NovelToon NovelToon
Perfect Bad Fiance

Perfect Bad Fiance

Status: tamat
Genre:Ketos / Tamat
Popularitas:612.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: fieksel259

BANTU SUPPORT CERITA INI DENGAN LIKE, VOTE, DAN COMMENT.
VISUAL TOKOH MUNGKIN AKAN MENGALAMI PERUBAHAN

Dipertemukan dengan sesama bad guy membuat Bianca dan Alvaro terlihat seperti kucing dan anjing yang saling mengganggu dan tak bisa akur. Dan entah kenapa seorang bad boy itu menjabat sebagai ketua OSIS, anak pemilik yayasan, dan juga menangkup sebagai ketua genk Swataru.

Jika takdir meminta mereka bersama

Jika bumi menginginkan mereka menjadi satu

Dan jika semesta mengharapkan mereka menjadi satu insan

Hati besi pun akan tetap meleleh seiringnya waktu dan seiring logika mau memikirkan hal itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieksel259, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Paksaan

Tok tok tok

"Bianca! Gue tahu lo belum tidur"

Bianca berdecak kesal soalnya pintunya terus menerus diketuk oleh tunangannya yang begitu berisik. Ia yang sedang membaca buku di atas kasurnya mulai terganggu oleh tunangannya yang bodoh itu. Jelas-jelas dari fentilasi nampak cahaya dari lampu kamar yang menandakan jika masih ada yang terjaga di dalamnya.

"Emang belum" Sahut Bianca dengan kesal. Sebenarnya apa yang diinginkan oleh Alvaro sehingga harus berteriak di depan kamarnya dengan suara tegas yang biasa ia gunakan di jabatannya sebagai ketua OSIS tersebut. Apakah Alvaro tak memikirkan pandangan tetangga tentang keadaan di rumah yang mereka berdua tempati ini.

"Buka pintunya!"

Bianca membalik halaman bukunya dengan santai, "Idih ogah bang---lo apa-apaan sih Al?!" Pekik Bianca saat Alvaro mendobrak pintu kamarnya. Untung saja tak rusak, kalau sampai hal itu terjadi, lihat saja Alvaro. Tak akan ia ampuni begitu saja.

Alvaro menatap pada Bianca, ia melangkah mendekat lalu mengambil selimut yang ada di dekat perempuan itu, "Siapa suruh. Gue ngomong baik-baik tapi gak di ladeni" Ucapnya sambil mendudukkan dirinya di kursi belajar Bianca yang ada di samping tempat tidur.

Bianca berdecih sebal, ia mengubah posisi tengkurap nya menjadi posisi duduk menghadap Alvaro. Melemparkan tatapan tak bersahabat pada tunangannya tersebut, "Baik dari mananya? Lo teriak di depan kamar gue dan itu yang lo bilang baik?" Omel Bianca yang terganggu dengan apa yang dilakukan oleh Alvaro barusan.

Alvaro memutar bola matanya malas, ia melempar selimut yang tadinya ia ambil pada tubuh Bianca, "Tutupin" Menyinggung pakaian Bianca yang terlalu minim. Memang tak menjadi masalah besar baginya sekarang, tapi ia juga waspada takut ia terkena bisikan setan sebab ia laki-laki normal pada umumnya.

"Bukan urusan lo" Bianca menyingkirkan benda itu yang akan membuatnya kepanasan, ya walau AC di kamarnya sudah ia nyalakan.

"Terserah"

"Mau apa lo?" Mengatakan hal yang sama sekali belum dijawab oleh Alvaro. Ia enggan berbasa-basi dengan pemuda itu, karena waktu sudah menunjukan jika ini sudah larut malam dan ia sudah mengantuk.

"Lo mau gabung gak sama Swataru" Bianca diam, saat mendengar nama genk itu. Ia menatap lekat pada Alvaro yang hendak melanjutkan perkataannya, "....kalau mau gabung lagi gue persilakan"

Bianca diam dengan pikirannya yang terus bekerja, merasa ada yang aneh dengan penuturan Alvaro. "Mau lo apa?" Ia yakin jika tunangannya itu memiliki maksud terselubung.

"Lo jadi umpan"

Bianca menatap tak suka dengan ucapan Alvaro, apa-apaan dengan kemauannya yang sudah kelewat batas. Mungkin laki-laki itu hilang ingatan saat ia menjadikan Bianca untuk pertama kali, "Gak bakal" Bianca melempari Alvaro dengan bantalnya dengan kesal.

Berhasil menahan lemparan bantal itu, Alvaro masih menunjukkan tatapan datarnya, "Gue udah baik nawarin ke lo" Ketusnya. Ia benci penolakan.

"Gue nggak sudi jadi umpan" Mengatakan sejujurnya pada Alvaro dengan nada suara kesal. Ia membuang pandangannya ke arah lain. Enggan menatap pada Alvaro yang hanya membuat emosinya naik secara mendadak.

"Kalau gitu lo jadi bendera perdamaian antara Swataru dan Royaln. Soalnya mereka mau lo" Tetap bersikeras mengikut sertakan perempuan yang menjadi akar masalah kali ini. Ia sebenarnya tak ingin ada perkelahian yang membuat tenaganya terbuang percuma, makanya ia mengambil jalan aman.

Bianca membelalakkan matanya mendengar penuturan dari Alvaro yang sepertinya sudah kehilangan akal sehat, "AL! Seluruh anggota tahu kalau Royaln adalah musuh bebuyutan untuk Rasutra maupun Swataru. Lo gak mikir gimana nasib orang-orang yang jadi bendera perdamaian hah?!" Emosinya memuncak, dengan perkataan yang panjang sepanjang lintasan kereta api.

Alvaro mengangkat sebelah alisnya, "Kalau gitu jadi umpan" Ya dirinya tak memberikan hal lain pada Bianca kecuali dua hal itu.

"Gue nggak mau cari mati. Lagipula gue gak ada hubungannya lagi dengan Swataru"

"Lo berhubungan dengan ketuanya"

"Tanpa gue mau"

"Lo yang setuju kalau pertunangan ini berlangsung"

"Karena gue terpaksa"

"Pilihan lo cuma dua, jadi umpan atau bendera perdamaian"

"Gue mending mati"

"Mau gue bunuh?"

"Iblis--argh" Bianca tersentak saat Alvaro tiba-tiba mendekatinya dengan mendadak hingga membuat posisi mereka menjadi intim. Bianca terbaring dengan Alvaro yang menahan tubuhnya dengan kedua tangannya. Tatapan mata membunuh terpancar jelas di mata Alvaro.

Senyum miring yang Alvaro tunjukkan membuat Bianca tiba-tiba takut, ia meneguk salivanya kasar, deru nafasnya memburu, "Oh tentu tunangan ku, laki-laki di hadapanmu ini adalah iblis pencabut nyawa" Ucap Alvaro dengan nada suara horor.

"A-Al"

Laki-laki itu merogoh saku celananya, mengeluarkan pisau lipat yang ia bawa kemana-mana, "Mau mati sekarang bukan? Tunangan mu ini akan mengabulkannya" Mengarahkan benda tajam itu pada Bianca.

"Al" Bianca pernah mendengar jika ketua dari Swataru memiliki kemampuan yang tak bisa dipandang remeh. Anak-anak Rasutra sering membicarakan tentang laki-laki yang menjabat sebagai ketua Swataru tersebut. Ia tak.pernah main-main dengan ucapan maupun pisau yang selalu ia bawa saat menemui para anggota genk. Benda itu tak pernah ketinggalan.

"Oke, gue mau jadi umpan untuk Swataru" Sungguh Bianca dibuat pusing dengan keadaan apalagi dengan pisau lipat yang sisi tumpulnya Alvaro eluskan pada pipinya nan mulus.

Senyum miring nan licik Alvaro tunjukkan, ia memasukkan pisau lipatnya tersebut ke dalam kantung celananya, "Kenapa tak seperti itu saja dari tadi? Laki-laki ini tak akan menjelma menjadi iblis" Ucapnya sambil mengelus pipi Bianca. Tatapan matanya yang penuh dengan siasat menatap pada setiap lekuk wajah tunangannya tersebut. Alvaro bangkit berdiri dan melangkah menjauhi kasur Bianca.

"Lo gila?" Sindir Bianca sambil menenangkan detak jantungnya yang berdebar kencang akibat perlakuan Alvaro yang cukup menakutkan tadi.

Alvaro mendudukkan badannya di kursi belajar Bianca, ia melirik pada gadis itu, "Baru sadar" Tersenyum miring.

"Psikopat"

"Bukan, gue manusia normal bukan psikopat. Itu cuma sekedar cara mengancam" Menyadarkan tubuhnya dengan angkuh hingga membuat Bianca berdecih geram.

"Cih"

Kini raut wajah Alvaro menjadi serius, ia menatap intens pada Bianca yang kelihatannya sudah tenang, "Jadi ini rencananya....."

Keesokan harinya.....

Seorang gadis melempar begitu saja tas yang ia bawa ke atas meja ketua OSIS SMA Dirgantara. Membuat Juan sang ketua OSIS tersentak kaget, ia menatap pada Bianca yang entah bagaimana bisa masuk ke dalam kawasan sekolahnya, "Hei santai..." Ucapnya sambil menatap Bianca yang kini mengambil kembali tasnya, "Gak ada sopan santun banget lo"

"Lo mau gue gabung sama genk lo? Yang benar aja. Rendahan" To the point, karena ia benci berbasa-basi dengan manusia seperti orang yang ia ajak bicara. Menyebalkan Alvaro lebih menyebalkan lagi manusia yang sok hebat seperti Juan.

"Kenapa? Gak mau? Ya jangan salahkan aja kalau beberapa orang dari genk lo itu bakal celaka" Mengatakannya dengan santai seolah meremehkan apa yang Bianca tuturkan padanya. Ya ia cukup tersinggung saat genk yang ia pimpin dikatakan rendahan oleh perempuan berpakaian minim seperti Bianca.

Bianca menyimpangkan tangannya di depan dada, menatap sinis pada Juan, "Gue gak ada hubungannya lagi dengan Swataru maupun genk lainnya. Gue pikir Lo udah tahu itu, secara kan gue cukup terkenal di kalangan anak-anak jalanan" Ucapnya dengan nada suara tak bersahabat pada Juan yang kini menatapnya tak suka.

"Cih...." Juan berdecih kesal pada perempuan di hadapannya ini, "Lalu kenapa lo ada waktu perkelahian itu?" Menyinggung saat Alvaro membuat Bianca dan mengatakan jika perempuan itu akan menjadi media negoisasi mereka.

"Kenapa lo gak mikir pake otak lo sendiri" Memandang remeh pada Juan. Ia menganggap laki-laki itu bodoh.

Juan mengangkat bahunya acuh, ia malas berpikir untuk saat ini, "Well, intinya lo gak mau gabung?" Tak ingin membuang kata-katanya.

"Bisa di pertimbangkan" Juan menatap heran dengan apa yang dikatakan Bianca, ia cukup menaruh harapan pada gadis itu agar mau bergabung dengan komunitasnya, "Temui gue di gedung tertinggi yang ada di pasar lokal. Akhir pekan ini jam sembilan, gue gak suka menunggu" Ucap Bianca lalu pergi meninggalkan Juan di ruang OSIS tersebut dengan angkuh.

Juan tersenyum miring, "I got you"

SMA Xanendra......

Alvaro tengah berlatih basket dengan teman-temannya di tengah panasnya mentari. Padahal ada lapangan indoor tapi mereka memaksakan diri untuk bermain di situ.

Bola oranye itu menggelinding hingga menyentuh sepatu high tops milik seorang perempuan dengan pakaian minim dan juga tas di bahunya, "Sini bolanya" Ucap Alvaro pada Bianca yang kini memegang bola tersebut. Laki-laki itu menyisir rambutnya yang basah akibat keringat ke belakang. Ia mengatur pernafasannya.

"Gue laper" Tutur Bianca pada Alvaro yang masih mengatur pernafasannya. Ia benar-benar lapar dan tunangannya itu sama sekali tak memberikannya uang saku.

"Ya makan" Ketus Alvaro pada perempuan itu. Ia menatap tak suka pada pakaian Bianca yang menampakan lekuk tubuhnya.

"Minta uang Alvaro" Mengatakannya dengan kesal. Apa laki-laki itu begitu bodoh sehingga menyuruhnya makan tanpa memberikan alat jual beli untuk membeli makanan. Ia benar-benar di buat kesal oleh laki-laki itu.

Alvaro menatap pada Bianca yang baru pulang dari SMA Dirgantara, "Huh, ini" Memberikan selembar uang lima puluh ribu pada perempuan itu.

"Makasih" Menampilkan senyum angkuh nan puas pada Alvaro yangerwbut bola oranye dari tangan Bianca. Ia menatap datar pada perempuan yang mulai melangkah pergi meninggalkannya.

"Sekalian air mineral buat gue!" Seru Alvaro pada Bianca.

"Hm" mengacungkan jari jempolnya pada Alvaro. Tak masalah jika hanya itu.

1
kyoww
WOI AKU TERAKHIR BACA 2021🤣
Lhisa Amira Nhatasya
jd mls baca, jd Bianca kok cepat bgt memaafkn, pdhal sdh di hina, ditampar, ksih plajaran kek dlu sm si al
Fereinchsovetsky
kok nggak ada novel my cold husband
Defi
Al maksud kamu memang baik, membangun usaha sendiri sampai waktu untuk Bianca gak ada tapi terfikir ga sih, kalau-kalau Bianca sudah bersama yang lain apa ga tambah nyesek tuh 😮‍💨😮‍💨
Defi
ikutan mewek juga 🥲..
Defi
seharusnya memang kamu ga melakukannya meskipun tidak seperti Bianca bayangkan Juan 🙄
Defi
kamu ketahuan 😂😂.. diluar perkiraan ya, biasanya gelud aja eh rupanya punya hubungan 😂🤣
Defi
visual tokohnya cantik-cantik dan ganteng
Defi
Ga apa-apa Bi, Alvaro juga memiliki perasaan yang sama tapi ada yang mengganjal ya soalnya Alvaro lagi ingat sahabat kecilnya, apa jangan-jangan itu Bianca
Defi
Jessi siapanya Al inih
Defi
Dibalik sikap Bianca yang keras tersimpan rasa sakit yang dalam
Defi
Apa Bianca pernah dilecehkan ya
Defi
Sikap mereka sudah mulai mencair sih makanya terlihat manis kan 😂
Defi
Bianca pernah dekat sama Juan di masa lalu 🤔
Defi
Pantas saja Aldo bilang ke Alvaro kalau Alvaro salah mengeluarkan Bianca dari genk ternyata Bianca memang benar-benar pintar
Defi
tapi sikapnya yang egois dan arogan tetap saja ga mau mengakui salah dan Bianca juga yang disalahkan
Defi
Bagus Bi, udah saatnya kamu bersuara biar Oma dan Alvaro terbuka matanya
Defi
Wajar sih mulut Alvaro kalau ngomong pedas rupanya nurun dari sang Oma
Defi
Alvaro egois 😂
Defi
Bakalan bertemu setiap waktu dan tentunya ributnya juga 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!