Season 2
Novel ini kelanjutan dari novel yang berjudul 'Berpindah ke tubuh gadis polos' disarankan baca yang season dulu, ahr paham asal usul dari pemerannya.
Di season 2 ini bercerita tentang seorang gadis bangsawan bernama Yu Xia dari keluarga Perdana Menteri Yu di kekaisaran Hua. Dinasti yang mana tak ada tercatat dalam sejarah di negara manapun.
Karena ini karangan author hehe. Abaikan.
Meskipun anak dari Perdana Menteri Yu bersama istri sahnya, tapi kehidupan Yu Xia jauh dari kata layak, karena dia selalu mendapat siksaan, hinaan, cemoohan dan sebagainya. Dia memiliki seorang kakak yang sangat menyayanginya bernama Yu Tian Mo. Tapi karena dia di kirim ke akademi membuatnya tidak tahu jika adik kesayangannya sedang meregang nyawa akibat siksaan dari para saudara dan saudari serta selir ayahnya.
Bagaimana kisah kehidupan Yu Xia yang jiwanya di gantikan oleh Dea dari zaman modern....
Ikuti ceritanya ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nor Laila Rahmah Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2.26
Melihat wajah terkejut putrinya yang dapat di artikan jika dia ingin menolak, tapi dekret itu tidak dapat dibantah maupun ditolak, jika berani menolak bisa di anggap pengkhianatan.
Dengan berat hati Perdana Menteri Yu berkata "Ya, ayah tidak dapat membantah dekret itu, jadi saat kau berusia 18 tahun nanti pernikahan akan terlaksa di istana, karena Putra Mahkota juga masih menempuh ilmu di akademi surga dan diketahui jika Putra Mahkota masih ingin belajar, tapi pernikahan itu pasti terlaksana, tapi setelah pernikahan kalian masih dapat menuntut ilmu di akademi masing-masing," jelas Perdana Menteri Yu.
"Bagaimana ini, apakah dalam empat tahun yang akan datang jiwa Yu Xia asli akan kembali ke tubuh ini? Aku tidak ingin menikah, yah meskipun setelah menikah dapat melanjutkan belajar di akademi, tapi ini kan jiwaku, bulan jiwanya Yu Xia asli, arghhh, " teriak Yu Xia dalam hati.
Perdana Menteri menunggu jawaban Yu Xia, yah meskipun dekret itu tidak dapat di tolak, tapi dia juga ingin mendengar jawaban Yu Xia.
"Lanjutkan saja seperti dekretnya, masih empat tahun lebih juga bukan? Dan setelah itu kami masih di ijinkan untuk menuntut ilmu, tidak masalah kalau begitu," ucap tenang Yu Xia, yang sebenarnya di dalam hatinya dia berteriak-teriak tidak mau, tapi kalau jiwa Yu Xia asli kembali itu tidak akan masalah untuk kedepannya.
Yu Xia kembali ke paviliunnya, dalam perjalanan dia sedang berfikir "Bukankah rumor bahwa dirinya itu sampah dan buruk rupa tersebar di seluruh ke kaisaran dan meskipun sekarang dia dapat berkultivasi, tapi kan masih sangat payah. Apa yang di fikirkan oleh kaisar Hua?" batin Yu Xia.
Dia sampai di paviliunnya, dan baru ingat jika ada yang menunggunya.
"Yu Bei, ku kira kau sudah pergi?" ucap Yu Xia seraya duduk di samping Yu Bei.
"Belum hehe," jawab Yu Bei cengengesan.
"Hei hei kenapa kau senyum-senyum gitu?" tanya Yu Xi yang merasa aneh.
"Hehe, kak, dimana kakak membeli kue ini?" tanya Yu Bei sambil menunjukkan kukis yang sisa setengah.
"Emang kenapa? Kurang ya? Mau lagi?" Yu Xia.
"Tidak tidak, masih banyak kok malahan masih penuh karena satu ini saja belum ku habiskan, hehe," Yu Bei.
"Lalu?" Yu Xia.
"Itu kue nya sangat enak dan aku tidak ingin cepat menghabiskannya jadi makannya sedikit-sedikit. Di mana kakak beli?" Yu Bei.
"Oh astaga, kau tidak perlu berhemat memakannya, itu kakak sendiri yang buat, kalau mau nanti kakak buatkan lagi, ini namanya kukis," Yu Xia.
Ya kalau ada waktu senggang biasanya Yu Xia di bantu Lin Zi dan Momo membuat berbagai macam kue kering, maupun kukis.
"Benarkah? Makasih," ucap Yu Bei. "Kalau begitu aku harus memamerkannya dengan kak Yu Rong dan kak Tian nanti, tapi sekarang kak Yu Rong dulu. Kalau begitu aku pamit mau ke paviliun kak Yu Rong hehe," lanjutnya.
"Silahkan," ucap Yu Xia terkekeh melihat tingkah polos Yu Bei.
Yu Xia masuk ke kamarnya dan masuk lagi ke cincin ruangnya.
Kita beralih pada Yu Bei yang sedang memamerkan kue kukis yang di dapatnya dari Yu Xia. Untuk membuat Yu Rong iri dia berbaik hati memberikan satu kukis untuk di cicipi.
"Wah enak, manis, gurih," ucap Yi Rong Ku "Dimana kau membelinya?"
"Aku tidak beli aku di kasih sama kak Xia dan kak Xia sendiri yang membuatnya," jelas Yu Bei.
Yu Rong Ku hendak minta lagi, tapi tidak diberikan Yu Bei karena dari awal niat Yu. Bei kan untuk membuat Yu Ring Ku iri dan kesal.
"Cih, pelit sekali kau, lihat saja sekarang aku akan minta buatkan dengan Xia," kesal Yi Rong Ku seraya mau pergi ke paviliun.
"Eh tunggu dulu, kata kak Xia untuk sekarang kue nya habis dan nanti setelah punyaku habis baru kakak akan membuatkan untukku lagi, jadi kakak tunggu saja ya," ucap Yu Bei sombong sambil menggigit kukis yang ditangannya.
"Terserahku, aku mau minta buatkan sekarang," ucap Yi Rong Ku semakin kesal dan pergi dengan kesal.
Tak ingin ketinggalan Yu Bei juga ikut ke paviliun Yi Xia mengikuti Yu Rong Ku.
Di dalam cincin ruang, Yu Xia dan kedua hewan kontraknya sedang duduk santai dan memakan cemilan lainnya, karena kukis yang di berikannya pada Yu Bei memang yang terkahir.
"Sepertinya ada yang menuju ke kamarku," gumam Yu Xia. "Aku akan keluar," lanjutnya kemudian hilang dan mendarat di kamarnya.
Tok tok tok
Ketukan di pintun berbarengan dengan seseorang yang memanggio Yu Xia.
"Yu Xia, kau di dalam?"
Yu Xia pun membukakan pintu dan terlihatlah Yu Rong Ku dengan wajah kesal dan Yi Bei dengan wajah senangnya.
Yu Xia dapat menebak apa yang sebenarnya terjadi. "Berhasil?" tanya Yu Xia kepada Yu Bei yang mendapat anggukan senang dari Yu Bei.
Sebelum Yu Rong Ku membuka mulutnya, Yu Xia memberikan toples yang sama seperti punyanya Yu Bei, tapi dengan isi yang berbeda. Isinya memang bukan kukis, tapi kue kering lainnya dengan bentuk dan warna yang bebeda dari kukis. Karena Yu Xia tahu apa yang akan terjadi, jadi dia sudah menyiapkan toples berisi kue apa saja yang penting enak.
Awalnya wajah Yu Rong Ku sumringah, tapi setelah melihat isinya, wajahnya seketika muram.
Tapi sebelum Yu Rong Ku mengeluh, Yu Xia dengan cepat mengambil satu kue kering dan memasukkannya kedalam mulut Yu Rong ku.
Perlahan wajah yang muram itu kembali berseri. "Enak," ucap Yu Rong Ku.
"Sudahkan? Kalau begitu silahkan kembali ke paviliun kalian, aku mau istirahat, karena besok kita akan menempuh perjalanan jauh," ucap Yu Xia kemudian menutup pintu dan kembali ke cincin ruang melanjutkan bersantai dengan kedua hewan kontraknya.
Sekarang wajah Yu Bei yang kesal melihat Yu Rong Ku yang sangat senang mendapat kue dari Yu Xia. Sambil berjalan beriringan sangat jelas jika Yu Bei mau mencoba kue kering punya Yu Rong Ku.
"Mau," ucap Yu Bei sambil menadahkan tangannya.
Seperti tak perduli dan pura-pura tak mengerti, Yu Rong Ku tetap asik memakan kue kering punya nya sambil melangkahkan kakinya.
"Ihhh, aku mau coba kue itu, kan kakak tadi sudah nyobain punyaku, sekarang gantian dong," ucap Yu Bei semakin kesal berjalan mendahului Yu Rong Ku dan menghalangi jalannya sambil menghentak-hentakkan kakinya, persis seperti anak kecil yang kemauannya tidak di turuti.
"Apa sih, minggir," ucap Yu Rong Ku lalu berjalan meleok menghindari Yu Bei.
Yu Bei pun menarik lengan baju kakaknya itu dengan kencang sampai Yu Rong Ku benar-benar berhenti dan menoleh kesal padanya.
Akhirnya perdebatan, saling memaksa dan menolak, dan diakhiri dengan bernegosiasi dengan pertukaran satu kue dengan satu kue lainnya mereka sekarang terlihat seperti anak-anak sungguhan.
Sampai-sampai saking serius dalam negosiasi mereka tak sadar jika mereka jadi perhatian oleh para penghuni kediaman Perdana Menteri.
~.........~
Happy Reading
terlalu lemah
cm typony itu loh thor trll banyak.
semangat thor