Ananda Dinda Putri Relaxa tidak menyangka hidupannya akan serumit ini. Ia masih berumur 19 th dan memiliki seorang suami yang luar biasa tampan yaitu Alvino Relaxa.
Vino adalah seorang pengusaha properti yang sukses. Ia juga termasuk daftar orang yang terkaya di Islandia. Ia berusia 24 tahun, Vino juga terkenal akan kekejaman nya dan kedinginan hatinya.
Sedangkan Raga Moneco adalah seorang Alpha di Pack Black moon. Ia terkenal dengan alpha yang sangat kekejaman dan seorang raja hidung belang. Pack black moon belum mempunyai seorang ratu dan sebab itu lah Raga selalu membawa pulang banyak wanita.
Pernah Raga meminta seorang penyihir istana untuk meramal keberadaan mate nya yang belum ia temukan. Dan penyihir tersebut memberi tahu Raga bahwa matenya ada di dunia manusia.
Raga melakukan perjalanan ke dunia manusia untuk mencari matenya hingga ia mendengar jika serigalanya berteriak "Mate Mate!" kepada seorang wanita hamil yang tak lain adalah Nanda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Ferina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
WELLCOME BACI MY STORY
Jangan lupa vote dan comen
Happy reading all
TYPO BERTEBARAN
______
Di kamar yang megah dan besar, terdapat seorang yang berjenis kelamin kan laki laki yang sedang menatapi lukisan wajah seorang perempuan yang terlihat seperti dewi. Ia begitu fokus menatapinya sehingga ia tak menyadari sebutir air mata jatuh ke pipinya.
Sedang kan sang beta yang berada di samping laki-laki itu melihat alphanya begitu rapuh dan semakin tidak memiliki hati bahkan sekarang lebih sering mempermainkan hati para wanita, menatap penuh prihatin kepada sang alpha.
Sudah kesekian banyaknya pria tersebut bolak-balik kedalam ruangan yang terletak lukisan-lukisan para petinggi Pack Black moon yang sudah tiada. Mata laki-laki itu seakan tidak pernah lelah menatapi seorang wanita cantik yang terlukis di atas kanvas. Tangannya terangkat dan menyentuh bagian wajah lukisan tersebut. Di ambilnya lukisan itu yang terpajang di dinding, lalau matanya menatap lirih dan penuh akan kerinduan terhadap orang tersebut.
Sebutir tetesan air asin dari matanya membasahi lukisan tersebut. Ia tidak bisa mengekspresikan lagi rasa rindunya terhadap orang itu selain dengan air mata. Setiap tetesan air mata yang membasahi bumi, terletak jutaan kerinduan di sana.
"Maafkan aku Nanda, aku tidak bisa menjaga mu dari laki-laki itu. Aku terlau bodoh sehingga tidak mengetahui orang yang berada di dekat mu itu merupakan orang-orang yang haus akan tahta dan berusaha mengahancurkan diriku melalui dirimu," racau laki-laki itu yang tak lain adalah Nanda.
Pihak pack black moon mendapatkan kabar dari para warior yang bertugas mencari Nanda ke seluruh penjuru dunia, yang mengatakan bahwa mereka tidak menemukan Nanda, tetapi mereka hanya menemuakan darah yang baunya sama dengan bau milik Nanda, jadi mereka beranggapan bahwa Nanda telah tiada.
Semula Raga tidak percaya akan berita tersebut, ia memberontak marah serta turun tangan sendiri untuk mencari Nanda. Dan hansilnya sama, ia tidak menemukan Nanda di mana pun. Mengetahui hal itu, Raga meminta penyihir di pack nya untuk meramal keberadaan Nanda, dan penyihir itu mengatakan bahwa ia tidak bisa melihat apa-apa selain cahaya bersinar terang yang bisa membutakan mata. Karena tidak percaya akan hal itu, Raga terus memaksa penyihir tersebut untuk terus melakukannya sampai berhasil, namun bukanlah keberhasilah yang di dapatkan penyihir itu melainkan keadaannya yang buruk dan tiba-tiba saja koma di tempat sehingga harus di obati oleh tabib istana.
Semenjak hari itu lah pack baack moon memliliki sejarah yang tidak bisa terlupakan. Yaitu pada hari itu Raga mengamuk tidak mengenal siapa yang menjadi korban amukannya, sipa pun orang yang ia temui pasti orang itu akan habis di tangannya. Rakyat pack black moon kalang kabut menghadapi Raga yang seperti itu, sekian banyak nya pendekar-pendekar yang berusaha mengehentikan amukan Raga yang banyak memakan koraban jiwa namun satupun di antara mereka tidak ada yang bisa menghentikannya.
Sebuah keberuntungan besar pada saat dapat terhindar dari amaukan Raga, pasalnya lelaki itu semakin bertambah kuat jika sudah emosi lah yang menguasi diri pria itu. Sebenarnya yang terjadi dengan Raga bukanlah suatu kelebihan tetapi melainkan sebuah kekurangan, yang mana penyakit itu ia dapatkan dari kutukan seorang penyihir yang dahulu mencintai ayahnya.
Raga sudah dapat mengungkap kedok kejahatan dari Vino yang dimata-matai oleh Bara. Ternyata Vino merupakan dari bangsa Vamvier yang ingin menghancurkan packnya dengan cara hulus dan semakin kesini seamkin kasar. Bangsa vamvier juga tidak mau kalah cepat dengan Raga, maka mereka membagi tugas dan mencari matenya dengan bantuan seorang penyihir hitam yang bersekutu dengan bangsa vamvier untuk menjatuhkan dirinya.
Oleh sebab itu mereka dapat menemukan Nanda terlebih dahulu dari pada Raga. Sebab bangsa mereka mencari dengan jeli dan teliti, sedangkan Raga hanya mencari sendirian karena diri nya tidak terpikirkan samapai kesana.
"Maaf alpha," ucap Laksa halus dengan kepala yang menunduk.
Raga tidak menanggapi ucapan dari Laksa tadi, sebab pabila melihat wajah Nanda dengan fokus itu bisa mengobati rindunya dan lebih menyenangkan dari pada menanggapi perkataan Laksa tadi. Matanya tak bisa teralihkan dari wajah Nanda yang terlukis di sana, dirinya seakan sudah terhipnotis dengan wajah cantik dan lugu itu.
"Maaf alpha, luna memanggil anda keruang tengah," ujar Laksa sekali lagi dan kali ini ia berdiri lebih dekat dengan Raga agar laki-laki itu menanggapi ucapannya.
Raga mengalihkan pandangannya kepada Laksa yang berdiri di samping dirinya. Ia sama sekali tidak menampilkan ekspresi ketika melihat Laksa, ia memandang lurus betanya itu yang sedang menundukan kepala. Lantas laki-laki tersebut meletakan kembali lukisan Nanda di tempt semula, lalu ia berbalik dengan mengibaskan jubah kebesarannya dan keluar dari sana sembari memasang gaya angkuhnya.
Di perjalanan yang ia lalui dan pabila bertemu orang, maka orang-orang tersebut akan menunduk hormat kepada Raga dan akan mengangkat kepalanya lagi pabila Raga sudah terlihat jauh dari mereka. Tak jarang orang yang ia jumpai akan menegur dirinya, namun berbeda dengan dirinya, ia tidak akan pernah merespon teguran-teguran dari bawahannya tersebut.
Kini sampailah Raga pada ruangan yang di maksud Laksa tadi. Ia mendorong pintu ruangan itu dan seraya melangkah masuk kedalam menghampiri sang ibu yang sudah menunggu dirinya di dalam.
Ia duduk di salah satu bangku yang ada di sana, pandangannya lurus menatap sang ibu yang sedang tersenyum manis kepada dirinya.
"Apa kabar nak?" Tanya sang ibu dengan nada bahagianya, sebab sudah cukup lama ia tak berjumpa dengan anaknya ini bekas paska kejadian Raga yang mengamuk.
"Baik," jawab Raga ketus kepada ibunya.
Ia tidak peduli dengan perubahan raut wajah sang ibu selepas memdengar pernyataanya yang terkesan dingin dan bahkan sangat dingin. Raga mentap sang ibu meminta penjelasan. Ia tau pasti ada maksud tertentu jika ibunya akan berkunjung ke pack nya.
"Kenapa ibu kemari?" Raga tidak ingin berbasa-basi yang bisa menghabisakan banyak waktu.
"Santai Ga, ini mama mu. Bisakah kau bersikap lebih sopan lagi. Sekiranya kau beri ibumu ini air minum dahulu kah atau ngobrol santai, kan mama kangen sama kamu. Nggak pekaan banget sih anak mama ini." Luna Quitas pun mendengus kesal atas perlakuan anaknya kepada dirinya.
"Nggak ada waktu," ucap Raga. Lantas ia mengankat badannya dan ingin pergi dari sana.
Luna Quitas langsung menahan lengan sang anak yang ingin pergi, "mama pengen bicara sesuatu sama kamu!"
"Apa?"
"Mama mau jodohin kamu dengan anaknya alpha Rustan. Lidia Anara, lagian kamu juga pernah berpacaran dengannya kan. Jadi jangan menolak permintaan mama, kita butuh bantuan pack mereka untuk kemuajuan pack kita dan untuk menyatukan pack black moon dengan pack red moon."
____________
Tbc
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
Sukses ya bwt kk😄💐