NovelToon NovelToon
Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Selingkuh Demi Keturunan, Suamiku Akhirnya Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Rumah tangga Xena dan Reyhan terlihat sempurna, penuh cinta dan kesetiaan. Apalagi dari dulu hingga sekarang, Reyhan selalu memperlakukan Xena dengan baik. Malah cenderung meratukan istrinya tersebut.

Tapi semuanya hancur ketika terdengar kabar bahwa Reyhan diam-diam menikahi wanita lain demi mendapatkan keturunan karena Xena tak kunjung hamil. Lebih menyakitkan lagi, wanita itu adalah tetangga mereka sendiri yang selama ini terlihat baik di depan Xena.

Dikhianati setelah semua pengorbanannya, Xena memilih pergi. Tapi sebelum itu, ia membongkar identitas dan rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Saat kebenaran terungkap, Reyhan baru sadar bahwa wanita yang ia sia-siakan ternyata bukan wanita biasa, dan penyesalannya datang ketika semuanya telah terlambat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertunjukan

"Eh, maaf Mas. Maaf sekali, aku benar-benar gak sengaja," jawab Nadine rusuh. Ia segera berbalik badan lalu justru melakukan hal yang membuat darah Reyhan seketika mendidih sampai ke ubun-ubun.

​Alih-alih langsung menjauh setelah bempernya menabrak milik Reyhan, Nadine malah panik yang dibuat-buat. Kedua telapak tangannya langsung menuju area krusial celana Reyhan. Ia mulai mengusap-usap tombol ON milik pria itu seolah-olah ia sedang menanggulangi pakaian yang tak sengaja tersiram air atau ketumpahan sesuatu.

​"Aduh, bagaimana ini, Mas? Maaf, aku benar-benar tidak fokus," ujar Nadine.

​Sentuhan itu menjadi sumbu pendek yang meledakkan seluruh pertahanan Reyhan. Otaknya kini mendadak blank. Gairah yang tadi sempat ditolak mentah-mentah oleh Xena, kini mendapatkan pelampiasan yang begitu menggiurkan tepat di depan matanya.

​Logika Reyhan mulai berputar, mencari pembenaran atas perbuatan yang sebentar lagi akan ia lakukan di bawah atap yang sama dengan istri pertamanya.

​Aku tidak salah, kan? Nadine ini istriku juga. Kami sudah menikah. Dia punya hak yang sama atas diriku, batin Reyhan menghibur nuraninya yang mulai terkikis nafsu.

​Reyhan mencengkeram pergelangan tangan Nadine yang masih sibuk mengusap miliknya, menghentikan gerakan wanita itu sebelum ia sendiri lepas kendali di tempat.

"Ndin... tunggu sebentar. Aku mau ngecek keadaan Xena dulu di kamar. Mau memastikan apakah dia sudah benar-benar tertidur atau belum." Bisik Reyhan.

​Nadine tersenyum penuh kemenangan. Umpannya tidak hanya dimakan, tapi targetnya sudah benar-benar masuk ke dalam perangkap.

"Iya, Mas, cepat kembali, ya," jawab Nadine manja sembari menjinjitkan kakinya. Ia menarik tengkuk Reyhan lembut lalu mengecup sekilas bibir pria itu, sebuah kecupan basah yang menjanjikan surga dunia bagi Reyhan malam ini.

​Reyhan yang sudah dikabuti gairah dan tak tahan lagi, langsung berbalik dan melangkah lebar menuju kamar dirinya san Xena.

​Namun pria itu tidak tahu bahwa sejak tadi, sepasang mata tengah mengawasi pergerakan mereka. Xena tengah mengintai dibalik pintu yang masih ada sedikit celah.

Ketika melihat Reyhan berbalik arah menuju kamar utama, Xena bergerak secepat kilat. Ia berlari tanpa suara mendahului suaminya sebelum keduluan dan tertangkap basah.

​Xena tiba di kamar tepat waktu. Ia langsung melompat ke atas ranjang, menarik selimut tinggi-tinggi hingga batas dada, lalu bergelung membelakangi arah pintu masuk.

​Detik berikutnya pintu kamar terbuka. Reyhan melangkah masuk dengan mengendap-endap. Pria itu mendekati sisi ranjang tempat Xena berbaring.

​"Sayang...?" panggil Reyhan lirih. Sunyi.

​"Sayang... Xena?" panggilnya sekali lagi, memastikan.

​Tak ada sahutan dari Xena. Wanita itu dengan cerdik sengaja menciptakan deru napas yang teratur, diselingi dengkuran halus demi meyakinkan suaminya bahwa ia telah terlelap dengan sangat nyenyak akibat kelelahan.

​Melihat istrinya tak bergerak, Reyhan merasa aman. Ia mengusap puncak kepala Xena dengan lembut, lalu mendaratkan kecupan sekilas di pelipis sang istri sebagai bentuk formalitas rasa bersalahnya.

​Reyhan kemudian berbalik dan melangkah keluar kamar. Namun kali ini sebuah tindakan licik ia lakukan demi memastikan petualangan malamnya tidak terganggu. Dari luar Reyhan meraih gagang pintu, memasukkan anak kunci, lalu...

​Ceklek!

​Suara kunci pintu yang diputar dari luar itu terdengar begitu jelas di telinga Xena. Mata Xena langsung terbuka lebar. Pria bajingan itu mengunciku dari luar? pikir Xena dengan rahang mengeras.

​Xena tidak mau menyerah begitu saja. Ia langsung bangkit dari ranjang, melangkah menuju nakas untuk mengambil kunci serep kamar. Nahas, saat ia mencoba memasukkan kunci serep tersebut ke dalam lubangnya, kunci itu menolak masuk. Rupanya, anak kunci yang digunakan Reyhan tadi dibiarkan mencantel dan tidak dicabut dari luar, mengakibatkan pintu itu mustahil untuk dibuka dari dalam.

​Xena mengepalkan tangannya. Otak dinginnya langsung berputar mencari jalan keluar lain. Matanya tertuju pada jendela kamar yang mengarah ke area samping rumah.

Tanpa membuang waktu, Xena membuka selot jendela, lalu dengan hati-hati ia memanjat dan keluar lewat sana. Tak lupa ia membawa seikat kunci serep rumah yang selalu ia simpan dengan baik.

​Xena mencari pintu masuk lain yang kiranya tidak dicantel kuncinya dari dalam. Keberuntungan berpihak padanya, pintu utama rumah ternyata tidak dikunci ganda dari dalam. Xena memasukkan kunci serep, memutarnya perlahan agar tidak menimbulkan suara, dan akhirnya pintu utama itu terbuka.

​Xena melangkah masuk kembali ke dalam rumahnya sendiri bagaikan seorang penyusup. Ia melangkah berjinjit menuju area kamar tamu yang ditempati oleh Nadine.

​Sesampainya di depan kamar, Xena mendapati pintu itu terbuka sedikit, menyisakan celah yang cukup untuk mengintip. Pasangan di dalam sana mungkin sengaja tidak mengunci rapat pintu kamar karena merasa sudah sangat aman setelah mengunci Xena di dalam kamar utama.

​Pas Xena mengintip ke dalam melalui celah sempit itu, ia seketika menahan napas. Xena tetap bergerak meraba saku, mengeluarkan ponsel, dan langsung menyalakan mode rekam video. Ia harus merekam kejadian perkara ini.

​Di dalam sana, di atas ranjang tamu, Reyhan benar-benar tengah disetir sepenuhnya oleh Nadine. Wanita itu tampak bak menunggang kuda, bergerak dengan pacu yang cukup agresif, membuat Reyhan hanya bisa terengah-engah dengan mata merem melek menikmati setiap detiknya.

​"Oh... ah..." Suara-suara laknat itu lolos dari kedua mulut mereka yang dipenuhi syahwat. Xena lengah sedikit saja, mereka rupanya sudah langsung tancap gas dan berkuda tanpa membuang waktu.

​Dalam hati Nadine, ada kepuasan yang luar biasa yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Enak sekali rasanya bisa menunggangi suami orang di dalam rumah istri pertamanya sendiri, batin Nadine bersorak kegirangan.

Sensasi takut ketahuan, adrenalin yang terpacu, dan perasaan berhasil merebut wilayah kekuasaan Xena justru membuat permainan malam ini terasa jauh lebih menantang dan menjadikannya nikmat berkali-kali lipat.

​Reyhan pun tak tinggal diam saja menerima serangan. Sementara membiarkan tubuhnya dipacu habis-habisan oleh Nadine, Reyhan yang menikmati penyatuan itu dengan mata terpejam mulai menggerakkan kedua tangannya.

Tangannya bergerilya, meremmas dan bermain aktif di puncak kembar Nadine yang sedari tadi menantang pandangannya. Keduanya benar-benar sudah saling mabuk kepayang.

​Nadine terus mengeluarkan desahan-desahan manja, "Ah... Oh... Mas..."

​Sementara Reyhan mendesis menahan pelepasan yang kian dekat, dan dari bibirnya juga keluar racauan tak sadar, "Oh... Xena... sayang... terus, Xena... ah..."

​Deg!

​Jantung Xena seakan-akan berhenti berdetak di balik pintu. Ia tersentak kaget. Suaminya sedang bercinta dengan wanita lain, tetapi nama dirinya yang justru disebut-sebut dalam racauan nikmat itu. Bagi Xena, ini sebuah upaya menyakiti perasaan wanita di level yang paling tinggi dan paling kejam.

​Sedangkan Nadine yang mendengar racauan Reyhan yang terus-menerus menyebut nama Xena, mendadak merasa egonya tersentak.

Alih-alih berhenti atau marah, jiwa kompetisinya justru membakar semangatnya. Nadine malah memacu gerakannya sedikit lebih cepat dan kasar, seraya menundukkan kepala untuk menautkan ciuman bibir yang paksa dan dalam pada Reyhan, bertujuan agar racauan nama Xena itu tidak terdengar lagi dari mulut suaminya.

​Xena tidak sanggup lagi melihat lebih lama. Ia menyudahi pengintaiannya setelah merasa durasi video di ponselnya sudah lebih dari cukup untuk menjebloskan atau menghancurkan nama baik mereka berdua kelak. Dengan langkah yang limbung namun dipaksakan tegap, ia kembali ke kamar utama lewat cara yang sama seperti saat ia keluar tadi.

Di dalam kamar setelah menutup jendela, Xena langsung terduduk di kasur. Ia memukul-mukul dadanya yang terasa begitu sesak.

​Tepat pada saat itu, Aksara yang berada di atas ranjang mulai menggeliat dan menangis, mungkin terganggu oleh hawa negatif atau kegaduhan batin ibunya. Xena langsung menghapus air matanya dengan cepat, bangkit, dan segera memberikan botol sufor yang memang sudah disiapkan di atas meja.

​"Ayo kita bobok saja ya, Nak. Tidur yang nyenyak. Biarkan malam ini berlalu."

​Di tengah-tengah usahanya menidurkan Aksara, Xena mendadak merasa aneh. ​Ia menunduk, melihat Aksara yang masih berupa bayi merah. Dan setahu Xena, hitungan hari sejak kelahiran Aksara pun sebenarnya belum genap satu bulan.

​Mata Xena menyipit.

​Tunggu dulu...apakah Nadine tidak mengalami masa nifas? Kok bisa main kuda-kudaan?

Bersambung.

1
MULIANA 💦
aku juga gak sabar 🤭
MULIANA 💦
gak usah membandingkan bu. lah, ini pilihan ibu sendiri /Proud/
MULIANA 💦
mending jangan deh, jangan /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
heleh, kok mainnya dukun sih bang /Facepalm//Facepalm/
MULIANA 💦
tapi sayang, kamu cari muka dengan orang yang salah 🤭
〈⎳ FT. Zira
jangan menyesal loh ya Xena🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
berpikirkan mak...🤧🤧 masih nanya🤧🤧
〈⎳ FT. Zira: astaga... typo... berpikirlah maksudnya
total 1 replies
sunaryati jarum
Bener tebakan emak, semoga proses cerai langsung putus.Setelah masa Iddah habis langsung nikah
sunaryati jarum
Dokter Ibra,ya
sunaryati jarum
Baru ditinggal Xena beberapa hari di rumah Rayhan kacau keadaan rumah dan keuangan.Bu Mirna langsung merasa kecewa
Teteh Lia
mulai kelihatan perbandingan na
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
PD amat
Zenun: ehehehe
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
nama Grup nya kayak nama bus lintas sumut-jakarta, ALS
Zenun: oh iya kah😁
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sesama makhluk menjijikkan ga usah saling ngatainlah
〈⎳ FT. Zira
tamparan keras buat ibu mertua kalo suara hati Nadine terdengar
Zenun: lama-lama kedengeran juga
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
astaga Reyy...pikiranmu ini perlu di reset kyknya
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sunaryati jarum
Yang minum benda pelet dari dukun Nadine,dia jadi gila karena makin terpesona dengan Reyhan.🤣🤣🤣
Zenun: ehehehe iya ya
total 1 replies
MULIANA 💦
eh, sampai kayak gini
Zenun: ya begitulah
total 1 replies
MULIANA 💦
dan aksara juga bukan anak nadine. pantas bisa haheho ketika masih hitungan hari nifas /Facepalm/
MULIANA 💦
maksudnya? sama-sama mandul? 🤨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!