seorang wanita yang masih muda berusia 21 tahun harus merasakan sulitnya rumah tangga. suami yang sangat ia cintai hilang ketika menjadi relawan peperangan di palestina.
shania namanya. Ternyata ia mendapat sebuah surat dari suaminya yang mengatakan apabila dalam waktu 3 bulan tidak ada kabar maka dinyatakan jatuh talak dua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon choirul amaliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Waktu menuju pernikahan tinggal beberapa hari. Hubungan Shania dan Fahri semakin akrab. Ia juga belum memberitahu siapapun sebelum undangan tersebar karena Fahri benar-benar melarangnya.
Pagi ini Shania berencana pergi ke panti karena memang sudah lama ia tak keluar rumah. Shania fokus dirumah, hanya mengaji dan mendekatkan diri pada Allah. Bahkan urusan toko ia serahkan pada Ghina. Shania hanya bolak-balik kampus rumah.
Karena kejenuhan yang sudah sangat dalam maka Shania pergi ke panti. Ia juga sudah membuat janji dengan Fahri untuk melakukan fitting baju.
"Wahhh rupanya ada Zizah juga disana" gumam Shania ketika memarkir mobilnya dihalaman.
Ketika masuk kedalam, anak-anak panti antusias memanggil dan mendekati Shania. Mereka semua juga rindu kehadiran wanita cantik itu.
Shania membagikan cemilan yang baru saja ia beli di supermarket pada anak-anak. Mereka menerimanya dengan senang hati. Setelah habis terbagi semua, Shania pergi menuju ruang pengasuh anak. Disana ada Novi dan beberapa rekan lainnya.
"Sepertinya tadi ada Zizah disini, dimana ya?" katanya sambil celingukan.
"Ada. Dia ketaman belakang tadi" jawab seseorang. Shania pun pamit menuju taman belakang, ia ingin bertemu Zizah.
"Apakah tak ada ruang lagi untukku kak? Aku mengaku aku salah. maafkan aku"
"Saya sudah bahagia. Silahkan kamu pergi dari sini" jawabnya datar. Wanita itu menangis tersedu-sedu.
"Aku benar-benar mencintaimu. Memang waktu itu aku bodoh. Sangat bodoh"
Shania menutup mulutnya. Ia kaget dan sangat syok. Bagaikan disambar ribuan petir, hatinya sakit ternyata selama ini Fahri melarangnya untuk memberitahu semua orang tentang acara pernikahannya karena Zizah. Mereka memiliki hubungan dimasa lalu. Dan posisi Shania?? apakah ia sebagai perebut?
"Zizah" Shania memberanikan diri mendekati mereka berdua. Air matanya sudah ia tahan tapi tetap saja minta dikeluarkan.
Zizah kaget disana, apalagi Fahri. Ia sangat syok melihat Shania berdiri dibalik tembok dengan raut muka sedih.
Shania mendekati sahabatnya, ia memeluk Zizah yang terduduk dilantai. Hatinya sakit, sangat sakit. Ternyata kepercayaan yang ia berikan pada Fahri hancur sebelum semuanya terjadi.
Fahri menatap Shania. Ia mengumpat dalam hati, ia yakin jika Shania akan menyalahkan dirinya dalam hal ini dan yang lebih parah lagi adalah bagaimana nasib hubungan mereka kedepannya.
"Shan" kata Fahri pelan. Ia mendekati Shania tapi tetap tak berani menyentuhnya.
"Ayo kita berangkat dan akan aku jelaskan nanti" Fahri tak peduli perasaan Zizah. Yang ada dalam pikirannya adalah menjelaskan semuanya pada Shania saat inu juga.
"Kau mengajakku pergi? meninggalkan sahabatku dalam keadaan seperti ini kak? maaf... aku tak bisa" jawab Shania. ia membopong Zizah keluar panti. Tak mungkin Shania akan menenangkan Zizah ditempat ini.
"Ayo kita pergi Zizah" ucap Shania. Ia sedikit mengeraskan suaranya kearah Fahri.
Perasaan Shania kecewa, ia sakit hati ternyata ia mencintai pria yang dicintai sahabatnya. Shania mengutuk dirinya sendiri. Ia merasa bersalah pada Zizah dan tak mampu berkata apapun.
"Antarkan aku pulang. Aku ingin sendiri" itu kalimat yang diucap Zizah. Ia juga kecewa pada Shania karena tak memberitahu padanya jika Shania memiliki hubungan dengan Fahri.
Setibanya didepan gerbang rumah, Zizah langsung keluar dan lari masuk. Ia melarang Shania ikut kedalam, ia benar-benar kecewa.
Tess....
tess.....
tess.....
Air mata itu mengalir dengan sendiri. Shania membenamkan wajahnya diatas kemudi. Ia merasa terbodohi oleh kebaikan Fahri.
"maafkan aku Zizah" gumam berkali-kali
Entahlah, ia tak tau harus melakukan apa kedepannya. Hubungannya dengan Fahri sudah termasuk jenjang serius.Ia tak mungkin membatalkan semuannya karena masalah ini. Pasti akan banyak pihak yang kecewa padanya.
tok...
tok...
tokkk...
Terdengar suara ketukan dari kaca mobil. Shania segera mengusap air matanya. Ia menoleh kesumber suara. Ada Fahri disana, pria itu ternyata mengikuti Shania.
"Aku tak ingin kejadian yang lalu terulang kembali" gumam Fahri. Ia bertekad akan membenahi semuanya, ia mengaku salah. Sebenarnya Fahri akan memberitahu Shania, tapi ia masih bingung kapan waktu yang pas.
Shania membuka kaca mobilnya. Ia menatap Fahri datar. Hatinya sakit saat melihat pria itu, ia terlanjur jatuh cinta.
"Apa?" itu pertanyaan yamg keluar dari mulut Shania. Ia berusaha menatap Fahri.
"Izinkan aku menjelaskan semua! Terserah kau ingin melanjutkan hubungan ini atau tidak. Tapi aku akan membuat semuanya jelas"
Fahri berusaha tegas. Ia tak mau terkesan jelek lagi didepan Shania setelah kejadian tadi. Dengan berat hati Shania menganggukkan kepala. Ia mengikuti laju mobil Fahri karena ia tak ingin satu mobil dengan pria itu.
Mobil Fahri menepi kesebuah danau. Ia mencari lokasi yang jauh dari keramaian orang karena mungkin setelah ini pilihan ada ditangan Shania.
Ia turun dari mobil, begitu pun Shania. Wajah gadis itu terlihat sebam akibat tangisannya. Ahhhh Fahri mengutuk dirinya sendiri.
"Duduklah dulu. Aku akan beli minum" pesan Fahri. Shania tak menjawab, ia hanya mengalihkan wajahnya.
Fahri pergi mencari minuman sekaligus ia memikirkan cara bagaimana menjelaskan ke Shania. Ia tak ingin Shania pergi dari hidupnya walaupun tadi ia mengatakan jika Shania boleh menyudahi semuanya.
"Nih" ia menyodorkan semua botol air mineral dan tissue pada calon istrinya.
"Bisa aku mulai?" Fahri menghadap Shania tapi wanita itu tetap Shania mengalihkannya.
"Cepat kak!" perintahnya sedikit meninggikan suara. Shania kesal melihat Fahri tak merasa bersalah.
"Aku dan Zizah ada hubungan... tapi dulu. Aku...."
tesss....
tesss...
tesss...
Air mata wanita itu jatuh, ia sakit dan juga sedih. Padahal Fahri belum mengatakan apapun.
"Kenapa aku bisa suka ke kamu saat ini... Aku penghianat pada semua orang. kak Zu... Zizah" batinnya.
"Bisa aku lanjutkan? tolong tatap aku! semua tak seperti yang kamu kira Shania" Fahri memelas. Ia rapuh saat ini, ia tak merasa menghianati Shania tapi ia tersiksa karena melihat calon istrinya belum percaya padanya.
"maaf kalau kemarin aku memang menyuruhmu menyembunyikan semuanya. Itu adalah salah satu cara agar kau tak menolakku. Aku memang egois Shania. Tapi percayalah bukan aku menyebab ini semua" Fahri menjelaskan panjang kali lebar pada Shania. Awalnya Shania masih kekeh tak percaya dengan ucapan Fahri, tapi karena pria itu berusaha meyakinkannya maka ada sedikit ruang untuk mempercayainya.
"Aku mau pulang. Biar kupikirkan lagi" Sambung Shania. Ia siap berdiri tapi Fahri menghalanginya dengan membentangkan tangan didepan Shania.
"Biar kuantar. kau sedang tak baik membawa kendaraan sendiri. biar mobilku diambil supir"
Shania hanya diam dan mengikuti arah jalan Fahri. Mereka menggunakan mobil Shania.
Didalam mobil pun Shania hanya diam. Ia menghadap luar kaca mobil, pikirannya masih terbang entah kemana.
Begitupun Fahri, pria itu fokus pada kemudi meskipun dalam pikirannya masih ada kecemasan. Ia terus berfikir bagaimana cara membuat Shania percaya padanya. Padahal hari pernikahan tinggal menghitung hari. Ia masih belum berani membahas tentang hari sakral itu.
Setibanya didepan rumah Shania. Fahri memarkirkan mobil itu dihalaman.
"Ayo masuk dulu kak"
Hati Fahri melemah, walaupun dalam keadaan seperti ini Shania masih baik padanya.
"Aku langsung pulang saja. Tenangkan pikiranmu. Aku harap kamu percaya dengan ucapanku tadi dan dalam waktu dekat aku akan kerumah Zizah untuk memberitahu jika kita akan segera menikah" Fahri keluar dari mobil Shania. Ia berjalan kearah pos dan memainkan hp, sepertinya ia memesan taxi online.
Shania menangis, ia bingung dengan keadaan ini. Hubungannya dengan umi Fatimah sudah merenggang karena Zu, sekarang akan merenggang lagi karena masalah dengan Zizah.
Aku bingung temen2... aku udah up 2 episode kan tapi masih belum direview. mohon sabar yaaaa
jangan lupa like, komen dan vote
aku cinta kalian😘😘😘😘
📷: choirul_amaliyah26
Semangat terus buat author😉
Ditunggu up selanjutnya yup😘
Salam dari "UNSEEN."
mampir juga yuk ke karya aku, kita sama2 suport rating &like ❤
Sukses iya buat karyanya.
Jangan lupa mampir di karya pertamaku.
yang menceritakan seorang lelaki letoy yang selalu di tolak sama cwe dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏
cinta pak bos hadir😘
semangat teruss💪