku lapar nih. Atau kalian ngobrol saja di sini, aku mau ke kantin cari makan. Mau makan di luar sudah tidak keburu lagi."Ucap Vera sengaja memberikan kesempatan Aldo dan Hana agar bisa lebih dekat lagi.

" Aku juga mau ke kantin. Yuk Ver, aku juga lapar."Seru Hana tidak mau jika hanya berduaan dengan Aldo, terlebih statusnya yang masih dalam proses perceraian.

Heeemmm

Vera berdehem saja sambil mengangguk pelan. Meraka berdua keluar dan menyisakan Aldo sendirian.

" Han, kalau sudah resmi bercerai dan iddah mu sudah habis, apa kamu akan mencoba membuka hati mu untuk pria lain?."Tanya Vera secara tiba‑tiba.

Uhhuukk Uhhukkk

Hana yang baru ingin menelan makanannya pun sampai tersedak dan batuk. Pertanyaan Vera aneh, belum juga sidang pertama sudah menanyakan soal membuka hati.

Untuk saat ini Hana tidak ingin membuka hati ataupun menjalin hubungan spesial dengan laki‑laki manapun. Dia masih ingin menata hati, dan menyembuhkan rasa sakit hati karena penghianatan. Hana tidak mau salah memilih pasangan hidup lagi.

" Aku tidak tahu, Ver. Tapi untuk sekarang ini aku belum siap untuk membuka hati untuk pria lain. Aku takut salah pilih lagi, Ver."Jawab Hana dengan jujur.

" Sakit banget ya Han?."Seru Vera dengan wajah sedih.

" Bukan hanya sakit Ver, tapi hatiku juga hancur. Dan tidak tahu, aku bakal percaya lagi atau tidak dengan kata‑kata cinta dari pria lain. Aku memang terlihat tegar, tapi dalam hatiku hanya aku sendiri yang tahu."Ucap Hana malah suasana menjadi sedih dan haru.

" Maafkan aku, Han. Aku tidak bermaksud membuat kamu bersedih. Kita lanjut makan lagi ya, sebentar lagi jam kerja sudah dimulai."Seru Vera merasa sangat bersalah.

" Iya tidak apa‑apa, Ver."Jawab Hana singkat.

Sepulangnya dari kantor, Hana dan Aldo menuju rumah kakak Aldo. Rumah di perumahan kawasan elite, tidak semua orang bisa masuk komplek itu dengan mudah. Bahkan penghuni komplek pun harus mempunyai tanda akses saat hendak keluar masuk,berupa kartu anggota penghuni komplek.

" Kamu kok bisa masuk dengan mudah, Do?." Tanya Hana heran.

" Inilah alasan ku meminta kita berangkat dengan 1 mobil saja. Sebab kalau bawa mobil sendiri‑sendiri mobil kamu tidak bisa masuk. Kalau aku mudah, soalnya aku sering datang ke sini dan mau tidak mau aku dibuatkan kartu akses ini."Ucap Aldo dengan menunjuk kartu keluar masuk perumahan.

" Kalau seperti ini, maling juga susah untuk masuk. Satpam nya pun stand by 24 jam."Ucap Hana.

" Betul, ini rumah kakakku. Yuk turun, mereka pasti ada di dalam."Ucap Aldo mengajak Hana turun dari mobil.

Hana pun mengikuti langkah kaki Aldo. Ternyata kedatangan mereka memang sudah di tunggu oleh kakak Aldo dan suaminya. Tidak berlama‑lama, Hana pun menceritakan kisah rumah tangganya dengan Dimas kepada kakak ipar Aldo secara detail tanpa ada yang dia tutupi.

Tok

Tok

Tok

Pintu rumah kontrakan Hana di ketuk dari luar. Hana yang baru saja masuk rumah harus berbalik untuk membuka kan pintu untuk tamunya.

Sebelum membuka pintu, Hana mengintip terlebih dahulu dari jendela.

" Mas Dimas? Mau apa dia datang ke sini?."Tanya Hana pada diri nya sendiri.

Hana ragu untuk membukakan pintu, saat ini di rumah hanya ada dia dan bik Jamilah. Hari yang sudah menjelang magrib, membuat Haha haha haha

Hana menertawakan permintaan atau syarat dari Dimas yang sama sekali tidak masuk di logikanya. Dengan mudahnya dia meminta syarat harta dibagi dua? Harta bersama?.

" Jangan mimpi kamu, Mas. Aku tidak akan pernah memberikan hartaku untuk mu, meskipun hanya secuil. Harta bersama mana yang kamu maksud? Apa selama kita menikah kamu pernah membeli sesuatu, tidak tahu malu."Ucap Hana ketus.

" Terserah kamu, kalau kamu tidak mau memenuhi syarat itu, jangan harap aku akan menceraikan mu."Ucap Dimas lagi dengan santai.

" Silahkan saja, aku tidak takut. Kita ketemu 3 hari lagi di pengadilan, dan silahkan saja kamu ajukan permintaan pembagian harta gono gini. Itupun kalau kamu memang tidak tahu malu, upssh.. sorry kamu kan memang sudah tidak punya malu lagi."Seru Hana dengan sengaja meledek Dimas.

Brraakkkk

Tanpa menunggu persetujuan Dimas, dengan cepat Hana menutup pintu bertepatan dengan adzan magrib yang berkumandang.

" Sialan kamu, Hana !!!."Teriak Dimas dari teras rumah.

1
Heni Setiyaningsih
haaddeeuuh...alamat ini mah modelan suami mokondo/Left Bah!//Left Bah!//Left Bah!/
Anonim
hah dimas?? enggak ngerti nih cerita nya
Anonim
woy BISA NULIS GA SIH
Ma Em
Heran ya sama Bu Sundari dan menantu sintingnya si Sintia ga punya otak masa arisan dirumah orang , Hana buat mereka semua kapok agar TDK berani ganggu kamu lagi Hana bila perlu laporkan saja ke polisi agar tdk ganggu Hana lagi .
Anonim
BUNUH SAJA SEKALIAN SEMUANYA BUNUH
Anonim
BUNUH SEMUA NYA
Anonim
KAU YANG HARUS MATI ANJING
Ma Em
Akhirnya Hana berpisah juga dgn Dimas tanpa uang sepeserpun uang yg Dimas terima untuk permintaan Dimas yg katanya harta gono gini , benalu minta bagian harta sedangkan Dimas dan keluarganya Hana yg tanggung biaya hdp nya bahkan Domas tdk pernah memberikan nafkah untuk Hana , dasar Dimas muka tembok tdk punya malu Dimas cuma modal mokondo .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!