Kematian seharusnya menjadi akhir.
Namun bagi dirinya...
Kematian justru menjadi awal dari mimpi buruk.
Setelah kehilangan nyawanya, seorang pemuda terbangun dalam tubuh seorang gadis bangsawan berusia lima belas tahun bernama Luna El Laxion—putri keluarga Duke yang selama ini dianggap sebagai aib karena belum mampu membangkitkan kekuatannya.
Di rumahnya sendiri ia dihina.
Para pelayan memperlakukannya seperti budak.
Bahkan kematian ternyata telah menunggunya sejak awal.
Namun ada sesuatu yang tidak diketahui siapa pun.
Di balik punggung Luna bersemayam empat belas tentakel misterius dengan kesadaran untuk melindunginya,
Di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, Luna harus bertahan hidup di tengah konspirasi keluarga bangsawan, para ksatria, eksperimen mengerikan, dan rahasia kelam yang mampu mengguncang seluruh kerajaan.
Karena suatu hari nanti...
Dunia akan mengenalnya dengan satu julukan.
Rubah Betina, Penguasa Sisi Gelap Kerajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzi Lamoz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tahap menjalankan.
Disuatu desa.
Terlihat para penduduk desa mulai terkejut karna para Knight yang hendak memaksa mereka memberikan jatah, tiba tiba terjatuh dan tidak bangun lagi...
"Kepala desa, apa yang terjadi?" Tanya salah satu penduduk desa yang mulai bertanya kepada kepala desa yang masih terkejut juga.
"Aku tidak tahu, apakah ini adalah keajaiban..." Ucap kepala desa tersebut yang merasakan hal aneh juga...
"Permisi pak..."
Tiba tiba saja muncul dua orang yang mengenakan pakaian suit berwarna hitam.
Satu orang wanita remaja dan satu orang laki laki yang tubuhnya lebih tinggi dari gadis tersebut.
Para penduduk desa terkejut dengan kehadiran mereka yang tidak terduga.
"Kalian siapa?" Ujar kepala desa yang bertanya kepada dua orang tersebut.
"Kami hanyalah pengembara yang sedang mencari persediaan makanan dan yang lainnya. Apakah para di desa ini ada yang ingin menjual persediaan makanan kepada kita. Tentu saja kami akan membayarnya dengan lebih tinggi."
Para penduduk desa saling memandangi satu sama lain, mereka masih mencerna ucapan dari si wanita berpakaian hitam tersebut.
"Apakah kalian ingin membelinya?" Tanya kepala desa lagi kepada kedua orang itu.
"Tentu saja, kami juga menyiapkan barter jika anda berkenan."
"Barter?"
"Barter adalah sistem pertukaran barang, jadi kalian sekalian bisa menukar barang yang kalian punya dengan barang yang kami punya."
"Tapi kalau kita menjualnya kepada anda, bagaimana dengan bisnis kami di perusahaan yang berada di ibu kota?" Tanya si kepala desa lagi kepada si wanita yang menjadi lawan bicaranya.
"Kalian hanya perlu tidak perlu memaksakan akan hal itu, dan juga."
"Jika kalian terus menyimpan barang seperti ini... Bagaimana jika barang barang itu di ambil oleh mereka..."
Ucapan Wanita misterius itu di lanjutkan oleh pria yang berada di belakangnya.
para penduduk desa mulai memikirkan sesuatu jika barang mereka akan di rampas oleh para Knight.
"Apakah kalian yang menjatuhkan para Knight di sana?"
"Kami tidak mengetahui penyebabnya, tapi ketika kami melihat para penduduk desa sedang terancam dan kami hendak menyelamatkan kalian. Tiba tiba saja para Knight itu terjatuh tanpa kami melakukan apa apa..."
"Jika itu bukan kalian yang melumpuhkan mereka terus siapa ya, kami akan mendapat masalah jika kerajaan mencari tahu akan hal itu..."
"Hm, aku punya penawaran. Coba lihat ini..."
Wanita itu memberikan item sihir yang segera aktif dan menayangkan para penduduk desa yang sedang di peras oleh kerajaan.
"I-itu..."
"Alat sihir yang sangat mahal..."
"Dan itu menampilkan kita... Keren..."
Para penduduk lain yang melihat ke layar transparan tersebut mulai bergumam dan terdengar oleh si kepala desa.
"Jika pihak berwenang dari kerajaan menyelidiki kalian tentang hal ini, anda bisa memberikan rekaman ini kepada mereka. Dengan begitu, anda semua bisa aman tanpa tuduhan apapun. Dan juga sebagai ganti dari alat sihir ini, aku ingin kalian menjual barang barang yang kalian punya kepada kita."
"Ohh, kami sangat berterima kasih kepada kalian... Dengan adanya bukti tersebut, kita pasti akan baik baik saja..."
"Ya, bagaimana? Apakah kalian ingin menjual barang kalian kepada kami..."
"Tentu, kami sangat berterima kasih kepada kalian berdua... Masuklah ke rumah ku, kita akan bernegosiasi di sana..."
Kepala desa mulai mengundang pria dan wanita itu untuk berbisnis, dan dengan ini rencana mereka untuk menyabotase para supplai dari desa mulai berhasil.
Mereka tidak hanya melakukan hal itu kepada satu desa saja, melainkan dengan beberapa desa di sekitar perbatasan.
Dengan mengendalikan para Knight dengan cuci otak, mereka membuat para Knight untuk memeras para penduduk desa agar memiliki kesempatan untuk bernegosiasi.
Setelah di perjalanan kembali, pria dan wanita itu berjalan di jalan setapak dengan tenang dan tampa berbicara.
Mereka mulai merasakan kehadiran seseorang yang mengintai mereka, ketika mereka berjalan cukup jauh dari desa.
"Lucy." Bisik pria yang berjalan di belakang wanita yang bernama Lucy.
"Ya, Beelze..." Balas Lucy yang mendapat isyarat dari lelaki yang bernama Beelze.
Mereka berdua tiba tiba saja menghilang dari lokasi mereka berada.
Di atas pohon tempat keduanya berdiri, terdapat 10 orang yang sedang mengawasinya.
Mereka terdiri dari sepuluh orang inteligen salah satu perusahaan dagang yang merasa heran, karna desa desa sekitar kerajaan sudah tidak mengirim supplai lagi kepada mereka.
"Mereka menghilang..."
"Ya, dapat di konfirmasi. Bahwa mereka adalah orang yang sedang mencari masalah dengan perusahaan Barza family.
"Kalau begitu, kita harus segera melaporkannya kepada tuan Barza."
Ketika mereka hendak menggunakan alat komunikasi sihir, satu satu di antara kelompok mereka yang tersebut mulai berjatuhan ketanah.
"Oy... Kalian semua kenap-"
Crak...
Pria yang sedang memegang alat komunikasi itu terkejut karna pemimpin mereka tiba tiba saja kehilangan kepala di depan matanya.
"Jangan bergerak..."
Pria dengan postur tubuh tinggi yang mereka intai, segera muncul di belakangnya. dan mengucapkan perintah untuk tidak bergerak.
"Kalian..."
"Jangan bergerak atau mati... Jika kau masih memiliki keluarga, sebaiknya pikirkan ini baik baik... Atau kau akan mati sekarang seperti para rekan mu."
"Ck sialan, kita terpancing kah..." Pikirnya setelah mendengar peringatan dari laki laki tersebut.
"Baiklah tolong ampuni aku, aku memiliki satu istri dan 3 anak di rumah. Tolong jangan bunuh aku tuan..."
"Turuti segala macam perintahku jika kau tidak ingin ku bunuh..."
"Ba-baik tuan..."
Pria dengan suit itu lalu mengalungkan dia dengan kalung budak, agar bisa di kendalikan tanpa bisa mengkhianatinya.
"Sekarang beri laporan palsu kepada tuan mu sebelumnya."
Informasi adalah segalanya.
Untuk para orang yang sangat jenius sekalipun, mereka tidak akan bisa melakukan apapun tanpa informasi yang akurat.
Karena hal tersebut, informasi adalah sesuatu yang sangat berharga lebih dari pada uang.
"Ba-baik..."
Setelah dia menghubungi atasannya dengan informasi yang di berikan oleh pria yang mengancamnya, akhirnya dia di bebaskan dan di suruh pergi dari lokasi tersebut.
"Tapi tuan, kalung budak ini..."
"Aku akan membukanya untukmu, tenang saja..."
Setelah kalung budaknya di lepas, dia segera melarikan diri dari pria tersebut.
"Heh, dasar bodoh... Mau saja di tipu oleh musuh. Apakah dia memang tidak punya otak di dalam kepalanya."
Apa yang dikatakan oleh dia adalah palsu, mau itu mengenai keluarga ataupun laporan yang di kirim ke salah satu rekannya yang unit pendukung.
Karna alat komunikasi yang dia gunakan telah di sita oleh pria tadi, dia mengeluarkan lagi alat komunikasi yang lain di dalam cincin penyimpanannya.
(Roger roger, apakah kalian bisa mendengar... Segera kirim bala bantuan, seluruh unit pertama telah di bantai... Saya minta pergantian posisi dengan unit pendukung.)
(...)
Ucapannya tidak di jawab oleh unit pendukung.
(Jawab aku, Roger...)
(...)
Masih tidak menjawab, dia akhirnya menghampiri unit pendukung dengan sangat berhati hati.
Dia melihat kesekitar, dan tidak merasakan ada orang yang mengejarnya.
Setelah sampai di lokasi unit pendukung, yang dia lihat disana sama sekali bukan yang dia harapkan...
"Apa apaan ini."
Pondok kayu yang di gunakan untuk bersembunyi di dalam hutan mulai terlihat di warnai oleh cat merah, namun itu bukan lah cat yang merata melainkan bercak darah yang tersebar ke seluruh area lokasi tersebut.
"Yo, pak penguntit."
Sosok wanita dengan suit hitam seperti pria yang tadi dia temui mulai menampakan dirinya.
Wajah cantik dengan rambut pirang iris mata biru terlihat sangat menawan, apa lagi dengan body yang memikat semua orang. Sedikit terlihat di pipinya bercak darah yang membuatnya terlihat sangat menakutkan.
"Ka-kau..."
"Sepertinya kau telah bermain curang untuk saat ini ya... Hahaha, ya dari awalpun kami tidak terlalu percaya dengan kalian sih... Benarkan Beelze..."
Dia lalu merasakan kalau ada orang di belakangnya, dia adalah pria yang tadi mengancamnya.
"Bagaimana bisa... Padahal aku yakin tadi tidak ada seseorang yang mengikutiku..."
Dia mulai jatuh berlutut setelah mengetahui dirinya telah di tipu oleh pria tersebut, dia yang sudah menerima nasib nya selanjutnya hanya bisa menggigit racun yang telah di pasangkan di gigi geraham nya.
Seketika darah mengalir keluar dari mata,kuping,telinga dan mulutnya. Dia yang masih memegang teguh kesetiaannya kepada tuan lamanya rela mengakhiri hidupnya sendiri demi tidak membocorkan informasi tentang tuannya.
"Lucy, apakah sudah semua?"
"Ya, Beelze. Kita hanya perlu ke desa selanjutnya."
Setelah perbincangan singkat, mereka berdua menghilang dari tempat tersebut.
...****************...
...----------------...
Di tempat lain Markas Kamp Knight.
Terlihat seorang pria dengan suit yang sama dengan Beelze sedang bertarung dengan seorang pria yang mengenakan zirah artifak yang sangat kuat.
Sementara di sisi tempat lain di lokasi yang sama, terdapat seorang wanita yang telah berhasil mencuci otak para Knight tingkat rendah.
Di tempat lainnya, seorang wanita dengan suit yang sama sedang di kepung oleh para Knight tingkat tinggi.
Lewia adalah nama dari seorang wanita yang sedang bertarung dengan dengan beberapa Knight tingkat tinggi di dalam penghalang sihir.
"Yo, para tuan Knight. Cobalah untuk menghiburku daripada memikirkan cara untuk keluar dari tempat ini..."
Dengan siara memikat, wanita itu mulai berbicara kepada para Knight yang mencari cara untuk bisa keluar dari penghalang tersebut.
penghalang itu membentang tinggi dan mengitari seluruh wilayah kamp Knight kerajaan Freygard untuk menghentikan para Knight yang berada di dalamnya melarikan diri.
Pertarungan Lewia dengan para Knight tersebut tidak lagi di sebut pertarungan, melainkan hanya pembantaian sepihak darinya.
"Kalau begitu mari kita mulai..."
1 Detik setelah Lewia berkata demikian, 10 Knight yang hendak menghadapinya telah kehilangan kepala.
2 Detik setelahnya, 10 Knight lainnya mulai kehilangan kedua kakinya.
3 Detik kemudian, 10 dada kiri Knight yang masih terkejut setelah melihat rekannya mati mulai tertusuk oleh sesuatu yang seperti batang hitam.
"Hah, membosankan..." Gumam Lewia setelah menghabisi 30 Knight tingkat tinggi yang mengepungnya.
Lewia segera menggunakan telepati nya untuk mengobrol dengan wanita yang sedang mencuci otak para Knight tingkat rendah.
(Asdey, apakah kamu sudah selesai?)
Scene berpindah kepada seorang wanita bernama Asdey.
(Disini baik baik saja kok, aku sebenarnya ingin bermain dengan mereka sedikit lagi. Tapi.)
Asdey melihat para Knight yang sedang berpelukan satu sama lain karena Asdey yang memerintahkannya.
Asdey memiliki kekuatan seperti pesona, yang bisa menghipnotis orang orang yang memiliki tekad yang lemah.
Semakin orang tersebut meminta takut kepadanya, maka orang tersebut akan jatuh sangat dalam dengan efek hipnotis yang Asdey berikan.
Dan juga, tidak lah mudah untuk bisa lepas dari hipnotisnya Asdey. Bahkan tidak akan terdeteksi sebagai kekuatan sihir atau kekuatan ilahi, karna pesona yang dia miliki adalah pemberian dari pemimpinnya.
Darkness atau mungkin Klon Luna yang mentransplantasikan sepotong tentakelnya kedalam tubuh Asdey.
Karena tentakelnya bukanlah kekuatan ilahi atau pun kekuatan dari dunia ini, jadi kekuatannya tidak akan terdeteksi.
(Kalau kamu ingin mengkhawatirkan seseorang, lebih baik kau menghubungi Sata...)
Asdey mulai mengalihkan pembicaraannya kepada Sata, seseorang yang sedang menghadapi penguasa kamp Knight ini.
(Kalau Sata aku yakin dia pasti sudah membereskan pemimpin Knight ini... Ya itu sih yang ingin aku katakan, tapi dia sepertinya masih bermain main dengan pemimpin musuh itu, huh dasar kekanak-kanakan.)
Lewia yang mengetahui sifat Sata yang sebenarnya, langsung membayangkan sesuatu yang sangat keji yang sedang di hadapi oleh lawannya.
Scene berpindah ke tempat Sata yang sedang berjongkok dan memegang sesuatu dengan tangan kirinya, di tangan kanannya terdapat pisau yang terbuat dari slime.
Dia lalu mengeleti benda yang dia pegang dengan pisau tersebut, namun yang dia pegang bukan lah sebuah benda.
"Aaaaarrrggghh... Tolong... Bunuh aku saja... Tolongg...."
Jeritan seseorang terdengar kesekitar area pertarungan, itu adalah jeritan keputusasaan yang ingin segera musuh menghabisinya langsung.
Penguasa/pemimpin Kamp Knight itu, menangis dengan air mata yang sangat deras setelah merasakan apa yang telah di lakukan oleh lawannya.
"Diam lah... Ini hanyalah sebagian dari pemanfaatan, jadi kamu seharusnya lebih bersyukur."
Orang yang berbicara tersebut adalah Sata yang menjadi lawannya, terlihat Sata yang sedang tersenyum sembari mengeleti kulit tangan dari Knight.
Knight tersebut telah di dibuat telanjang bulat, namun masih memakai helm zirahnya serta kedua tangan dan kaki nya di ikat membentang.
Kulit bagian bawah tubuh Knight itu sudah di kupas dengan bersih, tanpa darah yang mengalir secara berlebihan.
Sata telah sangat terampil mengupas kulit manusia setelah dia sering melakukannya ketika di masa pelatihannya.
"Tolong... Ampuni aku... Arghh... Perih perih..."
"Hah, jika kau berteriak seperti itu. Malah akan tambah menyakitkan... Kau tahu itu... Diamlah dan tutup matamu, apakah kau ingin aku memberikan sihir anti rasa sakit? Tapi sayangnya aku tidak memiliki sihir itu."
Penyiksaan kejam tersebut terus berlanjut hingga penguasa Knight itu mati karna Syok, setelah Sata telah sampai mengupas sampai lehernya.
Lokasi di kamp tentara tersebut sangatlah mengenaskan dari pada di tempat penyiksaan manapun.
...****************...
...----------------...
Di tempat lain, ruang tahta Pulau terbang Nysa.
Darkness/Klon Luna sedang duduk di atas tahta tertinggi yang dulunya adalah milik Raja Naga.
Tahta yang awalnya memiliki karakteristik seperti Naga sekarang telah di ubah menjadi lebih mewah dari sebelumnya.
Di kedua pegangan lenganya terdapat bentuk kepala naga yang terlihat hidup dan ekornya yang melingkar ke seluruh penyangganya, namun di belakang tahta tersebut terdapat seperti duri duri es besar dan menjulang panjang berwarna hitam.
Itu di buat untuk menyandarkan tentakelnya agar bisa bergerak dengan bebas, ketika ada serangan tiba tiba yang melesat ke arahnya.
Di bawah anak tangga tahta tersebut, terdapat tiga bawahannya yang sedang berlutut di hadapannya.
Disisi kanan ada Rafael dengan gaun hitam yang terlihat sangat elegan, di sisi kirinya ada Ba'al yang mengenakan pakaian jas hitam modern dan kemeja putih serta celana hitam panjang.
Di tengah mereka berdua terdapat Raja Naga dengan bentuk manusia, yang memakai mantel putih dengan telanjang dada celana levis pendek yang di produksi dengan pengetahuan Luna di kehidupan sebelumnya.
Mereka membungkuk dan menundukan kepadanya, tanda hormat tertinggi yang mereka berikan kepada pemimpin tertingginya.
"Angkatlah kepala kalian."
Ketiganya mulai mengangkat kepala mereka dengan sangat kompak dan terlihat rapih dari atas tahta.
"Untuk kata pertama, aku ucapkan terima kasih kalian bertiga sudah datang."
"Tolong jangan berterima kasih kepada kami Yang mulia. Kami semua hanyalah bawahan setia anda, yang telah mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan anda. Pemimpin tertinggi kami. Saya mohon agar anda tidak perlu sungkan kepada kami untuk memberi perintah anda." Balas mantan raja Naga Alain yang memimpin keduanya.
Karna Darkness telah mengkonfirmasi kalau Alain adalah yang terkuat dan tercerdas untuk memimpin, dia memberikan dia julukan sebagai pengawas sekaligus tangan kanannya.
Kelihatannya kedua orang yang berada di samping Alain tidak berniat menolak jawaban yang di berikan olehnya. Dia benar-benar layak sebagai menjadi komandan para mereka, begitulah menurut Darkness.
"Selama Anda memberi perintah, kami akan bersumpah untuk menjalankannya dengan sekuat tenaga kami. Tidak akan perduli seberat apapun perintah itu.
"Kami bersumpah..."
""Kami juga bersumpah!""
Mengikuti suara Alain, Rafael dan Ba'al mulai bersumpah juga dengan suara menggema dengan sangat kompak.
Suara mereka semua penuh dengan tekad dan
aura kuat, Darkness yang melihat mereka sedikit terkejut dengan jawaban yang dia terima dari mereka bertiga.
Senyum Darkness sedikit bocor setelah melihat tingkah laku mereka.
Pupil mata merahnya bersinar dengan terang, dia lalu menutup senyumnya dengan kipas hitam dan dia mengeluarkan ucapan layaknya seorang penguasa.
"Aku sedikit terharu dengan apresiasi kalian, sebagai pemimpin kalian. Aku tahu kalian akan mengerti tujuanku dan melaksanakan perintahku dengan hasil yang memuaskan. Mungkin ada beberapa yang sulit dimengerti, tapi aku harap kalian akan lebih memperhatikan dan
mendengarkan perintahku dengan sangat teliti lagi."
Mereka bertiga tersenyum setelah mendengar ucapan pujian dari Darkness.
"Yang pertama adalah Ba'al..."
Darkness segera memanggil Ba'al, dan dia segera berdiri dengan gagah.
"Ya, Yang mulia..."
"Aku ingin kau menemui seseorang di Kota tanpa hukum, dia adalah diriku yang telah tinggal di sana dan menjadi salah satu dari 4 Kaisar."
"Ya, Yang mulia..."
"Hm, setelah kau bertemu dengannya. Kau akan di beri intruksi olehnya untuk menjadi kaki tangannya. Persiapkan dirimu untuk mematuhinya dengan sumpah yang telah kau berikan kepadaku..."
"Saya mengerti Yang mulia."
"Yang kedua adalah Rafael."
"Ya, Yang mulia."
"Kau juga akan pergi untuk menemui seseorang di kota tanpa hukum, orang tersebut bernama Umbrella. Disana kau akan membawa beberapa orang telah dilatih untuk menjadi pekerja, dan akan menerima perintah dari diriku yang lain."
"Ya, Yang mulia."
"Terakhir adalah, Alain..."
Sama seperti keduanya, dia berdiri tegak untuk menerima perintah dari Darkness.
"Aku ingin kau mengirim supplai yang telah di kembangkan di tanah ini kepada mereka berdua, tolong pisahkan mana itu yang untuk di jual dan yang untuk di konsumsi oleh para pekerja."
"Ya, Yang mulia."
"Itu saja, sekarang pergilah dan laksanakan perintah dariku..."
"""Siap..."""
Serempak mereka menjawab, serempak mereka menghilang dari ruang tahta, menyisakan Darkness sendirian yang masih terduduk.
Dia lalu tersenyum senang di balik kipas lipatnya, karna rencana balas dendamnya itu telah mencapai tahap menjalanankan.
badan cewek tapi jiwa 🤭
masa lanjut enggak kak 😣