Squel (Stuck With Hot Brother)
Karena sebuah tragedi penggrebekan, mereka terpaksa menikah dan menjalani rumah tangga tanpa cinta. Apalagi status sebagai guru dan murid, membuat mereka menyembunyikan ikatan suci itu di depan orang lain.
Lantas bagaimana bahtera rumah tangga mereka akan berjalan? Sementara sang pemegang kendali hanyalah seorang pemuda SMA yang dikenal brutal dan nakal.
Ikuti kisahnya hanya di sini🤗
Ig @nitamelia05
Salam anu 👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Hari Minggu
Hari Minggu.
Karena hari libur Zio memanfaatkan waktu untuk tidur lebih panjang. Namun, sayangnya pintu kamar sudah diketuk pada pukul 8 pagi, Aura benar-benar tak kenal hari, mau libur atau tidak nyatanya wanita itu tetap bangun seperti biasa.
"Zi, ayo sarapan! Abis ini kita beberes rumah," teriak Aura dengan sangat keras, hingga membuat Zio langsung terbangun seketika.
"Kenapa sih di mana-mana cewek tuh selalu sama?" gerutu Zio sambil menghela nafas kasar. Dia berusaha untuk kembali memejamkan mata, tetapi teriakan Aura benar-benar hampir membuat gendang telinganya pecah.
"ZIO, BANGUN!"
"Haish, iya-iya, Sayang. Aku sama Kiko udah bangun kok," balas Zio setengah kesal sambil mengusap-usap telinganya. Dengan terpaksa Zio keluar dari balutan selimut, kemudian meregangkan otot-ototnya yang terasa cukup kaku.
Sebelum keluar dia lebih dulu membasuh wajah, tetapi dia tak memedulikan penampilannya yang bertelanjang dada. Begitu sampai dapur, dia melihat Aura yang sedang membuat teh manis, tanpa berpikir panjang Zio langsung memeluk Aura dari belakang.
Karena terkejut dengan sentuhan Zio yang sangat mendadak Aura pun terkejut bukan main. Tubuhnya berjengit dengan mata yang terbelalak lebar, beruntung gerakan Aura tak sampai membuat gelas teh jatuh ke lantai. "Zio, ih ngapain kamu peluk-peluk aku sembarangan?!"
Aura segera melepaskan diri dengan mendorong tubuh suaminya cukup keras.
"Peluk istri sendiri emang nggak boleh? Selama ini kan kita belum pernah ngapa-ngapain, Ra," jawab Zio dengan tampang lesu.
Aura memindahkan dua gelas teh manis itu ke meja. "Nggak ada sentuhan fisik, sebelum nilai kamu naik."
"Aku lagi usahain, Ra."
Tatapan mata Zio senantiasa mengikuti arah gerak Aura.
"Tetap saja, Zio, kesepakatan tetaplah kesepakatan. Kita nggak boleh melanggarnya!" tegas Aura yang membuat wajah Zio seketika tertekuk.
"Ya elah tibang peluk doang, pelit banget," gerutu Zio sambil menarik kursi. Namun, kali ini Aura tidak menimpali ucapan suaminya, dia justru mengambil sarapan, karena hari ini mereka akan kerja bakti.
***
Setelah memindahkan makanan yang ada di meja ke dalam perut masing-masing. Aura pun mulai membagi tugas, karena mereka memang sudah sepakat untuk tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga.
"Karena kamar adalah urusan masing-masing, jadi sekarang kita hanya mengurus bagian yang lain. Aku akan membersihkan dapur dan ruang tamu, sementara kamu mencuci baju. Kamu bisa melakukannya 'kan?" ujar Aura, walau pun tak bisa mempercayai Zio sepenuhnya. Namun, ia pun tak ingin kelelahan sendiri, Zio juga harus ikut bekerja.
"Ya ampun, Aurahhh, jangankan nyuci baju, seumur-umur ngucek C*D Boboboy aja aku nggak pernah," balas Zio dengan jujur, sebagai anak orang kaya tentu semua kebutuhan dan keperluannya sudah terpenuhi tanpa harus bersusah payah. Lain dengan Aura yang sudah mandiri sejak dulu.
Aura mengangkat kedua alisnya mendengar kejujuran Zio. Namun, dia tak lantas ingin memanjakan pemuda itu. Dia segera meraih tangan Zio dan menariknya.
"Eh, Ra, apaan ini? Katanya nggak ada sentuhan fisik? Ini kamu sentuh-sentuh aku lho," protes Zio sambil mengekor pada langkah Aura.
"Ini kecuali!" ketus wanita berdada besar itu.
"Kecuali apa?"
"Ya, kecuali kedua belah pihak setuju."
Aura menghentikan langkahnya sambil melepas tangan Zio.
"Tapi kamu nggak minta persetujuan aku tadi."
"Ish, udah deh, nggak usah mengalihkan pembicaraan! Sekarang aku mau ajarin kamu cara cuci baju pake mesin ini!" ketus Aura karena tak mau kalah. Kini mereka sudah ada di ruangan khusus mencuci dan menjemur pakaian.
Zio menghela nafas, ini adalah salah satu sifat yang dimiliki setiap wanita. Tidak bisa dibantah, maunya menang sendiri.
"Ya udah gimana?" tanya Zio mulai melunakkan suaranya karena sudah melihat wajah Aura yang cemberut.
"Kamu liatin aku," titah Aura sambil mempraktekkan cara mencuci baju menggunakan mesin. "Kamu isi airnya sampai penuh, terus masukin baju sama detergen. Terus tinggal puter tombolnya sesuai sama waktu yang kamu mau. Paham 'kan?"
Zio terdiam sejenak untuk mencerna, kemudian dia mengangguk-angguk. "Oke, aku paham, Sayang. Udah ya jangan marah-marah, nanti tambah gede dadanya." Ujar Zio sambil terkekeh.
Sementara Aura langsung mendelik dan memilih untuk segera pergi meninggalkan suaminya.
Namun, sepertinya mempercayakan pekerjaan pada Zio adalah sebuah bencana, karena pada saat Aura mengeceknya, dia dibuat terperangah dengan keadaan mesin cucinya yang terus mengeluarkan buih-buih sabun disertai air yang meleber ke mana-mana.
"Astaga, Zio!" teriaknya dengan frustasi, sementara si pelaku sedang menjemur pakaian, Zio tersenyum begitu melihat braa yang pernah menyangkut di kepalanya.
"Kenapa lagi, Aurahhh?" tanya Zio dengan santai, seolah tak membuat kesalahan.
Aura sudah ingin meledakkan amarahnya. Namun, begitu Zio membalik tubuh, bibir Aura justru dibuat berkedut karena melihat wajah Zio dipenuhi buih-buih sabun.
"Kamu mengajakku bercanda?" tanya Aura.
Zio mendekat ke arah pintu, tepat di mana Aura berdiri. Dengan gerakan secepat kilat Zio menarik Aura masuk, tetapi karena licin keduanya justru terpeleset hingga jatuh di antara buih-buih tersebut.
Zio tergelak kencang, sementara Aura langsung mencubit dada bidang suami bocahnya itu.
"Zio, kamu benar-benar menyebalkan, aku sudah mandi tahu!"
"Kita mandi lagi, hahaha!"
"Nggak mau!"
"Kita mandi berdua."
"Nggak."
"Iya, Aurahhh."
"Nggak, Zio."
"Oh, no, oh, yes, Aurahhhh."
PLAK!
Tangan Aura mendarat tepat di bagian tubuh Zio, tetapi pemuda itu justru semakin tergelak kencang.
kalau ada spill dong penasaran soalnya 🤭😄