NovelToon NovelToon
Ternyata Dia Masih Ada

Ternyata Dia Masih Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:178
Nilai: 5
Nama Author: Auliya Wulandari

Duan Melahirkan di usia 16 tahun, selama 7 tahun ini ia selalu percaya jika putra yang ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa malah meninggal di hari kelahirannya, namun siapa yang menyangka saat dirinya kembali ke ibu kota muncul seorang bocah laki laki yang sangat menyebalkan namun Yan Fei merasa dirinya tak bisa membiarkan bocah itu jauh darinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku kembali

7 tahun berlalu begitu saja.

Kereta kuda berjalan di tengah keramaian memasuki gerbang kota menuju kediaman Duan, musim panas membuat aktifitas di luar menjadi semakin ramai, tirai penutup jendela sengaja ia buka.

"Sangat ramai" Ia tersenyum lembut sembari

terus sembari mengamati dengan serius setiap keramaian dan keindahan yang dia lihat

Sudah bertahun tahun berlalu lampion lampion di malam hari tetap saja memberikan kesan keindahan dan ketengan,

"Ibu kota yang ramai, aku kembali" Ia bergumam, ibu kota adalah tempat dirinya tumbuh, setiap sudut jalan ini menjadi saksi bisu betapa sulitnya orang menghadapinya.

Didepan kediaman Duan sudah berdiri beberapa orang yang sedang begitu antusias menanti kepulangan permata hati mereka.

"Tuan, mengapa, mengapa kau nampak sangat bersemangat" Nyonya Duan bertanya sopan, bagaimana tidak di cuaca panas seperti ini suaminya malah mengajak orang orang ke depan gerbang

"Istri ku, orang yang ku minta menunggu di gerbang sudah mengirimkan surat, katanya putri kita akan sampai tak lama lagi?" Tuan Duan nampak sangat antusias, putrinya akan kembali

"Tuan, jangan mempermainkan ku, Fei Fei sudah betah di sana, biarkan dia di sana, kembali ke ibu kota bukankah akan membuat dirinya tidak nyaman?" Putri mereka sudah di desa Hufu sejam 7 tahun lalu, karena terpukul akan kehilangan Yanfei memilih menetap di sana, Nyonya Duan tau jika putrinya sedang tidak baik baik saja

Hingga ia pun tak berani memaksanya untuk kembali ke ibu kota, bertahun tahun berlalu namun tak ada tanda tanda apapun, namun hari ini suaminya mengatakan hal yang benar benar membuat dirinya sangat terkejut

"Nyonya, jangan mengkhawatirkan hal yang tidak perlu, kali ini Fei Fei kita kembali untuk menetap, kedepannya kediaman kita akan ramai seperti dulu" Ia menggenggam tangan istrinya dengan senyuman lebar

Putrinya akan kembali, ia sangat senang dan bahagia, jika bukan karena dirinya yang nekat mengarang cerita mana mungkin putrinya akan kembali, tapi apapun itu yang terpenting putrinya sudah setuju untuk kembali dan menetap

"Apa alasan mu kali ini?" Ia menatap suaminya dengan tatapan malas, suaminya ini licik dan memiliki pemikiran dalam, jika tidak bagaimana mungkin ia bisa kokoh duduk di posisinya

"Rahasia, sudah 7 tahun berlalu dia harus kembali dan melanjutkan hidupnya" Tuan Duan tersenyum lebar, alasan ini tentu saja bukan alasan sembarangan, jika tidak bagaimana mungkin putri mereka setuju kembali

"Jangan sampai kau berbuat licik di belakang punggung ku" Ia menatap suaminya dengan tatapan selidik

Si tua ini pasti telah menyusun rencana licik, jika tidak bagaimana mungkin putrinya yang baik memilih kembali setelah selama 7 tahun ini memilih menetap di desa kecil itu

"Istri ku, aku tidak mungkin mencelakai putri kita" Tuan Duan tersenyum lebar, nyonya Duan hanya mengangguk lembut, diam diam merasa tak sabar untuk segera memeluk putri kecilnya.

"Nona, kita sudah sampai" Pelayan kecil di sisinya berucap lembut, ia berdiri dan keluar terlebih dahulu, setelahnya ia membantu sang nona untuk turun dari kereta.

"Terimakasih" Ia turun dengan gerakan lembut, pembawaannya anggun dan elegan membuat beberapa orang yang lewat berhenti hanya untuk melihat dari keluarga manakah gadis mempesona ini

"Ayah, ibu" Duan Yanfei menyapa keluarganya yang berada di depan gerbang, senyuman indah dan tenang, membuat Mentri Duan terdiam beberapa saat

Ini kah putrinya?, putrinya yang dulu begitu nakal dan keras kepala, setelah 6 tahun hidup di luar, entah mengapa ia merasa sang putri sudah kehilangan berat badan

"Fei Fei, ayah dan ibu sangat merindukan mu" Pasangan paruh baya menatap putri mereka penuh kerinduan bertahun tahun berlalu begitu saja,

Putrinya di hadapkan dengan insiden tak terduga, saat itu putrinya baru berusia 15 tahun, begitu manja dan ceria namun saat kembali, putri kecil mereka sudah mengalami banyak perubahan,

"Ayah, ibu, Fei Fei membuat kalian khawatir" Ia berucap pelan,

Setelah kematian putranya Yanfei tak bisa melepaskan rasa penyesalan, ia tak memilih untuk menjauh dari keramaian kota, semua itu di lakukannya untuk menenangkan diri

"Fei Fei ku yang malang" Nyonya Duan memeluk putrinya dengan erat, 7 tahun berlalu begitu saja, ia harus berpisah dengan putrinya, saat itu hatinya hancur, bahkan tidak bernafsu untuk makan dan melakukan apapun,

Hari ini putri kecilnya sudah kembali, sudah kembali pada mereka, ia harus membujuk putrinya agar menetap di ibu kota

"Ibu" Yanfei membalas pelukan ibunya tak kalah erat, pemandangan haru di depan gerbang, membuat orang yang berlalu lalang mau tak mau memelankan langkah melihat pertunjukan mereka, dan itu benar benar membuat mereka merasa sangat terharu

Nyonya Duan sudah lama tidak seceria ini, bertahun tahun lalu nyonya Duan adalah salah satu dari beberapa nona bangsawan yang terkenal ramah baik dan berbudi luhur

Namun selama 7 tahun terakhir ia nampak jarang tersenyum, bukan itu saja, bahkan nyonya duan menjadi penyendiri, jika tak ada jamuan dan acara ia tak akan keluar kediaman, tidak seperti sebelumnya, yang nampak sangat suka menikmati keramaian dan berbaur dengan masyarakat

Yah, ibu mana yang akan tenang, putrinya masih sangat mudah, tapi harus di kirim ke lembah tabib untuk berobat.

"Lihatlah, nyonya Duan tersenyum" Nyonya tua yang melihat berucap pelan

"Yah, benar benar indah, Nyonya Duan sangat cantik saat tersenyum" Seorang wanita lain menyahuti

Sebagai rakyat yang tinggal berdekatan dengan mereka bagaimana mungkin mereka tidak merasakan perubahan di kediaman itu,

Hari ini keluarga itu nampak kembali hidup, dan jujur saja itu membuat hati mereka merasa sedikit lebih leha, mereka rakyat rendahan, di perhatikan oleh orang penting seperti keluarga Duan yang baik hati.

"Bahkan tuan Duan juga nampak begitu bahagia"

"Siapa nona ini?, kediaman Duan meski tak di katakan suram juga tidak bisa di katakan seceria dulu, orang orang kediaman ini menjadi lebih serius sejak kepergian nona ketiga, hari ini mereka nampak tersenyum" Yah begitulah kediaman Duan sejak kepergian Yanfei 7 tahun lalu

Jangankan kediaman, bahkan ibu kota pun perlahan menjadi sepi, tidak ada aksi kejar kejaran di tengah kota, para pengawal yang memeriksa bawah meja pedagang takut takut kalo nona Duan ke tiga bersembunyi di sana

Tidak ada lagi tawa riang dan kehidupan bahagia yang selama belasan tahun menemani mereka

Mereka meski bukan orang penting, namun menjadi saksi pertumbuhan nona ketika dari kecil hingga remaja

"Putri ku, udara menjadi semakin panas akhir akhir ayo segera masuk, jangan sampai kamu terkena serangan panas" Musim panas sudah berada di pertengahan, dalam beberapa waktu musim dingin akan datang, dedaunan sudah mulai menguning, sepanjang perjalanan tidak ada hal indah yang bisa di lihat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!