NovelToon NovelToon
Hadiah Terakhir Untuk Suamiku

Hadiah Terakhir Untuk Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:55.6k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Hari itu, Alya memberikan hadiah terakhir untuk suaminya.

Bukan harta, bukan pula kenangan. Melainkan kesempatan untuk hidup bersama wanita yang lebih dipilihnya.

Lalu ia pergi, membawa sebuah rahasia yang baru disadari Adrian saat semuanya sudah terlambat.

Follow instagram @Tantye005 untuk info seputar novel🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dukungan keluarga

Alya berhasil membuat keluarga suaminya berkumpul di satu ruangan yang sama dan kini jantungnya berdetak sangat cepat. Keringat dingin mulai muncul melalu pori-pori kulitnya. Tangan yang tersembunyi di bawah tas tanganya sudah saling meremas dan memerah.

Tatapan mereka menanti dan penuh harap, dia tidak ingin membuat siapapun kecewa, tapi dirinya juga tidak mau menderita demi kebahagian orang lain.

"Sayang, kamu mau membicarakan apa? Wajahmu pucat sekali," ujar mama mertua Alya.

"Adrian, ada apa ini?" Papa mertua pun ikut bicara dan suaranya tegas.

"Aku dan mas Adrian ingin berpisah Ma, Pa," ucap Alya menahan napas.

Seluruh perhatian tertuju pada Alya, seolah dia sedang menerima penghakiman dari keluarga suaminya.

"Kenapa kak? Bukankah kalian baik-baik saja?" Adrina mendekat dan mengenggam tangan kakak iparnya. Saat itulah dia melihat luka di tangan Alya. Luka terkelupas yang diciptakan oleh kuku wanita itu sendiri.

"Aku juga menganggap hubungan kami baik-baik saja, tapi aku salah Ma, Pa. Rumah tangga kami sudah hancur sejak lama tanpa aku sadari," jawab Alya lirih.

"Aku bisa memaafkan apapun tapi nggak perselingkuhan Ma. Aku datang untuk mengakhiri hubunganku dengan mas Adrian secara baik-baik. Maaf jika selama ini aku berbuat salah pada kalian."

Alya menunduk, memejamkan matanya ketika mendengar suara tamparan tepat di sampingnya.

"Benar begitu Adrian!" Suara papa mertua Alya meninggi.

"Iya Adrian selingkuh Pa. Tapi Adrian berjanji nggak akan melakukannya lagi jika Alya memberikan kesempatan."

"Memang sudah sebaiknya kalian bercerai. Keputusanmu sudah tepat Nak." Mama mertua Alya berdiri dan langsung memeluk menantunya. Mengelus rambut Alya yang dibiarkan tergerai.

Dan saat itulah air mata mama Adrian terjatuh, menangis sambil memeluk menantu yang sama sekali tidak pernah membuatnya kecewa.

"Pergi Nak, pergi sejauh mungkin dari kehidupan Adrian, jangan pernah memberinya kesempatan. Tapi, jangan lupakan mama dan Adrina ya? Kapan pun, jika kamu rindu temui kami."

"Iya Ma." Alya mengangguk dan air matanya tumpah, tubuhnya bergetar.

Dia mengira keluarga Adrian akan menghakiminya.

"Tapi tolong restui hubungan mas Adrian dan wanita itu Ma. Aku mau mereka menikah sebelum aku benar-benar meninggalkan mas Adrian. Aku nggak mau anaknya lahir tanpa seorang ayah."

"Wanita itu hamil?" Bola mata mama Adrian terbuka lebar.

Alya menganggukkan kepalanya, dan saat itulah suara tangisan mama Adrian semakin terdengar. Dia tidak lagi memeluk menantunya, melainkan memukul putranya. Menarik kerah kemeja yang selalu rapi berkat diurus dengan baik oleh Alya.

"Dasar anak nggak tau diri kamu Adrian! Bisa-bisanya kamu menyakiti perempuan seperti Alya hanya karena wanita lain yang bahkan belum tentu lebih baik dari istrimu!"

Alya melempar tatapannya ke sudut rumah yang lain, tidak ingin melihat bagaimana suaminya memohon dan meminta maaf.

"Kabari aku kalau pernikahannya sudah siap," ucap Alya pada adik iparnya.

"Kak Alya." Adrina enggang melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan kakak iparnya pergi begitu saja.

"Bahkan setelah aku dan mas Adrian berpisah, kamu akan tetap menjadi adikku yang paling cantik." Alya tersenyum dengan matanya yang sembab.

***

"Tujuan kemana Mbak?" tanya sopir taksi saat Alya diam saja sejak naik beberapa menit lalu.

"Kemana saja Pak, kalau bisa pergi sejauh mungkin," sahut Alya yang tatapannya tertuju pada jendela mobil. Memperhatikan padatnya kendaraan dan panasnya matahari di luar sana.

Rencana untuk mengajak Safira ikut serta batal sebab wanita itu menghubungi Alya dan mengatakan ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

"Mbak lagi patah hati?"

"Ternyata nggak bisa disembunyikan ya pak?"

"Bisa kok Mbak, saya cuma menebak saja." Sopir taksi itu memiringkan spion dasbornya agar tidak melihat penumpangnya lagi.

Sedangkan sang penumpang terus menghela napas panjang. Dia tidak ingin pulang kerumah mereka tetapi tidak berani pulang kerumah ibunya.

Keputusan besar yang baru saja dia ambil, sama sekali tidak dia diskusikan kepada wanita yang melahirkannya ke dunia.

Sayang katakan kamu ada di mana, mas akan menjemputmu.

Terlalu berbahaya untuk pergi sendiri

Alya mengabaikan pesan yang dikirimkan oleh Adrian. Memejamkan matanya dan mengatur napas sestabil mungkin.

Dan ketika membuka matanya lagi, dia menemukan taksi berhenti di depan rumah sederhana. Dia sendirian di dalam taksi, entah drivernya kemana.

Alya turun dan melihat driver baru saja keluar dari rumah sederhana itu di antar oleh wanita paruh baya, mungkin istrinya. Lantas Alya melirik arloji di pergelangan tangan, mulutnya terbuka lebar, sudah terhitung 3 jam sejak dia naik ke taksi.

"Mbaknya sudah bangun ternyata Bu," ucap driver itu pada istrinya.

"Maaf Mbak saya bawa pulang ke rumah karena nggak tau mau bawa mbak ke mana lagi. Tapi tenang saja Mbak, saya mematikan tarif argonya kok dan perjalanan yang ditempuh jaraknya tidak jauh."

"Terimakasih banyak Pak, dan maaf dengan sangat karena merepotkan bapak." Alya menunduk karena tidak enak. "Berapa yang harus saya bayar Pak?"

"Lima puluh enam ribu saja Mbak."

Alya lantas merogoh tasnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang yang dia punya. "Terimakasih sudah membantu saya Pak." Dan dia terburu-buru meninggalkan halaman rumah bapak itu meski dipanggil karena uang yang dia berikan terlalu banyak.

Tapi bagi Alya uang itu tidak cukup jika saja bapaknya mengambil kesempatan membawa dia tanpa tujuan dengan tarif argo yang aktif.

***

Penampilan Adrian jauh dari kata baik-baik saja, namun dia tidak peduli. Dia tetap melajukan mobilnya, menghubungi teman-teman Alya untuk menanyakan kemana istrinya pergi sebab tidak pulang ke rumah.

Akan tetapi, bahkan saat matahari tenggelam dia tidak kunjung menemukan Alya. Dia kesal, dia khawatir pada istrinya yang selama ini tidak pernah pergi sendirian. Adrian selalu ada untuknya, Adrian akan memastikan Alya bersama seseorang.

"Harusnya aku nggak melakukan hal bodoh seperti ini." Adrian mencengkeram setir kemudi dan membenturkan pelan kepalanya. Dia hampir gila, apalagi selain Alya, orang tuanya setuju dengan usulan pernikahan itu.

Namun, pernikahan keduanya tidak disambut antusias oleh siapapun. Hanya ada akad dan beberapa saksi saja. Terlebih dia dan Alya belum resmi berpisah dan tidak akan Adrian lakukan.

Adrian dengan sigap menjawab panggilan dari Sena.

"Mbak Alya ada di kontrakan saya Pak, dan baik-baik saja. Katanya akan bermalam."

"Syukurlah." Adrian dapat bernapas lega. "Urus istri saya dengan baik Sena, penuhi semua kebutuhannya dan katakan pada saya berapa totalnya."

"Baik Pak."

Adrian mengambil napas berulang kali, memutar setir kemudi untuk pulang ke rumahnya. Tidak ingin mengambil resiko menemui Alya yang membutuhkan waktu sendiri.

Mungkin saja setelah hati dan pikiran Alya tenang, keputusannya pun ikut berubah. Memberikan dirinya kesempatan dan tetap menjadi istrinya.

.

.

.

Jangan lupa tinggalkan jejak sebelum baca bab selanjutnya.

1
Yuni Ngsih
Authooor ceritra baru nongol ko ku ngenes banget sm kelakuan si Adrian ,dah punya istri sholehah masih nyeleweng ,kasian Aliya⁰..tp buat Aliya badai pasti berlalu & akan muncul Pelangi & buat si Adrian akan muncul karma kehidupan bersama si Safira ,lanjut Thor
ken darsihk
Seperti nya buku ini hiatus yak 🙏
ken darsihk: Ok author , kangen 🩵
total 2 replies
sutiasih kasih
itu pilihanmu mnukar berlian dgn krikil jalalanan....😅😅
sutiasih kasih
ngaca fir.... km jga punya suami hsil merebut milik org lain...🙄🙄
sutiasih kasih
emang di mana" yg nmanya pelakor ya tak tau diri🤣🤣🤣🤣
sutiasih kasih
gila aja pelakor di ksih semangat😅😅
sutiasih kasih
omong kosong....
klo cinta... tak akn km mnduakn alya
Betik Kurnia
aku bosen dengan cerita itu itu aja. lihat cerita ini kok aku suka banget. ikut baper hiks ... hiks... lop yu autor 😍😍
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Areta Cantik
ini uda selesai ta ceritanya koq gantung?🤔
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: setelah pesta aku lanjut heheh
total 1 replies
arniya
jawaban yang harus di ingat
Supri Yanti
suka alya bagus, 👍👍
ken darsihk
koq belum up date yak 🤭🤭
ken darsihk: Semangat author 👍👍
total 2 replies
ken darsihk
Safira derita lo di usir dari rumah itu , dan papa mertua mu yng menyuruh lo pergi kasihan bngt siiih 😂😂😂
Rahma Inayah
tu lah bodoh nya km pelakor beda dgn Alya. .yh punya tabungan walau punya uang dr Adrian tnp batas. tp gajinya dia tabung .
Maria Magdalena: namanya jg pelakor bisa2nya cm ngerongrong dan hambur2 uang saja,itulah cewek jalang.
total 1 replies
merry
maruk jdi laki dikira ank kyk bkin donat x ya tgl jdi
ken darsihk
Ooh Sena dan Arkana beda keyakinan kasihan
Maria Kibtiyah
cinta beda agama si sena ma arkana
Maria Magdalena: udah bubar aja jgn minggalkan keyakinan nggak bsik
total 2 replies
ken darsihk
Karma Safira karma mangka nya jadi perempuan tuh jangan jahat , akhir nya karma kan yng menghampiri lo 😂😂😂
ken darsihk
Yesss lah Adrian 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!