Xiao Han yg terlahir dengan kejeniusan luar biasa yang memakan buah apel emas yang merupakan buah kehidupan dan membuat nya abadi tanpa sepengetahuan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muh farhansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
Seketika Ro wei melesat meninggalkan tempat itu, ia tau bahwa jika aliran hitam ingin melakukan pemanggilan iblis maka hal itu harus dihentikan. Karena dirinya pernah menjadi murid inti Ro wei juga pernah membaca buku kuno yang ada di perpustakaan sekte nya yang menceritakan tentang pertempuran melawan iblis 500 tahun lalu.
Saat sedang berlari Ro wei melihat kepulan asap yang terbang di langit yang berasal dari arah yang sama dengan desanya. Ro wei mulai berpikiran yang tidak tidak dan mulai khawatir.
Setelah sampai hal yang menyambutnya adalah desa kecil yang telah dibakar dan terlihat sekitar 10 orang berpakaian serba hitam dan bertopeng yang berukir tengkorak.
Ro wei berjalan ke arah desa dan melihat mayat-mayat yang dikenalnya, dan tiba-tiba suara orang berteriak dengan keras terdengar olehnya.
"apa desa ini hanya memiliki 3 bayi, jika begini terus maka untuk mengumpulkan 1 juta bayi akan memakan waktu 10 tahun" ucap seorang pria yang sedang marah.
"boss, aku menemukan satu bayi lagi" teriak seorang.
Ro wei yang sedang menangis melihat desanya diam diam pergi ke sumber suara, saat dirinya sampai Ia melihat suaminya yang sedang melindungi seorang perempuan yang menggendong bayi. Perempuan yang dilindungi suami Ro wei adalah Kakak iparnya dan bayi itu adalah adalah anak kakaknya yang merupakan keponakan Ro wei.
"Aiss kau ini.... apa ku mau mati juga, kau hanya tinggal menyerahkan bayi itu dan aku akan membiarkan kau hidup" ucap si pendekar berpakaian hitam.
"tidak akan" ucap suami Ro wei. Seketika si pendekar menusuk tepat di perutnya dan membuat pendarahan yang luar biasa. Ro wei wei melihat itu melancarkan serangan berupa belati kecil yang beracun dan berhasil membunuh si pendekar.
Ro wei melesat ke arah suaminya yang terluka dan berusaha mengobatinya dengan mengalirkan tenaga dalam. Karena telah kehilangan banyak darah nyawa suaminya tidak tertolong, Ro wei menangis sejadi-jadinya. Saat melihat sekitar 3 orang berlari ke arahnya Ro wei berniat lari bersama kakak iparnya dan bayinya.
Saat ingin berlari tiba-tiba sebuah pedang melesat dan menembus jantung kakak iparnya, karena pedang itu menembus tubuhnya pedang itu juga membunuh si bayi.
"kau melemparnya terlalu keras dan tidak sengaja membunuh bayinya juga klo ketua tau kita akan dimarahi" ucap salah satu orang seolah dia membunuh seorang seperti bercanda.
"aku tidak sengaja, aku ingin menargetkan ke si wanita yang bersamanya tapi aku melesat" balas seorang yang melemparkan pedang.
Ro wei yang mendengar mereka marah dan melancarkan serangan dengan kekuatan penuh dan membuat 3 orang itu terkejut.
"dia seorang pendekar! bunuh dia jangan sampai kabur" ucap si pendekar.
Ro wei menyerang mereka tapi tidak satupun serangannya yang berhasil. Merasa tidak bisa membunuh mereka Ro wei memilih kabur terlebih dahulu dan berniat membalaskan dendam keluarganya.
Pendekar yang melawan Ro wei tak membiarkannya kabur dan mengejar Ro wei. Ro wei melakukan serangan berupa belatih kecil dan melemparkannya selagi dirinya berlari untuk memperlambat 3 orang pendekar. Karena ke 3 orang pendekar memiliki kekuatan pendekar Ahli lama kelamaan Ro wei mulai terkejar dan berhasil di hentikan.
ke 3 pendekar berhasil mengejarnya dan melakukan serangan ke Ro wei dan berhasil melukainya. Karena sudah tidak bisa kabur Ro wei memilih bertarung sampai mati. Karena kerjasama 3 nya sangat bagus sehingga dengan cepat mendesak Ro wei.
Di saat dirinya sudah hampir pingsan tiba-tiba sekelompok orang datang menyerang ke 3 orang pendekar, sebelum menutup matanya Ro wei melihat seorang remaja yang berpakaian hitam dan menggunakan topeng hitam yang berukir bunga menjalar di bagian samping topeng.
"Saat aku bangun aku sudah berada di tempat ini" ucap Ro wei mengakhiri ceritanya.
"jadi begitu... kalau begitu terimakasih telah bercerita, jika dirimu sudah baikan maka pergilah"
ucap Xiao Han berjalan menuju pintu kamar.
"Jika bisa aku ingin bergabung denganmu, aku sudah tidak memiliki tempat pulang" ucap Ro wei.
"jika kau ingin bergabung denganku kau harus melakukan semua yang keperintahkan dan menjadi budak ku dan hidup matimu berada di tanganku" ucap Xiao Han melirik Ro wei dengan mata tajam dan sekilas matanya berubah menjadi hitam.
Ro wei sempat ragu mendengar perkataan Xiao Han tapi ia mendengar percakapan ke enam gadis yang merupakan budak Xiao Han sangat menghormati Xiao Han saat merawat dirinya. Sehingga ia menyetujui perkataan Xiao Han dengan mengangguk.
"Berikan tanganmu, aku akan memasukkan tenaga dalamku ke tubuhmu dan jangan melawannya" ucap Xiao Han.
Ro wei menjulurkan tangannya dan saat Xiao Han memegang tangannya, ada energi yang masuk langsung menuju ke arah inti tenaga dalamnya yang merupakan inti air. Ro wei merasakan sakit saat energi yang diberikan Xiao Han perlahan bergabung dengan intinya. Saat selesai Ro wei merasakan bahwa dirinya bertambah kuat dan ada sedikit sesuatu yang aneh di inti airnya tapi ia tidak terlalu memikirkannya.
"Terima kasih ,Tuan Muda" Ucap Ro wei sambil membungkuk.
mungkin xiao chen kalee 😆