NovelToon NovelToon
Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Time To You: Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mafia / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Clark hanya dianggap sebagai tumbal pelunasan hutang dalam pernikahannya dengan Dante, pemimpin mafia berdarah dingin, namun saat peluru nyasar menembus dadanya di pesta keluarga, ia baru menyadari tatapan pria itu yang penuh air mata, sungguh pemandangan tak pernah ia bayangkan ada pada sosok yang begitu kejam.

Lalu bagaimana jika takdir memberikan kesempatan kedua? Membuat Clark kembali terbangun enam tahun silam, tepat saat ia dipaksa menikah dengan pria yang kini ia tahu sangat mencintainya meski dulu ia hanya melihatnya sebagai sosok mengerikan yang harus ia hindari sebisa mungkin.

Kali ini, ia berjanji tak akan membiarkan tragedi yang sama terulang kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Dante terdiam lama di tempatnya. Tatapan yang sedari tadi penuh canda kini lenyap sepenuhnya, berganti dengan bayang-bayang rasa bersalah yang selama ini ia simpan rapat di balik sikap dinginnya. Perlahan, ibu jarinya mengusap lembut lekuk pipi Clark, seolah ingin menghapus segala keresahan yang bersembunyi di sana.

"Aku tak ingin kau memikul beban itu sendirian," ucapnya pelan, hampir berbisik.

Clark mencoba tersenyum tipis. "Aku sungguh tidak apa-apa, Kak."

"Kau sedang berbohong."

Dua kata itu begitu tegas namun lembut, seketika membuat senyum di bibir Clark memudar perlahan. Ia mungkin pandai menyembunyikan perasaannya di hadapan siapa pun, namun di depan Dante, ia tak pernah sanggup menutupi apa pun. Pria itu seolah tahu setiap sudut hatinya lebih baik daripada dirinya sendiri.

Tanpa kata lain, Dante menarik tubuh itu masuk ke dalam pelukan eratnya. Dante segera mengangkat dagu istrinya pelan, memastikan pandangan mereka bertemu lekat.

"Clark." Suara berat itu terdengar begitu lembut, seolah sedang merawat sesuatu yang paling rapuh di dunia. "Dengarkan aku baik-baik. Aku menikahimu bukan karena menginginkan anak."

"Tapi aku menikahimu karena aku mencintaimu."

Mata Clark perlahan memanas, air mata yang sejak tadi ia tahan kini mulai menumpuk di pelupuk mata.

"Jika kelak Tuhan mempercayakan kita seorang anak, aku akan menjadi ayah yang paling bahagia di dunia. Namun jika belum, aku tetaplah suami yang paling beruntung karena aku memilikimu."

Butiran bening itu akhirnya jatuh membasahi pipinya. "Apakah aku terlihat egois?" tanyanya di sela isak tangis kecil yang tertahan.

"Tidak sama sekali."

"Aku hanya... sangat ingin ada bayi kecil yang kelak akan memanggilmu Ayah."

Sebuah senyum tipis terukir di bibir Dante. "Aku pun sering membayangkannya."

Jemarinya kembali mengelus lembut rambut sang istri. "Membayangkan rumah ini riuh dengan tangisan kecil yang lucu. Membayangkan ada sosok mungil yang berlari memelukmu dan memanggil Ibu. Membayangkan kita bertengkar konyol hanya karena berebut siapa yang lebih dulu menggendongnya."

Clark ikut tersenyum di tengah air matanya. "Benarkah kau membayangkan semua itu?"

"Hm."

"Tapi aku tak ingin kau memaksakan diri... hanya demi mewujudkan harapan itu."

Keheningan kembali menyelimuti kamar. Angin malam yang sejuk menyelinap masuk, membuat tirai jendela bergoyang pelan diterpa hembusan udara, sementara cahaya lampu tidur yang temaram menyelimuti mereka dalam kehangatan yang menenangkan.

Dante mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang.

"Kita jalani semuanya apa adanya saja. Jika kelak kita diberi anak, itu adalah anugerah terindah. Jika belum... berarti Tuhan masih memberiku waktu lebih lama untuk memanjakan istriku seorang diri."

Mendengar itu, Clark merapatkan pelukannya di pinggang suaminya. Untuk beberapa waktu lama, mereka hanya diam menikmati kebersamaan itu—sebuah rengkuhan yang jauh lebih bermakna daripada ribuan janji manis yang pernah terucap.

Sementara itu, Andrew baru saja selesai mengoleskan salep pada memar yang masih terlihat jelas di wajahnya, saat Hudson masuk membawa segelas obat hangat.

"Minum ini."

Andrew menerima gelas itu tanpa menolak, lalu meneguk isinya sekaligus.

"Kau benar-benar berniat membuat Dante meledak karena kesal terus-menerus?" tanya Hudson sambil bersandar santai di kusen pintu.

Andrew terkekeh pelan. "Wajahnya jadi sangat lucu kalau sedang cemburu."

"Kau melakukannya dengan sengaja, ya?"

"Tentu saja."

Hudson menggeleng tak habis pikir. "Padahal jika kau benar-benar ingin menjalin hubungan baik dengannya, kau hanya perlu bicara dengan sopan."

"Itu terlalu membosankan."

"Jadi kau lebih memilih dipukul?"

Andrew mengangkat bahu santai. "Sudah biasa."

Hudson menghela napas panjang. "Kalau saja Yuna tak menahannya saat itu, mungkin sekarang kau sudah berbaring di rumah sakit."

Andrew justru tertawa lebih keras. "Itu tandanya dia mulai menganggapku sebagai lawan yang setara."

"Bukan begitu maksudnya. Itu artinya dia hampir saja kehilangan kendali dan melukaimu parah."

Tawa itu perlahan mereda. Raut wajah Andrew perlahan berubah serius, menyembunyikan sesuatu yang tak pernah ia bagi pada siapa pun.

"Sebenarnya..." gumamnya pelan, suaranya tak lagi terdengar riang.

"Aku ingin sekali bekerja sama dengan Dante, namun kau tau sendiri perbedaan kelompok kami"

Hudson akhirnya mendengarkan penjelasan Andrew, ia sendiri juga sudah tau bagaimana keluarga Dante menjalankan kelompok mafianya hingga bisa berdiri di puncak, tak bisa di pungkiri juga jika banyak kelompok lain yang ingin menghancurkan agar mereka naik ke posisi itu, namun baru kali ini ia melihat ada seseorang seperti Andrew yang ingin bekerja sama.

1
Ari Peny
masya Allah 👍👍👍
Ari Peny
bagus dante hrs tegas
Ari Peny
mencurigakan
Ari Peny
pasti berniat berkianat atau pemberontakan
Ari Peny
semangaaat
Siti Maemunah
benarkah si Clark bukan perempuan
Ari Peny
berdua hrs kuat
Ari Peny
lanjuuut
Muft Smoker
km slah cara Andrew ,, menghadapi bocah tantrum macam dante dg menggoda istri ny ,, sama aj km mau di usap2 malaikat maut 😂😂😂😂
Muft Smoker
kak brrti Clark bnran cowo????
😱😱😱😱
Ari Peny
lanjuuut
Ari Peny
waaah apa pamannya hanya ingin tau benar2 cinta gk
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
kasihan si dokter ,, di tendang ma Clark ,, moga gx lupa ingatan 😂😂😂😂😂😂😂😂 ,,


sakit perut adek bang ,,,
😂😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣
Ari Peny
moga salah orang 😭😭😭
Muft Smoker
ayooo segera cari dante jgn sampe Dy di culik gombel wewe
Muft Smoker
kak ni si Clark bnran cowo???
koq pemuda trus nyebutnya 🤭🤭🤭🤭
Ari Peny
jgn2 dante d jebak
Muft Smoker
akhirnya 😂😂😂
Ari Peny
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!