NovelToon NovelToon
My Enemy Is My Soulmate

My Enemy Is My Soulmate

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:687.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Zahard

Candra dan Azila memiliki hubungan permusuhan yang panas sejak mereka kelas 6 SD, permusuhan mereka berlanjut sampai lulus kuliah.

Sebuah takdir yang mengejutkan menimpa mereka setelah lama bermusuhan dan tidak bertemu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Petir

Setelah Candra mendapat telpon dari Azila, dia langsung bergegas pergi tanpa membereskan mejanya yang berantakan, sebelum turun ke lantai dasar, candra mampir ke ruangan Ayahnya terlebih dahulu untuk izin pulang duluan.

Di ruangan kantor milik Yoga.

"Yah, Candra pulang duluan, Azila ingin mengajak ku pergi jalan-jalan sekarang," ucap Candra.

"Baiklah, hati-hati di jalan, nanti kasih tau Bunda kalau Ayah pulang agak malam karena masih ada banyak berkas yang belum Ayah cek dan tanda tangani," jelas Ayah Yoga yang masih sibuk dengan komputer di depannya.

"Iya, Yah. Ayah jangan pulang larut dan jangan terlalu memaksakan diri, kalau begitu Candra berangkat dulu," pamit Candra sambil mencium punggung tangan Ayahnya, lalu dia berjalan keluar dan berhenti di samping Pak Suryo.

"Pak, tolong jaga Ayah, ya," pinta Candra ke Pak Suryo.

"Baik, Tuan Candra," jawab sopan Pak Suryo, lalu Candra melanjutkan jalannya menuju lift dan turun ke lantai dasar, Candra berjalan keluar kantor ke tempat mobilnya di parkir dan langsung menancap gas menjemput Azila.

Hanya butuh 30 menit Candra sudah sampai di depan teras rumah mewah milik keluarga Wibawa, Candra keluar dari mobilnya dan berjalan agak cepat karena dia tidak mau Azila menunggunya.

Candra teringat ketika mereka akan pindah ke rumah keluarga Wibawa, saat itu orang-orang lelah menunggu Azila yang sedang membuat alis, tapi nggak jadi-jadi, itupun yang kena marah malah Candra, apalagi sekarang, jika Candra yang melakukan kesalahan mungkin Azila akan ******* tubuh Candra dan membuatnya menjadi bola bowling.

"Candra, Ayah tidak ikut pulang?" Tanya Bunda Putri.

"Ayah masih mengurus beberapa dokumen dan menandatangani berkas, Bun. Mungkin agak malam baru pulang, Candra juga udah minta Pak Suryo buat jagain Ayah di sana. Jadi, Bunda tenang aja," balas Candra yang di jawab senyum manis oleh Bunda Putri.

"Bun, aku ke kamar dulu, mau jemput azila," pamit Candra sembari berjalan menaiki tangga dan Bunda putri hanya memandang punggung anaknya yang mulai hilang dari jarak pandang matanya.

≈≈≈

Cklekk.

Candra membuka pintu kamar dan masuk menghampiri Azila yang sedang duduk di ranjang. "Sudah siap?" Tanya Candra yang kini sudah berdiri tegak di depan Azila.

"Kamu lama sekali, sih, aku sudah siap sejak tadi," jawab ketus Azila.

"Iya-iya, maaf. Ayo, pergi sekarang," ajak Candra sambil mengulurkan tangannya untuk pegangan Azila berdiri, tetapi Azila malah beranjak berdiri lalu berjalan melewati Candra dan mengabaikan tangan Candra yang sudah siap menjadi pegangannya untuk berdiri.

"Harap sabar Candra, ini adalah ujian," gumam Candra dalam hati sambil mengelus dadanya dan menahan diri agar tidak marah.

Azila dan Candra sudah berada di mobil, mereka dalam perjalanan menuju sebuah tempat yang masih belum diketahui oleh Azila karena Candra merahasiakannya.

"Kamu mau bawa aku kemana, sih? Ini udah dua jam lebih kita di jalanan, apa kamu mau membuangku ke laut atau menjatuhkanku ke jurang?" Tanya ketus Azila karena dia melihat di sebelah kirinya ada jurang yang cukup tinggi dan di ujung mata Azila melihat bibir pantai yang lumayan sepi, di sepanjang perjalanan Azila merasakan jalan yang menanjak dan menurun.

"Kenapa kamu bisa tahu kalau aku ingin membuang mu?" Jawab Candra dengan nada dingin, seakan-akan dia memang akan membuang Azila ke laut ataupun menjatuhkannya dari atas jurang.

"Kau! Baiklah, jika kamu ingin menghilangkanku dari dunia ini," umpat Azila yang menahan kekesalannya dan menurunkan tangannya yang tadi ia angkat dan ingin memukul wajah Candra.

Jam di tangan Candra sudah menunjukkan pukul 21:00 WIB, yang berarti mereka sudah memakan waktu 3 jam perjalanan, hingga pada akhirnya mobil Candra berhenti di depan sebuah villa yang lumayan besar untuk di tinggali 2 orang manusia. Sebelumnya Candra sudah memberitahukan ke penjaga villa kalau dia akan kesana, dan penjaga villa bisa pulang ke rumah.

Candra melihat Azila sudah tertidur di tempat duduknya, saat Candra mendekatkan tangannya untuk membangunkan Azila yang sedang tertidur, tangan Candra kembali dia tarik dan mengurungkan niatnya karena orang yang ingin dia bangunkan sudah terbangun lebih dulu.

"Kita dimana?" Tanya Azila dengan suara serak khas orang bangun tidur sambil mengucek-ngucek matanya.

"Turun dan lihat sendiri," jawab lembut Candra, lalu mereka berdua turun dari mobil dan Azila melihat pemandangan di sekelilingnya.

Mata Azila memancarkan kebahagiaan dengan senyum yang sangat manis di bibirnya, Azila menoleh ke arah Candra yang memandangnya sambil menyenderkan tubuhnya ke mobil, lalu Azila pergi menghampiri Candra.

"Terima kasih sudah membawa ku kesini," ucap Azila yang tanpa sadar Azila memeluk tubuh kekar Candra, Candra membalas pelukan Azila dan mereka cukup lama berpelukan.

"Hei, ngapain kamu peluk-peluk tubuh ku, jangan mencari kesempatan dalam kesempitan," dengus Azila yang menyalahkan Candra.

"Kenapa aku yang kamu marahin? Kan, kamu yang meluk aku duluan," balas Candra yang protes karena dia merasa tidak bersalah.

"sttt, diam, pokoknya semua yang terjadi adalah salah mu, bukan salah ku," ucap Azila dengan suara seperti seorang direktur yang sedang memarahi bawahannya.

"Aaahh, terserahlah, memang benar kata Bunda, kalau wanita tidak pernah salah," umpat kesal Candra dalam hatinya.

Setelah perdebatan tadi, Azila berlari menuju bibir pantai dan bermain air laut, sedangkan Candra hanya menunggu sambil memperhatikan Azila dari mobil.

"Zila! Cepat kemari, ayo masuk villa, sebentar lagi akan turun hujan!" Teriak Candra, tetapi Azila tidak mendengar karena jarak mereka terlalu jauh.

Gllleeedaaarrr....

Suara petir yang sangat keras dan seketika itu juga hujan turun dengan derasnya, Azila yang terkejut mendengar suara keras petir tadi langsung jatuh ke pasir dan tidak sanggup untuk berdiri, tubuh Azila terbaring di atas pasir, tubuhnya di terjang oleh ombak di bibir pantai, Azila sangat takut hingga dia meneteskan air mata, tetapi dia tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali karena saking takutnya. "Tuhan, tolong aku," ucap Azila dalam hatinya.

Candra yang mendengar kerasnya suara petir tadi juga terkejut karena tidak ada kilatan cahaya sebelumnya, pada saat melihat Azila terjatuh Candra langsung berlari menghampiri Azila yang mulai terseret oleh ombak pantai.

"Zila, bertahanlah," gumam Candra yang berlari menerjang derasnya hujan.

Candra berlari semakin cepat dengan rasa kuatir yang sangat nampak di wajah Candra, rasa takut yang begitu besar jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa wanita yang mulai di cintainya itu.

Glleedaarrr....

Tiba-tiba suara petir yang tidak kalah kerasnya dengan petir sebelumnya membuat Candra tersungkur ke pasir.

Jangan lupa like, comment dan favorit ya 🤗,

dan terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mendukung dan mensupport author 🙏😘💙

1
Raffasya
keren banget aku mau belajar nulis tapi liat kamu nulis q malu Thor 97 sempurna buat loe Thor..
wow... dipantai.....
😂😂😂
awas kalo sudah bucin..... baru tau rasa... he... he...
lanjut thor......
sudah dilike terus thor.... semangat
Pri Yanti
Up thor penasaran nhe
Heny Ekawati
tdk ada akhlak mereka berdua walaupun dimabuk cinta dialam terbuka pun jdi
Heny Ekawati
ngakak bayangan abang candra pakai celpen pink bergambar hello kitty
Heny Ekawati
ayo vin gaet si nabila
Heny Ekawati
kevin dijodohin dg si nabila aj
Heny Ekawati
visualx dong thor biar tambah semangat bgehalux
Heny Ekawati
bakal seru nih
Nuri Samedina
up dong thor
maya kitajima
belum update lagi thor?????
aurel
aku mampir dan memberikan like untuk kamu, kalau mau yuk mampir di karya aku " perjuangan cinta mentari " jangan lupa tinggal kan jejak , aku tunggu ya dan salam kenal dari liana
~🆑Yetty_Hero🆑~
mampir ya "Noble Princess and Royal Prince"
Sribudiyanti Rahayu
bener" menegangkan toor 👍
aurel: hai kakak aku mau promosikan karya aku ni
" perjuangan cinta mentari " yuk mampir dan jangan lupa tinggal kan jejak salam kenal dari liana
total 1 replies
asna
bahasanya bagus ,tulisanya rapi .alurnya juga enak
Dao_Sea: izin promo nya thor, hai guys jangan lupa mampir dilapakku yah.

Buat baca cerita Cinta untuk tuan.

💪semangat thor buat nulisnya

makasih
total 2 replies
asna
siap siap perang
Dao_Sea: izin promo nya thor, hai guys jangan lupa mampir dilapakku yah.

Buat baca cerita Cinta untuk tuan.

💪semangat thor buat nulisnya

makasih
total 2 replies
Nichkella Anaila
nulisnya disini aja thor..
Zahard: aku mau melebarkan sayap, jadi tidak hanya di sini saja nulisnya.

oh ya, bentar lagi novel baruku bakal rilis, jangan lupa baca ya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!