NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Riana

Takdir Cinta Riana

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rika nopiana

Lima tahun Riana menyerahkan hatinya untuk satu nama yaitu Irwan. Lima tahun pula ia percaya bahwa dirinya adalah satu-satunya.

Sampai sebuah kenyataan menamparnya dan menghancurkan segalanya.Ternyata selama ini Riana bukan kekasih Irwan tapi ia hanya... selingkuhan.

Riana ingin memutuskan untuk pergi. Ia muak. Tapi Irwan menolak melepasnya. "Kamu sudah terlalu dalam di hidupku" katanya, dengan nada yang membuat Riana takut sekaligus lemah.

Di tengah luka dan ancaman itu, hanya ada satu orang yang selalu ada dua lah Arif. Sahabat yang selalu menemaninya, yang hapal caranya menangis dalam diam. Arif yang ternyata sudah lama menyimpan rasa, tapi memilih pergi demi kebahagiaan Riana.

Kini Riana harus memilih. Bertahan dalam cinta yang memenjarakan, atau berani bebas meski harus kehilangan semuanya? Dan sanggupkah Arif tetap diam saat wanita yang ia cinta sedang tenggelam?

Lima tahun cinta, ternyata hanya lima tahun kebohongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika nopiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27

Tin...tin...tin

Suara klakson motor itu terdengar nyaring memekakan telinga,suaranya berasal dari arah gerbang pintu parkir,mereka mendelik kesal pada pengemudi itu.Melly dan Ido sedang berada di bawah pohon beringin yang rindang,mereka juga baru saja selesai memarkirkan sepeda motor di area parkiran kampus.

"Siapa sih?kampungan banget.Gak ada yang halangin jalan dia tapi malah bunyiin klakson terus" gerutu Melly,motor itu terus melaju melewati Melly begitu saja.

Motor itu berhenti tepat di samping mereka,mata Melly dan Ido masih memperhatikan gerak-gerik pengemudi itu.Mereka saling sikut saat orang itu melepaskan helm dari kepalanya ternyata dia adalah seorang perempuan dengan potongan rambut bob pendek.

"Siapa tuh?" bisik Ido menyenggol Melly.

"Mana gue tau!" jawab Melly galak.

"Hai guys!" sapa perempuan itu dengan percaya diri,Melly dan Ido mengernyit heran,masih tak mengenalinya,gadis itu terkekeh pelan sambil melepaskan kaca mata hitam yang ia kenakan "ini,,,,guweh?" ucapnya santai sambil menyugar rambut pendeknya ke belakang.

"Riana" ujar Melly dan Ido ternganga.

" Anjir,gue gak ngimpi kan?rambut loe kemana?" Ido mengusap-usap wajahnya berkali-kali.

" Gue potong lah,buang sial" ucap Riana asal.

"Loe jadi tambah cantik loh wey" puji Melly sedikit iri dengan kecantikan sahabatnya itu.

"Iya kah?Gue cuma ngelakuin apa yang gue suka aja sebenernya.Pas masih pacaran sama si Irwan kan, dia gak ngebolehin gue potong rambut pendek,gak ngebolehin gue belajar motor atau mobil,gue juga harus ninggalin hobby fotografi gue.Hidup gue dulu di atur banget lah sama dia" Ucap gadis itu sendu.

"Dan loe baru nyadar sekarang heh?" ucap Melly sarkas.Riana menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Melly.

"Gak apa-apa telat yang penting sekarang loe udah sadar" Ido menepuk pundak Riana 3kali "Ayo hari ini kita rayakan kebebasan Riana" ajaknya pada dua gadis itu.

"Ayo,gue emang udah rencana banget mau ajakin kalian makan bakso di taman bunderan,Melly loe ikut motor gue ya!" Melly langsung menatap horror pada Riana sambil menggelengkan kepalanya.

.

"Enggak-enggak,takut gue.Punya sim gak Loe?" Melly meragukannya,Riana lantas mengeluarkan dompet dan memamerkan SIM yang baru ia miliki.

"Tapi,meskipun loe udah punya SIM dan motor loe juga baru,gue sih ogah ya loe boncengin.Takut gue jadi korban pertama loe" Melly bersikukuh,sedangkan Riana langsung melengos.

"Gak mungkin jatoh lah Mell,,soalnya waktu itu gue udah pernah jatoh sambil boncengi si Ujang anak bi Inah.Ya kali,masa mau jatoh lagi sih" ucap Riana polos.

Mereka ternganga mendengar ucapan Melly "Sumpah?beneran jatoh loe Ri?" Tanya Melly,Riana menunjukan bekas luka di sikutnya yang sudah mulai mengering. "Makin ogah gue,udah deh,gue sama si Ido aja.kita ngikutin loe dari belakang" usulnya.

"Ish,segitu gak percayanya loe sama gue" Riana merajuk.

"Sorry ye,nyawa gue lebih berharga" jawab Melly sambil menjulurkan lidahnya dan pergi dengan menarik Ido di sampingnya.

*****

Hari Minggu ini adalah hari yang di janjikan oleh Riana untuk bertemu dengan Tante Lena, sejujurnya ia cukup merasa tertekan.Hubungannya dulu terbilang tidak cukup baik, komunikasi pun hanya seadanya saja.

Riana dapat menebak pasti yang akan mereka bicarakan hari ini tak akan jauh dari persoalan hubungannya dengan Irwan.Padahal ia sudah tidak ada komunikasi lagi dengan pria itu,mereka terakhir bertemu pun, waktu di teras cafe beberapa bulan lalu itu pun hanya sebentar.

"Ri, pokoknya nanti di dalem loe jangan mau di tindas tante Lena.Gue sama Ido nunggu loe di sini.Kalo suasananya udah mulai gak kondusif loe langsung telpon gue, biar gue bisa langsung nyamperin elo" Melly menasehati.

"Jangan bikin gue overthinking deh loe,gak mungkin kan dia macem-macem sama gue,Itu kan tempat umum" Riana menunjuk pada restoran di depannya yang terlihat sangat eksklusif terbukti dari jenis mobil-mobil yang berjajar di sana.

"Gue bukan mau nakutin loe,cuma ngingetin aja,loe harus waspada" Melly sambil memberikan sebotol air minum pada Riana.

"Kata gue mah,mending gak usah loe samperin tuh orang.Lagian ngapain sih ajir" Ido bersuara.

"Nanggung lah udah gue iyain juga" ucap Riana, ia juga menyesal tapi dia penasaran juga. " Udah waktunya nih,gue cabut ya" pamitnya setelah sebelumnya meneguk air agar kerongkongannya tidak kering.Melly dan Ido mengangguk, mereka tetap duduk di teras minimarket yang tempatnya berada persis di sebrang restoran itu.

Riana langsung di arahkan oleh pelayan ke tempat yang lebih privasi saat ia menyebutkan reservasi atas nama Tante Lena.

Untungnya tak lama kemudian Lena datang bersama asisten pribadinya,ia tertegun sejenak saat melihat penampilan baru Riana yang terkesan lebih tomboy,untuk kesopanan Riana berdiri hendak menyalami tangan Lena namun wanita tua itu menolaknya " Gak usah,kita gak sedekat itu" ucapnya tajam.

Sedikit dongkol tapi Riana sudah terbiasa dengan sikap dinginnya.Lena menyeruput teh chamomile miliknya dengan anggun kemudian ia menghela nafas panjang tampak jelas banyak beban yang ia pukul di usianya yang tak lagi muda.

"Saya sangat menyayangi putra saya,dia satu-satunya yang saya miliki di dunia ini" ucapnya.Riana hanya mendengarkan "Kamu sudah bertemu dengan Ara ka?" tanyanya,Riana mengangguk,bukan hanya kenal,gadis itu juga pernah menghantam kepalanya dengan batu ucap Riana dalam hati.

"Dulu Ara sangat dekat dengan Irwan,jauh sebelum bertemu dengan kamu.Itulah sebabnya keluarganya meminta perjodohan,mereka itu keluarga konglomerat, itu bagus untuk masa depan Irwan akhirnya saya setujui perjodohan itu karna saya pikir Irwan juga mencintai Ara.Namun tiba-tiba Irwan membawa kamu ke hadapan saya sebagai pacarnya,bisa kamu bayangkan kebingungan saya?" Lena terkekeh pelan melihat dengan jelas kebodohan putranya.

"Saya tidak pernah membenci kamu Riana, saya bahagia melihat binar di mata Irwan saat dia bersama kamu.Tapi untuk memutuskan perjodohan dengan keluarga Ara,ada harga yang harus kami bayar,dan jumlahnya tidak main-main karna sejak awal ada perjanjian bisnis yang di ikut sertakan." Lena kembali menyesap minumannya untuk meredakan gemuruh di dalam hatinya.

"Saya sudah berbicara dengan Ara maupun Irwan Tante,saya bilang kalo saya ingin mundur karna sejak awal Irwan sudah bohong soal statusnya" jelas Riana.

"Sayangnya Irwan tidak mau melepaskan kamu,dulu bahkan saya pernah usir dia dari rumah supaya dia nurut sama saya tapi kamu malah memberi dia uang untuk memulai bisnis,walaupun bisnis itu bisa saya hancurkan pada akhirnya" Ada senyum miring tercetak di wajah Lena,Riana sedikit terkesiap rupanya kegagalan bisnis Irwan saat itu ada andil Tante Lena di dalamnya.

"Apa kamu masih cinta dengan Irwan?"

Riana diam tak menjawab,jika ia bilang tidak tentu dia bohong namun jika bilang masih,cintanya pun tidak sebesar dulu.Tapi Lena mengasumsikan diamnya Riana berarti benar gadis itu masih menyukai putranya.

"Saya mau tawarkan pernikahan sama kamu." Lena menatap wajah Riana serius.

"Pernikahan?" Riana membeo.

"Irwan hanya ingin menikahi kamu.Tapi dia tetap harus menikahi Ara"

"Maksud Tante gimana?" Riana mengernyitkan dahinya bingung.

"Saya akan berikan restu untuk kalian menikah dengan syarat kalian harus menikah di bawah tangan" Riana spechless,nikah siri kah maksudnya? "Dan setelah itu,biarkan Irwan menikah dengan Ara" Semakin gila saja,wanita itu berucap tanpa beban,apa dia pikir tak ada lelaki lain yang mau pada Riana?

"Ini solusi terbaik dari saya." Lena menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi yang ia duduki.

"Apa Irwan setuju?" Riana berharap pria itu tidak mengetahui ide konyol ibunya ini.

"Tentu saja,ini cara agar dia mendapatkan restu dari saya" ucap Lena santai.Irwan sialan,umpat Riana dalam hati.

"Maaf tante, saya gak setuju! Mungkin kalo Tante punya anak perempuan Tante gak akan bicara seperti itu sama saya." Riana mencoba mengatur nada bicaranya sungguh aslinya ia ingin membalikkan meja ini sekarang. "Sama seperti Tante yang akan memberikan masa depan terbaik buat Irwan,kedua orangtua saya pun menginginkan hal yang sama untuk saya.Menjadi istri siri tentu tidak pernah ada dalam list masa depan saya yang sudah mereka rancang." ucap gadis itu gamblang.Sudah tak ada lagi yang bisa dia ucapkan, lama-lama ia takut kehilangan kendali atas dirinya.Riana meminum orange jus yang ada di meja sebelum akhirnya ia pamit pulang.

1
Nadia Zalfa
makin deg degan aja ini...semoga Arif selamat
Nadia Zalfa
Alhamdulillah bayinya sama Riana baik" saja sehat selalu ya kalian....double up kak😍
Nadia Zalfa
lanjut kak...semoga Riana segera bebas dari Irwan 😭
Reichan Muhammad
setelah 5 thn baru up lagi torrr.. kmana ajaa torrr
ana_pino: hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!