NovelToon NovelToon
PACAR PALSU, JODOH ASLI

PACAR PALSU, JODOH ASLI

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Romansa / Perjodohan
Popularitas:987
Nilai: 5
Nama Author: Althea Shalmaira

Pacar Palsu, Jodoh Asli

Almira Valencia Pradipta, pewaris Pradipta Corporation, selalu menolak gagasan perjodohan. Baginya, cinta harus dipilih sendiri. Namun hidupnya berubah ketika ia terus-menerus dipertemukan dengan Reynard Arsenio Mahardika, pewaris Mahardika Holdings yang arogan, menyebalkan, dan selalu berhasil memancing emosinya. Lelah menghadapi tekanan keluarga dan gosip yang beredar, mereka sepakat berpura-pura menjadi pasangan agar semua orang berhenti ikut campur. Awalnya hanya sandiwara tanpa perasaan, tetapi semakin lama bersama, batas antara pura-pura dan kenyataan mulai menghilang. Saat benih cinta tumbuh, sebuah rahasia besar terungkap: keluarga mereka ternyata telah menjodohkan mereka sejak lahir. Kini Almira dan Reynard harus memilih, melawan takdir yang telah diatur atau mengikuti suara hati yang tak lagi bisa berbohong.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althea Shalmaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Ayahku di Dalam Daftar

Suasana kamar suite hotel berubah sunyi.

Sangat sunyi.

Bahkan suara pendingin ruangan terdengar begitu jelas.

Di atas meja, ponsel masih menyala dalam mode speaker.

Sementara di seberang sana, analis forensik digital menunggu respons.

Namun Almira tidak mampu berkata apa-apa.

Pikirannya kosong.

Atau mungkin terlalu penuh.

Ia hanya bisa menatap titik yang sama di atas meja.

Sebuah nama.

Satu nama.

Nama ayahnya.

Pradipta Valencia.

"Bu Almira?"

Suara dari speaker terdengar lagi.

Pelan.

Hati-hati.

Seolah takut memperburuk keadaan.

Almira akhirnya berkedip.

Lalu menarik napas panjang.

"Ya."

"Kami masih memverifikasi seluruh data."

"Baik."

"Itu belum berarti beliau terlibat."

"Baik."

"Kami hanya melaporkan apa yang ada dalam file."

"Baik."

Jawaban yang sama.

Datar.

Singkat.

Namun Reynard tahu Almira sedang berusaha keras mengendalikan emosinya.

Setelah panggilan berakhir, keheningan kembali memenuhi ruangan.

Untuk pertama kalinya sejak mereka mulai bekerja sama, Reynard tidak tahu harus berkata apa.

Karena ini berbeda.

Sangat berbeda.

Selama ini mereka menyelidiki orang asing.

Karyawan.

Perusahaan.

Mitra bisnis.

Kini yang muncul adalah keluarga.

Dan keluarga selalu rumit.

Almira berdiri perlahan.

Lalu berjalan menuju jendela.

Lampu kota Makassar terlihat berkilauan di kejauhan.

Indah.

Namun malam itu ia tidak melihat apa pun.

Pikirannya kembali pada ayahnya.

Pradipta Valencia.

Pria yang membangun Valencia Group dari nol.

Pria yang selalu mengajarinya tentang integritas.

Tentang kerja keras.

Tentang tanggung jawab.

Pria yang menjadi alasannya berjuang selama ini.

Dan sekarang...

Namanya muncul dalam sebuah daftar rahasia.

"Aku tidak percaya."

katanya pelan.

Reynard mengangkat kepala.

"Aku tahu."

"Ayahku tidak mungkin melakukan ini."

Nada suaranya tegas.

Meyakinkan.

Seolah ia sedang mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

"Aku tidak mengatakan beliau melakukannya."

kata Reynard.

"Aku tahu."

"Tapi kita juga tidak bisa mengabaikannya."

Kalimat itu membuat Almira menutup mata.

Karena itulah masalahnya.

Sebagai anak, ia ingin langsung membela ayahnya.

Sebagai seorang profesional, ia tidak bisa.

"Aku benci investigasi."

gumamnya.

"Itu baru pertama kali kamu mengatakannya."

jawab Reynard.

Biasanya Almira akan membalas.

Biasanya ia akan melontarkan komentar sinis.

Namun malam itu ia hanya diam.

Dan itu membuat Reynard semakin khawatir.

Beberapa menit kemudian, hasil awal analisis flashdisk mulai masuk melalui email.

Mereka kembali duduk di meja.

Membuka file demi file.

Berusaha mengesampingkan emosi.

Fokus pada fakta.

Dan fakta-fakta itu mulai menunjukkan sesuatu yang menarik.

Sesuatu yang sedikit melegakan.

Daftar tersebut ternyata bukan daftar transaksi ilegal.

Bukan daftar pembayaran.

Bukan daftar penggelapan.

Melainkan catatan pertemuan.

Pertemuan-pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga tahun terakhir.

Sebagian besar melibatkan tokoh-tokoh penting dari berbagai perusahaan.

Termasuk Valencia Group.

Mahardika Holdings.

Dan beberapa perusahaan lain yang belum pernah mereka dengar.

"Aneh."

kata Reynard.

"Apa?"

"Lihat tanggalnya."

Almira memperhatikan.

Lalu mengernyit.

Karena sebagian besar pertemuan berlangsung jauh sebelum proyek kerja sama mereka dimulai.

Bahkan beberapa terjadi dua tahun lalu.

"Kalau ini terkait proyek kita..."

kata Almira.

"...waktunya tidak cocok."

lanjut Reynard.

Mereka saling menatap.

Dan untuk pertama kalinya sejak nama ayah Almira muncul, secercah harapan muncul.

Mungkin.

Hanya mungkin.

Mereka sedang melihat sesuatu yang berbeda.

Namun harapan itu tidak bertahan lama.

Karena di halaman berikutnya mereka menemukan sesuatu yang baru.

Sesuatu yang membuat situasi kembali rumit.

Setiap pertemuan memiliki kode.

Nomor.

Lokasi.

Daftar peserta.

Dan satu kolom tambahan.

Kolom yang tidak memiliki judul.

Hanya huruf.

A.

B.

C.

D.

Dan kadang E.

"Ini apa?"

gumam Almira.

Reynard menggeleng.

"Tidak tahu."

"Kategori?"

"Mungkin."

"Prioritas?"

"Mungkin."

"Kode operasi?"

"Itu terdengar seperti film mata-mata."

"Tapi kita sedang hidup di dalamnya."

Untuk pertama kalinya malam itu, Reynard tertawa kecil.

Dan syukurlah, Almira ikut tersenyum.

Meski hanya sesaat.

Mereka terus membaca.

Menganalisis.

Mencatat.

Sampai sebuah pola mulai muncul.

Pertemuan yang melibatkan ayah Almira selalu memiliki kode yang sama.

Kode A.

Sementara beberapa nama lain muncul dalam kode berbeda.

"Tunggu."

kata Reynard.

"Apa?"

"Aku menemukan sesuatu."

Ia memutar laptop ke arah Almira.

Lalu menunjukkan salah satu nama.

Nama yang langsung membuat Almira membeku.

Arman Mahardika.

Ayah Reynard.

Kini giliran Reynard yang terdiam.

Karena nama ayahnya muncul dalam daftar yang sama.

Berkali-kali.

Dan sebagian besar juga memiliki kode A.

"Baik."

kata Almira perlahan.

"Ini mulai terasa aneh."

"Mulai?"

Reynard mengangkat alis.

"Bagiku ini sudah aneh."

Almira menatapnya datar.

Namun kali ini candaan itu berhasil sedikit mengurangi ketegangan.

Meski demikian, fakta baru itu mengubah segalanya.

Karena sekarang bukan hanya ayah Almira yang muncul.

Ayah Reynard juga ada.

Dan jika keduanya tercantum dalam kelompok yang sama...

Maka kemungkinan mereka sedang melihat sesuatu yang lebih besar menjadi semakin kuat.

"Kita jangan terburu-buru."

kata Almira.

"Setuju."

"Kita belum tahu arti daftar ini."

"Setuju."

"Kita juga belum tahu siapa yang membuatnya."

"Setuju."

"Kamu bisa berhenti mengatakan setuju."

"Setuju."

Almira langsung melempar bolpoin.

Reynard berhasil menangkapnya.

Lagi.

Malam semakin larut.

Namun keduanya masih bekerja.

Mencocokkan nama.

Membandingkan tanggal.

Menyusun hubungan antarperusahaan.

Dan semakin banyak data yang mereka kumpulkan, semakin jelas satu fakta.

Daftar ini bukan daftar acak.

Ada pola yang sangat terstruktur.

Seseorang mencatat semuanya dengan teliti.

Sangat teliti.

Pukul satu dini hari.

Sebuah email baru masuk.

Dari tim forensik.

Subjeknya hanya dua kata.

Temuan Baru.

Reynard langsung membukanya.

Lalu ekspresinya berubah.

Seketika.

Almira yang melihat perubahan itu langsung tahu.

Ada sesuatu.

"Apa?"

Reynard tidak menjawab.

Ia hanya memutar layar laptop.

Dan Almira membaca isi email tersebut.

Tim forensik berhasil memulihkan beberapa file yang sebelumnya terhapus dari flashdisk.

Salah satunya adalah foto.

Foto sebuah pertemuan.

Diambil secara diam-diam dari kejauhan.

Resolusinya tidak terlalu bagus.

Namun cukup jelas untuk mengenali wajah.

Di dalam foto tersebut terdapat beberapa orang yang sedang duduk mengelilingi meja.

Pradipta Valencia.

Arman Mahardika.

Dan tiga orang lain yang tidak mereka kenal.

Namun bukan itu yang membuat mereka terkejut.

Yang membuat mereka terkejut adalah lokasi pertemuan.

Karena foto itu diambil di sebuah restoran privat di Jakarta.

Dan tanggal yang tercantum berada tepat satu minggu sebelum mereka pertama kali dipertemukan oleh keluarga masing-masing.

Ruangan mendadak sunyi.

Keduanya saling menatap.

Tidak ada yang berbicara selama beberapa detik.

Karena satu pemikiran yang sama muncul di kepala mereka.

Pertemuan itu terjadi sebelum mereka bertemu.

Sebelum proyek dimulai.

Sebelum semua kekacauan ini.

"Reynard..."

suara Almira terdengar pelan.

"Hm?"

"Aku mulai tidak menyukai arah penyelidikan ini."

Reynard mengangguk.

"Percayalah."

Ia menatap foto di layar.

"Lagi kali ini aku benar-benar setuju."

Karena untuk pertama kalinya, muncul kemungkinan yang belum pernah mereka pertimbangkan sebelumnya.

Bagaimana jika proyek kerja sama ini bukan kebetulan?

Bagaimana jika pertemuan mereka juga bukan kebetulan?

Bagaimana jika sejak awal...

Seseorang telah merencanakan semuanya?

Dan jika itu benar...

Maka pertanyaan terbesar bukan lagi tentang data yang hilang.

Melainkan tentang mereka berdua.

Mengapa mereka dipertemukan?

Dan siapa yang sebenarnya diuntungkan dari semua ini?

Di layar laptop, foto pertemuan rahasia itu masih terpampang.

Diam.

Namun seolah menyimpan jawaban yang selama ini mereka cari.

Atau justru menyimpan rahasia yang akan menghancurkan semua yang mereka percayai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!