NovelToon NovelToon
Dari Menantu Menjadi Istri

Dari Menantu Menjadi Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Beda Usia / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Marica

Selama dua tahun Luna Inara Jasmine hidup dalam kebohongan sang suami, Raka Alvaro Mahendra. Sang suami mengatakan jika dirinya impoten.

Namun suatu hari Luna justru mengetahui kenyataan pahit jika sang suami sebenarnya tidak impoten dan memiliki hubungan bahkan anak dari wanita lain.

Bagaimana kisah mereka? Yuk lanjut baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Sahabat Lama

Luna memilih menjauh dari Raka setelah terlepas dari laki-laki itu. Saat Langkahnya mulai jauh, seseorang memanggilnya.

"Luna."

Ia berhenti dan spontan Luna menoleh ke asal suara. Matanya menyipit tajam, mencoba mempertajam penglihatannya. Seorang wanita cantik datang menghampirinya.

"Ternyata benar kamu Luna," ucap wanita itu.

Tanpa bertanya dulu, wanita itu langsung memeluk Luna. "I miss you."

Karena masih merasa bingung, Luna diam sambil mencoba mengingat-ingat siapa wanita yang baru saja memeluknya.

Wanita itu menarik diri lalu menatap Luna dengan kening yang mengerut melihat Luna yang nampak bingung.

"Jangan bilang kamu lupa sama aku?"

Luna masih mencoba mengingat-ingat.

"Oh my God, Luna. Kamu benar-benar melupakan aku?"

Luna terkekeh pelan. "Mana mungkin."

Ia lantas balas memeluk wanita itu. "Arumi."

Luna dan wanita itu sama-sama berseru sambil berpelukan. Beberapa saat kemudian keduanya sama-sama menarik diri, memberikan jarak satu sama lain.

"Aku hampir marah kalau sampai kamu tidak mengenaliku," ucap Arumi.

"Maaf, aku hanya bercanda," balas Luna. "Tapi … wajar juga jika aku tidak mengenalimu. Kamu sangat cantik sekarang."

Arumi tersenyum. "Kamu juga, Luna. You're so beautiful."

Luna tersenyum dan senang bisa bertemu dengan Arumi. Setidaknya ada yang sangat ia kenal di pesta itu selain Vanessa. Arumi adalah salah satu teman dekat Luna dulu waktu sekolah.

Mereka sudah lama tidak bertemu. Semenjak lulus sekolah, keduanya los contact lantaran Arumi pindah ke kota lain, sedangkan dirinya bergelut dengan konflik keluarga. Malu dengan kondisi keluarganya, Luna memilih menjauh dari teman-temannya.

Acara belum dimulai, keduanya memutuskan untuk menyingkir sebentar dari keramaian. Mereka pergi ke balkon ballroom dan melanjutkan obrolan di sana.

"Kamu sudah menikah Arumi?" tanya Luna membuka obrolan.

Arumi mengangguk. "Aku menikah dengan pria yang jauh lebih dewasa dari padaku. Bahkan sudah memiliki tiga cucu."

Luna membelalakan mata.

"Kamu serius?" tanya Luna ada keterkejutan di nada bicaranya. "Bukannya dari dulu tipemu itu yang tampan dan seumuran?"

Arumi tertawa. "Itu dulu, Luna."

"Sekarang yang penting itu uang," imbuh Arumi. "Lagipula keluarganya juga sangat baik. Mereka semua welcome sama aku."

"Baguslah kalau begitu."

"Dan satu lagi …"

Arumi mendekat ke arah Luna, melihat sekeliling berharap tidak ada orang lain lagi di tempat itu selain mereka yang akan mendengar ucapannya.

"Suamiku meski dewasa tapi dia sangat kuat di ranjang."

Luna kembali terbelalak sambil langsung menutup mulutnya untuk menahan tawa.

"Kamu bisa saja," ucap Luna sambil menggeleng pelan.

Suasana menjadi hening sesaat. Keduanya memilih bersandar di pagar pembatas balkon, menikmati angin malam yang cukup menenangkan.

"Luna, tadi aku melihat laki-laki yang bersamamu. Apa dia kekasihmu?" tanya Arumi kembali membuka obrolan. "Dia terlihat kasar padamu."

Luna menggeleng. "Dia suamiku. Namanya Raka"

"What! Kamu juga sudah menikah?"

Luna mengangguk lalu menoleh ke arah. "Kami dijodohkan."

Arumi mengangguk pelan.

"Dijodohkan dan kamu setuju begitu saja?"

"Orangtuanya sangat baik padaku. Jika tidak ada mereka aku pasti akan berakhir di …"

Luna menghentikan ucapannya lalu menoleh ke arah Arumi.

"Berakhir di mana?"

Luna menghela napas berat sebelum kembali bicara. "Rumah bordir."

Mata Arumi terbelalak

"Bagaimana bisa Luna?" Arumi terlihat terkejut dengan jawaban Luna.

"Ibuku meninggal tidak lama setelah kita lulus sekolah. Setelah itu aku tinggal bersama ayah tiriku. Dia hampir menjualku ke tempat terkutuk untuk membayar hutangnya."

"Setelah lulus sekolah?" Arumi menarik tangan Luna, memaksanya untuk melihat ke arahnya. "Dan … kenapa baru mengatakannya sekarang padaku?"

Luna menunduk sambil menahan air matanya. "Aku terlalu malu dengan kondisi keluargaku."

"Itu alasannya kamu menjauh dariku dan yang lainnya?"

Luna mengangguk dengan wajah yang tertunduk.

"Luna …" Arumi membawa tubuh Luna masuk ke dalam pelukannya. Matanya mulai berkaca-kaca mendegar cerita Luna.

Setelahnya Arumi mendorong tubuh Luna pelan hingga ia mampu melihat air mata Luna. Ia lantas mengusap jejak air mata di pipi sahabatnya itu dengan ibu jarinya.

"Sekarang kita sudah bertemu. Mulai sekarang kamu harus janji padaku. Jika ada masalah yang sedang kamu hadapi cerita padaku, beritahu aku. Aku akan mencoba membantumu sekuat tenagaku."

Luna mengangguk. Wajahnya memancarkan kebahagiaan bisa bertemu dengan sahabatnya itu.

"Sekarang jangan menangis. Make up kita bisa luntur," ucap Arumi mencoba mencairkan suasana.

Tawa keduanya langsung pecah, lalu sama-sama mengusap cairan bening di sudut mata masing-masing.

Suasana kembali hening. Mereka menarik napas panjang bersamaan seolah beban di pundak mereka terkuras.

"Hmmm." Arumi bergumam sambil memikirkan sesuatu. "Aku sepertinya pernah melihatnya. Tapi di mana ya?"

"Melihat siapa?" tanya Luna.

"Suamimu."

"Dia pimpinan Imperia Mode."

"Oh, perusahaan itu cukup terkenal di bidang fashion. Mungkin aku melihatnya di majalah atau yang lainnya."

"Bisa jadi."

Akan tetapi Arumi tidak yakin. Ia tetap mengingat-ingat di mana ia pernah melihat Raka. Bukan di majalah, ataupun berita-berita lainnya. Arumi merasa ada sesuatu terasa mengganjal di dadanya.

"Baiklah, ayo akhiri pembicaraan berat ini," ucap Arumi. Ia lalu melihat waktu pada jam mahal yang melingkar di pergelangan tangannya. "Sepertinya sebentar lagi acaranya akan dimulai."

Luna mengangguk pelan. "Iya."

"Kalau begitu, ayo kita masuk," ajak Arumi. "Kemungkinan juga pasangan kita sedang mencari kita."

Luna kembali mengangguk. Keduanya lantas memilih masuk ke dalam ballroom, bergabung dengan tamu lainnya.

Sementara itu, setelah Luna meninggalkan dirinya, Raka memilih pergi menemui Vanessa. Wanita itu yang memintanya melalui pesan singkat.

Sampai di toilet, Raka sengaja memasang papan bertuliskan 'toilet rusak' agar tidak ada yang mengganggunya dengan Vanessa.

Senyumnya mengembang melihat Vanessa yang sedang berdiri membelakangi dirinya. Wajah wanita itu terlihat cemberut di cermin yang ada di hadapan mereka.

"Kenapa wajahmu cemberut?" tanya Raka seraya memeluk Vanessa dari belakang.

"Ck, bagaimana aku tidak kesal. Rencanaku untuk mempermalukan Luna di depan semua orang malam ini gagal total," jawab Vanessa kesal. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya di depan Raka. "Sekarang justru semua orang memuji penampilannya."

"Jadi … kamu sengaja memberikan pakaian seksi dan perhiasan palsu itu untuk dipakai oleh Luna untuk mempermalukan dia?" tebak Raka.

"Bukan hanya perhiasan. Aku juga sengaja memasukkan lingerieku di koper kamu agar hubungan kalian renggang," aku Vanessa.

Raka menghela napas, lalu mengecup punggung Vanessa yang terbuka. "Jangan lakukan itu lagi."

Mendengar itu Vanessa bertambah kesal. Ia berbalik menatap Raka dengan tidak suka. "Kenapa? Kamu tidak terima kalau aku mempermalukan dirinya?"

Raka menggeleng. "Bukan seperti itu."

"Lalu apa alasanmu? Kamu sudah mulai menyukainya sekarang karena dia tiba-tiba glow up?"

Raka menangkup kedua sisi wajah Vanessa, mencoba menenangkan wanita itu. "Oke. Lakukan apa pun yang kamu mau terhadapnya. Aku tidak akan ikut campur."

Setelah Raka mengatakan hal itu, Vanessa mulai tenang dan tersenyum. Ia lalu membawa dirinya masuk ke dalam pelukan laki-laki itu.

"Jangan marah lagi, oke. Secantik apa pun Luna sekarang … aku akan tetap mencintaimu."

Vanessa mengangguk dalam dekapan Raka.

"Mau aku bikin rileks?" tawar Raka.

Vanessa mengangkat wajahnya. Bibirnya melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman. Ia tahu ke mana arah pembicaraan Raka. Detik berikutnya ia mengangguk.

1
partini
good story
ig: Marica_Author: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
partini
melihat seperti itu masa luna ga ngehh kalau mereka ada something
emmmm kaya ga deh vanes ga jadi malu secara Raka mana mau lihat orang tersayang tersakiti
MamDeyh: Luna Luna masih aja bodoh dan naif..
total 1 replies
partini
paling lihat di hotel atau temen ehem lainnya,,ada drama live streaming ga Thor secara ini alur cerita kan hote hote
ig: Marica_Author: gak lah, gerah sendiri ntar🤭
total 1 replies
say't
aq jd luna raka bisa bersenang2 dngn jalangx aq jg bs brsenang2 dngn ayahx raka.hayo mana yg lbh sakit hati nantix hayo 🤣
say't
pst smbil mmbayangkan luna nih 🤣
say't
wow 😍 bara yg sll mmbuat bara dihati luna 🤣 kalo aq jd luna aq lngsung cerai n sm barax ja 🤭 persetan dngn omongan netizen yg penting aq dpt yg lbh matang mahal dari anak tirix
say't: butul butul butul
total 3 replies
partini
papah mertuahhhh ga ada flashback ini Thor ,,pasti ada something kan
ig: Marica_Author: ada dong
total 1 replies
MamDeyh
Nah bagus Luna udah mulai pinter
partini
mau di permalukan Ampe darah" toh serem juga si gundik ini
OMG kalau terjadi she so dammm sad man
MamDeyh
Jgn kelamaan bodoh nya ya Luna.. Emak online gregetan
MamDeyh
Wadidawwwww
partini
jadi ini karya nada Thor ,,aku baca kaya gini ceritanya tapi udah di hapus udah pulang si Luna ke rumah nanti Raka pulang juga ada lingerie warna merah nanti di kasih ke Luna padahal bekas
ig: Marica_Author: Terima kasih sudah mampir Kak😍
total 6 replies
MamDeyh
Up lagi kak
MamDeyh
Wahhh Luna kamu melihat adegan 21+++ yaaaa/Tongue/
MamDeyh
Lanjuuut Kakkk
MamDeyh
Wahduuuuh siapa yg nyolong itu 🤔
ig: Marica_Author: siapa ya🤔
total 1 replies
Indriani Kartini
cepet atuh ketauan kesel bngt, Luna juga knpa ga ada rasa curiga bngt, dah dua taun juga rumahntangga
MamDeyh
Pleaseee kak jgn kelamaan bikin Luna teraniaya
ig: Marica_Author: Sabar ya kak🤭🤭🤭🤭. Aku pun tak sabar up bab baru lagi. Tak tamatin dulu yang satu itu.
total 1 replies
MamDeyh
Naaaahhh/Panic/
MamDeyh
Luna jgn klemar klemer kek jd istri😒
MamDeyh: Aku setiaaaa menunggu kakaaa
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!