NovelToon NovelToon
Move

Move

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Kaya Raya / Mengubah Takdir / Penyeberangan Dunia Lain / Chicklit / Tamat
Popularitas:86.9k
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Alice yang merasa hidupnya sudah lengkap dan berada dalam kebahagian, harus dihadapkan dengan takdir yang tiba-tiba mempermainkan hidupnya.

Sebuah kecelakaan yang terjadi tanpa sengaja mengubah seluruh alur kisah hidupnya dimana ia tiba-tiba terbangun dan menjadi seorang istri sekaligus ibu dari dua anak super nakal yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya.

Alice benar-benar tidak tahu apa yang terjadi kepadanya saat ini.

Mampukah Alice melewati segalanya? Bagaimana cara Alice kembali ke kehidupannya yang normal?

Ikuti terus kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku bertemu dengannya

Belinda yang seakan tahu situasinya saat ini lantas terus menarik tangan Alice untuk berlalu pergi dari sana, Belinda benar-benar tidak menyukai Cicil, sejak pertama kali ia ke rumahnya saat itu Belinda sudah tidak menyukai Cicil maupun Tia.

"Ada apa Abel terus menarik Bunda seperti ini?" ucap Alice kemudian ketika mendapati Belinda tak kunjung menghentikan langkah kakinya.

Sampai kemudian sebuah mobil yang nampak berhenti tepat di dekat keduanya, lantas langsung membuat Belinda bersembunyi di belakang Alice saat itu begitu mengetahui dengan pasti siapa pemilik mobil tersebut.

"Bagaimana Belinda?" ucap Kafin yang terlihat turun dari dalam mobil dengan langkah kaki yang cepat.

Belum sempat Alice menjawab pertanyaannya pandangan mata Kafin kemudian terhenti kepada Belinda yang saat ini tengah bersembunyi di belakang tubuh Alice sambil memegang kaki Alice dengan erat. Membuat tatapan tajam terlihat jelas dari wajah Kafin saat itu.

"Tak perlu khawatir, jangan seperti itu Kaf kau membuatnya takut!" ucap Alice yang menyadari jika Belinda takut akan Kafin saat ini.

Mendengar hal tersebut bukannya memperbaiki cara pandangnya, Kafin malah mengambil posisi berkacak pinggang sambil masih terus menatap ke arah Belinda dengan tatapan yang tajam.

"Biar saja Al, anak ini sekali-kali harus di kasih pelajaran agar tidak jadi semakin nakal. Apa kamu ingin jadi pegulat? Jika kamu ingin melakukannya Ayah akan benar-benar menyekolahkan mu di Sekolah khusus para pegulat!" ucap Kafin kemudian berpura-pura marah kepada Belinda sekaligus mengajarinya jika yang di lakukan oleh Belinda tidaklah baik.

"Ayah maaf, Belinda tidak ingin jadi pegulat karena itu jelek! Abel ingin jadi model.." pekik Belinda namun masih sambil bersembunyi di belakang Alice.

"Jika seperti itu maka lakukan lah dengan benar! Jika kamu berbuat hal ini sekali lagi maka Ayah akan benar-benar menyekolahkan mu ke sana." ucap Kafin lagi namun kali ini dengan nada penuh penekanan.

"Sudahlah Kaf... Biar nanti aku saja yang bicara." ucap Alice sambil mulai menggendong tubuh besar Belinda dan bersiap masuk ke dalam mobil.

Hanya saja ketika Alice hendak membawanya masuk ke dalam, tarikan tangan Kafin lantas menghentikannya.

"Masuklah aku akan mengantar mu dan juga Abel, pak Arman biarkan di sini hingga Altair pulang. Aku yakin tak lama lagi Altair akan pulang." ucap Kafin yang lantas membuat Alice mengangguk tanda mengerti.

Setelah keduanya setuju Kafin kemudian mengambil Belinda dari gendongan Alice dan mulai membawanya masuk ke dalam mobilnya tepat di kursi penumpang bagian belakang, Sedangkan Alice mulai membawa dirinya masuk ke kursi penumpang di sebelah pengemudi begitu melihat Belinda sudah berada di dalam mobil.

***

Area dalam mobil

Kafin terlihat tengah fokus berkendara menatap jalanan sekitar, sampai kemudian Alice yang baru teringat akan Cicil lantas langsung melirik sekilas ke arah Kafin saat itu.

"Kaf apa sebelumnya aku pernah mengikuti sebuah perkumpulan semacam arisan? Mengapa aku merasa tidak pernah mengikutinya?" ucap Alice yang lantas membuat Kafin mengernyit dengan seketika begitu mendengar pertanyaan tersebut.

"Ada apa Al? Tumben kamu menanyakan hal ini, apa ada yang mengajak mu untuk bergabung?" tanya Kafin kemudian yang masih berpikir jika ada yang menawari Alice untuk bergabung bersama.

"Tidak, salah satu orang tua dari teman sekelas Belinda mengatakan kepadaku jika aku tidak pernah datang ke acara tersebut, dia juga mengatakan jika aku telah absen hampir satu tahun lamanya. Bukankah ini aneh Kaf? Aku bahkan tidak pernah merasa melakukannya sama sekali tapi ia malah mengatakan yang sebaliknya kepadaku." ucap Alice dengan raut wajah yang kebingungan.

Namun Kafin yang mendengar perkataan dari Alice barusan tentu saja terkejut dan langsung menginjak pedal remnya dengan spontan, membuat Alice dan juga Belinda langsung terkejut dengan seketika.

Ckitttt

"Apa kamu baik-baik saja Abel?" tanya Alice kemudian yang lantas di balas Belinda dengan anggukan kepala.

"Apa yang terjadi sebenarnya Kaf? Di depan bahkan tidak ada apapun!" ucap Alice yang kesal akan tingkah Kafin yang mendadak menginjak remnya dengan kuat.

"Siapa yang mengatakan hal itu kepadamu?" tanya Kafin kemudian dengan raut wajah yang serius.

"Apanya?" ucap Alice yang tak mengerti dengan pertanyaan Kafin barusan.

"Yang membahas soal arisan tadi..." ucap Kafin dengan datar.

"Aku tidak tahu, aku bahkan tidak mengingatnya bagaimana aku bisa..." ucap Alice namun terpotong karena ucapan Belinda yang memberitahu kepada Kafin tentang seseorang yang sedang keduanya bicarakan sedari tadi.

"Dia tante Cicil!" ucap Belinda dengan nada yang datar, membuat Kafin dan juga Alice langsung menoleh ke arah Belinda dengan seketika begitu mendengar perkataan dari Belinda barusan.

"Apa!" pekik Kafin yang terkejut ketika mendengar hal tersebut.

Sedangkan Alice yang melihat reaksi terkejut yang di tunjukkan oleh Kafin barusan tentu saja bingung sekaligus bertanya-tanya akan reaksi Kafin yang terlihat begitu berlebihan hanya karena sebuah kalimat arisan saja.

***

Kediaman Alex

Malam itu Alex yang tengah duduk di area kolam renang sambil menghisap puntung rokoknya dengan santai, lantas terlihat menoleh ke arah pintu masuk ketika mendengar sebuah suara derap langkah kaki yang terdengar mendekat ke arah dimana ia berada saat ini.

Alex yang melihat jika derap langkah kaki itu adalah milik Cicil istinya, lantas mulai menghembuskan kepulan asap melalui mulutnya kemudian menghisap kembali puntung rokoknya dengan santai seakan sama sekali tidak terpengaruhi oleh kedatangan Cicil yang mendekat ke arahnya saat ini.

"Ini sudah malam, apakah kamu tidak ingin masuk ke dalam? Aku takut kamu masuk angin nantinya." ucap Cicil sambil mengambil posisi duduk di sebelah Alex.

"Berhenti mengganggu ku dan tidur saja sendiri di dalam, aku benar-benar sedang tidak mood saat ini!" ucap Alex dengan nada yang ketus.

Sebuah pernikahan yang di dasarkan oleh ikatan bisnis antara dua keluarga, pada akhirnya menciptakan sebuah pernikahan yang dingin dan tak tersentuh meski pernikahan mereka telah berjalan selama bertahun-tahun lamanya.

Cicil yang mendapati sikap suaminya kembali dingin seperti biasa lantas hanya bisa berdecak dengan kesal, namun detik berikutnya kembali tersenyum seakan mencoba untuk mengacuhkan semua tingkah laku suaminya saat itu. Toh lagi pula Cicil sudah merasakan hal ini selama bertahun-tahun lalu jika malam ini Alex melakukannya, bukankah itu sama saja seperti hari-hari biasanya?

Mendapati hal tersebut membuat Cicil menarik napasnya dalam-dalam kemudian mencoba untuk tersenyum kepada Alex meski Alex sama sekali tidak memperdulikannya.

"Aku bertemu dengan Bianca tadi dan seperti perkataan mu ada yang aneh dengannya!" ucap Cicil yang tentu saja langsung membuat Alex menatap ke arahnya dengan seketika.

Bersambung

1
falea sezi
sumbar nya astaga akhirnya doangg matii
Amriati Plg
Si kembar umur berapa thor
Amriati Plg
Pantesan keluarga alice ngk cari rupanya sudah di rekayasa oleh kafin seolah olah alice meninggal dunia
Amriati Plg
Apa yang melatar belakangi kafin buat bohong sama alice pasca kecelakaan yang alice alami bukan hanya untuk anaknya pasti kafin bohong ini ngk sesederhana kelihatannya
Amriati Plg
Jangan jangan bianca meninggal bukan murni kecelakaan tapi pembunuhan berencana, curiga sama teman kafin itu
Amriati Plg
Kayaknya wajah alice persis sama bianca dan yang menyelamatkan alice dari kecelakaan itu pasti kafin
Shuhairi Nafsir
Bosan dengan sikapnya Alice ego nga sadar diri. kapok Allah turun kan musibah kepadanya
Alya Yuni
Makanya bru naik jabatn jngn minm bnyk mabok mcm orng gk waras
TDT Angreni
cerita misteri... bagus alur ceritanya...
TDT Angreni
awalan cerita yang bagus... keren
TDT Angreni
waaaoooowww perkataannya 😲😲😲
👑Keluarga author
rate
👑K.A
⭐⭐⭐⭐⭐
Citoz
hadir kk 🥰
Risfa
Hadir ka
meylani putri 2
keren thor
Ika Ogenk
pikiran q jd bercabang", ini Thor...banyak kemungkinan yg terjadi pd hidup Alice🤔menarik....
피롷: aku jga ikutan puyeng ini pikiran bercabang kemna2
total 1 replies
zeazi mct
lanjut thor🤗
semangat dan tetap semangat 😁😇
zeazi mct
tunggu kelanjutannya 😇
seru banget aku suka noevelnya😊
tetap sangat🤗
abu😻acii
awal yg menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!