NovelToon NovelToon
Obsesi Papa Mertua

Obsesi Papa Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:77.5k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Dua minggu pernikahan menjadi neraka bagi Freya Arunika. Ia baru menyadari dirinya hanya dijadikan tumbal saat memergoki perselingkuhan suaminya, Sean Ravindra, dengan Bianca—adik tirinya sendiri. Sejak rahasia itu terbongkar, hidup Freya sepenuhnya terkekang.
Namun, takdir berputar liar ketika Ravael, ayah kandung Sean sekaligus sosok penolong masa lalu Freya, kembali dari luar negeri. Jatuh cinta pada pandangan pertama tanpa tahu identitas Freya, obsesi Ravael justru semakin membara setelah mendapati wanita itu adalah menantunya.
Kini, Freya terjebak di antara dua pria sedarah: suami kejam yang membencinya, dan papa mertua berkuasa yang terobsesi memilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.

​Lampu gantung di ruang tengah memancarkan cahaya temaram yang membiaskan bayangan panjang di dinding pualam. Di atas sofa kulit yang dingin, udara terasa begitu pekat, seolah oksigen telah terkuras habis oleh ketegangan yang membakar.

​"Maafkan aku, Freya... Maafkan aku. Aku sudah tidak bisa menahannya lagi," erang Rafael parau. Suaranya bergetar hebat di antara deru napasnya yang memburu, menyuarakan pergulatan batin dan dorongan tak terkendali yang merusak akal sehatnya.

​Kedua tangan kokohnya menahan pergelangan tangan Freya di atas sofa. Matanya yang biasa memancarkan wibawa dingin kini dipenuhi kabut kegelapan. Ia menatap langsung ke dalam manik mata menantunya—mata bulat yang saat ini dipenuhi oleh gelombang ketakutan yang teramat sangat. Efek racun obat perangsang yang disusupkan musuhnya membakar seluruh kesadarannya, mengikis batas integritas pria matang tersebut. Namun, di balik kekacauan emosi dan dorongan kimiawi itu, ada sebersit kejujuran pahit yang mendadak tumpah dari bibir sang Tuan Besar.

​"Aku mencintaimu, Freya. Aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu," aku Rafael dengan suara serak. Matanya berkilat antara emosi, gairah terlarang, dan kepedihan yang terpendam sekian lama. "Aku tidak pernah tahu kalau wanita yang mengisi pikiranku selama ini, wanita yang bayangannya selalu mengejarku setiap malam, ternyata adalah wanita yang dinikahi oleh putraku sendiri. Aku tidak tahu kau menantuku! Tolong aku, Freya... bantu aku malam ini saja."

​Freya membelalakkan matanya. Napasnya tercekat di dada, sementara jantungnya serasa mencelos mendengar pengakuan yang teramat gila itu. Lidahnya mendadak kelu, tak menyangka bahwa rasa hormat yang selama ini ia berikan pada mertuanya dibalas dengan perasaan terlarang yang merusak. Ia menggelengkan kepalanya histeris, air matanya luruh semakin deras membasahi pipinya yang pucat.

​"Tidak, Papa! Lepaskan aku! Aku tidak mau melakukan ini!" jerit Freya sambil meronta sekuat tenaga. Ia mengibaskan tubuhnya, mencoba melepaskan diri dari kungkungan fisik Rafael yang tak tergoyahkan. "Ini salah! Ini dosa besar! Aku mencintai suamiku, Papa! Aku mencintai Sean! Hanya Sean!"

​Pengakuan cinta Freya untuk Sean seketika memancing amarah yang luar biasa di dalam dada Rafael. Kata 'Sean' yang terucap dari bibir Freya bertindak bagaikan bensin yang menyiram kobaran api dalam diri Rafael. Efek obat di tubuhnya berpadu dengan rasa cemburu membakar egonya sebagai seorang pria dominan.

​"Kau mencintai pria bajingan itu?!" bentak Rafael, suaranya menggelegar memenuhi ruangan yang sunyi, memantul di dinding-dinding tinggi mansion megah tersebut.

​Tanpa membuang waktu lagi, dengan dorongan amarah dan kegilaan yang tak tertahan, Rafael menarik tubuh Freya. Ia mengangkat tubuh mungil itu dan membawanya melangkah lebar menaiki anak tangga kayu jati menuju lantai dua. Langkah kakinya berat dan penuh tekad, mengabaikan seluruh jeritan dan rintihan yang terlontar. Ia menuju kamar pribadinya—sebuah area terlarang yang jauh dari kamar utama tempat Freya dan Sean biasanya tinggal.

​"Lepaskan aku, Paa! Tolong, jangan lakukan ini! Sadarlah, Papa!" Freya terus memukul dada dan bahu Rafael yang keras bagaikan batu. Tangan mungilnya gemetar, menangis histeris hingga suaranya serak dan nyaris habis.

​"Kenapa, Freya?! Kenapa kau begitu mencintainya?!" teriak Rafael sambil menendang pintu kamarnya hingga terbuka lebar. Suara benturan pintu menggema memecah malam. Dengan gerakan penuh dominasi, ia merebahkan tubuh Freya ke atas ranjang berukuran king size miliknya yang berdinding kain sutra gelap.

​Freya langsung meringkuk di atas kasur yang empuk namun terasa begitu dingin baginya. Ia menatap Rafael yang berdiri di tepi ranjang dengan napas tersengal, berusaha mencari sisa-sisa kebaikan dari pria yang selama ini ia anggap sebagai pelindung. Dengan air mata yang terus mengalir deras, Freya menjawab jujur dari lubuk hatinya yang paling dalam, menyuarakan keputusasaan seorang istri yang terabaikan.

​"Karena Sean adalah cinta pertamaku, Paa!" teriak Freya, suaranya pecah tercekat tangis yang membendung di tenggorokan. "Dia pria pertama yang hadir dalam hidupku, pria pertama yang membuatku tahu apa itu arti cinta! Aku akan terus berjuang agar Sean bisa melihatku, menyadariku, dan akhirnya jatuh cinta padaku! Aku yakin... aku sangat yakin suatu saat nanti Sean pasti akan berubah dan meninggalkannya! Jadi kumohon, jangan hancurkan harapanku, Papa!"

​Mendengar keyakinan naif dan cengeng dari bibir Freya, rahang Rafael bergetar rapat. Pengorbanan wanita muda ini untuk pria yang jelas-jelas mengkhianatinya membuat hati Rafael berdarah sekaligus murka. Kemarahannya mencapai puncak, beriringan dengan dominasi emosi gelap yang menguasai akal sehatnya seutuhnya.

​"Harapanmu itu hanya omong kosong, Freya!" desis Rafael kejam, suaranya dingin menembus dada Freya.

​Rafael langsung naik ke atas ranjang, menahan pergerakan Freya hingga wanita itu terkunci sepenuhnya dan tidak bisa melarikan diri ke mana pun.

Di tengah jeritan ketakutan Freya yang memecah kesunyian kamar dan pengaruh racun kimia yang merusak pikirannya, Rafael mengabaikan segala bentuk penolakan, Isakan, dan jeritan penyesalan.

Ia membiarkan kegelapan menguasai nuraninya dan merenggut pertahanan serta batas terakhir menantunya secara paksa.

​Pergulatan emosi dan penderitaan yang memilukan itu berlangsung dalam ketegangan yang pekat.

Namun, di tengah situasi yang begitu kelam dan berandil trauma tersebut, sebuah kenyataan mengejutkan mendadak menyengat kesadaran Rafael.

Dari respons dan kondisi yang ia dapati di tengah tindakan kalapnya malam itu, Rafael menyadari satu hal besar yang meruntuhkan logikanya.

​Pernikahan Sean dan Freya selama berbulan-bulan ini ternyata hanyalah sebuah kedok sandiwara yang kosong. Sean tidak pernah menyentuh istrinya sendiri sebagai seorang pasangan batin.

Freya masih memegang kesuciannya secara murni hingga detik ini—sampai Rafael sendiri yang merenggutnya dengan cara paling mengerikan.

​Rasa kesal dan murka pada kebodohan putranya yang menyia-nyiakan wanita suci ini seketika berpadu dengan rasa bersalah yang teramat besar. Penyesalan mendalam menyergap dada Rafael bagai tusukan bilah belati yang beracun.

​Rafael terpaku. Efek obat di tubuhnya mendadak menguap, digantikan oleh hawa dingin yang menyiksa jiwanya. Ia menatap wajah Freya yang kini memejamkan mata rapat-rapat, terisak kecil dengan tubuh gemetar hebat, menahan penderitaan fisik, kebingungan, dan trauma mendalam atas apa yang baru saja terjadi.

​"Freya... kau... Sean belum pernah..." kalimat Rafael menggantung di udara. Suaranya yang biasa berwibawa kini tercekat sepenuhnya di tenggorokan.

​Namun, segalanya sudah terlanjur terjadi. Waktu tidak bisa diputar kembali, dan nasi telah menjadi bubur. Malam itu menjadi saksi lahirnya tragedi baru dalam keluarga mereka, meninggalkan Freya dalam kepedihan dan kehampaan yang tak terobati, sementara Rafael kini terjerat dalam dosa besar serta obsesi terlarang yang ia ciptakan atas perbuatannya sendiri.

*

*

*

1
Mala Sari
thor dobel up dunk😂
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Ahmad Hamball
lanjut thor💪
MissSHalalalal: besok ya kak🥰
total 1 replies
Kamsia
nkh aj toh udh kejadian kalo cinta bisa pas udh bersama psti sayang dan tanggung jwb👍😍💪
Mala Sari
suka banget karakter Rafael ni..., laki laki bett..., kalau aku sih yesss
MissSHalalalal: author juga mau kak 🤭🥰
total 1 replies
Kamsia
ad aja y kak thor 🤭🙏
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kamsia
kenyataannya thor yg bikin jd gak mimpi freya 🤣🤣
Kamsia
rafael doyan bgt.ap krn lama jd dufakah.hayooo lho freya di unboxing lg
Reni Anjarwani
pokoknya semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut up douebel
ina
😍
Kamsia
semoga aj gak ad ulet bulu lg 😍🙏
partini: ganti uler kadut 🤭🤭
total 1 replies
Kusmiati 12
lanjut tooot👍
Kusmiati 12
lanjut tooot👍
Mala Sari
otw nyari lemper dan kawan kawannya🤣
Kamsia
semoga gak ad lg airmata freya 😍😍🙏
partini: aku ga yakin kayanya konflik lagi deh
total 1 replies
Reni Anjarwani
akhirnya sah
BORED
🌚🌚🌚🌚
Mita Paramita
siap Thor udah follow 😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!