auto baca kuyy. 𝗔𝗭 !!!
Alayana yang hanya mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, hidup berkecukupan dan tidak mengalami kesusahan dalam kasih sayang orang tua, dan kehidupannya
gadis tidak tahu bersosialisasi dengan para teman-temannya karna suatu insiden yang kelam. gadis ini sangat pintar, itu membuatnya masuk ke sekolah ternama dan terkenal atas prestasi para murid-muridnya, Lewat jalur beasiswa
kenal dengan salah satu most wanted, ketua basket WIS, leader geng motor di macam-macam Negara, dan melakukan tantangan dari sahabatnya membuat aya masuk dikehidupan Zayn.
Zayn, cucu pemilik sekolah. keturunan keluarga Mafia, badboy, urakan, kejam, tapi sangat tampan dan sangat pintar membuat aya sedikit tidak suka padanya.
karna menurut Aya, zayn itu jarang belajar, banyak bolos tapi sering mendapat juara pertama di angkatan mereka.
Dari sebuah persahabatan yang hancur, Kisah remaja, problem kehidupan, Menjadi sebuah kecerahan, Kebahagiaan Bagi kehidupan Aya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengucap syukur
Joshep sudah siap dengan barang-barang nya. ia hanya membawa 1 koper sedang dan tas ransel di pundak nya.
jam 11 harus sudah check-in, jadi dia harus berangkat dari.
ada pesawat pribadi yang di siapkan pemerintah Indonesia. tapi Joshep menolak nya, kali ini ia ingin perjalanan seperti orang-orang pada umumnya. tak ada yang di istimewakan
"Joshep, kemari. " panggil Aon tepatnya daddy joshep, yang melihat putranya turun dari arah tangga dengan koper di tangan nya.
pasti mau balapan.
Joshep mengiraukan daddy nya, ia berjalan terus ke arah pintu keluar rumah. "Alensius! kemari. " Joshep menghela nafas nya kasar.
kalau sudah panggil dengan aba-aba nama depan nya, sudah pasti tak mau di bantah
ia berbalik menghadap daddy nya yang duduk di sofa ruang tengah.
hanya ada daddy nya.
dimana wanita sialan tercinta nya?!
kalau puteri nya pasti masih di kamar! sedang tidur, masih shock dengan kejadian semalam.
pas pulang dari tempat itu semalam, tubuh Aorora sedikit hangat. badan nya berkeringat. untung saja daddy dan wanita itu belum sampai di rumah. kalau tidak, sudah pasti joshep di tanya-tanya ada apa dengan Aorora.
"pulang kapan? " tanya Aon menatap putera nya yang sudah ada di depan nya
"nggak tau. " sebenarnya bisa saja joshep menjawab minggu depan atau seminggu. tapi ini dia sedang malas berbicara. apalagi sejak kapan daddy nya peduli pada diri nya, yakan?!
Aon menghela nafasnya, "utamakan kuliah mu. kamu udah deket wisuda Josh,fokuslah belajar. kamu mau kamu nggak lulus? kamu bakal nerusin bisnis dad-"
"No" potong joshep. "aku bakal melakukan apa pun mulai dari kerja keras aku. mulai dari nol. percuma aku kuliah ber-tahun tahun kalau aku memang akan terusin bisnis daddy. "
Aon tertawa pelan sekilas mendengar tuturan putera nya, "itu tidak masalah. kau bisa mendirikan usaha mu sambil melanjutkan bisnis daddy. atau kau bisa melanjutkan bisnis daddy setelah usaha mu 50℅ sudah tercapai atau sudah di bangun. itu tak masalah. " Aon mengangkat alisnya ke joshep setelah menjelaskan ucapan nya.
"bukan kah punya anak selain aku juga?! dia bisa melanjutkan bisnis daddy. dia anak yang paling mendapat kasih sayang penuh dari orang tua nya. tak mungkin dia akan mengecewakan orang tua nya, yakan?! " Joshep membalas mengangkat sebelah alis nya ke Aon.
"Joshep kau-"
"aku akan terlambat check-in. aku tak mau naik penerbangan kedua. " joshep melihat jam di HP yang ia genggam dari tadi
Aon hanya melihat ke arah putera nya yang berjalan keluar dari pintu utama. ia menghela nafas nya. Joshep dari dulu tak mau melanjutkan bisnis nya. rasa kecewa masih terpancar jelas dari mata nya. Aon hanya bisa mem-pasrahkan itu semua kepada Tuhan.
dia hanya bisa berdoa dari dulu, supaya Joshep bisa menerima keluarga baru nya ini.
ia juga sangat sulit menerima semua ini. tapi seiring berjalan nya waktu dia harus bisa bertanggung jawab atas semua yang ia lakukan, dan mengikhlaskan cinta pertama nya yang akan tetap berada di hati nya sampai ia menghembuskan nafas nya.
*
*
"Selamat siang. saya sudah berada di depan panti asuhan. ini pesanan nya akan di ambil di sini? atau apa kami akan mengantarkan nya ke dalam? " tanya Ain berbicara dengan seseorang di HP nya.
"eh ya. selamat siang. maaf merepotkan. apa pesanan nya bisa di antar masuk kedalam? saya akan membrikan tips nya nanti. maaf merepotkan. " Ucap Intan yang sedang berbicara juga di HP nya
Intan yang memesan kue-kue tersebut. ia ingin membagikan nya ke anak-anak panti.
setiap ada toko langgangan baru nya yang ia suka, atau menjadi toko cake baru yang ia suka.. ia akan membeli dan membagikan dengan anak-anak tercinta nya.
Intan membawa mobil nya sendiri. kalau di antar bersama supir nya pasti ia bisa menyuruh pak supir untuk membawakan kue-kue nya ke dalam. intan tak kepikiran.
Ain dan 2 asisten yang ikut bersama nya, masing-masing mereka mengangkat 2 kantong plastik yang berisi kue tersebut dan berjalan masuk ke dalam panti.
Setiap ada orderan, mobil Ain yang di gunakan. mereka tidak ada mobil toko. Ain berencana akan membeli motor matic. agar supaya ia bisa memosting di sosmed nya, dan orang-orang bisa meng-ordernya langsung.
Semoga saja perencanaan-nya di wujudkan oleh Tuhan. supaya toko cake usaha nya bisa lebih berkembang dan di minati banyak orang.
"Terima kasih banyak. Ini uang nya sudah dengan tips pengantaran masuk nya. " Intan membrikan cek bernominal 10 juta kepada Ain. Ain tentu saja melongo melihat nominal di cek tersebut. uang yang akan di bayar tidak sampai 10 juta. hanya 7 jutaan lah. tapi ini..
"eh maaf Bu. uang nya kelebihan. " ucap Ain tak enak
Intan tersenyum pada Ain, "tak masalah. saya sangat menyukai kue-kue di toko anda. anggaplah ini sebagai bonus dari saya karna sudah membuat varian-varian baru, yang membuat saya ketagihan beli cake nya. " ucap Intan tertawa
Ain menghela nafasnya. tak henti-henti nya ia mengucap syukur pada Tuhan, yang selalu memberikan berkat melimpah di kehidupan nya hari lepas hari.
"Terima kasih banyak bu. saya akan selalu mengualitaskan rasa dari cake-cake yang saya buat. Terima kasih banyak sekali lagi. " ucap Ain tersenyum manis
"kau tidak sedang buru-buru kan? kita bisa berbincang sebentar. atau toko sangat membutuhkan anda, ya. "
"ah, tidak bu. hari ini toko nya di tutup. karna pesanan nya dari ibu sangat banyak, membuat kami fokus untuk pesanan nya. besok baru kami akan buka. " ucap Ain ramah
"oh yah?! yaudah kita bisa mengobrol-ngobrol sebentar mungkin di sana" Intan menunjuk salah satu tempat duduk di halaman tengah panti
Ain mengangguk mengiyakan, mereka menuju ke tempat duduk di halaman tengah yang berada di pendopon panti asuhan itu. 2 orang asisten nya membantu membagikan kue-kue tersebut yang sudah di atur ke para anak anak.
di situ anak yang paling tua berumur 15 tahun, dan di panti itu banyak dengan anak-anak kecil yang kira-kira sekitaran umur anak SD lah.
mereka di situ selalu memanggil intan dengan sebutan bunda. karna sikap intan yang ramah dan suka anak-anak kecil membuat mereka nyaman bercengkrama dengan intan.
ada juga anak anak di panti asuhan yang lain, di kuliahkan oleh keluarga William. setiap tahun nya sekolah selalu mendapat kan beberapa anak panti asuhan disekolahkan di situ dengan gratis.
Intan sangat senang dengan hal ini. dengan melihat anak-anak panti bahagia, membuat dirinya juga ikut bahagia.