NovelToon NovelToon
" MY BROTHER MY HUSBAND "

" MY BROTHER MY HUSBAND "

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Mafia / Tamat
Popularitas:330.2k
Nilai: 5
Nama Author: Syarifah Nur Hasanah

Sepeninggal Ibunya , Anne dibesarkan oleh Ayahnya , Antonio . Anne tumbuh menjadi gadis yang cantik dan tangguh . Namun , berbagai macam peristiwa tak menyenangkan ia alami sejak ayahnya menikah lagi .

Kebahagiaan dan kesedihan silih berganti , hingga akhirnya ia menerima cinta sang kakak yang telah lama menaruh perasaan padanya . Namun , kebahagiaannya harus luntur seketika saat masalah demi masalah datang menerpa hidupnya hingga ia berada di titik terberatnya .

Bagaimana kelanjutan kisah Anne ? Mari membaca !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifah Nur Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Sedari tadi pandangan anak perempuan itu terus tertuju pada seorang pria yang sedang bersama sang ibu . Dalam batinnya timbul pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa ia utarakan pada sang ibu . Namun dari sorot netranya tampak begitu jelas di penuhi oleh aura kebingungan .

" Halo cantik " Sapa pria itu dengan hangatnya .

" Ha , halo paman " Balas Airy ragu-ragu .

" Siapa namamu ? " Tanya pria itu seraya mengusap-usap pucuk kepala Airy .

" Airy " Jawab Airy dengan suara seraknya .

" Nama yang cantik , sama seperti orangnya " Puji Gerald seraya kembali tersenyum hangat pada Airy .

Entah mengapa wajah Airy begitu mengingatkan Gerald akan seseorang . Namun semakin ia berusaha mengingat , kepalanya semakin dibuat sakit oleh ingatannya sendiri . Gerald meringis kesakitan seraya memegangi kepalanya yang dilanda sakit yang luar biasa . Tampak kilas-kilas memorinya kembali membayang di alam pikirannya .

Seorang wanita dengan baju seragam kotak-kotak tengah berjalan menuruni anak tangga dengan anggunnya , namun wajahnya begitu sulit untuk di ingat kembali .

" Arrgghhh " Pekik Gerald seraya memegangi kepalanya yang terasa sakit .

Anne begitu panik melihat apa yang terjadi pada pria itu .

" Allen , ada apa ? " Spontan kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Anne .

Dan entah mengapa , mendengar nama itu alam pikiran Gerald semakin dihantui oleh kalimat-kalimat yang begitu familiar di telinganya .

" Allen , bukankah kau menyukainya ? "

" Allen lihat itu dia "

" Kak Allen , apa kau sudah pulang ? "

" Aku tidak pernah memimpikan punya anak seperti dirimu "

Jantungnya berdegup kencang , dirinya seakan tengah di bisiki kalimat-kalimat yang begitu familiar .

" Aku mulai mendapatkan kembali penggalan ingatanku " Ucap Gerald sembari menahan rasa sakitnya .

Mata Anne membulat seketika , harapannya kini semakin terasa nyata . Namun tetap saja ia begitu khawatir dengan kondisi pria itu .

" Apa perlu aku panggilkan dokter ? " Tanya Anne dengan memajang raut wajah khawatir .

" Tidak , tidak perlu . Yang seperti ini sudah sering terjadi " Tolak Gerald yang merasa dirinya akan baik-baik saja .

" Benarkah ? " Anne berusaha memastikan .

" Ya , biar saja aku menahan rasa sakit ini . Dengan begini ingatanku perlahan akan kembali " Celetuk Allen sembari mendudukkan dirinya di sofa panjang yang ada di dalam ruangan itu .

" Apa paman hilang ingatan ? " Tanya Arron penasaran .

Gerald hanya mengangguk mengiyakan apa yang di tanyakan oleh anak itu .

" Sebaiknya anda harus istirahat dulu " Ucap Anne memberikan perhatiannya pada Gerald .

" Ya benar , kalau begitu aku akan pulang dulu " Gerald segera bangkit dari tempat duduknya sembari terus memegangi kepalanya yang masih terasa sakit .

" Bagaimana bisa anda berkendara dalam kondisi seperti ini . Jika boleh , biar saya saja yang mengantar anda pulang . Nanti saya akan kembali kesini dengan naik taksi " Anne mencoba menawarkan dirinya untuk membantu pria itu .

" Ehmm baiklah , terserah kau saja Ann " Mendengar Gerald memanggilnya dengan sebutan seperti itu , Anne jadi diam sejenak .

" Tolong jangan panggil saya dengan sebutan seperti itu , anda jadi mengingatkan saya pada seseorang di masa lalu saya " Jelas Anne dengan tatapan kosongnya .

" Emm entahlah , aku hanya merasa nyaman memanggilmu seperti itu "

" Baiklah " Jawab Anne singkat .

Anne mengemudikan mobil itu dengan perasaan gugup karena sesekali pria yang duduk di sampingnya tampak mencuri-curi pandang ke arahnya .

" Biarpun kau suamiku , aku akan marah jika kau melakukan hal bodoh padaku " Gumam Anne dalam hati seraya mendengus pelan .

" Boleh aku bertanya sesuatu ? " Ucap Gerald dengan canggungnya .

Anne hanya mengangguk membolehkan .

" Dimana suamimu sekarang ? " Pertanyaan Gerald sungguh membuat jantung Anne seakan berhenti berdetak .

" Kurasa kau , kau akan menemukan jawabannya setelah ingatanmu kembali . Iyah , setelah ingatanmu kembali " Ucap Anne gelagapan .

" Maksudmu ? Aku masih tidak mengerti Ann "

" Eemm , sebenarnya aku pernah .. Aku pernah , pernah bertemu dengannya beberapa waktu lalu " Anne membohongi Gerald dengan jawabannya yang berbeda jauh dengan apa yang ingin ia katakan sebenarnya .

Anne menghela nafas panjang lalu menghembuskan nya dengan lesu . Pandangannya kini beralih pada jendela taksi yang ia tengah ia tumpangi sekarang ini . Tampak pemandangan gedung-gedung tinggi berjejeran hampir menyentuh langit yang cerah pagi itu . Yah , langit mungkin cerah namun hatinya tidak secerah cuaca saat itu .

" Mengapa begitu sulit untuk memberitahu tentang siapa sebenarnya dia " Gerutu Anne dalam hatinya .

" Semoga ingatanmu cepat kembali Allen , aku merindukanmu , sangat merindukanmu " Tanpa sadar , air mata kesedihannya kembali membasahi pipinya untuk yang kesekian kalinya .

Perasaan senang , sedih , dan frustasi tengah bercampur aduk dalam dirinya . Entah sudah berapa kali ia menangis dalam sehari . Perasaannya kalut , seharusnya ia bahagia bisa bertemu dengan Allen lagi , namun tetap saja semua sama sekali tidak sama seperti dulu .

🌫️

" Ada apa dengan anak saya dokter ? " Tanya Anne yang baru saja memasuki ruangan inap dan mendapati dokter serta suster telah berada di ruangan itu.

" Dalam waktu dua jam lagi , kita sudah harus melakukan tindak operasi pada anak anda Airy " Jawab sang dokter .

" Baik dokter , saya mengerti " Ucap Anne dengan mimik khawatirnya .

Anne menghampiri Airy yang tengah berbaring terlentang di atas ranjang . Hatinya semakin teriris ketika melihat putrinya yang masih kecil harus menahan sakit seberat ini .

" Airy sayang kamu harus kuat yah nak " Ucap Anne lirih sembari mengusap lembut pipi Airy .

" Iya " Balasnya singkat seraya tersenyum tipis menatap langit-langit ruangan .

" Ibu , berhentilah menangis Bu . Arron tidak suka lihat ibu menangis " Pinta Arron yang turut merasakan kesedihan ketika melihat air mata ibunya .

Anne mengusap air matanya yang telah berjatuhan . Matanya mulai membengkak karena terlalu banyak menangis .

" Arron , Airy , kalian harus kuat hidup dalam keadaan seperti ini . Ibu yakin , nanti kita semua dapat berkumpul lagi , hidup kalian akan lengkap dan tidak kekurangan kasih sayang " Anne berusaha menguatkan mental anak-anaknya .

Mendengar hal itu , Arron mengernyitkan dahinya karena tidak paham apa yang dimaksud ibunya .

" Berkumpul ? Maksud ibu ? " Tanya Arron penasaran .

" Ya , berkumpul dengan ayah kalian " Jawab Anne seraya memaksakan senyumannya .

" Sebenarnya , ayah dimana ? " Lagi-lagi Arron mengeluarkan pertanyaan yang sulit untuk di jawab Anne .

" Ibu tidak tau nak " Anne memalingkan wajahnya dari Arron karena pada dasarnya ia tidak panda dalam berbohong .

Batinnya terus bertanya tentang perasaan suaminya itu , entah masih sama ataukah telah berubah . Sesak rasanya jika mengingat kembali bagaimana manisnya Allen memperlakukannya sebagai istrinya di waktu dulu . Sementara sekarang ia harus memulai kembali kisahnya sebagai orang lain dalam hidup suaminya .

Tok tok tok ..

Anne mengusap-usap matanya yang terlihat sembab dan bengkak kemudian segera membukakan pintu ruangan itu .

" Apa benar ini dengan nyonya Anne ? " Tanya pria paruh baya yang tengah berdiri di depan pintu .

" Iya benar . Ada apa pak ? "

" Oh ini , saya mau mengantarkan kiriman " Ucap orang itu seraya menyodorkan lima paper bag yang tadinya ia tenteng .

" Apa ini ? " Anne tampak heran dengan belanjaan sebanyak ini .

" Ini pemberian dari Tuan Gerald " Jawab orang itu seraya tersenyum tipis .

" Oh iya , terimakasih pak " Ucap Anne dengan ramahnya .

" Iya , sama-sama . Kalau begitu saya permisi dulu " Orang itu segera pergi meninggalkan Anne yang masih menatap paper bag yang berada di tangannya .

" Biarpun ingatannya telah hilang , ternyata masih tersisa sedikit rasa pedulinya terhadap istri dan anaknya " Gumam Anne dengan senyuman kebahagiaan yang mengembang di wajahnya .

Halo reader's , terimakasih telah membaca ...

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca yah ..

Jangan lupa

- vote 🌟

- like 👍

- komen 💘

- dan tambahkan ke favorit yah 💝

1
Dafila Nurul
bagus sih ceritanya. tp sebel sm sifat allen yg ga tegas
Dewi Maia
baru mo mulai baca thor. . nanti kalo ceritanya klop dihati aku brondong ❤️❤️❤️+
Selvi Wondal
semangat Thor🙏
NAZERA ZIAN
kasihan ane klw tau kenyataanx..
apa yg akan dilakukan ane ya,apa dia akn kuat atw minta pisah..???
NAZERA ZIAN
anne n allen senasip sepenanggung...
NAZERA ZIAN
ternyata allan kaya bgt ya thor...
NAZERA ZIAN
awal yg indah..💟💟💟
NAZERA ZIAN
sepertix bagus ceritax...
NAZERA ZIAN
menyimak....
Uti Gaol
waduch sudah ku duga pasti ulah claudya dasar pelakor
Uti Gaol
onoooo ae thoor2
Uti Gaol
hadech adaaaa aja si thor
Uti Gaol
satu kata oon
Uti Gaol
,kemana chriestoper thor hadirkan lg
Uti Gaol
alhamdulillaaah lega hatikuuu
Uti Gaol
jujurlah pada arron ann pasti dia mengerti
Uti Gaol
dasar lacknad kau kevin dasar bodoh kau allen kog gini ceritanya thor hatiku sakiiit
Uti Gaol
pergi yg jauh aja ann
Uti Gaol
waduch ono ae kasihan anne
Uti Gaol
yach terpisah dengan anak2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!