NovelToon NovelToon
Bukan Pernikahan Impian

Bukan Pernikahan Impian

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Fiksi Modern / Tamat
Popularitas:159k
Nilai: 5
Nama Author: diamond ice

Marvel Lawrence pria berusia 28 tahun yang tidak pernah serius akan cinta. Ia lebih suka menjalin hubungan singkat dengan banyak wanita. Memiliki sahabat mantan casanova yang sekarang sudah bertobat tidak menjadikan itu motivasi untuk Marvel mengikuti jejaknya.




Karen Ramsey perempuan cantik berusia 25 tahun yang berprofesi sebagai model. Yatim piatu sejak kecil dan hanya hidup berdua dengan omnya yang suka berjudi. Sangat terobsesi dengan seorang casanova kaya namun harus kandas karena tidak ada balasan cinta dari casanova tersebut.


Lalu bagaimana jika mereka dipertemukan di sebuah pernikahan karena accident? Kuyy dibaca siapa tahu suka.


SEKUEL DARI TRIPLET DAN CEO


Peringatan🗣️🗣️🗣️
Cerita ini adalah murni hasil karangan imajinasi author dan seluruhnya adalah fiktif belaka. Semoga pembaca tidak larut dalam cerita sehingga tidak membawanya ke dalam dunia nyata. Cerita ini hanya untuk hiburan dan tidak lebih. Author ucapkan terima kasih karena sudah mampir 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diamond ice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Curhat

Sudah tiga hari ini sifat Marvel berubah seratus persen kepada Karen dan Calendula. Laki-laki itu menjadi lebih perhatian kepada istri dan anaknya. Marvel sendiri juga merasa bingung akan perubahan sikapnya. Yang lebih mengejutkan lagi adalah pikiran Marvel selalu tertuju kepada Karen dan Calendula dimana pun laki-laki itu berada.

'' Marvel, nanti setelah pulang kerja mau hang out bareng enggak?'' tawar Diandra kepada Marvel. Saat ini mereka sedang berada di lift yang sama untuk menuju lantai yang berbeda. Entah kebetulan atau bagaimana, yang pasti di dalam lift tersebut hanya ada Diandra dan Marvel saja.

'' Maaf aku tidak bisa Di. Kapan-kapan saja ya,'' tolak Marvel. Sedangkan Diandra hanya mengangguk memaklumi mungkin laki-laki itu sedang ada urusan.

Tak lama pintu lift terbuka untuk lantai yang menjadi tujuan Marvel. Marvel kemudian berpamitan kepada Diandra karena akan keluar dari lift terlebih dahulu.

Di dalam ruangannya, Marvel merogoh saku untuk mengambil ponsel miliknya. Marvel mengecek pesan-pesan yang masuk berharap seseorang itu mengirimnya pesan. Namun harapan tidak sesuai dengan kenyataan, orang yang ditunggu Marvel untuk mengirimi pesan ternyata tidak ada. Akhirnya Marvel memutuskan untuk menelepon orang itu terlebih dahulu.

'' Halo, kenapa kamu tidak membalas pesan ku?'' tanya Marvel yang sedang menatap layar ponselnya. Layar ponsel tersebut menampilkan wajah seseorang yang ditelepon oleh Marvel.

'' Maaf aku baru pulang dari butik,''

'' Dimana Calendula?'' tanya Marvel berikutnya.

'' Dia sedang tertidur di kamar. Terima kasih, Calendula sangat nyaman dengan tempat tidurnya yang baru,''

'' Tidak masalah. Aku cuma ingin memberikan kenyamanan untuk Calendula. Oh ya apakah hari ini kamu bekerja? Bukankah tadi pagi aku sudah melarang kamu untuk pergi kemana-mana?''

'' Marvel aku hanya pergi ke butik sebentar,''

'' Sudah dibilang jangan pergi kemana-mana tetapi masih aja membantah. Kamu lagi sakit Karen. Kalau terjadi sesuatu sama kamu bagaimana?'' ucap Marvel dengan nada khawatir.

'' Marvel ini semua juga gara-gara kamu penyebabnya. Bilang aja kamu melarang ku pergi kemana-mana supaya aku tetap fit terus nanti bisa kamu ajak begadang setiap hari. Iya kan?,'' balas Karen dengan nada kesal. Perempuan itu menjawab ucapan Marvel dengan bibir yang mengerucut.

Marvel terkekeh mendengarnya. Karen terlihat sangat menggemaskan jika sedang merajuk apalagi ketika mengomeli dirinya. Inilah alasan Marvel mengapa ia menolak ajakan Diandra, karena Marvel ingin segera pulang dan mengerjai Karen dengan ajakan untuk mewujudkan fantasi kotornya.

'' Tapi kamu juga menikmatinya bukan?'' goda Marvel.

'' Sudah dulu ya. Aku masih banyak pekerjaan. Nanti aku usahakan pulang cepat karena aku tahu kamu sudah sangat merindukan kehadiran ku,'' ucap Marvel disertai senyum tanda kutipnya.

Karen tersenyum setelah mematikan sambungan telepon dari Marvel. Walaupun beberapa hari ini badannya terasa sakit karena ulah Marvel, tetapi Karen rela melakukan itu karena hatinya sendiri yang juga turut menginginkannya.

'' Cinta memang aneh,'' gumam Karen senyum-senyum sendirian. Di dalam kamar apartemennya hanya ada Calendula yang tidur dan dirinya saja.

'' Eh tunggu... Tidak mungkin aku jatuh cinta secepat itu?'' gumam Karen lagi.

Beribu-ribu asumsi sedang memenuhi pikiran Karen. Jujur ia merasa bahagia saat hubungannya bersama Marvel membaik. Tetapi Karen juga tidak bisa membiarkan hatinya yang terlalu jauh bahagia karena merasakan kenyamanan, Karen harus bisa membatasi hatinya agar tidak terluka hingga waktunya tiba nanti.

...****************...

Malam hari di apartemen milik Marvel, Karen sedang memastikan tidur Calendula yang nyaman di tempat barunya. Bayi itu sudah terlelap cukup lama sampai tidak terpengaruh dengan aktivitas kedua orang tuanya.

'' Apa dia tidur nyenyak?'' tanya Marvel seraya memeluk Karen dari belakang.

'' Sangat nyenyak. Dia bahkan tidak bangun walaupun aku mencubit pipinya,'' balas Karen.

Marvel memeluk Karen cukup erat. Karen yang dipeluk dari belakang hanya bisa menikmati sentuhan hangat tersebut. Berada di dekat Marvel, memberi kenyamanan tersendiri bagi Karen.

'' Apa kamu sudah mengantuk?'' tanya Marvel berikutnya dan Karen yang menggeleng sebagai jawaban.

'' Kita duduk-duduk di balkon sebentar. Aku yakin kita masih bisa mendengar Calendula menangis walaupun kita meninggalkannya sendirian di kamar,'' ajak Marvel kepada Karen.

Di atas balkon tersedia dua kursi malas yang bisa digunakan dan dilipat kapan pun. Di tengah-tengah mereka juga ada meja kecil yang berisikan dua minuman hangat yang telah disediakan oleh Marvel.

'' Kapan kamu membeli kursi lipat ini?'' tanya Karen setelah menyesap minuman hangat dari Marvel.

'' Kemarin aku membelinya dan sekarang aku ingin mencoba kelayakan kursi ini sama kamu,'' balas Marvel.

'' Cih, bilang aja kamu ingin mengajak aku mengobrol berdua kan?'' ucap Karen tertawa kecil.

Marvel turut tertawa kecil karena niatnya dapat dibaca oleh Karen. Marvel memang sengaja membeli kursi ini agar ia bisa memiliki waktu quality time bersama Karen.

'' Apa kamu ingin bercerita tentang sesuatu gitu? Seperti kehidupan masa muda mu atau bisa mungkin yang lain? Anggap saja kita sedang dalam sesi curhat,'' ujar Marvel menatap dalam melesat masuk ke dalam retina Karen.

Karen berpikir sejenak untuk memikirkan hal apa yang ingin ia ceritakan kepada Marvel. Dia sangat jarang terbuka kepada seseorang terkecuali omnya.

'' Masa mudaku biasa saja seperti gadis kebanyakan. Selama di sekolah aku tidak terlalu pintar tapi aku selalu menjadi yang paling cantik di sekolah,'' ujar Karen dengan senyuman khasnya.

'' Sejak SMP aku sudah bekerja paruh waktu. Om ku tidak bekerja, selama hampir 14 tahun kami berdua hanya mengandalkan harta warisan kedua orang tua ku untuk bertahan hidup. Setelah itu aku bekerja keras sambil tetap bersekolah untuk menyambung hidup kami,'' ucap Karen mulai mengalirkan cerita.

'' Waw, kamu mengalami kehidupan yang sulit juga ternyata? Aku pikir kamu adalah anak orang kaya manja yang bisanya cuma menghabiskan uang setiap harinya,'' ucap Marvel ternyata salah dengan asumsinya.

'' Itu sudah biasa. Banyak orang yang tidak mengenal aku berpikiran negatif tentang aku, itu sudah biasa aku lalui semenjak aku berprofesi sebagai model dulu,''

'' Aku minta maaf. Dulu saat kamu masih bertunangan dengan Jason aku sering melihat kamu bersama Om Damino di club. Aku pikir kalian memiliki hubungan spesial,'' cicit Marvel di akhir kalimatnya.

'' Kamu bukan orang pertama yang menggosipkan aku demikian. But I don't care about this,'' balas Karen.

Marvel mulai menyelami pikirannya. Ada banyak hal yang ia tafsirkan ternyata salah dalam kebenarannya. Karen tidak seburuk yang ia pikir. Dia bukan wanita manja seperti pikirannya selama ini.

'' Lalu apa sekarang kamu masih mencintai Jason? Aku pikir dulu kamu sangat bekerja keras untuk tetap mempertahankan hubungan kalian,'' sambung Marvel.

Karen menatap Marvel sejenak sebelum memberikan jawabannya. Karen memandang langit malam yang terasa cerah karena ada sinar rembulan yang meneranginya. Cukup lama Karen menjeda jawabannya namun tak urung akhirnya dia pun mengungkapkan.

'' Aku sudah lama menyukai Jason. Dia cinta pertama yang berhasil menjadi tujuan utama aku menjadi sukses seperti dulu. Dia juga yang menjadi alasan mengapa aku menjadi model. Aku terus berusaha keras untuk menjadi model supaya Jason bisa melirik aku tidak perduli sekalipun dia memiliki banyak wanita di sekelilingnya,'' jelas Karen.

'' Aku tidak menyangka kamu memiliki kisah cinta yang menyedihkan seperti itu,'' sahut Marvel menimpali cerita Karen.

'' Hahaha lupakan saja itu sudah lama berlalu. Sekarang aku sudah ikhlas menerimanya, lagian Jason juga sudah bahagia bersama istrinya. Masa iya aku masih bersedih mulu? ''

'' Kalau kamu? Apa kamu pernah jatuh cinta? Terus siapa cinta pertama kamu?'' tanya Karen berganti mengajukan pertanyaan kepada Marvel.

Marvel menggaruk kepalanya singkat. Ia bahkan lupa apa ia pernah jatuh cinta. Seingatnya dulu Marvel sering menjalin hubungan asmara tetapi hatinya tidak pernah bereaksi apa-apa. Jika Marvel suka maka ia akan setuju untuk menjalin hubungan tetapi kalau ia sudah bosan maka ia akan mengakhirinya. Sungguh definisi cinta yang paling simpel bagi Marvel.

'' Aku lupa apa aku pernah jatuh cinta. Aku sering menjalin hubungan asmara tetapi itu rasanya biasa. Emmm sepertinya diantara wanita yang pernah dekat sama aku hanya Lala yang paling berkesan,'' cerita Marvel tentang perasaannya.

'' Wah ternyata kita sama-sama menjadi korban patah hati dari pasangan Lala dan Jason, benarkan?'' ucap Karen dan diangguki oleh Marvel. Mereka berdua tertawa bersama karena pernah sama-sama memperjuangkan seseorang yang berkahir bukan menjadi milik mereka.

'' Oh ya Karen? Mau dengar cerita masa sekolah ku enggak? Kamu tahu, diantara anak ayah sama ibu aku yang paling nakal diantara mereka,'' sambung cerita Marvel lagi.

'' Hahaha aku sudah tahu itu. Hampir setiap hari ayah mu selalu menceritakan kenakalan mu dulu bahkan hingga sekarang,'' jawab Karen.

'' Dia pasti menjelekkan aku di depan mu. Ayah ku memang tidak pernah menyayangi aku seperti anaknya yang lain,'' ucap Marvel seraya mengalihkan tatapannya dari Karen.

'' Maaf aku tidak bisa memberikan pendapat tentang ini. Aku yatim piatu sejak kecil jadi aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah yang sesungguhnya,''

'' Tidak masalah, jangan bahas ayahku. Kita bahas yang lain saja'' balas Marvel.

'' Tapi Marvel, aku sangat yakin jika ayah kamu sangat menyayangi ketiga putranya meskipun cara memberikan kasih sayang itu berbeda-beda. Aku tahu itu karena sebagai orang luar aku bisa merasakannya,''

'' Kita bahas yang lain saja,'' ucap Marvel enggan membahas perihal ayahnya.

1
Aura Chacha
Luar biasa
Shifa Burhan
pola pikir egois yang dibanggakan wanita dan itu dibawa kedalam novel

pola pikir egois itu adalah melaknat dan sangat kasar pada pelakor tapi begitu memuja2 dan sangat lembut pada pelakor

dan pemikiran egois kayak gini mereka bawa dalam novel dan mereka bangga

miris
Rina Aswina
aduh mamanya'a marvel agak gmna gtu ya
sweetie belle
syg bgt marco n om nya koit, gk bz liat mrk hepii..tegaa bnr dbikin koit neh 😁✌✌
jenny ayu
keerreenn👍👍👍
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Akasha
Karen kuat ya
Akasha
lah kamunya aja gk bisa tegas vel, dia istrimu kalau kamu gk bela dia dari keluargamu, siapa pagi yg bela? bukannya senang tu ibu kamu dia pergi
Akasha
adikku sainganku, ntar judulnya begitu ya Marvel 🤣
Akasha
pedihnya pasti ya Karen, sabar yaa
Akasha
jeng jeng jeng jeng
Akasha
proud of you Karen 😢🥀
Akasha
good job Karen
Akasha
dari pada lama-lama, lebih cepat lebih baik Ferguso eh salah Fernando 😁
Akasha
🤣🤣🤣
Akasha
siap-siap nyesel Marvel
Isnandar Jr.
iya karna udh malam 🌃
Tina Tambunan
asli saat2 bginilh air mata ku jatuhhh sumpah adegan bgini buat aq jd mewekkkk
Sur Anastasya
kasihn skli bikin marfel bucin sklian
Uli Sinaga
kasihan karen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!