NovelToon NovelToon
Mantan Komandan Muda

Mantan Komandan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyelamat / Fantasi
Popularitas:666
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Bima mengira ia bisa mengubur masa lalunya yang kelam di Desa . Mantan komandan regu pasukan khusus ini memilih hidup bersahaja sebagai petani jagung dan pemancing di tepi sungai demi melarikan diri dari trauma perang. Namun, kedamaian yang ia bangun susah payah runtuh setiap kali ia teringat pada Joni, sahabat sekaligus anak buahnya yang gugur dalam pelukan Bima akibat terjangan peluru senapan mesin musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

gejolak didepan kaca

Setelah setengah berlari menaiki anak tangga untuk menghindari godaan ibunya, Mia telah mengunci rapat pintu kamar pribadinya. Di dalam kamar yang luas dan tenang itu, dia sempat melemparkan tubuhnya ke atas kasur empuk, memeluk guling erat-erat sembari menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang melayang jauh. Namun, debaran di dalam dadanya ternyata tidak kunjung mereda. Rasa kasmaran yang menggebu-gebu justru membuatnya gelisah di atas tempat tidur.

Digerakkan oleh rasa penasaran yang bergejolak, Mia akhirnya memutuskan untuk bangkit kembali dari posisi rebahannya. Langkah kakinya yang anggun membawanya berjalan mendekati sebuah cermin besar seukuran tubuh (full-length mirror) yang berdiri tegak di sudut ruangan. Begitu sampai di depan kaca, dia berdiri mematung sembari menatap lekat-lekat pantulan dirinya sendiri di sana. Pikirannya benar-benar sudah tidak bisa diajak kompromi lagi malam ini; bayangan wajah maskulin Bima, tatapan matanya yang teduh, serta ketegasan sikap pria perkasa itu terus saja menari-nari dengan liar di kepala Mia.

"Kira-kira... Kak Bima mau tidak ya menjadi suamiku di masa depan nanti?" gumam Mia sangat lirih, suaranya yang lembut terdengar bagai bisikan angin, seolah sedang melontarkan pertanyaan serius pada bayangannya sendiri di dalam cermin.

'Kira-kira... Kak Bima akan suka atau tidak ya dengan bentuk fisikku yang seperti ini?' batin Mia bertanya-tanya dengan perasaan yang berdebar kencang. Pikirannya mendadak membayangkan bagaimana jika jemari tangan yang kokoh dan kekar milik Bima kini bergerak maju untuk menyentuh sisinya. Ingatan tentang bagaimana lengan kekar itu menariknya keluar dari bahaya membuat seluruh tubuh Mia meremang. Semburat rasa panas yang menggelitik langsung menjalar dengan cepat ke seluruh pori-pori tubuh mulusnya. Perasaan ini begitu asing, namun sangat menyenangkan hingga membuatnya terhanyut.

Sentuhan jemari Mia sendiri secara perlahan bergerak naik ke dadanya, meresapi detak jantungnya yang berpacu luar biasa cepat. Sepasang kelopak matanya seketika terpejam rapat, meresapi sensasi hangat menjalar yang mendadak menyengat tepat di bagian bawah perutnya yang sensitif. Fantasi yang tercipta di kepalanya terasa begitu nyata, seolah-olah Bima benar-benar sedang berdiri di belakangnya dan mendekap tubuhnya dari belakang, menyalurkan kehangatan pria dewasa yang begitu mendominasi.

"Kak Bima... Kak Bima..." desah Mia pelan dengan suara yang parau, menyebut nama pria perkasa itu berulang kali bagaikan sebuah mantra penenang batin di tengah malam yang sunyi. Suara desahan halusnya menggantung di udara kamar, berpadu dengan detak jarum jam yang terasa semakin lambat.

Di dalam keheningan kamar tidurnya yang mewah, Mia memeluk tubuhnya sendiri dengan sangat erat tepat di depan pantulan cermin, mengkhayalkan pelukan protektif dari pria pujaannya. Keinginan egois dan naluri alaminya sebagai seorang gadis muda yang sedang dilanda kasmaran kini telah meledak sepenuhnya tanpa bisa dibendung lagi.

'Jika saja tadi siang Kak Bima langsung bilang bersedia untuk maju menjadi suamiku, maka besok pagi pun aku sudah sangat siap untuk melangsungkan pernikahan dengannya. Aku benar-benar ingin merasakan bagaimana rasanya didekap, dipeluk erat, dan dilindungi oleh tubuh sekekar serta sekuat milik Kakak...' batin Mia sembari berjalan gulai kembali menuju ranjang. Dia menutup malam panjangnya dengan fantasi liar yang kian memuncak di atas ranjang tidurnya, berharap esok hari takdir akan membawanya lebih dekat dengan Bima.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!