NovelToon NovelToon
Anak Genius: Ayahku Konglomerat!

Anak Genius: Ayahku Konglomerat!

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:638.2k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Di hianati dan di jual keperawanan nya oleh sang kekasih! Membuat Shelia Jenner merasakan pahitnya kehidupan. Dia harus menjadi Ibu tunggal dan membesarkan Anak seorang diri.

Hingga pada suatu hari, datanglah seorang Pria yang terlihat sangat mirip dengan Nici sang Anak, siapakah Pria itu sebenarnya? Mungkinkah dia Pria pada malam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Selamat tinggal Cherry

...Ada getaran yang tak dapat aku gambarkan. Aku merasakan seperti turbulensi dalam jiwaku, hatiku tergoyah oleh senyumannya, apa ini? Mengapa? Bukankah hatiku sudah lama mati?...

...Shelia...

Deg...!!

Jantungnya berdegup cepat, membuat Shelia refleks melepaskan tangannya dari susuk yang ia pegang bersama Richard. Richard kembali memasak, entah mengapa Richard sekarang jadi pandai memasak, masakannya pun terasa lezat dan sesuai dengan selera Shelia.

Shelia berlalu meninggalkan dapur, dia melirik Nici dan Cherry yang sedang bermain di ruangan tengah yang juga di temani Bibi Marry. Shelia berjalan menuju balkon, lantas berdiri menikmati angin sore.

"Shelia!" Panggilan itu seketika membuat Shelia mengalihkan perhatiannya.

Ternyata itu adalah Bibi Marry, Shelia lantas tersenyum, "Kenapa Bi?" tanyanya.

"Gak papa, Bibi hanya ingin mengobrol denganmu." Ujarnya, sembari berdiri di samping Shelia.

"Bagaimana hubunganmu dengan Nak Richard?" Tanya Bibi Marry langsung pada inti cerita yang ingin ia tahu.

"Emh, kami baik-baik saja." Jawab Shelia singkat.

"Bukan itu yang aku maksud Shelia. Nak, aku sudah menganggap kamu seperti putriku sendiri, aku ingin melihat kamu memiliki kehidupan yang bahagia, lupakan masalalu dan buka lembaran baru. Richard orang yang baik, dia juga Ayah kandung Nici, apa lagi yang membuat kamu ragu?" ujar Bibi Marry.

"Aku takut Bi, aku takut mencintai lagi. Mencintai seseorang terlalu menakutkan bagiku, aku takut kejadian yang sama terulang kembali." Ucap Shelia, pandangannya menerawang jauh.

Bibi Marry membalikan badan menghadap Shelia, menatap wajah Shelia dengan raut wajah keIbuan. Dia menaruh tangan di pundak Shelia.

"Nak, tidak semua laki-laki brengsek seperti Shawn. Richard orang yang berbeda, Bibi yakin." Ujarnya penuh keyakinan.

Shelia menghela nafas dalam dan mengalihkan pandangannya kembali. "Entahlah Bibi, kita lihat saja nanti."

"Cobalah kamu buka hati kamu untuknya, biarkan hati kamu yang mengenali dia." Ujar Bibi Marry.

"Shelia, Nyonya Marry mari makan!" Teriakan Richard membuat keduanya seketika menghentikan perbincangan mereka dan berjalan bersama kembali ke dalam.

"Pikirkan lagi saran Bibi Shelia." Tambah Bibi Marry.

"Baik Bibi akan aku pikirkan." Jawab Shelia.

Mereka makan bersama, sambil bersenda gurau. Tak terasa waktu Cherry untuk pergi telah tiba.

"Tante!" Ujar Cherry dengan mata berkaca-kaca.

Shelia mengusap kepala Cherry lembut, "jangan sedih, nanti kita pasti akan bertemu lagi." Cherry mengusap air mata dengan punggung tangannya.

"Tante, sebenarnya aku gak mau pergi. Aku ingin tetap di sini, sekolah di sini dan main dengan Nici." Ujarnya sambil terisak.

"Shut, jangan menangis!" Shelia mendekap Cherry.

"Jangan nangis lagi, nanti cantiknya meleleh kaya Ice cream." Goda Richard sambil menoel hidung Cherry, "nanti kalau libur sekolah kita liburan bareng-bareng, oke!" Cherry mengangguk dia sedikit tenang. Dia lantas mendekati Nici yang tengah duduk di sopa.

"Nici!" Panggilnya.

"Pergilah!" Ucapnya, dia lantas berlari dan menutup pintu kamar cukup keras.

"Nici!" Teriak Shelia ia hendak mengejar Nici ke kamarnya, namun pundaknya di tahan oleh Richard.

"Biarkan dia sendiri dulu!" Ujarnya, Shelia mengangguk mengerti.

Bibi Marry dan Cherry berpamitan, walau berat hati Cherry melangkah memasuki mobil. Nici nampak mengintip dari balik tirai jendela kamarnya, ingin rasanya dia menangis dan berteriak jangan pergi pada Cherry, tapi itu bukan sikap laki-laki sejati pikirnya.

Cherry melambaikan tangan seiring mobil yang perlahan berjalan menjauh. Nici membalas lambaian itu dengan pelan.

'Selamat jalan Cherry! Aku harap kita bisa bertemu kembali suatu hari nanti.' batin Nici, sembari menatap sendu bagian belakang mobil Cherry yang perlahan menghilang.

1
ceuceu
Akibat durhaka kpd orangtua,memilih pasangan yg ga halal.
Nurdiana Saputri
ceritanya bagus
Hadijah Nadia
Luar biasa
Hadijah Nadia
👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹🌹
Mazree Gati
ko nggak di gerebek
Mazree Gati
pak Rt mana tuh,ada ya menginap. kenapa ga di gerebek, sela oon masa di suruh nginep
Ana Mirfat
Kecewa
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
terus lari selamat kan diri
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
Anna hamil anak daren
Tiadayanglain
Kasar nya ni perempuan
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
rasa nya asin ngak
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
sabar richard
Wirda Lubis
lanjut
Wirda Lubis
Sheila kamu di jebak
Wirda Lubis
Nico pintar
Wirda Lubis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!