Sesuatu yang bernama CINTA memang selalu membawa HAL BARU dalam kehidupan MAFIA GROUP.
Mengandung unsur kedewasaan 17++
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Pukul 10.06 WIB, Mei dan Bulkrish sudah tiba di sebuah mall,
"Bulkrish kenapa kau mengajakku kesini, aku kan udah sering ke mall," Mei
"Memang kamu ngak mau belanja,"
"Mau sik, tapi..."
"Sudahlah ayo kita masuk saja,"
"Baiklah,"
Mereka masuk ke dalam mall yang sangat megah itu,
"Wow ini keren sekali Bulkrish,"
"Kamu suka kan, mall ini baru selesai dibangun minggu lalu dan baru beroperasi dari 5 hari yang lalu, coba kamu lihat toko toko disini berbeda dari mall yang lain kan,"
"Iya, ini keren banget sumpah," Mei
"Kamu harus tau, disini adalah satu satunya tempat kamu bisa menemui bermacam macam hal dari berbagai negara, ada dari Jepang, Korea, Cina, Inggris, India juga ada," jelas Bulkrish
"Kalau begitu tunggu apalagi ayo kita shopping," ajak Mei dengan girangnya
"Ya baiklah,"
Mereka pun menghabiskan waktu di mall bernama Mall S-H International atau yang lebih dikenal dengan Mall Country.
.
.
.
Pukul 15.34 WIB, Mei dan Bulkrish baru pulang dari belanja, banyak sekali barang yang dibeli Mei untuk oleh oleh keluarganya di Bali, saat Bulkrish melihat lihat isinya, Bulkrish menemukan baju bayi dan selimut bayi,
"Mei kenapa kamu beli baju dan selimut bayi??" tanya Bulkrish
"Entahlah, saat aku lewat di baby's shop, aku melihat itu, aku tertarik jadi aku beli deh," jawab Bulkrish
Bulkrish hanya ber"oh" saja,
"Bulkrish kau tau akhir akhir ini penyakit pusingku sering kambuh, apa penyakit lamaku datang kembali ya," Mei
"Kamu kurang istirahat mungkin,"
Bulkrish memeriksa suhu badan Mei dengan menempelkan telapak tangannya di kening Mei,
"Tidak panas kok, mungkin kamu kelelahan saja sayang, kamu istirahat saja sanalah, aku yang akan membereskan ini," Bulkrish
"Ya sudah deh,"
Mei pun pergi ke kamarnya, sedangkan Bulkrish menaruh semua belanjaan Mei di kamarnya dahulu agar tidak menganggu Mei istirahat, saat Bulkrish mengecek ponselnya, dirinya melihat beberapa panggilan dari Raeya,
"Kenapa si Rae nelpon ya, apa ada sesuatu yang terjadi??" pikir Bulkrish
Bulkrish pun menelepon balik Raeya, tidak menunggu lama, telepon Bulkrish sudah terangkat oleh Raeya,
"Halo Putra,"
"Kenapa kamu nelpon Rae," Bulkrish to the point,
"A-aku,"
"Kamu kenapa?"
"A-aku kecelakaan Putra,"
"Kecelakaan, kecelakaan apa,"
"Aku tertabrak motor tadi, untung saja ada orang orang sekitar yang mau membawaku ke rumah sakit,"
"Kamu sekarang dimana,"
"Aku udah ada di apartement,"
"Baiklah, aku akan kesana sekarang,"
Bulkrish mematikan teleponnya, lalu bergegas pergi ke apartement nya Raeya,
Di balkon kamar Mei, Mei tidak istirahat tapi Mei malah menelepon Yuda,
"Halo Yuda, bisa kita bertemu di taman kota sekarang,"
Mei mematikan teleponnya secara sepihak, Mei menghela nafas, lalu memandang ke balkon samping yang notabene balkon kamar Bulkrish,
"Kau tidak menepati syarat dariku Eka, baiklah aku juga akan berbuat semauku,"
Mei pun berganti baju lalu pergi.
.
Saat sampai di taman kota yang cukup sepi, Mei melihat Yuda sudah duduk di kursi panjang berwarna putih, Mei duduk disamping Yuda,
"Kamu udah nunggu lama Yuda,"
"Hn, tidak juga sih,aku baru sampai juga,"
Mei hanya ber"oh"
"Mei kenapa kamu tiba tiba manggil aku," tanya Yuda
"Aku bosan dirumah,"
"Bukannya tadi kamu udah jalan jalan di mall,"
"Iya sik, tapi aku tetap bosan dirumah,"
"Kalau kamu mau sik, aku mau mengajakmu ke apartementku," ajak Yuda
"Benarkah?"
"Iya, kamu kan bosan di mansionmu, lagian aku juga butuh teman di apartement,"
"Baiklah.".
.
Di kamar apartement Raeya, Bulkrish sedang terduduk disamping Raeya yang sedang tiduran,
"Rae kamu sudah lebih baik kan," tanya Bulkrish
"Hm iya, terima kasih banyak ya Putra," Raeya
"Iya, oh ya, kamu bisa memanggilku Eka saja, lagipula kita tidak ada hubungan apapun, panggilan khusus sepertinya akan terasa aneh," Bulkrish
"Baiklah, aku akan belajar memanggilmu Eka,"
"Kalau begitu aku pulang dulu ya, aku takut Mei sudah terbangun dan tau kalau aku datang menemuimu, aku juga sudah janjian akan ke pekan raya nanti malam,"
"Ya baiklah, hati hati dijalan ya,"
Bulkrish mengangguk lalu pergi,
"Mei lagi Mei lagi, kenapa wanita jalang itu banyak banget yang nyukai sih, liat aja aku akan rebut perhatian Eka, Eka hanya untukku," Raeya bermonolog.
.
.
.
Di apartement Yuda, Mei sedang asyik memakan mie instan buatan Yuda,
"Hati-hati makannya Mei, nanti kamu tersedak," Yuda
"Yuda ternyata kamu ngak pernah berubah ya, kamu masih tau kalau aku suka mie goreng," Mei
"Memang siapa yang ngak tau itu Mei, dulu kan kamu sering dinasehati oleh ibu kantin karena kamu terlalu sering beli mie," Yuda
"Sudahlah, jangan bernostalgia, itu udah jaman lalu banget," Mei
"Iya, tapi kamu tetap sama, kamu masih cantik dan tembam seperti dulu,"
"Tembam, huh padahal aku sudah meniruskan pipiku ini,"
"Bukan pipimu sayang, tapi dua bukit kembarmu," ujar Yuda sambil tersenyum nakal
Otak Mei langsung merespon dengan tangan Mei yang langsung menutupi dadanya dan pipi Mei mulai merona,
"Bang-shit kamu Yuda, kamu itu sama nakalnya kayak Bulkrish,"
Yuda terkekeh, "Mei pipimu sampai memerah gitu,"
"Ah sudahlah, aku mau pulang saja, aku sudah ada janji ke pekan raya bersama Bulkrish nanti malam," ujar Mei sambil berdiri dari tempat duduknya,
Yuda merasa kecewa namun tetap memaksa tersenyum di depan Mei,
"Ya baiklah, kamu mau kuantar pulang,"
"Tidak perlu, aku kan bawa mobil,"
"Hn baiklah,"
Saat Mei pergi menuju pintu, Yuda tiba tiba memeluknya dari belakang, Yuda mencium leher belakang dan telinga Mei,
"Yuda ahhh hentikan Yu," ujar Mei yang mendesah pelan
"Baiklah, aku hanya ingin membuktikan perkataanku kemarin kalau aku masih mencintaimu sayang,"
"Yuda,"
"Pergilah, katanya kamu ingin ke pekan raya bersama keponakanmu," Yuda
Mei pergi,
"Aku mencintaimu selalu Mei.".
.
.
.
Sampai di mansion Dewa, Mei melihat Bulkrish berdiri di depan pintu dengan tangan yang di dalam saku celananya,
"Darimana saja kamu Mei??"
"Dari apartement Yuda, memangnya kenapa?" Jawab Mei dengan santai
"Apartement Yuda? Buat apa kamu kesana?"
"Karena kukira kau tidak jadi mengajakku ke pekan raya karena itu aku berniat menginap di apartement Yuda, tapi aku lupa bawa baju ganti makanya aku pulang aja," Mei
"Siapa yang bilang kalau kita tidak jadi jalan jalan,"
"Ngak ada sih, tapi kau kan Pemberi Harapan Tidak Pasti, jadi bagaimana bisa aku pegang omonganmu Bulkrish," ujar Mei dengan berjalan santay menuju ruang tengah dan diikuti oleh Bulkrish, Mei lalu duduk di sofa empuk disana,
"Mei kalau sudah kubilang kita akan pergi berarti kita pasti pergi, aku tidak akan pernah memberikan harapan palsu untukmu," Bulkrish
"Kau yakin,"
"Iya hanya ada kita berdua,"
"Kau yakin hanya berdua? Kau memangnya tak mengajak mantan calon istrimu;"
"Raeya habis kecelakaan, tak mungkin aku mengajak Raeya yang sedang terluka," Bulkrish keceplosan
Mei menyeringai iblis, "ck-ck kau memang bodoh Baka," ujar Mei sebelum pergi ke kamarnya
Sedangkan Bulkrish baru menyadari kalau dia sudah mengaku telah menemui Raeya secara tak langsung,
"Aduhhh Mei pasti marah besar, kau bodoh sekali Eka," Bulkrish.
semangt jngn lupa crazy up
ga seru klau hnya stop sampai dsini.
critanya menyayat hati kali thour
Mei harus hidup bersama aji
Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
bdw mampir juga ya kak di novel Ku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA
bdw mampir juga ya kak di novel Ku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA