Penyesalan yang selalu datang terlambat! Carla Magnolia Haines, menyesal meninggalkan suaminya demi pria yang ia pikir mencintainya, ternyata hanya menginginkan warisannya.
Saat ia mati ditangan pria yang ia pikir tulus mencintainya, barulah ia tahu suami kejam dan yang ia anggap terlalu kasar padanya, ternyata pria yang sangat tulus mencintainya.
Apakah waktu bisa diulang? ia ingin mengulang waktu bersama dengan suami kejamnya, dan mendengarkan suami kejamnya itu, dan bahkan akan membiasakan dirinya menerima sikap posesif suaminya padanya.
Aku ingin kembali! bhatin Carla penuh harap saat ia menutup matanya.
Akankah Carla dapat kembali lagi bersama suaminya, untuk mengulang waktu kebersamaan mereka, yang telah terbuang diantara mereka berdua, karena ulah orang ketiga menghancurkan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27.
Carla tidak menyangka mengingat waktu dan harinya, tragedi yang menimpanya dikehidupan sebelumnya, kali ini lebih cepat dari kehidupan sebelumnya.
Waktu itu dengan polosnya ia mengikuti saja permintaan Lilian, untuk segera pergi ke tempat yang dimaksudkan Lilian.
Siapa sangka, ternyata pemberitahuan itu jebakan untuk mengambil alih warisan, yang diberikan Ibunya untuknya, lalu keluarga Ayahnya kemudian membunuhnya di gedung terbengkalai itu.
"Sepertinya rencana mereka telah berubah waktu dan jamnya dikehidupan ini lebih cepat, dari kehidupan sebelumnya" gumam Carla setelah mendengarkan apa yang disampaikan Lilian.
"Apa memangnya yang dilakukan Papa di sana?! kenapa dia bisa berada di sana?!" tanya Carla acuh tak acuh menjawab Lilian.
Lilian di kediaman Haines merasa jengkel mendengar pertanyaan Carla, yang menurutnya Carla tidak perlu menanyakan pertanyaan itu.
"Apa pedulimu dengan apa yang Papa lakukan di sana! kamu datang saja ke sana! jangan banyak pertanyaan! jangan sampai Papa kenapa-kenapa di sana! mengerti?!!" bentak Lilian dengan kesal.
Carla dikediaman Alford tersenyum mendengar nada kesal Lilian, "Baiklah kalau begitu! aku akan pergi melihat ke sana! kalian tunggu aku datang, ya?"
Dikediaman Haines, Lilian tersenyum puas mendengar jawaban Carla.
Lilian mematikan hubungan ponselnya, begitu selesai mendengarkan jawaban Carla, yang sesuai dengan harapannya.
Lukman, Melda, dan Edgar tidak sabaran ingin mendengar jawaban Carla, setelah Lilian selesai bicara dengan Carla.
"Bagaimana? apa dia jawab??" tanya Edgar penasaran.
"Dia bilang, dia akan segera datang ke sana, ha ha haa... !" jawab Lilian tertawa senang.
Lukman merasa puas mendengar tanggapan Carla, yang bersedia untuk datang melihatnya.
"Bagus! begitu dia datang ke sana, kita langsung membuatnya segera menandatangani surat pengalihan ahli waris, lalu segera menghabisinya!!"
Dengan raut wajah yang terlihat menahan amarah, Lukman sudah tidak sabaran ingin memberi Carla pelajaran.
Sebagai Ayah Carla, putrinya itu telah membuatnya menjadi emosi, karena mengulur banyak waktu, untuk mendapatkan warisan peninggalan istrinya yang sudah mati.
Sementara Lilian, Edgar, dan Melda terlihat begitu senang, sembari tertawa kecil membayangkan mereka sebentar lagi, akan mendapatkan kekayaan milik Carla.
"Dia masih saja bisa dibohongi! ha ha haa.. siapa suruh dia bodoh! ha ha ha.. !!" Lilian tertawa begitu senangnya.
Edgar dan Melda juga ikut tertawa senang.
"Ha ha ha aaa.. !!"
"Aku tidak sabar melihat bagaimana ia terkejut setelah berada di sana, ternyata Papa baik-baik saja, ha ha haa.. !!" Lilian semakin tertawa senang.
Keluarga Haines terlihat seperti menang lotre, begitu senangnya memikirkan rencana mereka akan berhasil.
Sementara itu dikediaman Alford.
Di aula utama Mansion, Butler memperhatikan beberapa pengasuh kediaman Alford, sedang melakukan pekerjaan mereka membersihkan perabotan antik Mansion.
Butler seketika terkejut melihat Carla menuruni anak tangga, dan bergegas melangkah menghampiri Carla di bawah anak tangga.
Carla terlihat cantik dengan berpakaian elegan, memakai sepatu bertumit mewahnya, serta menenteng tas tangan mewahnya juga.
"Nyonya! anda mau kemana? apakah Nyonya hendak keluar rumah?" tanyanya dengan perasaan cemas.
"Iya, benar! aku ingin membeli sesuatu untuk Alexander!" sembari tersenyum ramah, Carla menjawab pertanyaan Butler.
"Membeli sesuatu?" Butler mengerutkan keningnya.
"Iya, sebelumnya Alexander marah padaku, karena waktu aku keluar beberapa hari lalu, dia melihat laki-laki lain memberi bunga padaku, padahal waktu itu aku keluar sebenarnya ingin membeli jam tangan untuk Alexander!"
"Ohhh... !"
"Jadi, hari ini aku ingin menebusnya! aku ingin membeli satu jam tangan yang bagus untuk Alexander!"
"Ohhh... !"
Butler pun tidak merasa curiga dengan penampilan Carla yang rapi, setelah mendengarkan penjelasan Carla yang ingin keluar rumah.
"Ta.. tapi, Nyonya.. !"
Detik berikutnya Butler menjadi sedikit ragu, untuk membiarkan Carla pergi keluar Mansion hari ini.
Carla memahami apa yang membuat Butler menjadi ragu, setelah tadi sempat tidak merasa curiga padanya.
Bersambung........
tapi Clara nya tak ngeh dari awal🤣🤣🤣🤣🤣
napa terlalu lama nungul ya???