NovelToon NovelToon
ICHA Is My Wife

ICHA Is My Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Astarina Sirait

Haii! Aku hadir dengan karya baru lho..

Icha Is My Wife

Dimana cerita yang berkisahkan seorang gadis yang terlahir dari keluarga broken home dan hadir sebagai bayi haram, harus bersedia dijodohkan dengan Kakak dari pria yang ia cintai sejak lama.

Baca terus ya!
Pantau sampe tamat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Astarina Sirait, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengangu Irwan

"Ma!"

Suara Afdhal mulai mengema diseluruh isi ruangan rumahnya mencari penghuni bangunan itu namun, satu orang pun tidak ada yang kunjung menghampirinya.

"Bg!"

Kali ini suara Afdhal mencari sosok Irwan, sembari mengelilingi sekitar rumahnya untuk mencari sosok lelaki yang memiliki darah yang sama dengannya.

Huuufffffhhhhhh.

Afdhal menghembuskan nafasnya panjang, rasa letih dan lelahnya bertambah ketika tidak seorang pun yang menyambut kehadirannya didalam rumah besarnya.

Ia akhirnya memutuskan untuk memasuki kamarnya dan menyimpan koper yang ia bawa, setelah itu Afdhal mulai melangkahkan kakinya menuju kamar Irwan.

Didalam kamar abangnya, Afdhal menemui Irwan yang masih tertidur dengan pulas dan jendela kamarnya yang masih tertutup dengan rapat. Afdhal menarik selimut Irwan yang menutup tubuh lelaki itu dan membuangnya kelantai.

"Apa sih Ma?" ujar Irwan yang masih menutup matanya dan membalikan badanya agar tidak melihat orang yang ada didekatnya.

"Bangun woy Bg!" teriak Afdhal dengan tangan yang sudah memegang gayung yang berisi air dan menyiramkanya pada Irwan.

Dengan menahan amarahnya Irwan bangkit dari tidurnya dan menatap orang yang kini sudah ada dihadapanya setelah mengusap wajahnya yang sudah bercucuran air.

"Apa sih?" geram Irwan menatap tajam Afdhal.

"Gue sudah berkali call loh tapi satu pun ngk ada yang lo angkat, molor mulu!" teriak Afdhal sembari membuka gorden kamar Abangnya agar dapat dimasuki cahaya matahari.

"Gue ngantuk Dhal! " ujar Irwan dengan menguap lebar dan menutupnya dengan telapak tangannya kemudian kembali menidurkan tubuhnya diatas ranjang.

"Bangunlah Bg, Gue baru pulang terus lo malah tidur lo ngk ngehargai gue banget," kesal Afdhal menarik pinggir baju Irwan agar kembali duduk dihadapannya.

"Gue ngantuk, Dhal!"

"Tap ...!"

"Iya Pa!" ucapan Afdhal harus terputus karena Irwan mengangkat sambungan telpon yang berdering diatas mejanya.

"Apa?" teriak Irwan dengan mata yang sudah membulat sempurna dan sepertinya kesadaranya sudah sepenuhnya pulih.

"Irwan pake baju apa aja boleh deh Pa, asal Irwan ngk usah ikut"

"Ngklah Pa, Irwan capek!"

"Iya, Iya ini berangkat!"

"Iya, Afdhal sudah disini." jawab Irwan dengan malas. Melirik sedikit kearah wajah Afdhal yang tampak serius memahami obrolanya dengan papanya melalui sambungan telpon.

"Iya, Pa, Iya." jawab Irwan. Setelah menghembuskan nafasnya pelan, Irwan mematikan sambungan telponya dan ketika hendak meletakan ponselnya kembali diatas meja, ia sudah mendapati wajah Afdhal yang menatapnya dengan sangat tajam.

"Kenapa lu?" tanya Irwan yang sebenarnya sudah mengerti arti tatapan Adiknya yang ditujukan padanya.

"Mau kemana?" tanya Afdhal dingin. Saat melihat Irwan yang sudah bangkit dari duduknya dan memungut selimut yang terjatuh dilantai serta berjalan ke kamar mandi dengan sudah membawa handuk.

"Butik" teriak Irwan acuh.

Karena tak mendengar dengan jelas percakapan Irwan dengan Ramli, membuat rasa penasaran Afdhal semakin besar dengan apa yang dibahas keduanya sampai Irwan langsung bergegas mandi. Sembari memainkan ponselnya, Afdhal menunggu abangnya selesai mandi.

Penantianya tak berbuah sia sia, tak perlu menunggu lama Irwan keluar dari kamar mandi dengan celana pendek sepahanya dan handuk yang sudah dikepalanya untuk mengeringkan rambutnya yang baru selesai keramas.

"Masih disitu lo?" tanya Irwan menghentikan kegiatannya dan menatap Afdhal yang terus saja menatap kearahnya.

"Lo mau kemana?" tanya Afdhalm

"Butik" acuh Irwan sembari menghampiri lemari besarnya dan mengambil pakaian yang akan dipakainya.

"Ngapain?"

"Cari baju pengantin,"

"Lo, beneran nikah sama Icha?" dan hanya dibalas anggukan oleh Irwan.

"Lo, ngk mikirin perasan gue? gue ini Adik lo dan lo tega nikung Adek lo sendiri?"

"Ini kemauan papa bukan gue, sekali pun kalau lo punya cara buat batalin perjodohan ini, gue malah seneng jadi ngk perlu repot repot buat mikirin cara untuk membatalkan semua ini"

"Bg, Icha gadis baik, jangan lo sakitin ya!" ujar Afdhal dengan setetes cairan bening diwajahnya sembari menepuk pundak kanan Irwan dengan lembut.

"Lemah lo gitu doang nangis" ucap Irwan menyingkirkan tangan Afdhal dari tubuhnya dan berjalan kearah meja yang tak jauh darinya serta mengambil jam tangan yang terletak ditempat itu.

"Gue ikut!" teriak Afdhal saat melihat Irwan yang sudah berada didaun pintu yang siap meninggalkanya didalam kamar pribadinya.

Kehadiran Afdhal langsung dihadiahi tatapan tajam dari Irwan yang berdiri disebelahnya. Sosok Irwan bagi Afdhal adalah sosok seorang Kakak yang tidak pernah mengerti dan mengalah pada Adiknya sendiri, bahkan sikapnya yang selalu acuh dan tak perduli dengan apa yang dilakukan Afdhal.

Didalam mobil hanya ada keheningan diantara Kakak beradik itu, Irwan yang menyetir mobil dan Afdhal yang disibukan memainkan ponselnya. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin Afdhal ceritakan pada Irwan dan tidak tidak sedikit pula yang akan dibahasnya pada Irwan namun, melihat sikap dingin kakaknya membuat Afdhal harus menutup mulutnya karena percuma saja jika dia berbicara panjang lebar, Irwan akan meresponya biasa saja atau bahkan mengabaikannya seperti yang biasa Irwan lakukan padanya.

Dengan perkasanya, keduanya keluar dari dalam mobil sport merah Irwan, kedua anak lelaki keturunan pengusahaan sukses itu keluar dari dalam mobilnya dengan kacamata masing masing dan tangan yang dimasukan kedalam saku celananya.

Kini semua mata menatap pada dua lelaki tampan itu, tidak hanya wanita, lelaki yang berkerja dan berkunjung ke butik itu juga menatap memukau pada keduanya yang benar benar mempesona ditambah tiupan angin yang menghembuskan rambut mereka. Membuat siapa saja wanita yang ada ditempat itu langsung jatuh hati dan lelaki yang melihatnya tentu akan merasa inscure dengan penampilan keduanya.

Irwan melewati mereka yang sudah berbaris menyambut kehadirannya begitu saja tanpa melontarkan sepata kata pun pada orang orang ada disekitarnya, seperti biasa sikap dingin anak ini tidak akan pernah hilang dari dirinya.

Sementara Afdhal melontarkan seuntai senyum manisnya dan melepas kaca mata hitam yang menempel dibagian matanya saat melewati segerombolan orang orang yang jelas jelas mengangu perjalananya saat akan memasukin butik besar milik keluarganya itu.

"Afdhal, keren banget!" ujar salah satu wanita muda yang ada ditempat itu pada teman yang berdiri disebelahnya.

"Irwan jauh lebih tampan!" ujar satunya pula.

Merasa sedang dibicarakan, Afdhal melirikan matanya pada dua wanita itu sembari tersenyum pada keduanya membuat kedua gadis itu semakin salah tingkah dan tidak karuan.

Irwan yang sudah berada lebih depan dari adiknya melihat kearah sampingnya yang ternyata tidak ada Afdhal disebelahnya dan langsung memutar pandangan dan arah badanya kebelakang yang ternyata, Afdhal sedang merespon orang yang ada ditempat itu.

Segera Irwan berjalan menghampiri Afdhal setelah menghembuskan nafanya gusar dan menarik paksa lengan Afdhal untuk memasuki ruangan berac yang ada dihadapanya.

1
Anisatul Azizah
awalnya tertarik, trs sampai di part.. ayah kandungnya sendiri bilang "Kamu anak haram", ini apaa???? anak haram? ada ya?
Baya Azka
lanjut up thor💪
QQ
Irwan belum tau aja si Suli ma Doni ada main di belakangnya klo udah tau mewek deh lho😭😭😭
QQ
Maaf ya kak bisa ngga kata "masukin resto" dirubah aja menjadi "memasuki resto" pas ngebaca ngedengernya aneh. Maaf ya sekali lg🙏🙏🙏
QQ
Semangat Icha semoga kebahagiaan akan segera kau raih👍👍👍
QQ
Wah klo cwo itu yg mau dijodohkan bakal ada Tom n Jerry terus dirumah😂😂😂
QQ
Pilihan yg rumit klo nikah muda takutnya pikiran msh labil tp klo tetap dirumah tiap hr dada terasa sesak melihat pertengkaran ortu.
QQ
Awal yg menyesakkan semoga Happy Ending ya kak👍👍👍
Aliyatul Mark Zein
lanjut thor cerita nya bagus bangat.

jangan lupa nya thor mampir di novel ku. vamfire plower
Anisatul Azizah
ortu Irwan nih kenapa ngebet bgt jodohin dia sama Icha sih, padahal mestinya tau ya kl Icha deketnya sm adeknya Irwan
Anisatul Azizah
ada gak sih laki yg bener2 bodoh kek Irwan gini di dunia? yg dibutakan cinta smp nuruuuut aja diporotin..
Anisatul Azizah
lah mau ketemu calon suami bibiknya pakai kebaya🤣🤣
Anisatul Azizah
pasti pria itu yg bakal dijodohin sama kamu Cha
Anisatul Azizah
hadir kakak
Mintarsih
lanjuuut thor..
Mintarsih
lanjuut thor..
Mintarsih
lanjuut....makin asyiik nih ceritanya...
Mintarsih
lanjuut thoor..m
syafridawati
lanjut saling dukung ya
syafridawati
semangat jejakku like dan rate5 hadir falbak balik ya makasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!