seorang gadis terpaksa menikah dengan kakak iparnya, dikarenakan kakaknya meninggalkan dihari pernikahan nya demi mengejar cita cita sebagai model dan ia harus menggantikan posisi sang kakak untuk menjadi mempelai wanita, akankah ia sanggup tinggal bersama seorang Farhan Wijaya CEO yang terkenal dingin dan ia sama sekali tidak pernah akrab dengannya? akankah ia bisa mengubah meluluhkan hati seorang Farhan Wijaya? dengan ketulusan hatinya?
"kamu jangan berharap saya mencintai kamu,! saya hanya cinta dengan Ratna" ucap Farhan.
Amel terdiam ia pun korban dari masalah ini, apakah ia juga menginginkan pernikahan kakak nya berantakan?
apakah Farhan bisa menerima kehadiran Amel dengan seiring berjalannya waktu? dan apakah Farhan telah memakan perkataan nya sendiri?
ingin tau kelanjutan dari kisah Farhan, Amel dan Ratna baca novel ku ini ya per episode☺️☺️🥰
follow Ig: d_sulialia ntar folbeck 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suliadiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
minta maaf
maaf bila ada salah dalam pengetikan mohon dimaklumi 🥰🥰🥰🎉🎉 jangan lupa untuk like dan komen 🥰🥰🥰 selamat membaca 🥰
*
pagi menyapa dengan terang benderang cahaya memasuki jendela milik Farhan, Farhan segera membuka mata ia melihat ke arah Amel yang masih tertidur pulas, mata yang begitu sembab akibat menangis kemarin.
ia turun dari ranjang dan memasuki kamar mandi, rencananya ia tidak masuk kantor terlebih dahulu karena ingin menemani Amel seharian.
*
setelah selesai mandi ia keluar dan masih melihat Amel yang belum terbangun, Farhan menuruni tangga untuk sarapan, setelah sarapan ia akan membawakan makanan untuk Amel.
Farhan langsung duduk di kursi yang sudah ada pak Wijaya,mama dan kakaknya, Farhan melirik tajam ke arah alvan ingin sekali ia lemparkan pukulan di pipi itu,namun karena suasana yang masih pagi ia tidak mau membuat keributan.
"loh gan dimana istri mu?"tanya mama ayu lembut,ia melihat Farhan datang sendiri tidak bersama dengan sang istri
pak Wijaya menoleh ke arah Farhan dan menatap nya dengan penuh tanda tanya, apakah Farhan menyakiti hati Amel lagi?
"em.......itu mah..Amel lagi sakit"ucap Farhan mencari alasan.
"sakit apa nak?kamu apakan Amel?"tanya mama ayu khawatir.
Farhan bingung mau menjawab apa,masa iya ia harus menjawab bahwa ia semalam memperkosa istrinya.
"dia kurang enak badan ma"jawab Farhan lagi
mama ayu mengangguk paham,ia akan melihat keadaan menantunya setelah sarapan pagi.
"awas sampai kamu nyakitin Amel"tegas Wijaya
Farhan menggeleng, papa nya benar benar sangat menyayangi menantunya.mungkin karena ia tidak memiliki anak perempuan.
"i iya pa, galak bener."jawab Farhan tersenyum
Wijaya mengangguk paham,ia hanya tidak mau Farhan menyakiti hati seorang wanita apalagi itu Amel yang sudah menjadi istrinya.
"lalu bagaimana persiapan pernikahan mu"tanya Wijaya pada alvan.
"semua sudah beres,besok aku akan menikah dengan Ratna"jawab alvan antusias ia ingin melihat Farhan cemburu dengan nya
Farhan hanya tersenyum miring,ia sama sekali tidak peduli alvan akan menikahi Ratna karena ia sudah mempunyai istri yang ia cintai.
setelah acara sarapan pagi selesai semua orang pergi melakukan aktivitasnya masing-masing, begitu pun dengan Farhan yang ingin melihat keadaan sang istri.
Farhan membuka pintu dengan hati hati,ia melihat amel sudah bangun tetapi belum turun dari ranjang tubuhnya masih tertutup selimut tebal.farhan mendekati Amel dan meminta maaf atas kemarin malam.
"maafin mas Ra"ucap Farhan menunduk kearah Amel
"mas Farhan jahat banget, sakit tau tanggung jawab"tutur Amel menggerutu
Farhan terkekeh dengan perkataan sang istri,bisa bisanya ia meminta untuk tanggung jawab, padahal mereka sudah resmi menikah.
"mas harus tanggung jawab apa?kan kita sudah memiliki?"tanya Farhan membendung tawanya.
amel juga bingung kenapa ia meminta pertanggungjawaban kepada Farhan suaminya? memang itu sudah menjadi kewajibannya bukan?
"emm.... yaudah bantuin aku masuk kamar mandi, nggak bisa jalan gara gara mas Farhan"ucap Amel
Farhan langsung menggendong tubuh Amel yang masih telanjang untuk memasuki kamar mandi.
"udah ah mas keluar,aku mau mandi malu diliatin"tutur Amel menutupi bagian dadanya
Farhan terkekeh ia padahal sudah melihat tubuh istrinya,buru buru ia keluar dan menunggu sang istri, tidak lupa ia menyuruh bibi untuk membawakan sarapan pagi.
setelah cukup lama Amel keluar dari kamar mandi dengan keramas,ia berjalan layaknya siput, Farhan yang khawatir dengan keadaan Amel yang berjalan lambat Langsung mencoba untuk membantu nya.
"kamu kenapa Ra?"tanya Farhan khawatir
"nggak papa mas, hanya sakit dibagian ************"ucap Amel
Farhan langsung memeluk tubuh istrinya,ia merasa sangat bersalah apakah ia bermain cukup kasar tadi malam?
"maafin mas"tutur Farhan
Amel melepaskan pelukan Farhan dan menatap mata milik suaminya ia tersenyum, bagaimana Farhan meminta maaf padahal itu sudah menjadi hak dia.
"kan sudah jadi tugas ku"Jawab Amel seraya tersenyum
"jadi nggak marah?"tanya Farhan
Amel menggeleng, apa gunanya ia marah memang ini sudah jadi kewajibannya sebagai seorang istri.
"nanti malam boleh minta lagi?"tanya Farhan menaik turunkan alisnya dan mengedipkan sebelah matanya.
Amel langsung menjauh terhadap Farhan,rasa sakit ini saja belum sembuh bagaimana bisa Farhan meminta lagi?
"nggak mas sakit"tutur Amel lembut ia tidak mau Farhan tersinggung atas ucapan nya.
Farhan tersenyum ia tahu maksud dari Amel,ia juga tidak bisa memaksanya.
"katanya kalau udah terbiasa nggak sakit,kan dinding selaput daranya udah nggak ada"jelas Farhan meyakinkan Amel
"kok mas bisa tahu?"tanya Amel heran,ia saja tidak tahu mengenai itu bagaimana Farhan bisa tahu.
"iya katanya dokter"Jawab Farhan santai
"udah lah mas bingung aku,aku laper"ucap Amel memegang perutnya.
Farhan langsung memanggil sang bibi,dan membawakan makanan untuk Amel.ia seharian akan bersama Amel.
"mas Farhan nggak kerja?"tanya Amel
"nggak,mas mau ngabisin waktu untuk kamu seharian penuh"ucap Farhan
Amel tersenyum ia bahagia karena bisa bersama dengan Farhan.
seharian mereka berdua bermain bersama dikamar,dari bermain game, berbagi cerita,dan tentang cinta.
"oh iya mas besok acara pernikahan kak Ratna ya?"tanya Amel
Farhan mengangguk, yang ia khawatir kan kalau Ratna Tinggal bersama Amel dalam satu rumah bagaimana nanti keadaan nya? apakah tidak terganggu.
mas nggak tau,dia tinggal disini atau tidak"tutur Farhan
"nggak papa mas kak Ratna Tinggal disini,kan aku jadi ada temen"ucap Amel tersenyum.
Farhan pun ikut tersenyum ia beruntung sekali bisa menikah dengan orang yang sangat penyabar seperti Amel.
*
sementara di kantor viola terus mengamuk kepada satpam dan Kevin,ia menanyakan perihal keberadaan Farhan.
"KEMANA FARHAN!"tanya viola pada Kevin
"pak Farhan sedang tidak masuk hari ini Bu"Jawab Kevin
viola membuang nafas kasar, padahal ia ingin menemui Farhan tetapi malah ia tidak ada, segera ia menuju parkiran untuk menemui Farhan dirumahnya.
jangan lupa baca eps selanjutnya ya gaesss 🥰🎉🥰🥰🥰🎉 salam happy 🥰🥰🎉🥰🥰
lakukan keluarga reno,,anak salah msh di belain