Di Benua Shenzhou yang dipenuhi oleh energi spiritual (Qi), hukum rimba berlaku: yang kuat dihormati, yang lemah diinjak-injak. Ye Chen, seorang pemuda dari Klan Ye, terlahir dengan meridian yang cacat sehingga ia tidak bisa menyerap Qi. Selama enam belas tahun, ia hidup sebagai lelucon dan bahan hinaan klannya.
Namun, takdirnya berubah drastis di suatu malam yang berdarah. Saat ia dipukuli dan dibuang ke dasar Jurang Kematian oleh sepupunya sendiri, darahnya tanpa sengaja menetes ke sebuah liontin batu giok hitam peninggalan ibunya. Liontin itu ternyata menyimpan jiwa seorang Kaisar Naga Kuno yang telah tersegel selama puluhan ribu tahun. Dengan bimbingan sang Kaisar Naga, Ye Chen memulai jalan kultivasi yang menentang langit untuk membalas dendam dan mencari kebenaran di balik hilangnya kedua orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lelang Akbar dan Fosil Cakar Misterius
Malam berlabuh di Kota Bintang Jatuh, namun Paviliun Harta Surgawi justru benderang layaknya siang hari.
Ye Chen duduk bersandar di kursi beludru merah di dalam Ruang VIP Nomor 7 di lantai tiga. Melalui dinding kaca kristal satu arah, ia bisa melihat seluruh isi aula lelang raksasa di bawahnya. Ribuan kultivator memadati kursi-kursi di lantai dasar, sementara ruang VIP di lantai dua dan tiga hanya diisi oleh tokoh-tokoh elit—ketua klan besar, tetua sekte, atau saudagar kaya raya.
Di atas panggung pualam, seorang wanita cantik berkebaya sutra merah ketat dengan belahan tinggi berdiri dengan senyum menggoda. Ia adalah Ya Fei, juru lelang utama paviliun yang pesonanya mampu membuat para pria menaikkan tawaran harga tanpa berpikir panjang.
"Selamat malam, para Tuan dan Nyonya yang terhormat," suara merdu Ya Fei bergema ke seluruh ruangan, diperkuat oleh formasi pengeras suara. "Tanpa membuang waktu, mari kita mulai pelelangan malam ini!"
Satu per satu barang berharga mulai dikeluarkan. Mulai dari Pedang Roh Tingkat Rendah, baju zirah dari kulit monster tingkat enam, hingga pil penyembuh luka langka. Semuanya terjual dengan harga puluhan Batu Spiritual.
Ye Chen hanya menonton dengan bosan, menyisap teh spiritual yang disediakan pelayan. Tidak ada satu pun dari barang-barang itu yang menarik minatnya.
Kekayaan Ye Chen saat ini adalah sekitar 800 Batu Spiritual Tingkat Rendah (termasuk konversi sisa koin emas di cincin Yan Ting dan bandit). Jumlah ini menjadikannya cukup kaya untuk ukuran kultivator pengembara, namun ia tahu ia harus berhemat.
Satu jam berlalu, suasana pelelangan semakin memanas.
"Untuk barang selanjutnya," Ya Fei memberi isyarat. Dua pria kekar memikul sebuah kotak kaca berlapis formasi pelindung ke atas panggung. Di dalam kotak itu, tergeletak sebuah benda hitam pekat berukuran sebesar lengan orang dewasa. Bentuknya melengkung dan meruncing di ujungnya, menyerupai sebuah cakar raksasa yang telah membatu menjadi fosil.
"Ini adalah Fosil Cakar Binatang Kuno," jelas Ya Fei, senyumnya sedikit meredup karena ia tahu barang ini sulit dijual. "Barang ini ditemukan di kedalaman tambang kuno. Penilai kami tidak bisa mengidentifikasi jenis monsternya. Benda ini tidak memancarkan energi spiritual apa pun, namun sangat keras! Bahkan kultivator Tahap Pembentukan Fondasi tingkat puncak gagal menggoresnya dengan pedang roh."
Suasana aula menjadi sunyi. Berbagai bisikan keraguan terdengar.
"Hanya batu keras tanpa energi Qi? Untuk apa dibeli?"
"Mungkin hanya tulang monster kura-kura raksasa biasa yang membatu. Tidak berguna untuk dibuat senjata jika tidak bisa dilebur."
Ya Fei berdehem pelan. "Harga awal... lima puluh Batu Spiritual. Setiap tawaran kelipatan sepuluh."
Tidak ada yang mengangkat plakat. Ya Fei menghela napas, bersiap untuk menarik barang itu mundur.
Namun, di dalam Ruang VIP Nomor 7, Ye Chen nyaris melompat dari kursinya karena raungan histeris Ao Tian di dalam kepalanya.
"BOCAH! BELI ITU! BELI SEKARANG JUGA!" suara naga kuno itu bergetar karena kegembiraan yang luar biasa. "Mereka menyebutnya fosil binatang kuno? Mata fana yang buta! Itu adalah ruas jari dari Cakar Naga Bumi! Energi spiritualnya tidak hilang, melainkan tersegel sempurna di dalam inti tulangnya. Jika kau mengekstrak esensi darah naga di dalamnya, Tulang Naga Api-mu akan mengalami evolusi tahap kedua!"
Mata Ye Chen berkilat tajam di balik caping bambunya.
"Enam puluh Batu Spiritual," suara parau Ye Chen yang disamarkan terdengar dari pengeras suara Ruang VIP 7, memecah keheningan aula.
Ya Fei segera tersenyum cerah. "Ruang VIP 7 menawarkan enam puluh! Ada yang lain?"
Tepat ketika Ya Fei hendak mengetuk palu, sebuah suara arogan dan malas terdengar dari Ruang VIP Nomor 2 di seberang ruangan Ye Chen.
"Seratus Batu Spiritual."
Seluruh aula tersentak. Seseorang langsung menaikkan harga hampir dua kali lipat untuk sebuah fosil batu? Beberapa penonton di bawah mulai berbisik, mengenali suara dari Ruang VIP 2.
"Itu Tuan Muda Lei Kuang dari Sekte Pedang Petir! Kudengar dia sedang mengumpulkan material aneh untuk membuat palu godam impiannya!"
Di dalam ruangannya, Ye Chen mengerutkan kening. Ia tidak peduli siapa Lei Kuang. "Seratus lima puluh."
"Dua ratus," balas Lei Kuang seketika, nadanya mulai terdengar tidak senang.
"Dua ratus lima puluh," timpal Ye Chen tanpa jeda sedetik pun.
Suasana lelang yang tadinya lesu kini berubah tegang. Perang harga antara dua ruang VIP selalu menjadi tontonan menarik.
Di dalam Ruang VIP 2, Lei Kuang—seorang pemuda bertubuh sangat kekar dengan rambut berdiri tegak seperti tersengat listrik—menggebrak mejanya hingga retak. Ia melangkah mendekati kaca pembatas dan memancarkan aura Tahap Pengumpul Qi tingkat kedelapan puncak.
"Teman di Ruang VIP 7," suara Lei Kuang menggema, membawa nada ancaman yang kental. "Aku adalah Lei Kuang, Pewaris Sekte Pedang Petir. Aku sangat menyukai batu keras itu untuk bahan eksperimenku. Beri aku wajah dan mundurlah. Tiga ratus Batu Spiritual!"
Aula lelang mendadak hening. Sekte Pedang Petir adalah penguasa tiran di wilayah utara Kota Bintang Jatuh. Tidak ada kultivator waras yang berani menyinggung mereka secara terang-terangan. Semua orang menatap ke arah Ruang VIP 7, berasumsi bahwa orang di dalam sana pasti akan menyerah.
Namun, beberapa detik kemudian, suara tawa serak yang sangat merendahkan terdengar dari ruangan Ye Chen.
"Lelang adalah tempat mengadu kekayaan, bukan mengadu wajah. Wajahmu bahkan tidak bernilai satu koin tembaga di mataku. Empat ratus Batu Spiritual."
GASPP!
Ribuan orang menahan napas serentak. Kesunyian absolut menyelimuti ruangan. Orang ini... orang ini baru saja menampar wajah Pewaris Sekte Pedang Petir di depan umum!
"KAU MENCARI MATI!" raung Lei Kuang dari ruangannya, kilatan listrik menyambar di sekitar tubuhnya. "Lima ra—!"
"Tuan Muda, tahan emosi Anda!" seorang tetua berjubah perak tiba-tiba menahan bahu Lei Kuang dari belakang. "Tujuan utama kita datang ke sini adalah untuk mendapatkan Pil Terobosan Pembentukan Fondasi di akhir lelang! Kita hanya membawa seribu Batu Spiritual. Jika Anda menghamburkannya untuk batu rongsokan itu, kita akan kehilangan pil tersebut!"
Lei Kuang menggertakkan giginya hingga nyaris retak. Wajahnya merah padam karena amarah dan penghinaan. Ia menatap tajam ke arah dinding kaca Ruang VIP 7 seolah ingin menembusnya.
"Bagus... Bagus sekali," desis Lei Kuang ke arah pengeras suara. "Aku akan membiarkanmu menyimpan batu itu malam ini. Kuharap kau punya nyawa yang cukup panjang untuk membawanya keluar dari Kota Bintang Jatuh."
Lei Kuang duduk kembali dan tidak menawar lagi.
"Empat ratus Batu Spiritual, sekali... dua kali... tiga kali! Terjual kepada Tuan di Ruang VIP 7!" seru Ya Fei sambil mengetuk palunya. Meski tersenyum, Ya Fei melirik ke arah ruang VIP Ye Chen dengan sedikit simpati. Pria misterius itu mungkin menang lelang, tapi ia baru saja mengundang malaikat maut.
Lima menit kemudian, pintu ruangan Ye Chen diketuk. Seorang pelayan membawakan kotak kaca berisi Fosil Cakar Naga Bumi itu. Ye Chen membayar dengan 400 Batu Spiritualnya.
Begitu pelayan itu keluar dan pintu ditutup rapat, Ye Chen segera menyentuh permukaan fosil hitam tersebut. Hawa kuno yang sangat liar dan brutal langsung menyengat telapak tangannya.
"Benar sekali! Esensi darahnya masih tersimpan di sumsum tulang ini," Ao Tian tertawa puas. "Bocah, simpan baik-baik. Setelah lelang ini selesai, kita harus segera mencari tempat terpencil. Jika kau berhasil menyerapnya, fisikmu akan cukup kuat untuk menahan serangan dari kultivator Tahap Pembentukan Fondasi sekalipun!"
"Tapi kita punya sedikit masalah sebelum itu," ucap Ye Chen santai sambil menyimpan fosil itu ke dalam cincinnya. Telinganya yang tajam menangkap suara langkah kaki halus dari luar pintunya, berhenti di lorong. Jelas, Lei Kuang telah mengirim anak buahnya untuk mengawasi ruangannya dan melacak identitas Ye Chen saat ia keluar nanti.
"Diakon Liu, Sekte Api Sejati, lalu sekarang Sekte Pedang Petir," gumam Ye Chen sambil memutar cangkir tehnya perlahan. "Sepertinya aku memang punya bakat alami untuk menarik perhatian orang-orang yang ingin kubunuh."