NovelToon NovelToon
The Best Sniper

The Best Sniper

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:154.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sekuel dari Novel My Secret Agent yang mengisahkan tentang Fey dan Gian.

Novel The Best Sniper, akan membahas mengenai Ryuga, putra pertama Fey dan Gian yang mengikuti jejak sang Ibunda yang berkarier di dunia Agen Rahasia.

Tak hanya membahas tentang karier cemerlang dari Ryuga, namun juga akan membahas perjalanan cinta dari si Pemimpin Pasukan Agen Rahasia.

Selain tokoh Ryuga, Author juga akan membahas tentang dua tokoh lain yaitu adik kandung Ryuga dan juga sahabat - sahabat yang kocak dan tengil. Mereka tentu akan ikut mewarnai kisah hidup Ryuga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Misi Lain

"Hallo, Bunda..." Malam itu, Gladys melakukan panggilan vidio dengan ibu mertuanya.

"Hallo, Sayang." Sapa Fey yang memang lebih dulu menelfon menantunya.

"Apa kabar, Bunda? Maaf, Gladys belum sempat telfon Bunda lagi." Kata Gladys.

"Bunda baik dan sehat." Jawab Fey.

"Kamu sama Ryu, gimana?" Tanya Fey kemudian.

"Aku sama Abang baik, Bun." Jawab Gladys.

"Bunda belum tidur?" Tanya Gladys.

"Belum nih. Bunda sama Yanda baru pulang dari acara pesta teman Yanda." Jawab Fey.

"Ryu kemana?" Tanya Fey.

"Abang lagi pergi, Bun. Katanya mau ketemu sama temannya yang tinggal di sini. Mereka ketemuan di coffe shop yang ada di sebrang Apartemen." Cerita Gladys.

"Kok kamu gak ikut?" Tanya Fey.

"Di luar dingin banget, Bun. Aku lebih suka di Apartemen." Kekeh Gladys.

"Kamu udah makan belum, Nak?" Tanya Fey.

"Udah, Bun. Abang tadi minta di masakin Sup Iga." Jawab Gladys.

"Sup Iga? Ada - ada aja sih anak itu. Yang minta ayam kecap, telor balado, opor ayam, sup iga. Orang lain kalo keluar negri itu, wisata kuliner. Dia malah nyuruh istrinya masak makanan kesukaan dia." Omel Fey yang membuat Gladys tertawa.

"Biarin, nanti Bunda omelin, dia. Ngerepotin banget, tau lagi di Luar Negri, juga." Kata Fey.

"Jangan, Bun. Gak apa - apa, kok. Aku bisa masaknya, asal ada bahan." Kata Gladys.

"Yang sabar ya, Nak. Maafin Ryu kalo ngerepotin kamu." Kata Fey.

"Enggak kok, Bun. Abang gak ngerepotin, cuma kadang nyebelin aja karena jahil." Kekeh Gladys.

"Ryu gak nyakitin kamu, kan? Gak kasar sama kamu?" Tanya Fey.

"Enggak. Abang baik banget sama Gladys. Gak pernah kasar, justru Abang selalu jaga Gladys." Jawab Gladys dengan jujur.

"Syukurlah. Bunda seneng dengernya." Kata Fey.

"Oh iya, Bun." Ujar Gladys. Ia kemudian mengambil kotak perhiasan yang berisi kalung yang di beli Ryu.

"Abang beliin aku ini, waktu di acara lelang kemarin. Kalungnya mahal banget, Bun. Aku takut Abang pake uang perjalanan dari Negara." Lirih Gladys. Meski berbicara dengan tenang, namun Fey tetap bisa menangkap ketakutan dari netra menantunya.

"Cantik banget kalungnya." Kata Fey sambil tersenyum.

"Ryu pakai uang pribadinya kok, Sayang. Jadi jangan sungkan buat pakenya. Itu kalung pemberian suami kamu." Kata Fey.

"Astaga. Bunda tau gak ini harganya berapa? Ini empat belas ribu euro, Bun." Kata Gladys yang membuat Fey terkekeh.

"Asal bisa bikin istrinya seneng, itu pasti gak akan jadi masalah untuk Ryu. Gak usah ragu, Dys. Abisin aja uang dia. Minta apapun yang kamu mau." Kata Fey yang membuat Gladys tertawa.

"Waktu hari pertama di sini juga, Abang kasih kartu kredit sama kartu debit dia ke aku loh, Bun. Tiba - tiba banget nyuruh aku pegang kartunya. Katanya buat kebutuhan kita sama kebutuhan pribadiku." Cerita Gladys.

"Harus dong! Dia memang harus bertanggung jawab sama kehidupan kamu. Mulai dari ujung rambut, sampe ujung kaki, itu semua tanggung jawab Ryu." Kaya Fey. Ia dan Gian memang sudah menanamkan hal itu saat anak - anaknya mual masuk fase usia dewasa.

"Aku jadi gak enak, Bun. Apa lagi kan aku sama Abang cuma-"

"Udah, gak apa - apa. Nikmati aja fasilitas yang dia kasih ke kamu, Sayang." Kata Fey yang mengompori menantu polosnya.

Mereka mengobrol sejenak mengenai pekerjaan, sebelum akhirnya menyudahi panggilan vidio itu.

"Kenapa, Bun?" Kelihatannya Happy banget?" Tanya Gian yang menghampiri istrinya.

"Itu si Abang. Gemes banget tingkahnya ke Gladys." Kekeh Fey.

Ia kemudian menceritakan bagaimana sikap manis Ryu pada Gladys. Termasuk juga dengan sikap Ryu yang tiba - tiba menjadi cemburu. Mendengar cerita istrinya, tentu membuat Gian tertawa.

"Mana Gladys itu polos banget, Yan. Masak dia di beliin kalung sama Ryu, dia jadi panik. Katanya dia takut kalau Ryu pake uang negara buat beliin dia kalung." Kata Fey yang kembali membuat Gian tertawa.

"Gladys itu persis kayak kamu sebelum terjangkit virus belanja dari Mama dan Kak Gita." Ujar Gian.

"Kalo gitu, biar aku tularin virus belanja ke menantuku. Next time, kita harus shopping tiga generasi. " Kata Fey sambil tertawa.

...****************...

Dering ponsel membangunkan Ryu dari tidurnya malam itu. Ia segera meraih ponselnya di nakas dan melihat nama penelfon yang tertera di layar.

"Yes, Sir!" Ucap Ryu saat menjawab panggilan telfon dari Elno.

Wajahnya tampak serius memperhatikan setiap instruksi dari Elno.

"Siap, Sir!" Jawabnya sesaat sebelum panggilan telfon terputus.

Ryu menghela nafas panjang. Barusan, Elno menyampaikan jika ada misi lain yang harus ia lakukan.

Ryu akan ikut dalam misi penyelamatan kapal yang di bajak di perairan Laut Utara Jerman bersama angkatan laut Jerman. Dalam kapal itu, ada sepuluh orang Warga Negaranya yang harus di selamatkan.

Ryu segera menuju ke walk in closet dan bersiap. Setelah selesai bersiap, ia kembali masuk ke dalam kamar untuk berpamitan dengan Istrinya.

"Dys..." Ryu membangunkan Gladys yang masih terlelap.

"Dys, bangun..." Ryu menggoyangkan tangan Gladys.

"Ada apa, Bang?" Tanya Gladys dengan suara serak khas orang bangun tidur. Ia menyipitkan mata dan memperhatikan Ryu yang ada di sampingnya.

"Abang mau kemana?" Tanya Gladys.

"Ada misi lain yang harus aku jalankan." Jawab Ryu.

"Ha?" Gladys masih berusaha mencerna ucapan Ryu.

"Jadi, aku di tinggal sendiri disini?" Tanya Gladys kemudian.

"Ada yang akan berjaga di sekitar Apartemen." Jawab Ryu.

"Berapa lama Abang pergi?" Tanya Gladys yang di jawab gelengan oleh Ryu.

"Secepatnya Abang pulang." Jawab Ryu kemudian.

"Selama Abang pergi, kamu jangan pergi kemana - mana, ya. Minta pengawalan kalau mau pergi." Pesan Ryu.

"Ingat, ya, jangan pergi dari Apartemen kalau gak penting." Ujar Ryu lagi.

"Iya, Bang." Jawab Gladys dengan patuh.

Wanita cantik itu kemudian berajak dan mengekor pada Ryu menuju ke pintu keluar Apartemen mereka.

"Hati - hati, ya." Pesan Ryu sambil menatap mata Gladys.

"Abang juga hati - hati, ya." Jawab Gladys sembari membalas tatapan Ryu.

Ryu tersenyum dan tiba - tiba memeluk tubuh Gladys. Gladys pun tak menghindar, ia justru menyandarkan kepalanya di dada Ryu, merasakan sejenak 'rasa aman' yang akan meninggalkannya beberapa waktu.

"Jaga diri, Abang pergi dulu." Pamit Ryu yang kemudian melepaskan pelukannya.

Gladys mengangguk mengerti. Ia segera mengunci pintu Apartemen setelah Ryu keluar.

"Dys..." Panggil Ryu dari luar pintu kamar.

"Iya, Bang." Jawab Gladys.

"Inget pesan Abang. Jangan pergi kalau gak ada perintah atau urusan mendesak." Pesan Ryu lagi.

"Iya, Bang. Gak usah khawatir. Fokus saja dengan tugas Abang. Abang hati - hati, ya. Jangan sakit, jangan terluka, temui aku lagi di sini." Ujar Gladys.

"Iya." Jawab Ryu.

Ryu pun tersenyum setelah mendengar pesan dan permintaan dari Gladys. Seperti ada tambahan semangat tersendiri di hatinya saat ini. Mungkin karena ada 'cinta' yang menunggunya kembali dengan selamat.

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Aslan emang rame orangnya mengasyikkan 😅😅😅
Faqisa Sakila
kk.. ko blm up2 jg
ud q tungguin dr kmren lho kk..
smangat up trus y thoor...
Was pray
kalau gak ingin Gladys celaka atau lecet jangan pernah libatkan dalam misi berbahaya yg bertaruh nyawa dong Ryu... itu udah resiko profesi
Was pray
kamu yg ambil keputusan bawa Gladys meneruskan misi, Fey , Adam dan elno udah memperingatkan resiko jika misi dilanjutkan tapi kamu tetap kukuh meneruskan misi , ya terima resiko dari keputusan yg udah kamu ambil Ryu, penyesalan tidak guna. biar ini jadi pengalaman buatmu Ryu agar lebih bijak mengambil keputusan terutama yg melibatkan orang lain
Was pray
emang kebet belanja ya dys? gak sabar amat nunggu Ryu pulang
Was pray
emang jarak boy nma gladis seratus meter kah? sampai gak nyadar gladis diserang ? apa gunanya mengawal kalau yg dikawal sampai diserang dan cedera pula
Eka
mantap fey💪💪💪💪
Munas Tuti
suenengnya Ryu mau jadi dady 😄
Eka
asik jangan2 gls hamil ya tjor anak kembar ya thor..tambah seruuuu🤣👍👍👍
Murti Puji Lestari
ya ampun saking seneng dan bahagianya calon bapak satu ini, sampai macam orang gila
ini kalau Davi cs liat apa ngak shock😅😅😅
selamat ya Gladys semoga Sehat dan lancar sampai lahiran
Anonim
Wiiiih seneng nya yg mau jadi Dady🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
saking bahagianya bang Ryu smpai kayak orgil kelakuannya 😅😅
Sukarti Wijaya
selamat buat ryu dan gladys...👍
💟노르 아스마💟
sella...wanita tangguh
Icha Arlita
mantap 🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bang Ryu lg yg hrs turun tangan 😅😅 pasti Gladys hamil deh tp gak ngeh
Eka
jodohin sama aslan saja gls pasti cicok🤣🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
gladys??
Eka
gals mulai bucinnn🤣🤣
Eka
mantap gladis ayo semoga dgn latihan ini glas cepet sadar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!