Binar Ayudhisa Daneswara harus terpisah dengan kekasih nya Kenzie Janardana, sepasang kekasih saling mencintai itu harus menjalani LDR karena Kenzie harus mengambil S2 di luar negeri.
Binar tidak tau jika kepergian Kenzie bersama dengan sahabatnya Mozza yang diam-diam mencintai Kenzie dan selalu merasa tau tentang Kenzie kebiasaannya dan hobbynya.
Di karenakan kesibukan mereka perpisahan yang seharusnya masih bisa membuat hubungan mereka tetap terjalin akhirnya tidak pernah kontak lagi, mereka terpisah oleh jarak dan waktu.
Malam sebelum mereka berpisah Binar telah menyerahkan miliknya yang berharga ke Kenzie kekasihnya itu.
Bagaimana kisah cinta segitiga Binar-Kenzie-Mozza.. yuk ikuti ceritanya..
Salam,
ariista
🩷
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjelang Pindah Rumah Baru
Kenzie pulang segera ke rumahnya ia sudah tak sabar berjumpa dengan istri dan putranya. Mereka akan mulai pindah besok. Malam ini semua barang Binar dan Kenbie akan di bawa ke rumah baru.
Kenzie sudah sampai di apartemen Binar ia tidak sabar mau menyampaikan berita pertemuannya tadi dengan Richard. Kenzie masuk ke dalam apartemen yang sudah diberikan pasword akses masuk apartemen oleh Binar.
Kenzie melihat istri dan anaknya sedang bersenda gurau, baby sitter Kenbie tidak kelihatan.
"Assalamu'alaikum sayang,"
"Waalaikumsalam ayah,"
"Ayah mandi dulu ya baru nanti main sama baby K,"
"Iya ayah,"
Kenzie berjalan ke kamar untuk mandi. Selesai mandi Kenzie menghampiri istri dan anaknya di ruang tengah.
"Sini Kenbie sama ayah," Kenzie mengangkat tubuh Kenbie dari gendongan istrinya. Kenbie tertawa diajak bermain oleh ayahnya.
"Gimana Yah? Udah ketemu Pak Richard?"
"Udah Bund, ayah udah bicara ke Richard kalo kita udah menikah, dianya kaget, pak Richard juga banyak cerita tentang bunda,"
"Oh ya? Cerita apa?"
"Cerita tentang bunda semuanya, bunda belum cerita ke ayah tapi ayah sudah mendengarkan semuanya dari Richard,"
"Iya Ayah, apa ayah ingin bunda cerita lagi ke ayah?"
"Ya, ayah pingin denger cerita versi bunda seperti apa,"
"Baiklah bunda akan cerita nanti malam aja, sekarang bunda mau kasih susu dulu ke Kenbie udah haus dia,"
Karena di rumah Binar masih memberi ASI langsung ke putranya.
Kenzie memberikan putranya ke istrinya. Binar memberikan asi eksklusifnya ke putranya.
Kenzie yang melihat dada istrinya menelan salivanya. Ia juga baru sekali aja melakukan kewajiban suami isteri saat habis menikah.
"Bund, jadi pingin,"
"Ihh apaan ayah ini,"
"Nanti malam ya,"
"Malam mo packing barang loh yah,"
"Setelah itu bund, katanya bunda mau cerita nanti malam,"
"Iya liatlah nanti malam ya,"
Baby K selesai meminum ASI bundanya. Kenzie kembali mengambil putranya dari istrinya.
Waktu sudah menjelang senja, Kenzie dan Binar masuk ke kamarnya sebelum makan malam. Mereka menjalankan ibadah sebelum makan malam si kecil Binar minta Ninih pegang sebentar.
Selesai ibadah Kenzie mendekati istrinya.
"Bund, gak bisa sekarang?"
"Mau makan malam loh Yah,"
"Tapi ini gimana?" Kenzie menurunkan pandangannya ke bawah di balik celana yang sudah menggembung, Binar pun mengikuti arah pandangan suaminya.
"Ya ampun ayah, kenapa jadi mesum gitu,"
"Sebentar aja,"
Kenzie tak bisa lagi menahannya, ia memeluk tubuh istrinya, dan mencium istrinya, mau tak mau Binar pun jadi terpancing dengan gairah suaminya.
Mereka melakukannya tidak lama, karena akan makan malam, terpaksa mereka mandi lagi dan melakukan sekali lagi di kamar mandi.
Selesai mandi wajah Kenzie sumringah, ia mendapatkan vitamin istimewa dari istrinya.
"Terimakasih bunda, you make me crazy,"
Binar merotasikan matanya. Mereka berdua keluar kamar dan akan makan malam.
Makan malam sudah di siapkan oleh Binar dan Nini sebelum suaminya pulang tadi.
Binar menuju ke kamar Nini melihat putranya.
"Lagi apa Kenbie sayang?"
"Ini lagi asyik main bunda," jawab Nini yang sedang mengajak Kenbie bermain.
"Ayo makan Ni, biar Kenbie kakak pegang sambil makan,"
"Nini nanti aja kak, kakak duluan aja sama ayah Kenbie,"
"Ya sudah kakak makan malam dulu ya," Binar mencium pipi putranya yang sedang mengoceh.
Kenzie dan Binar makan malam berdua sambil berbincang ringan tentang besok mereka akan pindah.
Kenzie juga akan memberitahukan ke istrinya jika tunangannya ada di kota ini bersama papanya menyusul dirinya di kota ini.
"Bund, ini ayah mau sampaikan ke bunda, tapi bunda jangan marah ya,"
"Tentang apa Yah?"
"Janji gak marah ya?"
"Iya janji,"
Kenzie terdiam sejenak memikirkan kata-kata yang tepat untuk di sampaikan ke istrinya.
"Bund, Clara tunangan ayah tadi pagi sebelum ayah rapat ada datang ke kantor menemui ayah,"
Binar mengernyitkan alisnya.
"Terus?"
"Ayah suruh keluar, ayah mau rapat ia ingin dekati ayah tapi ayah larang,"
"Kenapa?"
"Ya ayah kan gak gitu kenal dengan Clara bund, ayah gak mau dia dekati ayah,"
"Tapi dia tunangan ayah,"
"Ayah akan memutuskannya ayah sudah kasih tau papa, papa katanya tau apa yang sudah ayah lakukan berarti papa tau kita sudah menikah, ayah harap kau berhati-hati bund jaga Kenbie jangan lengah, kita gak tau apa yang akan papa JD lakukan, ayah tau papa seperti apa,"
Binar terus mengamati ucapan suaminya.
"Jadi bunda harus gimana yah?"
"Kalo sampe papa temui kamu, kamu katakan saja apa yang kamu rasakan, orang tua kita tidak akur, ayah takut papa nanti berbuat sesuatu sama bunda dan Kenbie, ayah akan meminta pengawal menjaga dan mengawasi kalian kalo ayah gak di rumah,"
"Baiklah ayah, bunda mengerti,"
Sepasang suami-istri istri itu melanjutkan makan malam mereka yang terjeda karena penjelasan dari Kenzie.
Kenzie was-was dengan papa juga tunangannya, mereka bukan orang-orang yang gampang menyerah jika keinginannya tidak tercapai.
Begitu juga dengan Binar, ia takut mertuanya akan membawa putranya dan memisahkannya dengan dirinya.
Makan malam selesai. Kenzie ke ruang tengah, Binar ke kamar Nini melihat putranya. Ternyata Kenbie sudah tertidur di kamar Nini.
"Udah tidur ya Kenbie?"
"Sudah Kak,"
"Ya sudah kamu makan dulu kakak pindahkan dulu Kenbie ke kamar kakak,"
"Iya Kak,"
Binar mengangkat Kenbie dan membawanya ke kamar meletakkannya di box baby. Kenzie yang melihat istrinya membawa Kenbie ke kamar beranjak dari ruang tengah dan ikut masuk ke kamar.
Dilihatnya istrinya sedang meletakkan putranya ke box. Kenzie berdiri di samping Binar. Binar selesai meletakkan Kenbie di box.
Kenzie meraih pinggang istrinya dan mencium puncak kepala istrinya.
"Mau cerita sekarang?"
"Boleh, kita ke duduk di balkon aja ya yah,"
"As you wish, my wife,"
Binar membuka pintu balkon kamar, Kenzie membawa minuman yang diambilnya dari mini coolcase di dalam kamarnya.
Sepasang suami-istri itu duduk berdampingan, memandang langit malam yang tampak cerah dengan rasi bintang yang tampak jelas di langit berkelap kelip.
Binar mulai menceritakan semua saat awal ia melihat kekasihnya berangkulan mesra dengan seorang wanita cantik.
Semua Binar ceritakan tak ada yang ketinggalan sama seperti yang diceritakan Richard ke Kenzie.
"Sayang, maafkan ayah, ayah sama sekali gak tau bunda ke bandara padahal saat itu ayah sempat melihat sosok seperti bunda, hanya saja ayah merasa tak mungkin bunda ke bandara, ternyata ayah salah, sepintas yang ayah lihat itu bunda," Kenzie mengeratkan pelukan tangannya di pinggang istrinya.
"Lalu yah apa kabar wanita itu yang merangkul ayah, siapa namanya?"
"Ohh Mozza, ayah gak tau sekarang di mana mungkin udah pulang ke kota A, sejak dirinya tau ayah ditunangkan dengan Clara dianya marah gak mau temui ayah lagi,"
"Oh ya? Bagaimana kalo tiba-tiba ia datang menemui ayah? Apa ia akan mesra-mesraan lagi dengan ayah?" Binar melepaskan tangan suaminya di pinggangnya, tiba-tiba saja ia kesal jika mengingat wanita itu.
"Loh, kok bunda jadi marah? Ya gak mungkinlah ayah mau di gantengnya lagi, ayah tuh gak suka di gandeng sama dia, dianya aja yang minta nempel terus ke ayah,"
"Tau ah, bunda ngantuk mo tidur," Binar beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamar.
"Loh, loh, bunda kok malah kabur, yang mancing tentang Mozza siapa yang merajuk siapa, haddehh, wanita memang sulit di pahami," Kenzie bicara sendiri sambil berjalan menyusul istrinya.
Binar sudah berbaring di atas tempat tidur, Kenzie ikut juga, di raihnnya tubuh istrinya yang membelakanginya. Dipeluknya erat.
"Kata orang having s*x kalo habis marahan seru loh bund," bisik Kenzie di telinga istrinya sambil menggigit cuping telinga istrinya.
Di dalam pelukan suaminya yang di punggung gunginya Binar tersenyum. Suami selalu bisa membuatnya up n down perasaannya.
emang murahan sih gituan sebelum nikah.. wajar menderita itu karma..
paling ha suka cerita ceweknya gampangan laki2nya pecundang dan cemen.. gimana bisa bertanggung jawab sama keluarga bertanggung jawab sama keputusan sendiri jg ga bisa.. jd males bacanya
maaf thor