NovelToon NovelToon
Mantan, Balikan Yuk!

Mantan, Balikan Yuk!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.

Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.

Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4 - Kabar Mengejutkan

Gavin teringat kejadian 3 tahun lalu, dimana dia tidak sengaja melihat orang yang dia sayang terduduk di aspal dalam keadaan menangis terluka.

Flashback

Langit mendung berawan hitam, rintikan hujan membasahi bumi, alam ikut menangis seakan mengerti suasana hati Alea. Dia terduduk di aspal, menangis tersedu-sedu mengenai keputusan yang diambil Fathan secara mendadak.

Seseorang memeluknya erat, Alea belum menyadari siapa orang itu berontak.

"Lepasin aku! Tolong!!"

"Ini aku Alea, Gavin." Melihat keponakannya terluka, dia mendekap sayang memberikan kenyamanan. Mereka hanya punya satu sama lain, kedua orangtua Gavin sudah meninggal dan ibunya Alea pun sudah meninggal, sedangkan ayahnya Alea enggan berurusan lagi sama mereka karena keluarga barunya.

Ibunya Alea dan Gavin adik kakak dan Gavin serta Alea terpaut usia 10 tahun. Jika saat 3 tahun lalu Alea berusia 20 tahun maka saat itu Gavin menginjak usia 30 tahun. Itulah mengapa Gavin tidak bisa menjadi wali nikah Alea sebab dia hanya adik dari ibu kandungnya Alea, bukan adik papanya Alea.

Menyadari siapa yang memeluknya, Alea berbalik memeluk satu-satunya saudara yang dia punya. "Om hiks hiks."

Tangis itu terdengar pilu, tangisnya pecah, lega karena ada orang yang dia kenal ditengah rasa takut sendirian di jalan sekaligus terluka atas kejadian tadi, ia mendekap erat tubuh om nya menangis dalam pelukannya.

Gavin membiarkan keponakannya menangis, menumpahkan segala kesedihan tanpa bertanya apa penyebabnya.

Dalam perjalanan pulang, Gavin tak sengaja melewati jalanan itu untuk mempercepat jalan arah pulang, ia bertemu Alea di jalan dengan posisi Alea berjongkok menangis seorang diri.

Sementara Fathan, masih dalam keadaan emosi, namun perlahan ia mulai sadar telah meninggalkan Alea sendirian di jalan tengah malam.

Ia pun memperlambat motornya. "Sial, kalau terjadi sesuatu sama dia gimana?" Masih memiliki hati dan rasa khawatir, Fathan pun kembali ke tempat Alea berada.

Semakin dekat ia semakin melihat siluet tubuh seseorang.

"Alea." Ia pun memperlambat motornya, tak jauh dari sana berhenti dan bisa mendengar pembicaraan dua orang yang sedang berpelukan.

Pandangan matanya lurus kedepan dengan sorot mata tajam menahan emosi dan cemburu.

"Jangan tinggalin aku sendiri, aku takut, aku gak mau kehilangan lagi, aku sayang sama om, hanya om yang aku punya, hiks hiks." Perasaannya sedikit lebih tenang, jauh lebih baik dari sebelumnya. Rasa takut kehilangan begitu mendominasi, takut om nya tiba-tiba pergi meninggalkan dia seorang diri seperti orangtuanya dan seperti Fathan yang juga meninggalkannya sendirian.

"Iya, om gak akan pernah ninggalin kamu lagi Lea, selamanya akan ada didekat kamu dan om juga sayang sama kamu Lea, kamu yang saat ini om punya." Ucapan lembut Gavin dan kecupan manis di pucuk kepala Alea di dengar oleh Fathan.

Laki-laki tampan itu semakin membenci Alea karena ternyata tanpa sepengetahuannya, perempuan yang sudah berhasil membuatnya jatuh cinta sudah mempunyai kekasih.

Ia mengepalkan tangan, tak tahan menyaksikan keromantisan keduanya, Fathan menyalakan motornya lagi mendekat pada mereka.

Menyadari ada sorot lampu makin mendekat, keduanya menoleh. Senyum Alea terbit seraya melepas pelukannya dari Gavin. Sementara Gavin diam menatap Fathan, Alea sudah menceritakan tentang kejadian tadi, sebagai saudaranya jelas Gavin marah namun ia berusaha tenang karena ini juga salah Alea.

"Mas Fathan."

Pria itu berhenti di dekat keduanya, melirik tajam keduanya.

"Aku gak pernah nyesel mengakhiri hubungan kita, dan aku bersyukur bisa lepas dari perempuan seperti kamu, dan kamu hebat punya selingkuhan dibelakang aku, wow murahan dan pemain handal dalam bermain drama," ucap Fathan sinis.

Seketika senyuman Alea luntur digantikan oleh wajah sendu penuh kecewa. Kata-kata itu menyesakkan dada, mengiris hati yang berbunga karena cintanya kembali namun dipatahkan lagi oleh kata tajam dari laki-laki yang sudah mencuri hatinya.

"Jaga ucapan kamu!" Gavin hendak maju tapi di tahan oleh Alea.

"Selain suka taruhan, berhasil menjebakku, ternyata kamu juga simpanan om-om, suka banget mainin cowok ya, sekarang aku makin yakin untuk mengakhiri hubungan ini dan aku benci semua ini, AKU BENCI KAMU ALEA! MULAI MALAM INI KITA BERCERAI! AKU TALAK KAMU!"

Lalu Fathan pergi dari sana dengan emosi tidak stabil, dia menjalankan kendaraannya secara ugal-ugalan meluapkan rasa kecewanya.

Jangan ditanyakan keadaan Alea, dia terdiam seribu bahasa tak mampu berkata-kata lagi. Kenapa semuanya jadi begini? Ia melihat jelas sorot mata itu membencinya, marah dan juga kecewa, semuanya telah berakhir, talak satu terucap dan itu artinya pernikahan mereka kandas.

Tidak ada kata-kata yang diucapkan Alea, hanya sorot mata kosong dengan tubuh berdiri kaku.

"Lea, are you okay? Hei!" Gavin berdiri dihadapannya menepuk-nepuk pipi Alea menyadarkan keponakannya. Tidak ada pergerakan dari Alea tetap berdiri tanpa sepatah kata.

"Shiiit! AZALEA sadar! Jangan begini! Hei! Sadarlah!" Gavin panik, keponakannya tidak merespon, tatapan mata Alea kosong.

Pandangan Alea memburam, kesadarannya berkurang, tubuhnya melemas dan ....

Brukk..

Alea tersungkur pingsan.

"AZALEA!"

*********

Dalam kecepatan tinggi, Fathan menjalankan motornya tanpa memperhatikan jalan. Kuda besi yang ia kendarai membelah jalanan menyalip setiap kendaraan.

Emosi menguasai, hati hancur, cintanya dipermainkan. "Brengsekk!"

Semakin bayangan Alea bersama pria itu muncul semakin membuat Fathan menambah kecepatan. Setiap kata dari bibir Alea tentang kenyataan membuatnya gelap mata.

"Akhhhh!!!"

Fathan berteriak menyadari kelalaiannya hampir menabrak orang lewat, dia banting setir supaya tidak melukai nenek-nenek menyebrang, namun sayang, perbuatanya justru menghantam kendaraan lain.

Brak..

Tubuhnya terpental membentur aspal, kendaraannya membanting kendaraan lain dan masuk ke dalam kolong kendaraan lain.

******

Wiww... wiww... wiiww...

Suara sirine ambulance menyala di keheningan malam, para tim medis berlarian menyambut beberapa korban kecelakaan dan salah satunya Fathan.

Berbarengan dengan itu, Gavin juga berlari mendorong brangkar rumah sakit mengkhawatirkan keadaan Alea yang tak sadarkan diri.

"Bangun Lea, jangan buat Om khawatir."

Gavin tidak menyadari di belakangnya ada Fathan dalam keadaan kritis bersimbah darah.

"Maaf, anda tidak bisa masuk, silahkan tunggu di luar."

"Tolong periksa keponakan saya, dok."

Di dalam ruangan berbeda Alea dan Fathan sedang diperiksa kepadanya. Hingga beberapa saat kemudian, dokter yang menangani Alea lebih dulu keluar.

"Dok, bagaimana keadaan keponakan saya?" Menyadari itu, Gavin langsung berdiri menghampiri.

"Apa disini ada suaminya?"

"Suaminya sedang di luar kota." Dia terpaksa berbohong.

Dokter itu mengangguk paham. "Begini, keadaan keponakan anda baik-baik saja, kejadian mengejutkan membuatnya syok berakhir pingsan. Selain karena faktor syok, dia juga kelelahan, untungnya janin dalam kandungannya baik-baik saja dan kuat."

Deg.

Perkataan dokter membuat Gavin diam mencerna. "Ja-janin, keponakan saya hamil dok?"

"Iya Pak, usia janinnya baru menginjak 7 Minggu. Tolong di jaga ya Pak, jangan biarkan ibunya stres sebab itu bisa mempengaruhi kesehatan janinnya." Dokter itu pun pamit pada Gavin.

Gavin terduduk kembali, masih belum percaya sama kenyataan barusan. "Alea hamil."

Flashback end.

1
Liswati Angelina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭ngakak terussss
Cimit: jangan di bayangin. 😆
total 1 replies
Liswati Angelina
seru dan lucu
Liswati Angelina
La terus ayah alea ternyata bapaknya si silvi...... 🤭🤭🤭 cuma nebak thoorr🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!