Rahim Bayaran Sang CEO
Clarisa, seorang gadis desa yang berhasil merubah hidupnya dengan menjadi sekertaris di perusahaan besar.
Interaksinya dengan sang pemilik perusahaan membuat butiran cinta mulai tumbuh dihatinya.
Rasa cintanya mengantarkannya ke sebuah kegilaan dengan menerima tawaran sang CEO untuk menjadi istri kontrak sekaligus rahim bayaran.
Mampukah Clarisa meluluhkan hati sang CEO?
Apakah rencana tersembunyi Clarisa akan berhasil?
yuk simak novel ini!
Nb: dilarang plagiat!! apabila ada kesamaan nama tokoh, mungkin hanya kebetulan semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Sakit
Enggak kak, beneran deh"
"Cih, menyusahkanku saja"
"Maaf" Risa menunduk.
"Kemari kau"
Risa hanya menatap suaminya tanpa berani mendekat.
"Cepat!" Bentaknya membuat mau tidak mau Risa mendekat.
"Layani aku lagi"
"Kak, aku capek. Besok aja ya" tawar Risa.
"Nggak!"
"Tapi,,"
"Cepat!"
Akhirnya Risa menurut
Dev menarik Risa ke kamar milik Risa sendiri.
Wanita itu segera memenuhi permintaan suaminya.
"Kak, udah aku udah nggak kuat" ucapnya lirih merasa tubuhnya sudah lemas.
"Hey bangun!" Bentaknya melihat istrinya sudah tak sadarkan diri.
"Sialan" batinnya.
Pria itu meninggalkan begitu saja Risa di kamar wanita itu.
Pagi hari,
Suasana pagi nampak hening,
"Apa dia belum bangun juga?" batin Dev bertanya tanya.
Hanya Dev yang duduk dimeja mekan sedang mengolesi selai ke rotinya.
Ting tong
"Siapa lagi pagi pagi begini" gerutunya kesal.
Ceklek
"Mama?" Dev kaget melihat kedatangan mamanya.
"Mama kenapa kok tiba tiba dateng?" Tanya nya.
"Baru juga dateng udah ditanya tanya. Minimal suruh masuk dulu"
"Tapi..."
Dev dibuat tak bisa berkata kata ketika mamanya menerobos masuk begitu saja.
"Risa mana?"
"Emmmm Risa..." Dev tidak bisa menjawab pertanyaan mamanya.
"Kok diem? Risa mana?" Tanya nya lagi.
"Emm Risa masih tidur ma"
"Jam segini masih tidur?" Mama Dina menaikan sebelah alisnya.
"Emm, iya. Semalem kecapekan jalan jalan sama Vina"
"Masak cuma capek jalan jalan?" Tanya mama Dina karna tau Risa tak selemah itu.
"I iya, katanya agak meriang juga" Dev mencari alasan.
"Apa?! Meriang? Mana istrimu biar mama lihat"
"Enggak kok ma, udah enakan cuma kurang istirahat aja" Dev berusaha mencegah mamanya yang akan membuka kamar bawah.
"Mama curiga sama gerak gerik kamu. Jangan jangan Risa kamu apa apain"
Ceklek
Mama Dina dibuat terkejut melihat menantunya berbaring dengan selimut menutupi dada dengan wajah yang pucat.
"Dev, kamu apain istrimu hah?!" Mama Dina kaget.
Mama Dina langsung mendekati Risa.
Paruh baya itu menyentuh dahi menantunya.
"Istrimu demam tinggi gini dan kamu nggak tau?!" Geramnya.
Mama Dina semakin kaget melihat menantunya tanpa busana.
Plakk
Mama Dina menampar keras pipi putranya itu.
"Cepet pakein Risa baju, bawa kerumah sakit sekarang!" Titahnya.
Mama Dina segera keluar dari kamar itu.
"Arghh sialan!" Umpat Dev melihat wajah pucat istrinya.
Setelah selesai, Dev hendak mengangkat tubuh istrinya.
"Kak Dev" lirihnya pelan.
Risa mengerjapkan matanya pelan pelan.
"Ris, bangun" Dev menepuk nepuk pelan wajah pucat itu.
"Minum ya?" Tawarnya membuat Risa mengangguk.
Dev segera keluar dari kamar untuk mengambilkan istrinya air.
"Mana istrimu!" Bentak mama Dina melihat putranya keluar tanpa membawa Risa.
"Mama tunggu dulu disini" Dev berlari ke dapur mengambil air putih lalu kembali ke kamar.
Mama Dina ikut masuk kedalam kamar itu melihat menantunya sudah tersadar.
"Minum pelan pelan" Dev membantu istrinya minum.
"Sudah, sebaiknya kerumah sakit sekarang" usul mama Dina.
"Nggak usah ma, Risa nggak papa kok" ucap Risa menenangkan mama mertuanya.
"Tidak apa apa bagaimana, wajahmu saja pucat demammu juga tinggi"
"nggakpapa ma, ini paling cuma efek kecapean"
"Nggak, kita kerumah sakit sekarang"
Akhirnya mau tidak mau Dev mengangkat istrinya dan segera membawanya ke basement.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya sampai di rumah sakit.
Risa langsung ditangani dan dokter memutuskan agar Risa dirawat selama beberapa hari kedepan.
Papa Adit menyusul kerumah skait setelah dikabari snag istri.
"Kamu keterlaluan Dev, suami macam apa kamu ini" marah papa adit.
"Oke, mulai besok kamu harus tinggal dirumah utama"
"Tapi pa.."
semangat KA..