NovelToon NovelToon
KOS-an BERHANTU [ END ]

KOS-an BERHANTU [ END ]

Status: tamat
Genre:Horor / Spiritual / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:247.1k
Nilai: 5
Nama Author: siyuk sie

(Novel Ketiga = Puskesmas Di Tengah Hutan)

Berawal dari rasa geram Nala pada pemilik kos-an membuatnya nekat untuk pindah yang ternyata, malah membawanya kepada pusaran terror ghaib nan mencekam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siyuk sie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Terungkap

Karena tidak dapat lagi menghindar, Nala hanya bisa mengakuinya. Nala menceritakan semuanya tentang si pelayan wanita tua beserta dengan peringatan yang ia katakan. Tentu saja hal itu membuat Reza murka. Meski murka, Reza masih bersikap lembut kepada Nala. Reza bahkan meminta Nala untuk mengabaikan ucapan si pelayan wanita tua. Reza meyakinkan bahwa apa yang telah pelayan itu lakukan hanya untuk membuat Nala bimbang dan ragu. Perihal alasan dibaliknya, Reza menganggap si pelayan tua merasa iri saja. Reza mengatakan bahwa si pelayan iri sebab hingga usia senja hanya bernasib menjadi pelayan.

"Begitu ya?"

"Kamu tidak percaya?" tanya Reza.

"Bukan begitu..."

"Sayang, kehidupanmu saat ini merupakan impian banyak wanita. Tidak pernahkah kamu memikirkannya?"

"Benar juga tapi..."

"Kehidupanmu sekarang adalah impian pelayan tua itu juga, impian yang hingga kini tidak bisa ia dapatkan."

Reza memerintahkan pengawal dan pelayan pribadi Nala untuk pergi. Dewi dan Ranti mengucapkan terima kasih sebelum melangkah ke luar kamar.

"Sayang.. jangan pernah meragukanku lagi!" pinta Reza seraya memeluk kekasihnya.

Nala merasa sangat bingung sekarang.

"Aku akan memberimu waktu untuk berpikir dan beristirahat," ucap Reza kemudian.

Nala hanya mengangguk lalu duduk di tepian ranjang.

"Aku pergi dulu!"

"Iya," jawab Nala.

Reza mengusap lembut pipi Nala lalu melangkah keluar dari kamarnya. Alih-alih beristirahat, Nala malah mengikuti Reza diam-diam. Aksi Nala kali ini, diketahui oleh kedua pelayan pribadinya.

"Tuan putri.." panggil Dewi.

"Kecilkan suaramu!"

"Apa yang tuan putri lakukan?"

"Aku cuma mengikuti calon suamiku."

"Tolong jangan membuat raja marah!"

"Aku tidak melakukan kejahatan apa pun. Sebaiknya kalian diam dan ikuti saja aku jika kalian khawatir, aku akan melakukan sesuatu!"

Dewi dan Ranti pun turut mengendap-endap, mengikuti apa yang Nala lakukan. Ternyata, Reza menemui si pelayan wanita tua. Bukannya takut, wanita tua itu malah terlihat santai melihat kedatangan Reza.

"Kamu mendatangiku pasti karna sudah tahu," ucap si wanita tua.

"Apa maksudmu mengatakan hal itu kepada Nala?" tanya Reza dengan wajah merah padam.

Tampak jelas kemarahan di wajahnya meski tutur katanya masih tergolong pelan.

"Karena dia berbeda dengan kita."

"Apa hakmu menentukan itu?"

"Lantas apa hakmu menahannya begitu?"

"Jangan ikut campur urusanku!"

"Cuih.. bocah tengik, sudah berani melawanku."

Nala tersentak melihat keberanian si pelayan wanita tua.

"Untuk seorang pelayan, berani sekali dia berbuat seperti itu?" benak Nala.

"Jangan memaksaku, jangan memancing amarahku!" ucap Reza.

"Bocah, kamu jangan lupa diri! aku yang membiarkanmu tinggal di sini, membiarkanmu menaklukkan jin-jin yang lain hingga mendirikan istana ini."

"Aku juga sudah menepati janjiku dengan tidak mengusikmu, membiarkanmu melakukan apa pun sesuka hatimu," sanggah Reza.

"Apa maksudnya? siapa sebenarnya wanita tua ini? kenapa..." benak Nala dipenuhi banyak tanya sekarang.

Nala merasa kian bingung.

"Memberitahu Nala juga termasuk dalam kebebasanku dalam berbuat sesuatu, jadi, tidak ada yang salah dengan itu."

"Jangan berlagak bodoh! kita berdua tahu, apa yang kita maksud dengan kebebasan melakukan apa pun adalah selama kita tidak saling mengusik urusan masing-masing."

Si wanita tua tertawa terbahak-bahak.

"Lihatlah dirimu! begitu hina dengan menyerupai pacarnya."

"Jaga ucapanmu!"

"Aku mengatakan ini untuk menyadarkanmu. Gadis itu tidak akan mau kalau melihat wujud aslimu."

"Wujud asli, apa maksudnya?" tanya Nala di dalam hati.

"Sembarangan!"

"Aku yakin, kamu juga tahu itu. Makanya kamu berbuat hingga begini."

"Dengar! aku bisa melanggar perjanjian kita dan menghabisimu sekarang," Reza mengancam.

"Aku juga bisa bocah tengik! lakukan saja!" tantang si wanita tua.

Jantung Nala berdegup dengan kencang. Dia takut jika perkelahian akan benar-benar terjadi. Namun ternyata, tak terjadi apa-apa sebab Reza, memilih untuk pergi membawa amarahnya, menjauh dari si wanita tua. Hal ini sekaligus menambah kebingungan Nala.

"Tuan putri," panggil Ranti pelan.

Nala menatapnya sesaat lalu berbalik, berjalan kembali ke kamarnya. Kedua pelayan pribadinya, mengikuti Nala dari belakang.

"Sudah sampai begini, jangan menyembunyikan apa pun lagi dariku, katakan yang sebenarnya!" pinta Nala.

Kedua pelayan pribadinya lekas berlutut memohon ampun. Nala berkacak pinggang, dia merasa sangat kesal.

"Aku tidak butuh kalian berlutut. Aku mau, kalian berkata jujur!"

"Kami tidak berani putri," jawab Dewi.

"Tidak ada Reza di sini. Aku janji tidak akan mengadukan kalian."

"Bagaimana pun, kami tidak akan lepas dari kemarahan raja," jawab Ranti.

"Ranti benar tuan putri, mohon tuan putri bisa bersikap bijak!" sahut Dewi.

"Kalian membuatku kesal, pergilah!"

"Tuan putri.."

"Keluar!"

Dewi dan Ranti pun berdiri, memberi salam kemudian keluar dari kamar Nala. Di dadanya, amarah telah bergumul. Meski Nala belum tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi namun dia merasa telah banyak dibohongi.

"Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Siapa Reza yang sebenarnya?"

"Kenapa wanita tua itu mengatakan bahwa Reza menyerupai pacarku, apa Reza yang aku lihat ini palsu?"

"Wujud asli, memangnya seperti apa wujud asli Reza? kenapa sampai aku tidak akan bersedia jika tahu?"

"Siapa juga wanita itu?"

"Berdasarkan yang aku lihat tadi, kurasa wanita tua itu bukanlah pelayan seperti anggapanku semula."

"Kenapa Reza sangat menahan diri padanya?"

"Terlihat takut pada wanita tua itu."

"Ada apa ini?"

"Aku sungguh terlihat seperti orang bodoh saja. Semuanya mempermainkanku sesuka hati mereka. Aku ini apa? boneka?"

"Astaga! siapa yang bisa menjawab semua pertanyaanku?"

"Sekarang, aku tidak mempercayai siapa pun, termasuk juga Reza. Lantas, bagaimana aku harus bersikap?"

"Pernikahanku, tidak bisa lagi ditunda tapi jika hal ini adalah sebuah kesalahan besar, bagaimana caraku memperbaikinya?"

"Apa yang harus kulakukan?"

"Siapa yang bisa membantuku sekarang?"

"Aku harus mencari cara untuk menemui wanita tua itu. Entah apa yang akan terjadi setelahnya. Aku hanya ingin tahu cerita berdasarkan dari versinya. Setelah itu, biarkan hatiku yang menentukan."

Nala kembali keluar kamar namun Dewi dan Ranti langsung menahannya. Mereka memohon agar Nala tidak melakukan apa pun yang nantinya akan mengundang amarah Reza.

"Pergilah! jangan menahanku!"

"Maaf tuan putri, kami tidak bisa membiarkan tuan putri pergi!" jawab Dewi.

"Kalian melawanku?"

"Kami tidak berani, maafkan kami!" jawab Dewi seraya menatap penuh arti ke arah Ranti.

Kemudian, kedua pelayan pribadi itu mendorong Nala untuk kembali masuk ke kamar lalu menguncinya dari luar. Nala menggedor pintu berkali-kali seraya meminta untuk dibukakan pintu.

"Maafkan kami tuan putri! sungguh, kami tidak memiliki pilihan lain selain berbuat begini," ucap Dewi dari balik pintu.

"Kurang ajar kalian! lepaskan aku sekarang!"

Dewi dan Ranti saling memandang. Sementara Nala, kian terbakar amarahnya.

...🌿 Bersambung... 🌿...

1
Diankeren
haduuh knpe jdul'y Bgeettoo 😝 inget masa muda jdi'y eike klo Lgi ng'cengin tmn yg omdo
ada swara g ada bntuk
Diankeren
te i ty TY pe o po PO 🤣✌🏻
🏃🏻🏃🏻💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨💨
Diankeren
mnding mna yg pnya kosan rwel atau kosan baik² aja tpi ada hntu'y? 👻👻👻
siyuk sie: wah pilihan sulit ini hrhehe
total 1 replies
dream
Bagus..... bikin merinding....
Yulia Aziz
padahal tak pikir si Nala bakal nikah beneran sama jin... Alhamdulillah gak jadi , dan happy ending

makasih Thor 🤗
siyuk sie: iya kak happy ending ☺️🫰
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
bagus
siyuk sie: Terima Kasih banyak kak
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
wahhh kyanya semuanya hantu deh...kecuali nala😁😁
Shyfa Andira Rahmi
jdiii....yg bukan manusia itu yg mna niihhh🤔
dream
keren..... happy ending
dream
Nala... kamu gak bisa berdoa?
dream
Duh.... udah di ingetin, tapi ngeyel
dream
Terlambat sudah... Nala sdh terperdaya
dream
kalau lawan uwong beneran sih gampang....
dream
Duh... Nala... sadar Nala.....
dream
Duh Nala... kasian ortumu n Reza, jgn terlena...
dream
itu Reza palsu, pasti rajanya
dream
Wah.... si Nala emang udah di incar penghuni di sana jangan bu yanti ratu dedemit..... hiii.....
dream
Duh.... Nala... gmn nasib mu, tukang nasi yg kamu beli juga tkng nasi alam gaib teenyata
dream
Semoga Nala selamat n di temukan ibu bpknya
dream
Duh... smg Nala selamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!