NovelToon NovelToon
Sekte Puncak Keabadian

Sekte Puncak Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Xuan, seorang pemuda modern penyuka novel web, tiba-tiba bertransmigrasi ke Benua Langit Surgawi. Sialnya, ia terbangun dalam tubuh Ketua Sekte termuda dari "Sekte Bintang Jatuh"—sebuah sekte yang dulunya merupakan penguasa benua, namun kini hanya menyisakan dirinya dan sebuah gunung usang karena diserang oleh aliansi musuh. Di saat musuh datang untuk mengambil alih tanah sektenya, Lin Xuan membangkitkan "Sistem Pembangunan Sekte Abadi".
​Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang klan, membangun paviliun ajaib, hingga memanggil naga penjaga, Lin Xuan memulai perjalanannya untuk mengubah sekte bobroknya menjadi kekuatan nomor satu di seluruh alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Sinergi Es dan Api, Runtuhnya Banteng Besi

​Debu merah yang mengepul di udara jalanan Kota Batu Merah berpadu dengan hawa membunuh yang pekat. Ratusan kultivator Aliansi Tengkorak Merah bersorak liar, mengira dua remaja jenius dari sekte besar itu akan segera menjadi mayat di bawah golok raksasa ketua mereka.

​Kuang Jiao mendengus, otot-ototnya yang dilapisi Qi elemen tanah mengembang, membuatnya tampak seperti monster batu setinggi tiga meter.

​"Mati!"

​Kuang Jiao melompat, menebaskan golok raksasanya dengan kekuatan yang sanggup membelah bukit. Udara menjerit saat mata pisau itu membelah ruang.

​Di bawah bayang-bayang kematian itu, Ye Chen memuntahkan darah kotor dari mulutnya dan menancapkan kuda-kudanya. Alih-alih menerjang maju seperti sebelumnya, ia memutar Pedang Bintang Merah-nya dalam gerakan melingkar yang lambat namun sangat stabil.

​"Seni Pedang Pelebur Bintang: Perisai Bintang Padam!"

​Api keemasan tidak lagi meledak ke luar secara liar. Sebaliknya, api itu memadat, membentuk sebuah dinding pusaran yang sangat kental tepat di atas mereka.

​BAMMMM!

​Golok raksasa Kuang Jiao menghantam pusaran api tersebut. Ledakan tenaga fisik menyapu jalanan, menghancurkan rumah-rumah batu di kiri dan kanan mereka. Lutut Ye Chen menekuk hingga lantai batu di bawahnya retak jaring laba-laba, tulang lengannya berderak menahan beban yang luar biasa.

​Namun, pusaran api itu tidak hancur! Energi kinetik dari tebasan Kuang Jiao justru diserap oleh teknik pedang Ye Chen, membuat dinding api itu berputar semakin panas dan menyilaukan. Debu beracun yang dilemparkan oleh anak buah Kuang Jiao hangus seketika sebelum bisa menembus pertahanan tersebut.

​Kuang Jiao melebarkan matanya. "Bocah ini... dia belajar dengan cepat!"

​Di belakang punggung Ye Chen, Su Yue'er tidak membuang waktu. Berada dalam perlindungan kakak seperguruannya, ia memejamkan mata. Rasa panik dan kesombongannya telah ia singkirkan sepenuhnya. Ia mengingat kembali baris-baris pertama dari Sutra Reinkarnasi Es Kosmik.

​Es yang sejati bukanlah paku yang tajam atau bongkahan raksasa yang keras. Es yang sejati adalah terhentinya segala pergerakan kehidupan. Itu adalah ketiadaan mutlak.

​"Kakak Seperguruan," suara Su Yue'er terdengar pelan, sangat berbeda dari nada angkuhnya yang biasa. "Saat pedangmu menyentuh goloknya lagi, tarik semua apimu ke dalam. Beri aku satu celah napas."

​Ye Chen tidak menoleh, otot rahangnya menegang. "Lakukan dengan cepat. Tanganku hampir patah!"

​Kuang Jiao meraung, menarik goloknya dan bersiap menghantamkan serangan kedua yang jauh lebih mematikan. Hawa murni elemen tanah menutupi seluruh tubuhnya, membentuk Zirah Batu Inti Bumi. Pertahanan ini nyaris mustahil ditembus oleh kultivator yang ranahnya berada di bawah tingkat kelima Inti Emas.

​"Hancur menjadi pasta daging!" Kuang Jiao menghantamkan goloknya lagi.

​"Sekarang!" teriak Ye Chen.

​Tepat saat golok raksasa itu beradu dengan pusaran apinya, Ye Chen melakukan manuver yang sangat berisiko. Ia memadamkan apinya secara tiba-tiba! Bukan dihancurkan musuh, melainkan ia tarik kembali secara paksa ke dalam Dantian-nya.

​Akibatnya, kekuatan tebasan Kuang Jiao kehilangan target penahannya dan terus meluncur ke bawah, menyeret tubuh raksasa itu sedikit condong ke depan akibat gaya dorongnya sendiri.

​Dalam celah sekian detik yang tercipta dari hilangnya pertahanan api Ye Chen, sebuah jari kecil yang seputih salju terulur dari balik punggung pemuda itu.

​Su Yue'er membuka mata biru kristalnya. Udara di sekitar jarinya terdistorsi, namun anehnya, tidak ada bongkahan es raksasa yang muncul. Hanya setetes air berwarna biru kosmik yang sangat kecil, melayang tepat ke arah titik buta di dada Kuang Jiao yang dilapisi zirah batu.

​"Sutra Reinkarnasi: Titik Nol Kosmik."

​Tetesan biru itu menyentuh Zirah Batu Inti Bumi Kuang Jiao.

​Trink.

​Suaranya sangat pelan, seolah setetes embun jatuh ke atas daun. Namun, apa yang terjadi selanjutnya membuat seluruh kultivator Aliansi Tengkorak Merah berhenti bernapas.

​Zirah batu yang dipanaskan hingga suhu ekstrem oleh pusaran api Ye Chen beberapa detik lalu, kini mendadak disuntik oleh suhu beku kosmik mutlak. Panas dan dingin yang bertabrakan secara instan menciptakan kelemahan struktural pada tingkat molekuler.

​KREK... KRAAAAK!

​Zirah pertahanan tingkat lima Inti Emas yang dibanggakan Kuang Jiao retak parah layaknya kaca jendela yang rapuh. Suhu beku menembus retakan itu, masuk langsung ke dalam kulit dan aliran darah Kuang Jiao.

​"A-apa yang—?!" Kuang Jiao mematung, tubuh raksasanya bergetar hebat. Jantungnya terasa seolah ditusuk oleh ribuan jarum es. Sirkulasi Qi-nya membeku seketika.

​"Giliranmu, Pelayan!" seru Su Yue'er, melompat mundur dengan napas terengah-engah. Menggunakan teknik Kelas Surga menguras nyaris separuh hawa murninya dalam sekali serang.

​Ye Chen tersenyum buas, darah mengalir dari sudut bibirnya. "Sudah kubilang, namaku Ye Chen!"

​Ia melesat ke udara, memutar tubuhnya di ruang hampa. Seluruh sisa api keemasan dan kekuatan balasan yang ia kumpulkan di dalam pedangnya dari menahan serangan Kuang Jiao tadi, kini dilepaskan sepenuhnya.

​"Mati kau! Tebasan Pemutus Senja!"

​Pedang Bintang Merah melesat seperti garis cahaya yang menyilaukan. Karena pertahanan Qi dan zirah Kuang Jiao telah hancur oleh efek kejutan suhu dari Su Yue'er, tubuh raksasa ahli tingkat lima Inti Emas itu kini sama rapuhnya dengan kayu lapuk.

​SYUUUT!

​Kepala Kuang Jiao terlepas dari lehernya. Api menyambar dari bekas tebasan, mencegah setetes darah pun menyembur keluar, sementara sisa tubuhnya yang membeku jatuh berdebum ke tanah, hancur menjadi serpihan es berdebu merah.

​Tewas!

​Ketua Aliansi Tengkorak Merah yang ganas, seorang ahli Inti Emas tingkat kelima yang tangguh, tumbang di tangan kerja sama dadakan dua remaja Inti Emas tingkat kedua!

​Jalanan Kota Batu Merah langsung sunyi senyap. Bunyi angin menderu seolah menjadi satu-satunya suara yang tersisa. Ratusan anak buah Kuang Jiao menatap mayat tanpa kepala yang kini hancur berkeping-keping itu dengan pandangan kosong.

​Saat Ye Chen mendarat kembali ke tanah, kakinya gontai. Ia menggunakan pedangnya sebagai tongkat penyangga agar tidak jatuh. Di belakangnya, Su Yue'er juga memegangi dadanya, wajah mungilnya sepucat kertas, namun mata birunya memancarkan kepuasan.

​Ye Chen menoleh, menatap ratusan kultivator ganas di sekeliling mereka. Meski energinya terkuras habis, sorot matanya tajam bagai elang pemangsa.

​"Siapa lagi yang ingin mencari mati?!" bentak Ye Chen. Suaranya serak, namun aura apinya kembali memercik, mencoba menggertak lawan yang tersisa.

​Para kultivator aliran hitam itu adalah sekelompok oportunis tanpa kesetiaan sejati. Melihat monster mengerikan seperti Kuang Jiao dipenggal dengan begitu mudah, dan merasakan tekanan dari niat membunuh dua remaja di depan mereka, keberanian mereka langsung runtuh.

​Clang! Clatter!

​Satu per satu senjata dijatuhkan. Ratusan kultivator ganas berlutut ketakutan, menempelkan dahi mereka ke tanah berdebu.

​"Kami menyerah! Tolong ampuni nyawa anjing kami, Tuan Muda, Nona Muda!" teriak mereka serempak.

​Di atas bukit karang di kejauhan, Penatua Li Canggong duduk perlahan. Ia menutup labu araknya, sudut bibirnya menyunggingkan senyuman tipis.

​"Paham kapan harus bertahan, kapan harus menyerang, dan tahu cara memanipulasi hukum alam fana..." gumam sang Dewa Pedang. "Mereka belum sepenuhnya matang, tapi mereka memang pantas disebut jenius. Ketua Sekte memiliki mata yang sangat tajam dalam memilih murid."

​Dengan satu lompatan ringan, Li Canggong melayang turun dan mendarat di samping Ye Chen dan Su Yue'er tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Kehadirannya yang tiba-tiba membuat sisa-sisa anggota sekte hitam itu semakin gemetar.

​"Kerja bagus untuk pemula," ucap Li Canggong santai, menepuk bahu Ye Chen dan Su Yue'er dengan sedikit tenaga Qi yang murni, langsung menstabilkan luka dalam mereka berdua.

​"Terima kasih, Penatua Li," Ye Chen menghela napas lega.

​"Jangan berterima kasih padaku. Kalian sendiri yang menyelamatkan nyawa kalian," Li Canggong mendengus tawa. "Sekarang, perintahkan tikus-tikus ini untuk membawa kalian ke perbendaharaan kota. Ambil setiap batu roh, setiap gulungan, dan setiap bijih logam langka. Gunung Bintang Jatuh tidak dibangun dengan udara kosong."

​Su Yue'er mengangguk pelan. Ia menoleh ke arah Ye Chen. Tidak ada lagi ejekan 'pelayan', meski wajahnya tetap angkuh. "Pertahanan yang lumayan. Setidaknya kau tidak mati dalam satu pukulan."

​Ye Chen mendengus. "Sama-sama. Timing penyelinapan jarum esmu juga lumayan untuk ukuran gadis kecil cerewet."

​Keduanya beradu pandang sejenak sebelum memalingkan muka, namun ada sedikit rasa saling menghargai yang mulai bersemi di antara Es dan Api ini.

​Sementara itu, di Puncak Gunung Bintang Jatuh.

​Lin Xuan baru saja selesai mengatur formasi ilusi pertahanan di perbatasan gunung, menggunakan Poin Sekte-nya untuk memastikan tidak ada pengintai dari Kekaisaran Suci yang bisa masuk dalam radius 100 mil.

​Saat ia sedang bersantai di kursi goyangnya, rentetan notifikasi dari Sistem kembali mencerahkan harinya.

​[Ding! Murid 'Ye Chen' dan 'Su Yue'er' telah berhasil membunuh musuh dengan tingkat budidaya tiga ranah lebih tinggi (Kuang Jiao - Inti Emas Tingkat 5)!]

[Pencapaian: Melampaui Batas (Overcoming the Gap) tercapai!]

[Umpan Balik Kultivasi dan Pemahaman Pertempuran didistribusikan!]

[Hadiah Khusus: 3.000 Poin Sekte, Perluasan Wilayah Mutlak menjadi 150 KM!]

[Ding! Kota Batu Merah telah berhasil ditaklukkan dan diintegrasikan ke dalam wilayah kekuasaan Sekte Bintang Jatuh. Pemasukan bulanan sumber daya tambang telah diaktifkan.]

​Mata Lin Xuan berbinar. Tidak hanya wilayah mutlaknya diperluas, tapi murid-muridnya mulai bekerja dengan efisien dalam mengumpulkan poin dan sumber daya.

​"Kerja keras murid-muridku di bawah sana sungguh menyentuh hati. Aku hampir merasa bersalah karena bersantai di sini sambil menyerap kekuatan mereka," gumam Lin Xuan dengan nada sarkastik kepada dirinya sendiri. Ia menyesap tehnya lagi. "Hampir."

​Namun, di tengah kesenangannya, layar sistem memunculkan sebuah peringatan berwarna kuning berkedip pelan.

​[Peringatan: Gelombang Karma Baru Terdeteksi.]

[Perhatian Tuan Rumah. Kaisar Suci telah menggunakan artefak transmisi suara rahasia untuk menghubungi sebuah sekte misterius yang tidak tercatat di Benua Langit Surgawi. Entitas asing dengan tingkat kultivasi yang tidak diketahui sedang menuju ke benua ini dari perbatasan laut timur.]

​Gerakan tangan Lin Xuan terhenti. Ia meletakkan cangkir tehnya dengan perlahan.

​Sekte yang tidak tercatat? Entitas asing dari laut timur?

​Sepertinya Kaisar Suci tidak sebernyali kecil yang ia kira. Merasa tidak mampu membalas dendam atas kematian Jenderal Emasnya sendiri, penguasa benua itu mulai mengemis kekuatan dari luar faksi fana.

1
Hadi Hadi
up up🤭
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Romansah Langgu
Novel yang mantap
Hadi Hadi
is good😄😄💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
Hadi Hadi
is good😍😍😍
Hadi Hadi
up up😍💪
Hadi Hadi
sikat😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Hadi Hadi
semangat😍💪💪
Hadi Hadi
is top
Hadi Hadi
is y😍😍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!