NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Kelahiran Kembali Sang Kaisar Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Arya Mahendra, seorang Kaisar Immortal dari Alam Semesta Atas, dikhianati saat melewati Kesengsaraan Surgaw. Alih-alih mati, jiwanya terlempar kembali ke masa lalu, masuk ke dalam tubuhnya sendiri saat ia masih menjadi mahasiswa miskin berusia 19 tahun di Bumi yang sering ditindas dan kehilangan keluarganya karena konspirasi konglomerat lokal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Semut yang Mencoba Mengguncang Pohon Besar

​Pria bertato naga itu tertawa terbahak-bahak, seolah baru saja mendengar lelucon paling lucu di dunia fana.

​"Bocah, kau benar-benar tidak tahu tingginya langit dan tebalnya bumi! Kau mencari mati!" raungnya.

​Tongkat bisbol baja itu menebas udara, menghasilkan suara siulan tajam yang membelah angin, mengarah langsung untuk menghancurkan tempurung kepala Arya.

​Di mata orang awam, serangan ini sangat cepat dan mematikan. Namun di mata Arya, serangan ini dipenuhi dengan ribuan celah. Bahkan jika meridian di tubuh fananya saat ini tersumbat dan lautan Dantian-nya masih mengering, wawasan bela dirinya berada di puncak absolut. Dulu, dengan gelar aslinya sebagai Kaisar Immortal Lin Tian, ia hanya perlu menjentikkan satu jari untuk menghancurkan sebuah tata surya. Kini, menghadapi preman jalanan ini ibarat seekor naga ilahi yang menatap semut cacat.

​"Lancang."

​Satu kata keluar dari mulut Arya. Suaranya tidak keras, tetapi mengandung Niat Membunuh murni yang menembus ke dalam jiwa, seolah membekukan sirkulasi darah siapa pun yang mendengarnya.

​Arya perlahan mengangkat tangan kanannya. Gerakannya tampak lambat bagaikan awan yang mengapung bebas, namun secara mistis tiba lebih dulu sebelum tongkat baja itu mendarat.

​Trang!

​Dua jari Arya—telunjuk dan jari tengah—menjepit ujung tongkat baja itu dengan akurasi yang menentang hukum langit dan dao.

​Pria bertato itu melebarkan matanya hingga hampir keluar dari rongganya. Ia menyalurkan seluruh kekuatannya untuk menarik tongkatnya, otot-otot di lengannya menonjol keluar, namun tongkat baja itu seolah tertancap pada gunung purba; tak bergeming sehelai rambut pun.

​"Hanya dengan kekuatan kasar dari alam fana, kau berani pamer di hadapanku?" suara Arya sedingin es abadi. "Hancurlah."

​Arya memutar setitik Qi murni yang memancar dari napas spiritualnya ke ujung jarinya.

​Krak! Krak! Krak!

​Tongkat bisbol baja padat itu mulai retak dari titik yang dijepit oleh Arya. Dalam sekejap mata, besi itu hancur menjadi serpihan debu logam yang tertiup angin!

​Sebelum preman itu sempat memproses pemandangan mustahil tersebut, telapak tangan Arya telah meluncur ke depan, menampar dada pria itu bagai kilat kilat surgawi.

​Buakh!

​Suara tulang dada yang remuk terdengar nyaring. Pria bertato naga itu memuntahkan seteguk darah segar. Tubuhnya terlempar ke belakang sejauh belasan meter layaknya layang-layang putus benang, menghancurkan kaca mobil SUV mereka, lalu jatuh pingsan tak sadarkan diri dengan meridian yang hancur total.

​Keheningan yang mematikan menyelimuti gerbang SMA Merah Putih. Ratusan siswa menahan napas, merasa kulit kepala mereka mati rasa. Seorang pemuda kurus baru saja menerbangkan pria berotot seberat seratus kilogram hanya dengan dorongan telapak tangan ringan!

​Preman kedua yang tadinya memegang kemudi mobil, melihat bosnya dilumpuhkan dalam satu tarikan napas, kakinya langsung lemas. Ia sadar, pemuda di depannya ini bukanlah manusia biasa, melainkan seorang master ahli!

​"T-Tuan... saya memiliki mata tapi gagal melihat Gunung Tai! Saya hanya anjing suruhan Tuan Muda Bima Wijaya! Mohon ampuni nyawa rendah saya!" Preman kedua itu langsung berlutut, membenturkan kepalanya ke aspal hingga berdarah.

​Di alam semesta, yang kuat selalu dihormati. Kebenaran ini tidak pernah berubah, baik di dunia fana maupun di Alam Atas.

​Arya melangkah maju, membiarkan aura penekanannya mencekik pria yang berlutut itu. "Bima Wijaya... Benar-benar serangga yang meresahkan. Kembalilah dan sampaikan pesan ini padanya."

​Arya menatap mata preman itu dengan tatapan dewa kematian.

​"Beri tahu dia untuk mencuci lehernya bersih-bersih. Dalam tiga hari, aku secara pribadi akan mendatangi Keluarga Wijaya untuk memanen nyawanya."

​Meninggalkan preman yang tubuhnya gemetar hebat layaknya daun tertiup badai itu, Arya berbalik. Niat membunuhnya lenyap, digantikan oleh kelembutan saat ia menggenggam tangan adiknya.

​"Ayo, Maya. Kita pulang," ucapnya tenang.

​Sambil melangkah pergi, mata Arya menatap ke arah langit biru. Perjalanan kultivasinya di Bumi baru saja dimulai. Untuk mendaki kembali ke puncak, dan untuk membalas dendam pada musuh bebuyutannya, Lin Chen sang Pengkhianat di Alam Atas, hal pertama yang harus ia lakukan adalah menemukan pijakan urat bumi untuk mengumpulkan Energi Spiritual dan membasuh sumsum tulangnya.

1
yos helmi
💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍
yos helmi
🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄
yos helmi
sampai tamat ng nih.. coba saya baca.. kalo ng sampai tamat.. berarti aothor goblok.. mending mampus aj ni aothor kalo ng tamat.. 🤣🤣
Val's
membingungkan,, kan maya gak jdi ditabrak,, lagian jga dia udah sekolah,, kapan lumpuh nya ???
Val's
mantap
Val's
mannttaapp thorr 💪💪💪
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!