NovelToon NovelToon
SELEBGRAM: Istri Settingan

SELEBGRAM: Istri Settingan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:157.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fitria Pratnasari

Bram seorang videografer amatiran. Suatu hari ia tak sengaja menerima job wedding photography di pernikahan mantan pacarnya. Konflik di pelaminan itu membuat Bram menjadi viral. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Aryo sahabat videografernya yang diam-diam menciptakan akun palsu atas nama Bram. Sejak itu, kehidupan pribadi Bram diekspos bahkan ia dijebak dalam pernikahan settingan yang membuat hidupnya semakin hancur dan hampir kehilangan cinta sejatinya. Padahal ia sama sekali tidak menikmati uang hasil monetize hasil menjual popularitas dan harga dirinya. Di saat Bram ingin kembali dan mempertahankan istri settingan yang telah ia nikahi secara terpaksa, cinta lama kembali dan berusaha mengacaukan semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Pratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sendiri...

Mendadak Bram merasa horor terhadap dirinya sendiri.

"Wah... Mas Bram. Nggak nyangka ya kita bakal ketemu di sini? Oh ya, aku turut prihatin ya sama sesuatu yang menimpa Mas Bram

.Tapiii... ngomong-ngomong boleh nggak kenalan namaku Riana."

Gadis itu mengulurkan tangannya dengan ramah meski Bram sudah menyimpan kembali senyumnya. Mau tak mau Bram menyambut jabat tangan itu dan mengucapkan terima kasih karena telah menolongnya.

Dia kemudian berpamitan pergi, namun gadis itu terus mengejarnya sampai setengah berteriak.

"Mas Bram, tunggu!"

Bram menghentikan langkahnya, "Ada apa?"

"Boleh ya aku bantuin dorong motor kamu sampai ke pom bensin nggak jauh dari sini kok."

Bram tercenung tapi kemudian ia akhirnya mengangguk juga.

Diam-diam gadis itu tersenyum senang karena berhasil mendekatkan dirinya dengan Bram, dia tatapi wajah tampan Bram dari belakang. Bram yang merasa diperhatikan mulai tak tenang sesekali ia menengok namun gadis itu pura-pura membuang mukanya.

"Wah... kesempatan banget nih kalau aku bisa deketin dia aku bisa ikut terkenal. Lagian kan Mas Bram juga nggak beneran deket sama istrinya, aku yakin sih pernikahan mereka tuh cuma settingan. Jadi nggak ada salahnya dong kalau aku manfaatin dia biar aku bisa jadi makin terkenal. Hihihi...

***

Raka tiba di kantor Gara. Teman kecil yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri. kebetulan perusahaan itu sedang maju dan dulunya kantor gara pernah mengalami defisit keuangan dan Raka adalah donatur yang menginfus keuangan di perusahaan itu itulah kenapa Raka memberanikan diri menyampaikan niatnya.

"Gini, Ra ... Aku kesini mau minta bantuan kamu."

"Ooh... bantuan apa sih? Bilang aja...," ucap Gara sambil masih sibuk mengetik sesuatu di laptopnya.

Raka tersenyum lega namun baru saja ia hendak menyampaikan niatnya tiba-tiba Gara menerima telepon dari seseorang. Pemuda itu segera menghentikan ketikan lalu mengambil ponselnya dan tampak berbicara serius dengan orang tersebut.

"Ya, pak... hah? iya... iya...."

Gara sempat melirik wajah Raka di hadapannya dengan ekspresi kaget. Membuat Raka penasaran siapa yang baru saja menelpon Gara.

Selang beberapa menit Gara kemudian menanyakan niatnya lagi dengan kalimat yang begitu hati-hati tetapi juga penuh keraguan.

"Gimana, ka?"

"Aku berniat mau pinjam modal usaha sama kamu kok bisa bantu aku kan, Ra...."

Gara semakin tak enak hati kemudian dengan ragu ia menjawab pertanyaan Raka.

"Sebenarnya aku pengen banget bantu kamu apalagi dulu kamu udah pernah coba bantuin perusahaan aku. Tapi masalahnya barusan apa kamu telepon aku untuk nggak memberikan sepeser uang pun sama kamu apalagi meminjamkan modal."

"Apa?! Kok Papa bisa tahu kalau aku ada disini? Jangan-jangan ada yang memonitoring aku!.

Raka segera bangkit dari duduknya lalu berlari ke jendela dari lantai 5 itu, ia mencoba mencari tahu. Siapa yang mengikutinya selama ini. Tepat ketika ia hampir saja menoleh kembali ke arah Gara, ia melihat sekelebatan orang yang sedang mengintai dari gedung seberang sayangnya orang itu keburu pergi saat Raka memastikan pandangannya.

Sial! Papa nyewa orang untuk ngikutin aku, kalau sudah begini aku udah nggak bisa berkutik lagi.

"Ra, please bantu aku, nggak perlu bilang ke papa lah soal ini. Aku yakin kok bisa melunasi semua utang utang aku.

"Aku ngerti, ka. Masalahnya yang pegang keuangan di kantor aku juga orang-orangnya papa kamu. Kalau sampai ada dana besar yang ditransfer keluar dia pasti akan laporan apalagi kalau sampai di transfernya ke nomor rekening kamu."

"Kalau gitu aku pinjem nomor rekening orang lain gimana.... bisa, kan? Please deh cuma kamu yang bisa nolongin aku saat ini."

Gara akhirnya bilang. Sebenarnya perusahaan aku juga udah mulai enggak sehat sejak pandemi covid kemarin. Perusahaan aku kena imbas. Sebagian karyawan minta kesejahteraan mereka terjamin sedangkan kerja enggak maksimal dan sirkulasi produk luar masuk juga terhambat ini mempengaruhi performa perusahaan aku. Perusahaan yang nggak punya utang, piutang malah banyak di mana-mana tapi aku nggak bisa nagih karena mereka dalam posisi yang sama.

Raka terdiam. Tentu saja dia tidak bisa memaksakan kemauan sahabatnya mau tidak mau ia nekat menelpon omnya yang ada di Amerika berharap om Markus mau membantunya. Tapi...

"Ada apa, Raka? Kamu mau pinjem duit sama Om...?"

"Iya, om."

"Konyol namanya kalau om sampai ngasih pinjeman ke kamu. Kamu minta berapa pun Om kasih. Free... asal kamu turutin omongan papa kamu. Karena Om yakin papa kamu pasti benar, semua demi masa depan kamu, Raka."

Raka menutup telepon itu dengan perasaan bimbang akhirnya ia pulang dengan langkah gontai. Sepanjang jalan ia merasa kalut tidak tahu apa lagi yang harus ia lakukan tiba-tiba saja mobil terhenti rupanya bensin sudah habis, sedangkan Raka tidak punya sepeser uang pun. Semua kartu debit dan kredit yang ada di dompetnya seperti hanya hiasan saja.

Raka celingukan siapa tahu ada yang bisa menolongnya. Tapi semua orang cuek bahkan si penguntit yang ia harapkan muncul dengan tiba-tiba pun sama sekali tidak menolong. Namun tak disangka salah satu satpam kantor Hendro melihatnya

"Mas Raka, ya? Menantunya Pak bos. Mobilnya kenapa Mas...?"

Raka terkejut bukan main.

***

Pak Hendro menerima telepon dari seorang satpamnya yang mengabarkan bahwa dirinya baru saja bertemu dengan Raka yang terjebak di kendaraannya karena kehabisan bensin.

"Sampai mogok kehabisan bensin?"

"lya, pak. Untung saya pas lagi ada duit jadi bisa minjemin dia beli bensin, kalau nggak nggak tahu deh tuh mobilnya nggak bakalan bisa jalan lagi."

Pak Hendro terbelalak giginya gemeletuk sambil menutup telepon dari satpamnya jadi.

Jangan jangan...!

Pak Hendro tak berani lagi meneruskan kalimatnya. Ia masih mondar-mandir kebingungan. Asyik bermain dengan pikiran-pikiran dan ketakutannya sendiri. Sampai-sampai dia tidak menyadari Risa sudah pergi mengendap ke luar ruangan.

Risa menyusuri sepanjang jalan kenangan atau tempat-tempat nongkrong yang disukai oleh Bram sewaktu dulu. Mamun sayang pencariannya nihil. Dia juga sudah menelepon Aryo untuk menanyakan keberadaan Bram. Tapi Aryo malah kaget dikabari soal Bram yang menghilang. Semua itu membuat rasa penyesalan Risa semakin dalam.

Dalam sisa air matanya Ia hanya bisa bergumam merutuki diri.

Maafin gue Bram gara-gara gue terlalu emosi sampai nggak sadar udah nyakitin lo. sekarang lu ada di mana sih..

gue kangen Lo Bram... juga takut kalo lo sampe merana sendirian.

***

Di tempat lainnya ternyata Bram juga tengah merutuki nasibnya. Sementara cewek tadi belum juga mau move on dari sisinya. Dia sibuk cekrek-cekrek selfie sambil sesekali menanyakan hal yang gak penting buat Bram dan terbilang sangat mengganggu mood-nya. Tapi mau bagaimana lagi, cewek inilah yang sudah membantunya hingga tiba di bengkel itu.

Bengkel ini emang rame banget, Sa. Tapi entah kenapa hati aku sunyi bamget tanpa kamu, Risa.

***

1
viaa_kaiserrr
sbnernya gw dukung raka sama risa si
Yukity
hai Thor..
Salken ya..

Mampir yuk di novelku
GADIS TIGA KARAKTER
🤍
Mampir akak author.. Membawa boom like..
azmalia
ih emosi aku jadinya lah, ayu. jujur ketika aku membacanya kepikiran ayu Ting Ting lah😂😂 padahal coba cari gambar yg lebih keren eh malah ayu tingting. yaudah nggak papa, Thor datang ke cerita ku ya.

" HABIB JATUH CINTA SAMA SELEBGRAM "

yg baca komen wajib datang ya
mutoharoh
keren banget kak lanjut.
berkunjung juga ya kak
NAIM NURBANAH
hadir! lanjutkan Thor Semangat!
Puan Harahap
semangat
🏖🏖🏖SALAM PRIA IDOLA
DAN MENIKAHI PRIA URAKAN🏖🏖🏖
Machan
lanjut
Machan
hadir
Noval Krisfa Albani
Lanjut.....👍

Mampir ya😅
Dede yoehan
Kak Aku lanjut baca nih... Like senantiasa mendarat untukmu. Salam dari strory baruku yg berjudul. " Biarkan Aku memeluk Tuhan" Terima kasih😊
tersesat di pelaminan mantan 🤭
Ellaa🎭
semangat kk 💕

salam dari -ZEVANAYA-
Anindyta
sukses thorr😘


salam dari SALAH KHITBAH
Laura hussein
yeayy semakin seru.
like favorit selalu

lanjut yuk 👌👍👏
Anita Jenius
Udah lama nggak berkunjung ke lapak kakak..
2 like buatmu ya
Annisa H.N
Lanjut thor
like mendarat
akhirnya up jugaa 🥰
Emi Susanti
lanjut thor...jangan sampe risa sm bram pisah thor...kasian...
Fira Ummu Arfi
sukaaa ceritanyaaaaaaa
Fira Ummu Arfi
pembaca setiaa hadirrr..

tinggalin jejak jg di Novel ku ya ASIYAH AKHIR ZAMAN 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!