NovelToon NovelToon
Amara (Bukan Anak Terbuang)

Amara (Bukan Anak Terbuang)

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Tamat
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: trias wardani

Kalau yang ingin cerita cinta-cintaan bukan di sini tempatnya. Ini hanyalah cerita gabut author yang entah kenapa bisa bikin kisah anak berusia 8 tahun.
Nggak suka boleh skip. Yang mau lanjut harap sediakan tisu karena cerita ini mengandung banyak bawang.

***

'Apakah aku nakal? Kenapa aku dibuang di sini? Apakah Ayah tidak inginkan aku lagi?'

Amara, seorang gadis berusia delapan tahun yang tengah dilanda sedih karena dititipkan di panti asuhan oleh ayahnya tanpa dia tahu kenapa. Di tengah kesedihannya, Belvara, seorang anak laki-laki selalu hadir untuk menghibur hati Amara yang sedang sedih.

Sampai pada akhirnya ....

"Tidak! Kalian bohong!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon trias wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Bertemu Ayah

Aku tidak sadar jika telah benar-benar tertidur di dalam kelas. Vanesa yang membangunkanku sedikit terheran, karena biasanya aku tidak tertidur seperti itu.

"Apa Nona Jenny sudah lama ada di sana?" tanyaku merasa malu.

"Baru saja datang. Pergilah ke kamar mandi dan cuci mukamu," ucap Vanesa. Aku mengangguk dan mengangkat tanganku.

"Iya, Amara?" tanya Nona Jenny sambil menatapku, dan aku mengatakan jika aku ingin pergi ke kamar mandi.

Dengan cepat aku pergi ke toilet untuk mencuci mukaku.

"Kapan Bunda Evie akan mengajakmu ke desa?" suara Bara mengagetkanku.

"Bara, apa yang kamu lakukan?" Ini toilet wanita. Aku melihat dia ada di jendela.

"Aku tadi melihatmu keluar dari kelas, makanya aku mengikutimu. Katakan padaku kapan kau akan pergi bersama Bunda Evie untuk melihat ayahmu?" tanya Bara lagi yang membuat aku terdiam dan menggelengkan kepala.

"Aku tidak tahu," jawabku akhirnya.

"Kenapa? Kamu mau ikut juga ke sana?" tanyaku lagi. Bara menggelengkan kepalanya.

Aku ingat jika pelajaran mungkin akan dimulai, maka dari itu aku berpamitan kepada Bara.

"Aku akan pergi ke kelas. Nanti pulang sekolah kita pulang sama-sama, ya?" tanyaku, dan dia hanya mengangguk saja. Aku membuka pintu tapi kemudian kembali berbalik untuk bertanya sesuatu kepada bara, tapi dia sudah tidak ada di sana.

"Cepat sekali dia perginya," gumam ku kemudian benar-benar pergi dari toilet.

Saat pulang sekolah aku menunggu Bara, tapi sampai suasana di sekolah sepi aku tidak melihatnya juga. Jadi aku tinggalkan saja dia. Biarkan saja jika dia nanti mencariku.

Sampai di panti asuhan, aku segera mencari Bunda Evie, tapi Bunda Evie tidak ada di kantornya. Aku mencari ke ruangan yang lain, tapi dia juga tidak ada.

"Amara, kamu mencari siapa?" tanya Kak Ani yang bersiap akan berangkat ke sekolah.

"Di mana Bunda Evie?" tanyaku kepada Kak Ani.

"Bunda Evie sedang ada urusan di luar, kenapa kamu mencarinya?" tanya Kak Ani menyelidik.

"Aku cuma ingin tanya kapan Bunda Evia akan mengajakku pergi ke desa?"

Kak Ani mendekat dan tersenyum, mengusap rambutku dengan pelan. "Kalau Bunda Evie sudah tidak sibuk lagi, dia pasti akan ajak kamu ke desa," ucap Kak Ani. Dia tersenyum tapi menurutku wajahnya terlihat sedih.

Akhirnya aku kembali saja ke kamar, merebahkan diriku yang sekarang bosan. Zian tidak ada, Bara juga tidak tahu ke mana. Aku juga malas bermain dengan teman-teman yang lain, mereka tidak semeyenangkan Zian ataupun Kak Gery.

Akhirnya siang itu aku tertidur.

...***...

Aku ingat tadi tertidur di kamar, tapi kenapa sekarang aku ada di sini? di bukit belakang rumah di desaku.

Aku merasa senang karena tiba-tiba saja aku berada di sini. Bisa melihat rumahku dari atas ini. Rumah Denis dan juga rumah Kak marlin, juga bisa melihat Mimi bersama dengan induknya.

aku berlari dengan senang menuruni bukit, saking terlalu senangnya sampai aku tidak bisa mengendalikan kecepatanku dan akhirnya aku terjatuh karena tersandung batu.

"Amara kamu tidak apa-apa?" tanya seseorang yang membuat aku mengangkat kepalaku.

"Ayah!" Aku tersenyum senang melihat Ayah ada di depanku.

"Sudah Ayah bilang jangan berlari. berjalanlah dengan perlahan."

Dia mendekat ke arahku dengan mengulurkan tangannya, aku pun mengangkat tanganku untuk menyambutnya, tapi bukannya semakin mendekat ayah malah terlihat semakin menjauh.

1
Tien Ensoe
ada bbrp hal yg blm dijelaskan
Tien Ensoe
kok tamat kak,gmna dngn bara dan ana yg mirip dengan nya
Tien Ensoe
akhirnya amara mau diadopsi,semoga orangtuanya angkatnya baik...
Tien Ensoe
kok blm up lg
Tien Ensoe
iya ,kamu hrs bahagia amara
rindi yesna wati
😋😊💖💓💓😻😉😉💞🥳🥳🤗😚😚😍💌🌷💕😁😁❣😽💟😘💗💗💝🥰🥰
Nurul Boed
sedihhh
Giyarni Sutrisno
bagus
rindi yesna wati
💞💘😘💌😉🌷💖💝🥰🤩
Naura Salsabila
bara yah thor. dia idah meninggal
Trias Wardani: 🤔. belum tau, apakah dia hanya teman khayalan atau gimana ini?😅
total 1 replies
☾⃟ℳoon - Moon 🌙
Karya baru,nyimak dulu ya kak, semangat
Trias Wardani: silakan kak, semoga menikmati cerita ini 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!