Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Tatiana sudah keluar dari ruangan divisi keuangan itu. Dia tidak mau sampai orang kantor melihat dia dan Brandon bertengkar. Tapi pria itu tetap saja mengejarnya dan menahan tangan Tatiana.
"Apa harus sampai sejauh ini?" tanya Brandon.
Tatiana menepis tangan Brandon.
"Kamu yang paksa aku sampai sejauh ini mas! Kamu kenapa tidak percaya pada apa yang aku katakan? apa selama ini aku pernah membohongimu? apa selama ini aku pernah memperkaya diriku sendiri? kartu kredit bersama bahkan kamu yang pegang. Kartu debit ku juga semua laporannya masuk ke ponselmu? kamu bilang aku korupsii, di depan banyak orang di acara lelang itu. Lalu kamu bersikukuh mengatakan kartu itu dari yang perusahaan, aku sudah bilang, bukan! itu bukan dari perusahaan. Itu hadiah, untukku dan Yuli!"
"Dari siapa?"
"Orang yang tidak mau disebutkan namanya! dia hanya ingin kami datang ke acara lelang itu, dia mau beramal, tapi tidak ingin diekspos! apa jawaban itu sudah cukup membuatmu puas?" tanya Tatiana.
"Aku suamimu, kenapa hal sebesar ini tidak kamu tanyakan dulu padaku...!"
"Aku juga istrimu. Kenapa bahkan saat kamu mau membawa Siska ke acara lelang, kamu tidak tanya dulu padaku. Aku setuju atau tidak?" sela Tatiana.
"Siska lagi..."
Tatiana memalingkan wajahnya.
"Kalau begitu berhenti mendebat ku, mas. Aku hanya ingin bekerja dengan baik. Urusan mu dengan Siska, aku tidak perduli. Tapi kamu, juga jangan campuri urusanku!"
Tatiana segera bergegas meninggalkan tempat itu. Masalah mereka sampai ke divisi keuangan semua juga karena Brandon. Tatiana hanya ingin menjalani 29 hari yang tersisa dengan tenang. Dia tidak mau membuat keributan atau berdebat dengan siapa pun.
Tatiana kembali ke ruangannya, dan Kevin serta Zack sudah ada disana bersama dengan Lulu.
"Nyonya, tuan Kevin minta di antar ke ruangan mu!" wajah Lulu terlihat gugup.
"Tidak apa-apa, kamu tolong buatkan minum ingin tuan Kevin dan..." Tatiana menjeda ucapannya, kalau dia panggil Zack dengan sebutan tuan, kakaknya itu bisa mengamuk padanya.
Sedangkan Zack, pria itu juga sedang menatap Tatiana dengan penuh ancaman.
'Awas saja panggil aku tuan, aku benar-benar akan langsung membawamu pulang ke negara M' batin Zack.
"Buatkan minum untuk mereka berdua!" kata Tatiana dari aman.
"Baik nyonya!"
Begitu Lulu menutup pintu, Zack segera memukul meja. Tapi tidak terlalu kuat.
"Jadi si brengsekk itu memberikan ruangan ini padamu?" tanya Zack dengan ekspresi wajah tidak senang.
"Tidak kakak, dia sudah siapkan ruangan lain. Tapi, aku sendiri yang ingin bekerja di ruangan ini. Bukankah lebih bagus pemandangannya dari ruangan lain?" tanya Tatiana memamerkan view di luar dinding kaca ruangannya itu.
"Menurutmu? bahkan ruangan OB di Ramos Company lebih besar daripada ruangan ini. Aku mau rapat sekarang dengan direktur utama perusahaan Wirawan ini. Aku mau membatalkan semua proyek dan menghentikan vendor!"
"Kakak..."
"Nona, Tuan Zack tadi malam sudah mengirim email pada wakil direktur yang jabatannya memang mengurus proyek Bluemoon. Royal projek seharusnya juga suda dalam tahap penyelesaian. Tapi sampai sekarang wakil direktur sekaligus penanggung jawab utama proyek belum mengirimkan laporan, email balasan. Proyek terhenti selama 12 jam, satu jam kerugiannya 200 juta, sudah cukup menjadi alasan menghentikan vendor dan memutuskan kontrak kerja sama!" jelas Kevin menyela.
Tatiana diam, sekarang email-nya memang langsung terkirim ke Siska. Wanita yang baru lulus dan tidak punya pengalaman itu, pasti hanya sibuk dengan kesenangannya sendiri tanpa memeriksa email yang masuk.
"Tatiana, jabatanmu sekarang apa disini?" tanya Zack.
Tatiana menundukkan kepalanya.
"Tidak ada!"
"Kalau begitu jangan ikut campur! ayo Kevin!"
"Kakak..."
Tatiana tak bisa menghentikan kakaknya. Dia memang tidak punya jabatan apa-apa saat ini.
Lulu yang baru datang membawa nampan berisi dua cangkir kopi langsung tampak panik.
"Nyonya, itu... tuan Kevin minta meeting mendadak. Bagaimana ini?"
"Cari mas Brandon dan katakan semua itu padanya. Aku tidak punya jabatan yang bisa membuatku bisa ikut serta dalam meeting!"
Lulu mengangguk, tapi dia tampak khawatir. Wajah dua tuan itu tadi, sangat garang. Dia benar-benar khawatir. Selama ini melihat wajah Kevin yang datar saja, Lulu ketar-ketir. Di tambah CEO Ramos Company benar-benar datang sendiri ke perusahaan ini dengan wajah yang terlihat seperti langit gelap yang akan segera muncul badai, makin tremor Lulu.
Lulu mengetuk pintu ruangan Brandon.
Tok tok tok
"Tuan!"
Lulu yang memang terburu-buru, langsung masuk saja setelah mengetuk pintu. Tapi yang dia lihat malah pemandangan yang tidak pantas. Siska sedang duduk di pangkuan Brandon.
"Tuan, maaf..."
"Bisa ketuk pintu dulu kan sebelum masuk?" pekik Siska marah, dia buru-buru bangun dan membentak rok pendeknya.
"Maaf tuan, ini urgent. Tuan Kevin dan tuan Zack, CEO Ramos Company datang dan minta meeting mendadak dengan semua yang bertanggung jawab untuk proyek Royal dan Bluemoon untuk datang ke ruangan meeting sekarang!"
"Meeting? kenapa mereka datang tidak memberi tahu terlebih dahulu?" tanya Brandon.
"Maaf tuan, kata tuan Kevin. Dia sudah mengirim email pada wakil direktur, penanggung jawab utama proyek!" Lulu menoleh ke arah Siska.
"Apa...? kenapa lihat aku?" tanya Siska.
Brandon juga menoleh ke arah Siska.
"Kamu sudah periksa email kamu?" tanya Brandon.
Siska gelagapan. Sejak semalam dia hanya sibuk memamerkan semua perhiasan itu di media sosial. Mana sempat buka email.
"Aku... aku tidak sempat!"
Brakk
Brandon memukul meja.
"Panggil Tatiana, dia biasa bernegosiasi dengan Kevin!"
"Tuan, tapi nyonya bilang dia tidak punya hak untuk hadir di meeting itu. Dia bukan lagi wakil direktur. Dia juga tidak punya jabatan resmi di perusahaan. Nyonya malah khawatir, kehadirannya di ruangan meeting itu akan menjadi pertanyaan bagi tuan Kevin dan tuan Zack!" jelas Lulu. Dan itu sangat masuk akal.
Brandon mengepalkan tangannya dan melirik kesal pada Siska.
"Bawa laptop dan semua dokumen penting tentang proyek Royal dan Bluemoon. Bawa secepatnya semua itu ke ruangan meeting!"
"Ba... baik tuan!" kata Siska yang buru-buru pergi ke ruangannya.
"Lulu, bawa semua dokumen mu juga. Kita ke ruangan meeting sekarang!"
"Baik tuan"
Brandon berjalan dengan begitu tergesa-gesa. Kevin itu adalah penanggung jawab di dua perusahaan yang masih satu induk perusahaan paling besar di negara M.
Dia benar-benar tak bisa membuat Kevin merasa kecewa.
"Sebenarnya ada masalah apa?" tanya Brandon pada Lulu.
"Tidak tahu, tapi tadi keduanya masuk ruangan meeting dengan wajah marah!" jelas Lulu.
'Ada apa sebenarnya? semoga saja Siska tidak membuat masalah, harusnya memang tidak!' batin Brandon.
***
Bersambung...
Lagian ya Tatiana, jabatan mu di perusahaan itu sudah tidak ada lagi..
Apalagi status istri..
Walaupun baru kau & Yuli yg mengetahui..
Namun yg perlu kau sadari..
Di perusahaan itu bukan tempat mu lagi..
Dan menjauh dari orang² toxic adalah pilihan yg tepat hingga surat cerai keluar nanti..
Kau seharusnya sadar, kau bahkan tak diberikan kepercayaan mengelola keuangan darinya..
Bahkan kau tak pernah menerima nafkah dari nya..
Di mata nya kau bukan istri, Tatiana..
Kau hanya di perlakukan seperti sapi perah oleh nya..
Ternyata cinta membuat Tatiana buta..
Begitulah cinta tanpa menggunakan logika..
Di kibulin pasangan, manut² saja.. 🤭
Tapi Brandon itu LLP (Lugu² Paok) namanya Tatiana.. 🤣
Dia bukan lelaki, dia itu boti..
Ada pula suami, tapi peran nya seperti seorang istri..
Bini kerja banting tulang, dia cuma modal telur &:ongkang² kaki..
Astaghfirullah.. Kacau sekali jika dapat tipe suami seperti ini..
Lelaki, tp kelakuan nya kyk banci..😏
aq kasihan takut si buaya ke racunan ,,
Mana ada seorang Kk yg tega melihat adiknya di perlakukan kurang ajar..
Mana kelakuan suami nya sendiri yang minta di hajar..
Hanya karena rasa kasihan pada ayah mertua, maka Tatiana harus lebih sabar..
Agar ayah mertua tak terlalu terkejut saat Brandon & Tatiana bubar..
Karena jalan perpisahan mereka berdua sudah terbuka lebar..
mampooss buat Brandon
orang gila dimana nyari 4 millyar dalam berapa jam
mang sakit jiwa 🙄
yg bisanya cuman buka kaki buat para pria🙄
lagi spaneng nih k
masa ga ada kelonggaran mau nafas dulu🤣
apa pun masalahnya nangis terus siwalang sangit gak tega , gitu aja terus sampai jadi gembel 🤣🤣🤣🤣🤣