NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Perampokan Terang-terangan di Balai Lelang

​"Dua puluh ribu Batu Roh Menengah!" teriak seorang pria gemuk berjubah sutra dari barisan depan.

​"Dua puluh lima ribu!" sahut seorang wanita bertopeng dari sisi kanan.

​Suasana di dalam Balai Lelang Pasar Gelap semakin memanas. Esensi Sumsum Naga Bumi adalah harta langka yang sangat didambakan oleh para kultivator bela diri yang fokus pada kekuatan fisik. Bagi mereka, sebotol esensi itu adalah kunci untuk memiliki tubuh yang kebal terhadap senjata spiritual tingkat menengah.

​"Tiga puluh ribu Batu Roh Menengah!"

​Sebuah suara serak dan penuh tekanan menggelegar dari balkon VIP di lantai dua balai lelang. Aura tahap Inti Emas Awal memancar dari balkon tersebut, seketika membungkam seluruh penawar lainnya.

​Dari balik tirai bambu balkon, melangkah keluar seorang pria tua kurus kering dengan jubah merah pekat. Wajahnya dipenuhi kerutan, namun matanya memancarkan kekejaman seorang pembunuh berdarah dingin.

​"Itu Tetua Gui dari Sekte Darah Kemerahan!" bisik seorang kultivator di tribun dengan wajah pucat.

"Sialan, jika Sekte Darah Kemerahan yang turun tangan, siapa yang berani menawar lebih tinggi? Di kota ini, menyinggung mereka sama saja dengan memesan peti mati."

​Juru lelang di atas panggung tersenyum puas sambil mengusap keringat di dahinya. "Tiga puluh ribu Batu Roh Menengah dari Tetua Gui! Apakah ada yang ingin menawar lebih tinggi? Tiga... dua... satu! Terjual!"

​Palunya diketuk keras.

​Tetua Gui tertawa serak dari balkonnya. "Kemas Esensi Sumsum Naga itu dengan baik. Master Sekte kami akan sangat senang menggunakannya untuk menembus batas fisiknya malam ini."

​"Tentu, Tetua Gui! Kami akan segera..."

​Prok. Prok. Prok.

​Suara tepuk tangan yang lambat, menggema jernih, dan penuh nada ejekan tiba-tiba memotong perkataan juru lelang. Suara itu tidak keras, namun entah bagaimana menembus hiruk pikuk balai lelang, membuat semua orang menoleh ke arah sumbernya.

​Di ambang pintu masuk utama, seorang pemuda berjubah hitam polos dengan caping bambu yang menutupi wajahnya melangkah perlahan menyusuri lorong tengah.

​"Tiga puluh ribu Batu Roh Menengah... sungguh harga yang murah hati," suara pemuda itu terdengar datar dan dingin. Ia berhenti tepat di tengah-tengah lorong, menatap lurus ke arah panggung lelang. "Tolong bungkuskan Esensi Sumsum Naga Bumi itu, dan sekalian masukkan Peta Alam Rahasia yang akan kau lelang berikutnya. Aku akan mengambil semuanya."

​Hening sejenak menyelimuti aula raksasa tersebut. Sedetik kemudian, tawa ejekan meledak dari beberapa kultivator.

​"Siapa orang gila ini? Berani merampok pelelangan Sekte Darah Kemerahan?"

"Dia bahkan menyembunyikan wajahnya! Pasti kultivator miskin yang kehilangan akal sehat karena terlalu banyak menelan pil ilusi!"

​Di atas panggung, wajah juru lelang itu menggelap. "Penjaga! Patahkan kaki dan tangannya, lalu buang dia ke lubang buaya beracun! Beraninya dia mengacau di Pasar Gelap!"

​Lebih dari belasan penjaga bertopeng berpakaian zirah hitam melompat dari berbagai penjuru ruangan. Mereka semua adalah ahli di tahap Pondasi Bumi Menengah hingga Akhir. Mereka menerjang Lin Tian layaknya kawanan serigala buas, menodongkan tombak dan golok yang memancarkan Qi mematikan.

​Di balkon VIP, Tetua Gui mendengus meremehkan. Ia bahkan tidak repot-repot berdiri untuk melihat.

​Namun, di lorong bawah, Lin Tian bahkan tidak mengubah postur berdirinya. Ia tetap membiarkan tangannya beristirahat santai di balik jubahnya.

​"Kalian terlalu berisik," gumam Lin Tian.

​Seketika, pusaran Inti Kehampaan di Dantiannya berputar. Lin Tian melepaskan sebagian dari tekanan spiritual tahap Inti Emas Awal-nya, namun tidak membiarkannya menyebar ke segala arah. Ia memfokuskan tekanan itu layaknya pilar beton kasat mata yang menghantam tepat ke atas kepala belasan penjaga yang sedang melayang di udara.

​BOOOM!

​"AAARRRGGHH!"

​Belasan penjaga itu menjerit histeris. Tubuh mereka seolah dihantam oleh gunung raksasa. Mereka terhempas dari udara dan menghantam lantai batu balai lelang dengan kekuatan yang menghancurkan ubin-ubin granit hingga menjadi pasir. Tulang-tulang mereka patah seketika, dan mereka memuntahkan darah segar sebelum jatuh pingsan tak berdaya.

​Hanya dengan melepaskan tekanan Qi-nya, belasan ahli Pondasi Bumi dilumpuhkan!

​Tawa ejekan di tribun penonton berhenti seketika, digantikan oleh hela napas ngeri.

​"I-Inti Emas! Dia seorang ahli Inti Emas!" jerit salah satu pengunjung.

​Di balkon VIP, mata keruh Tetua Gui langsung membelalak. Ia menendang hancur pagar balkon dan melompat turun ke lantai utama, mendarat dengan keras di depan panggung lelang untuk melindungi barang dagangannya.

​"Siapa kau?!" bentak Tetua Gui. Hawa membunuh berwarna merah pekat meledak dari tubuhnya, membentuk proyeksi tengkorak darah raksasa di udara. "Meskipun kau seorang Inti Emas, ini adalah wilayah Sekte Darah Kemerahan! Jika kau tidak segera berlutut dan memotong tanganmu sendiri, Master Sekte kami akan mencabik-cabik jiwamu!"

​Lin Tian tidak menjawab. Ia perlahan mengangkat kepalanya, membiarkan caping bambunya sedikit terangkat, menampakkan bibirnya yang menyeringai sinis.

​"Mengapa anjing-anjing sekte ini selalu memiliki kalimat ancaman yang sama?" Lin Tian melangkah maju dengan santai.

​"Kau mencari mati! Cakar Hantu Pembelah Darah!"

​Tetua Gui merapal segel dengan cepat. Qi darah miliknya memadat menjadi lima cakar raksasa tajam yang melesat membelah udara, mengincar jantung, leher, dan mata Lin Tian. Serangan ini adalah teknik andalan yang telah merenggut nyawa puluhan kultivator di masa lalu.

​Lin Tian tidak menggunakan Sayap Pengoyak Ruang, dan ia tidak mencabut Logam Hitam Tanpa Nama-nya. Menghadapi Inti Emas Awal dari sekte pinggiran ini, kekuatan fisiknya saja sudah lebih dari cukup.

​Ia mengepalkan tinju kanannya. Energi hitam keunguan melapisi buku-buku jarinya.

​Tiga Langkah Hantu Kehampaan!

​Sosok Lin Tian menghilang, meninggalkan sisa bayangan yang langsung terkoyak oleh cakar hantu Tetua Gui.

​Mata Tetua Gui kehilangan fokusnya. Kecepatan apa ini?! instingnya menjerit. Ia buru-buru memutar Qi darahnya untuk membentuk perisai absolut di sekeliling tubuhnya.

​"Terlalu lambat," bisikan dingin terdengar tepat di telinga kirinya.

​BAM!

​Tinju Lin Tian menghantam perisai darah Tetua Gui. Perisai yang seharusnya mampu menahan serangan meriam spiritual itu pecah berkeping-keping seperti kaca tipis yang dipukul dengan palu baja. Tinju Lin Tian terus melaju tanpa hambatan dan bersarang telak di dada pria tua itu.

​KRAAAK!

​Dada Tetua Gui melesak ke dalam dengan bunyi retakan yang membuat ngilu seluruh penonton. Jantungnya hancur berkeping-keping oleh tenaga fisik murni tingkat Inti Emas Menengah yang disalurkan Lin Tian.

​"Ukh..." Tetua Gui memuntahkan darah hitam dari mulutnya, matanya membelalak dipenuhi ketidakpercayaan absolut. Bagaimana mungkin ia mati hanya dengan satu pukulan fisik?

​Lin Tian menarik tinjunya, membiarkan mayat Tetua Gui jatuh berdebum ke lantai.

​Hening kembali menguasai Balai Lelang. Ribuan kultivator liar dan pemburu bayaran kini gemetar ketakutan, meringkuk di kursi mereka. Tetua Gui, salah satu penguasa Kota Naga Jatuh, tewas dalam satu tarikan napas!

​Lin Tian melangkah menaiki tangga panggung lelang. Juru lelang tua itu jatuh terduduk, mengompol di celananya, menatap Lin Tian seolah melihat dewa kematian.

​"K-Ku...kumohon... jangan bunuh aku," rintih juru lelang itu.

​Lin Tian mengabaikannya. Ia berjalan ke meja pajangan, mengambil kotak kristal berisi Esensi Sumsum Naga Bumi, lalu membuka gulungan Peta Alam Rahasia Kuno di sebelahnya. Setelah memastikan keaslian keduanya, ia menyimpannya ke dalam Cincin Penyimpanannya dengan santai.

​"Panen yang bagus," gumam Lin Tian. Ia berbalik, bersiap meninggalkan balai lelang.

​Namun, tepat saat ia menuruni panggung, seluruh gua bawah tanah tiba-tiba berguncang hebat. Lampu-lampu kristal berkedip liar, dan suhu ruangan anjlok secara drastis, digantikan oleh hawa anyir darah yang luar biasa pekat hingga membuat orang mual.

​Tekanan spiritual yang sangat masif menyapu ke dalam Balai Lelang, jauh melampaui kekuatan Tetua Gui. Ini adalah aura tahap Inti Emas Menengah!

​"SIAPA YANG BERANI MEMBUNUH ORANG-ORANGKU DI KOTAKU?!"

​Sebuah auman yang bercampur dengan Qi darah menggema, membuat telinga para pengunjung berdarah. Atap balai lelang hancur berantakan. Sesosok pria paruh baya bertubuh kekar, mengenakan jubah merah darah yang mewah, turun dari langit-langit gua dan mendarat tepat di lorong utama, menghalangi jalan keluar Lin Tian.

​Pria itu adalah Xue Kuangren, Master Sekte Darah Kemerahan, dan ayah dari pemuda pucat yang dibunuh Lin Tian di kedai sebelumnya.

​Mata Xue Kuangren merah menyala karena amarah. Ia melihat mayat Tetua Gui di bawah panggung, lalu menatap Lin Tian dengan niat membunuh yang bisa membekukan air.

​"Kau..." Xue Kuangren menggeram, matanya tiba-tiba menangkap sebuah detail. Di pinggang Lin Tian, tergantung sebuah kantong penyimpanan yang sangat ia kenali—itu adalah milik putranya!

​"Cincin itu... di mana putraku?!" raung Xue Kuangren, urat-urat di lehernya menonjol hingga nyaris meledak.

​Lin Tian berhenti melangkah. Ia memiringkan kepalanya sedikit, menatap Xue Kuangren dari balik caping bambunya. Alih-alih takut menghadapi amarah penguasa kota, Lin Tian justru tertawa pelan.

​Ia melemparkan sebuah cincin batu giok bernoda darah ke arah kaki Xue Kuangren.

​"Putramu? Dia terlalu berisik saat aku sedang minum," jawab Lin Tian dengan nada bosan. "Jadi aku mengirimnya ke neraka lebih dulu agar dia bisa menyiapkan tempat untuk ayahnya menyusul malam ini."

​Melihat cincin giok putranya, kewarasan Xue Kuangren putus seketika. Kesedihan dan kemarahan meledak menjadi badai Qi darah yang menyapu seluruh kursi di barisan depan hingga hancur berkeping-keping.

​"AKU AKAN MEMBAKAR JIWAMU DAN MEMAKAN DAGINGMU MENTAH-MENTAH!"

​Xue Kuangren melesat maju, kecepatannya meninggalkan bayangan merah di udara. Sepasang sarung tangan berduri yang memancarkan cahaya darah pekat muncul di tangannya—senjata spiritual tingkat tinggi!

​Menghadapi seorang ahli Inti Emas Menengah yang mengamuk, Lin Tian tidak lagi meremehkan lawannya. Lawan ini satu tingkat di atas Lu Changkong.

​"Akhirnya, ada sedikit hiburan di kota membosankan ini," bisik Lin Tian.

​Tangan kanannya bergerak ke balik bahunya.

​SRING!.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz
hadad fernandez khan
lanjut tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!