kisah seorang dokter internship yang bertemu dengan seorang polisi yang menurutnya sangat menjengkelkan dan terjebak pernikahan dengannya akibat kejadian suatu malam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nad Nanad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 25
Saat Dean memasuki ruang kerjanya setelah selesai melaksanakan tugasnya, lalu ia mendengar suara Handphonenya berdering dia atas meja. Segera diraih benda pipih itu yang di layarnya tertera nama Anna disana.
[Halo, my police] Ucap Anna di seberang sana.
"Iya dokter cintaku, kenapa?". Jawab Dean sambil tertawa.
[LOVE YOU]
"Love you too." Balas Dean tak mau kalah
[Ah jadi makin sayang deh]
Para reader's sekalian harap maklumin ya kalo mereka ini rada-rada lebay😂 uwu-uwuan mulu bahkan sampai teleponan pun uwwunya gak ketinggalan:v
"Yaudah, kenapa nelpon?" Tanya Dean kali ini dengan serius.
[Anna punya kejutan buat kak Dean]
Baru saja Dean ingin bertanya mengenai kejutan yang dimaksud Anna tiba-tiba Anna telah memotong ucapannya.
[Gak usah banyak tanya tunggu aja nanti di rumah]
Dean mendengus kesal, Anna tau saja dia akan bertanya tentang itu. "Tau aja kamu kalau saya akan bertanya".
[Tau lah hati kak Dean kan udah punya Anna]. Jawab Anna yang membuat Dean gemas, jika saja Anna bersamanya saat ini pasti sudah diterkam dari tadi.
"Duh istrinya siapa sih?" Ujar Dean dengan senyuman yang mengambang.
[Istrinya Babang Ichang lah] Jawab Anna diselingi tawanya seolah-olah mengejek Dean yang sudah menampilkan wajah kesalnya saat mendengar nama idola istrinya itu.
"Yaudah sana ke Korea temui suami halu kamu itu, biarkan saya disini bersama Aulia atau Anggi." Ujar Dean tak mau kalah.
[Ihh Anna kan cuma becanda kak Dean, Anna kan istrinya pak Brigjen Pol Andrean Prasetya, jadi kapan nih Anna dikasih seragam pink?] Tanya Anna seolah-olah menghindari untuk membahas dua wanita yang sudah terang-terangan menyukai suaminya itu.
"Emang udah siap pakai seragam pink-nya?" Gurau Dean pada Anna.
[Siap dong, eh udah dulu ya kak Dean, kayaknya Anna lagi ganggu kak Dean kerja] Ucap Anna lalu memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak.
***
Hari sudah beranjak gelap, Dean sudah berada di rumahnya namun Anna belum pulang juga. Ia tadi ingin menjemputnya, namun Anna menolak dengan alasan masih banyak pekerjaan.
Berkali-kali ia menghubungi nomor Anna namun tak pernah dijawabnya, terakhir kali ia menghubunginya Handphone Anna sudah tak aktif lagi.
Dean menyambar kunci mobil yang berada diatas nakas lalu keluar untuk menjemput Anna pulang dan ia berpapasan dengan Bu Darmi yang baru saja keluar dari dapur.
"Pak, makan malamnya sudah saya siapin di meja." Ucap Bu Darmi ramah.
Dean tersenyum menanggapi Bu Darmi meskipun senyumnya sedikit ia paksakan karena perasaannya tengah khawatir dengan Anna.
"Iya nanti saya makan, saya jemput istri saya dulu." Jawab Dean
lalu bergegas pergi dari sana.
***
"An, besok kan masa internship kita udah habis, kamu mau lanjut jadi dokter umum disini atau buka praktik disini?" Tanya Ify sambil berfikir juga.
"Kayaknya aku mau ikut Kak Dean aja deh fy, soalnya takut kalo disini Adit terus gangguin aku." Jawab Anna jujur karena memang sejak pertemuannya dengan Adit beberapa hari yang lalu Adit jadi sering mengganggunya untuk meminta kembali lagi.
"Maksud kamu? Kamu mau berhenti jadi dokter terus jadi ibu rumah tangga?" Tanya Ify tak mengerti maksud Anna karena ia pun tak tahu kalau Dean juga seorang dokter gigi yang praktik di rumah sakit polisi.
"Gak gitu konsepnya Maemunah, ya kali aku sekolah kedokteran bertahun-tahun terus lepasin gitu aja." Jawab Anna terkekeh.
"Terus?"
"Aku mau kerja di RS tempat Kak Dean ifyyy, kak Dean juga dokter!"
"Gila An, kamu dapet suami paket komplit banget."
"B aja." Jawab Anna lalu membereskan barang-barangnya untuk pulang.
"Ya kalo gitu kita bakalan jarang ketemu dong." Ucap Ify sedih lalu memeluk Anna dengan erat.
"Gak usah sedih gitu dong, kan sebentar lagi dr. Davichy Aletta akan jadi kakak iparnya Anna." Ujar Anna berusaha menghibur Ify.
"Satya cuma bisa gantungin aja, gak ada kepastian." Jawab Ify tertunduk lesu karena tak ada tanda-tanda Satya akan melamarnya.
"Tapi kemarin bang Satya bilang mau lamar kamu bulan ini." Bisik Anna di telinga Ify lalu bergegas pergi meninggalkannya. Ya memang, Satya kemarin memberi tahu bahwa ia akan melamar Ify Minggu depan. Senyum Ify mengambang lalu berbalik.
"Jaga ponakan aku baik-baik ya An." Teriak Ify pada Anna yang sudah mulai menjauh.
Saat Anna sudah sampai di parkiran, ia mendesis sebal melihat Adit yang sedang bersandar di kap mobilnya, ya mobil pemberian Dean.
Anna memberanikan diri untuk maju dan membuka pintu mobilnya dan berusaha masuk tanpa menghiraukan Adit.
Namun baru saja pintu mobil dibuka tiba-tiba Adit menutupnya dengan kasar lalu Adit mengurung Anna dengan kedua tangannya bertumpu pada kap mobil Anna sehingga jarak mereka tidak kurang dari dua jengkal.
"Mau ngapain kamu Adit brengs*k." Ucap Anna berusaha untuk tidak takut berhadapan dengan Adit.
"Wah wah rupanya Anna-ku yang lugu ini udah mulai berani ya!" Jawab Adit sambil membelai pipi Anna namun Anna buru-buru menepisnya.
"Minggir, saya mau pulang!"
Ucapan Anna tak dihiraukan Adit, ia malah mengalihkan pandangannya pada bagian perut Anna yang masih rata itu.
"Ka kamu mau ngapain?" Ucap Anna tergagap karena takut Adit akan berbuat sesuatu yang membahayakan bayinya.
"Harusnya yang di dalam itu anak aku." Lirih Adit yang terdengar jelas oleh Anna.
"Mau kamu apa???" Ucap Anna dengan oktaf suara yang meninggi.
Adit menyeringai lalu mulai semakin mendekat ke wajah Anna lalu membisikkan sesuatu di telinganya.
"Aku mau kamu gugurin kandungan kamu dan balik lagi sama aku sayang."
Anna tak punya ruang lagi untuk bisa lari dari Adit, di belakangnya terdapat kap mobil dan di depan ada tubuh mantannya yang semakin menghimpitnya.
"Saya gak akan pernah mau balik lagi sama kamu! pergi dan jangan ganggu saya lagi."
"Tapi aku mencintaimu Anna." Jawab Adit dengan volume suara yang ditinggikan.
"Bulshit, semua omonganmu itu omong kosong, kau hanya menuruti nafsumu saja. Kamu pikir saya tidak tahu dengan kelakuan bejat kamu di luar sana? Merusak masa depan gadis-gadis yang tak berdosa? entah sudah berapa banyak anakmu yang kau terlantarkan di luar sana."
"Cukup Anna!!! Terserah apa katamu tapi malam ini kau akan jadi milikku untuk selamanya, kau milikku dan sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan orang lain memiliki termasuk Dean."
Ketika Anna sibuk berdebat dengan Adit, sebuah mobil melintas melewati mereka dan itu adalah Dean.
Dean memarkirkan mobilnya telat di samping mobil Anna lalu Dean turun dari mobilnya dan heran saat mendengar suara Anna dibalik mobilnya itu.
Ingin mengetahui apa yang terjadi, Dean berjalan ke arah suara tersebut dan tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat tubuh Anna sedang berhimpitan dengan pria yang tak lain adalah mantan adik iparnya. Pria yang telah menghancurkan hidup adik kesayangannya. Kedua tangan Dean ia mengepal erat ingin sekali membunuh Adit saat ini juga apalagi tangan Adit sedang membelai rambut Anna.
Dean tak mampu lagi membendung emosinya lalu menyingkirkan tubuh Adit dengan kasar hingga membuat Adit terjengkang ke belakang.
Anna tak menyangka Dean akan datang menyusulnya dan melihat ini semua ia tidak mau Dean menganggapnya berkhianat.
Dean mendekati Adit lalu melayangkan sebuah pukulan tepat di wajahnya sehingga Adit tersungkur kembali ke tanah dansudut bibirnya mengeluarkan darah. Adit bangkit kembali lalu mengelap sisa-sisa darah pada sudut bibirnya kemudian dia menyeringai.
"Jika Anna gak bisa gue milikin, gue bakalan pastiin hubungan kalian berdua hancur." Batin Adit tersenyum sinis.
"Oh ternyata mas Dean ini suaminya pacar saya? ". Ucap Adit setenang mungkin.
"Beraninya kau Adit!!". Dean sudah dikuasai amarahnya lalu kembali memukul Adit tanpa ampun namun Adit hanya diam saja dan sama sekali tak membalas serangan dari Dean.
"Cukup mas Dean!" Ucap Adit lalu berusaha bangkit kembali.
"Beraninya kau menghancurkan hidup adik saya lalu kau kembali lagi dan ingin mengganggu istri saya juga hah??". Ucap Dean dengan mata yang memerah, sementara Anna yang mendengarnya sangat terkejut mengetahui Adit adalah ayah dari Nayla
"Apa mengganggu? Justru mas Dean yang merebut Anna dari saya, dan Anna nikah sama mas Dean atas dasar paksaan kan? Saya tau Anna tidak bahagia dengan pernikahan ini. Jadi saya datang untuk merebut Anna kembali. Bukan begitu sayang? kau tidak bahagia dengan pernikahanmu ini kan? Jadi tadi kamu mengemis-ngemis untuk bisa kembali padaku." Ucap Adit berusaha mengecoh kepercayaan Dean pada Anna.
Anna terperangah tak percaya bahwa Adit akan memfitnahnya sekeji itu.
"Gak, kak Dean jangan percaya sama dia, dia bohong Anna udah gak ada perasaan apa-apa lagi sama dia." Ucap Anna dengan air mata yang sudah luruh dipipinya.
"Mumpung ada suamimu disini kenapa tidak kau minta cerai sekarang saja?"
"Gak, semua yang dikatakan Adit itu bohong." Ujar Anna lagi lalu memegang lengan Dean.
"Bohong? Lantas apa yang kita lakukan tadi itu bohong? Ciumanmu tadi sepertinya nampak bergairah sayang." Adit semakin memprovokasi Dean dan Anna.
Dean dengan amarah semakin membuncah tak menyangka Anna akan berselingkuh di belakangnya, lantas untuk apa selama ini perhatian Anna yang diberikan padanya itu hanya untuk menutupi perselingkuhan mereka? Dan kejutan yang dimaksud Anna tadi siang itu adalah ini? Dean mengusap wajahnya kasar lalu sekali lagi menendang Adit tepat di bagian perutnya dan segera menarik tangan Anna dengan kasar lalu pergi dari sana.
Adit tersenyum puas saat berhasil membuat kepercayaan Dean pada Anna hancur ia tak lagi merasa sakit akibat pukulan dari Dean tadi.
"Istrimu bekasku sayang jadi jangan songong deh Lo." Ucap Adit saat Dean telah melajukan mobilnya dan ucapan Adit masih terdengar oleh Dean.
***
Dean memasuki kamar masih dengan amarah yang meluap-luap disusul Anna dibelakangnya yang masih terus menangis.
Dean lalu duduk ditepi ranjang begitu pula dengan Anna yang ikut duduk di sampingnya meskipun ada rasa takut jika Dean akan melampiaskan kemarahan padanya.
Dean lalu menjambak rambutnya sendiri kemudian berteriak dengan keras persis seperti orang depresi lalu Anna memeluknya dari samping.
"Kumohon jangan lakukan ini, aku mohon." Pinta Anna dengan sesenggukan.
"Apakah benar kamu tidak bahagia dengan saya dan atas dasar itu kamu berselingkuh dengan orang yang sangat saya benci itu?" Tanya Dean dengan suara melengking.
Anna diam walau ia menjelaskan yang sebenarnya pun Dean tak akan percaya padanya lagi, pikirannya sudah diracuni oleh Adit dengan kebohongan-kebohongan yang ia lontarkan. Sejujurnya Anna pun tak tahu bahwa Adit adalah orang yang dulu diceritakan Dean.
"Saya sanggup melepaskan kamu jika itu yang kamu mau". Ucap Dean lagi.
"Gak Anna gak mau pisah sama kak Dean, Anna sayang sama kak Dean Anna cinta." Ucap Anna bersungguh-sungguh yang membuat Dean tak tega melihatnya.
"Tidurlah, besok kita lanjut lagi untuk mencari jalan keluar yang terbaik." Ucap Dean melepaskan tangan Anna yang melingkar di pinggangnya kalau meninggalkan Anna sendiri di dalam kamar.
Tangisan Anna semakin menjadi-jadi ia tak sanggup jika pada akhirnya Dean menceraikannya. Hal yang ditakutkannya dulu kini menjadi kenyataan bahwa Dean tak mempercayainya ia tak tahu harus bagaimana lagi untuk mempertahankan rumah tangganya:)
To Be Continued ...
thor...
knpa g dilanjutin kisahnya Dean sm Anna
👍🤗