Mampukah Oregon mengalahkan naga yang sedang marah di puncak gunung berapi?
Padahal Oregon hanyalah seorang anak laki-laki berumur tujuh tahun.
Siapa sebenarnya Oregon?
Yuk ikut petualangan Oregon, yang berusaha untuk menaklukkan para naga yang terkenal sangat kuat dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepasang Suami Istri
Orang yang diserahi Tuannya untuk merawat seorang wanita, bernama Nawangsih. Berumur sekitar enam puluh lima tahun, dan punya suami bernama Jati, berumur tujuh puluhan.
Mereka adalah sepasang suami istri, dari bangsa manusia. Tapi hidup di lembah kehidupan, yang merupakan salah satu tempat, di mana letaknya ada di antara dunia manusia dan dunia naga.
Mereka berdua, bukanlah satu-satunya manusia yang hidup di lembah kehidupan ini.
Ada banyak manusia lainnya juga, yang hidup di sini, mengelompok dan terpisah dari kehidupan manusia murni. Alias dunia manusia pada umumnya.
Tapi selain manusia murni, ada juga sebagian dari mereka adalah manusia naga. Yaitu manusia setengah naga, atau asli naga. Tapi berwujud manusia. Sama seperti manusia murni pada umumnya.
Itulah sebabnya, di lembah kehidupan ini, sangat sulit membedakan antara semua. Yaitu antara manusia murni, manusia naga, dan manusia setengah naga.
Di lembah kehidupan ini, semua hidup secara berdampingan. Tanpa ada persaingan ataupun saling menyerang.
Mereka hidup damai, dan harmonis. Meskipun ada beberapa hal yang berkaitan dengan dunia luar. Baik itu dari dunia manusia murni, ataupun dunia klan naga.
Dan di sinilah Ellie di titipan pada pasangan suami istri dari manusia murni. Oleh seseorang, yang sebenarnya bukanlah seorang manusia biasa. Tapi hanya berwujud manusia saja.
"Tuan Putri, silahkan di makan."
Nawangsih mempersilahkan Ellie untuk makan terlebih dahulu, karena Nawangsih yakin jika, tamunya ini belum sempat makan. Di lihat dari perutnya yang tadi sempat berbunyi karena rasa lapar yang sangat.
Ellie, yang dipanggil dengan sebutan Tuan Putri, merasa tidak nyaman dengan panggilan tersebut. Sehingga mengelengkan kepalanya beberapa kali. Meminta pada tuan rumah, yang sekarang ini menjadi induk semangnya. Untuk tidak memangilnya dengan sebutan Tuan Putri.
"Tolong jangan panggil Saya dengan sebutan Tuan Putri. Panggil saja namaku dengan nama Ellie."
Nawangsih, yang sudah paham bagaimana keadaan wanita di depannya ini, hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya mengiyakan.
"Baiklah Ellie. Aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan Tuan Putri lagi. Tapi, cepatlah makan. Kasian perutmu yang sudah kosong sejak tadi."
Akhirnya Ellie menurut. Karena dia memang sudah merasa sangat lapar.
Di saat Ellie sedang makan, Jati, suaminya Nawangsih datang dari ladang. Dia terkejut dengan keberadaan seorang wanita muda dan cantik di rumahnya.
"Bu, siapa dia?" tanya Jati pada istrinya.
"Dia... Emhhh... nanti Ibu kasih tahu Pak. Tapi, biarkan dia makan terlebih dahulu. Dan Bapak, cepatlah membersihkan diri!"
Jati masih merasa penasaran dengan sosok tamu yang ada di rumahnya. Tapi karena jawaban istrinya yang tidak menceritakan tentang siapa tamunya itu, akhirnya hanya mengangguk saja. Kemudian pergi berlalu ke dalam rumah menuju belakang.
"Ibu tinggal dulu ya Ellie."
Nawangsih pamit pada Ellie yang masih makan makanan yang dia sediakan. Sehingga Ellie hanya bisa mengangguk saja.
Setelah melihat Ellie mengangguk, Nawangsih berdiri dari tempat duduknya, kemudian berjalan menuju ke arah belakang. Untuk menemui suaminya.
Di dapur, Nawangsih melihat Jati yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
"Siapa dia Bu? Apa ada penculik yang menculiknya dari dunia manusia dan di sembunyikan di sini?" tanya Jati khawatir.
"Bukan Pak. Dia di bawa Tuan ke sini."
"Tuan siapa? tuan Drake atau tuan Master?" tanya Jati dengan terkejut.
"Bukan mereka berdua. Tapi tuan Hydra."
"Apa? Tumben dia menculik wanita dari dunia manusia? Apa ini wanita persembahan yang sudah tidak dipakai?" tanya Jati penasaran.
Tapi tak lama kemudian, disambung lagi dengan sanggahannya sendiri, yang mengatakan bahwa, "tidak mungkin. Wanita itu bukan seorang gadis muda yang suci. Jadi pasti bukan persembahan dari manusia yang diculik tuan Hydra. Lalu siapa dia?"
Nawangsih tidak bisa bercerita banyak, karena dia sendiri tidak tahu, siapa wanita yang dititipkan padanya.
"Sebaiknya kita tidak perlu tahu banyak Pak. Itu bukan urusan kita. Yang penting, Kuta merawatnya dengan baik. Sudah, itu saja."
Akhirnya Jati mengangguk mengiyakan perkataan istrinya. Karena itulah yang seharusnya mereka berdua lakukan. Tanpa harus tahu banyak. Karena dengan mengetahui lebih banyak lagi, justru nyawa mereka berdua akan menjadi taruhannya.
*****
Lembah kehidupan ini, adalah tempat dimana banyak sekali hal-hal yang disembunyikan tanpa harus diketahui satu sama lain.
Di antara mereka, yang hidup di lembah kehidupan ini, saling tahu sana tahu, untuk diam dan tidak membicarakan soal apapun yang bukan menjadi urusan umum.
Untuk urusan pribadi tidak pernah ada yang mau ikut campur. Karena perbedaan jenis kehidupan mereka juga berbeda, jadi yang penting mereka bisa hidup secara berdampingan damai dan tidak saling mengusik.
Itulah sebabnya, banyak dari kalangan manusia yang lari ke lembah kehidupan ini jika menghadapi permasalahan di dunia manusia.
Begitu juga dengan para naga, yang ingin pergi dari kehidupan kerajaan klan naga karena berbagai macam alasan yang mereka hadapi. Mereka melarikan diri, dan pergi ke lembah kehidupan ini.
Dan jika sudah seperti itu, baik para manusia maupun para naga, tidak akan ada yang mau mengusik kehidupan baru mereka lagi. Karena sudah dianggap sebagai keputusan final, dan bisa dipastikan bahwa, orang dan naga yang sudah ada di lembah kehidupan, tidak akan kembali ke dunia manusia maupun ke kerajaan klan naga.
*****
Di tempat penyekapan Oregon.
Rantai naga yang mengikat kedua kakinya, tidak bisa dilepaskan dengan mudah. Apalagi Oregon juga sudah tidak punya pisau kecil, yang berasal dari sisik ular kobra.
Dia yang sudah merasa capek karena bergerak ke sana kemari sedari tadi, akhirnya hanya bisa duduk terdiam tanpa bisa melakukan apa-apa.
Tapi, dinding batu yang ada di sekitarnya sudah banyak yang runtuh akibat dari pergerakannya tadi, karena saat itu, dia sedang berwujud seekor naga.
"Bagaimana ini? Aku tidak bisa juga melepaskan rantai naga yang begitu kuat. Aku sudah berubah menjadi seekor naga, tapi kekuatan yang Aku miliki juga tidak bisa membuatnya putus."
"Apalagi sekarang, Aku sudah sangat lelah."
Sekarang, Oregon sudah berubah wujud menjadi manusia biasa. Sama seperti Oregon pada umumnya, yang menjadi seorang anak laki-laki berumur tujuh tahun.
Tapi rantai naga tersebut, ternyata juga mengikuti bentuk wujudnya sebagai manusia.
Jadi, rantai itu mengecil dengan sendirinya. Mengikuti bentuk kakinya yang saat ini telah mengecil, karena hanya kaki manusia. Bukan kaki seekor naga.
"Rantai ini ajaib. Bisa menyesuaikan dengan bentuk media yang diikat. Bagaimana cara Aku bisa melepaskannya?"
Sekarang Oregon semakin kagum dan juga penasaran, dengan rantai naga yang tidak bisa dia lepaskan.
Akhirnya, Oregon menyerah dan berdiam diri untuk bermeditasi. Mencari jalan keluar agar bisa terbebas dari ikatan rantai naga, dan bisa keluar dari tempat yang tidak pernah dia ketahui berada di mana.
kalo tetua itu kerjaannya apa aja....
hubungannya dgn oregon apa. ???
bukannya se EKOR THOR????
kalau gak ada...bakalan bikin bosen